Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 74. Kebiasaan Amairah


__ADS_3

Selamat Membaca..


Pagi menjelang matahari sudah menampakkan tajinya untuk menyinari dan menghangatkan seluruh isi bumi. Banyak yang sudah mulai kembali beraktifitas seperti biasa dan masih ada yang bergelung di dalam selimutnya. Bahkan ada yang sama sekali belum menyentuh nikmatnya bantal dan kasur yang empuk demi sesuap nasi dan untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang kepala rumah tangga.


Seperti halnya yang dialami oleh Martin, hingga detik ini masih bertempur dengan laptopnya dan banyaknya berkas yang harus dia selesaikan hari ini juga. Begitu pun Dion yang selalu setia menemani Bosnya walau pun sebenarnya Dion memiliki janji untuk bertemu dengan Maya di kota S.


Amairah membuka tirai jendela kamar hotelnya dan menatap ke arah bawah dan melihat ramainya jalan ibu kota di pagi hari itu. Amairah merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara yang masih segar karena belum banyak kendaraan yang berlalu lalang.


Beberapa saat kemudian, Amairah berjalan ke arah kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Tapi sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Amairah memeriksa putranya Axel apa kah sudah bangun atau belum.


"Tidurmu nyenyak sekali nak, kenapa wajahmu semakin besar semakin mirip dengan Mas Martin padahal kalian hanya anak dan Ayah sambung saja Kalian tidak ada hubungan darah atau hubungan yang lain pun".


Amairah lalu meraih handuk yang ada di dalam lemari dan bergegas ke kamar mandi. Tapi tiba-tiba Amairah merasakan sakit dibagian perutnya akibat tendangan si kecil.


"Auuhh, ada apa sayang, apa kamu kangen dengan Daddy kamu?, Mommy juga kangen dengan Daddy Martin tapi kita tidak bisa memaksakan kehendak untuk bertemu dengan Daddy sayang, kasihan Daddy harus bolak balik kalau kita ingin bertemu atau gimana kalau hari ini kita Chat Daddy sekalian kita jalan-jalan" .


Amairah duduk di tepi ranjangnya lalu mengelus perut buncitnya dan tersenyum sendiri jika mengingat saat-saat bersama suaminya Martin.


"Mommy" ucap Axel saat membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan kamar hotel tapi tidak menemukan keberadaan mommynya.


Bunyi air dari dalam kamar mandi membuat Axel Mengetahui keberadaan Mommynya. Axel pun berjalan ke arah dekat meja nakas tempat tidurnya dan melihat ternyata hp milik Mommy nya berdering. Axel langsung mengangkat telponnya tanpa memberitahu Amairah terlebih dahulu. Axel bahagia setelah melihat siapa orang yang menelpon Mommynya.


"Assalamu alaikum Daddy" ucap salam Axel setelah telpon berhasil tersambung.


"Waalaikum salam" jawab salam Martin diseberang telpon.


"Daddy cari Mommy yah?" Tanya Axel.


"Mommy kamu di mana dan kabarnya Pangerannya Daddy gimana kabarnya?" Tanya Martin yang tangannya masih memegang ballpoint dan masih sibuk memeriksa dan menandatangani berkas penting tersebut.


"Mommy lagi di kamar mandi Dad, dan Alhamdulillah Axel baik saja Daddy , kalau Daddy gimana kabarnya?" tanya Balik Axel.


"Alhamdulillah Daddy baik dan Sehat, oiya nanti sore Daddy Mau ke kota S, Tapi jangan tanya Mommy yah" ucap Martin.


Dion hanya jadi pendengar saja dan tetap melanjutkan pekerjaannya tanpa ingin menganggu aktivitas big bosnya.


"Daddy Axel sama Mommy ada di kota J loh, kemarin Axel baru nyampe dan sekarang ada di hotel apa yah namanya lupa" ucap Axel yang memegang ujung alisnya dengan satu jari tangannya dengan gaya lucunya.


Martin tertawa mendengar perkataan anaknya yang lupa dengan nama hotel yang dia tempati bersama Amairah Mommynya.


"Nanti sore Daddy akan ke Sana jemput Axel tapi jangan tanya Mommy kalau Daddy nelpon yah dan ingat untuk menghapus nama Daddy di riwayat panggilan hpnya Moms kamu yah dan ini rahasia antara kita" ucap Martin.


"Ok Daddy ini rahasia antara sesama Laki-laki" ucap Axel yang nampak wajahnya sangat serius.

__ADS_1


"Sudah dulu yah Daddy tutup telponnya, see you prince" ucap Martin.


"Oke Daddy sampai jumpa nanti sore" ucap Axel sambil menutup telponnya.


Axel langsung melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Daddy-nya. Dan buru-buru menyimpan hp Mommy nya kembali ke atas meja nakas disaat pintu kamar mandi terbuka.


"Selamat pagi Prince kesayangannya Mommy" ucap Amairah setelah berada di samping putranya.


"Selamat pagi juga Mommy cantik" ucap Axel yang sedari tadi tersenyum bahagia karena tidak sabar menunggu kedatangan Daddy-nya.


"Ayok masuk ke kamar mandi, Axel mau ikut Mommy kan ke kantor tempat teman Mommy bekerja sekalian untuk menemui teman Mommy?" tanya Amairah yang tidak ingin mengatakan kepada putranya kalau dia akan ke Pengadilan Agama.


Bagi Amairah belum saatnya Axel Mengetahui apa itu pengadilan dan perceraian. Amairah tidak ingin membuat anaknya jadi kepikiran yang tidak-tidak.


"Axel mau dong Moms" ucap Axel yang langsung ngacir masuk ke dalam kamar mandi.


Amairah pun mengikuti langkah putra semata wayangnya ke dalam kamar mandi untuk membantu putranya membersihkan tubuh kecilnya.


Beberapa saat kemudian, Mereka sudah duduk manis di dalam Ojol dan bersiap ke pengadilan agama setempat. Amairah tidak ingin berurusan lagi dengan Adam sehingga waktu pertemuan mereka kemarin dia tidak mengutarakan niatnya lagian itu hal percuma juga jika Adam tahu dan tidak akan merubah apa pun dari hubungan mereka. Amairah sudah berjalan ke arah dalam kantor pengadilan tersebut dan tidak butuh waktu lama perceraian mereka sudah sah di mata Negara dan agama sehingga Adam dan Amairah tidak punya hubungan apa pun lagi kecuali hanya sekedar mantan saja.


"Alhamdulillah makasih banyak ya Allah engkau melancarkan semua prosesnya dan semoga Saya tidak bertemu lagi dengan Meeta dan Mase Adam".


Amairah pun mengajak putranya untuk pulang karena perutnya tiba-tiba kram dan mengeluh sedikit sakit.


"Mommy sama Dede baik saja kan?." tanya Axel yang sudah seperti orang dewasa saja.


Axel termasuk anak yang cepat dalam tumbuh kembangnya bahkan pola berfikir dan postur tubuhnya juga lebih dari anak seusianya Axel.


Amairah kembali memesan Ojol tapi baru saja ingin membuka aplikasi dihpnya tiba-tiba ada mobil yang membunyikan klakson mobil dengan agak nyaring dan besar di belakang Amairah. Amairah dan Axel langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut. Amairah tidak mengenal mobil tersebut jadi Amairah heran sekaligus bingung siapa pemilik mobil tersebut. Pemilik mobil tersebut turun dari mobilnya dan langsung tersenyum manis ke arah Amairah. Alexander langsung berjalan ke arah Amairah dan Axel yang masih berdiri mematung di tempatnya.


"Assalamu alaikum Amairah" ucap salam Alexander.


"Waalaikum salam Pak Alex" ucap Amairah.


"Jangan panggil Pak, aku kayak sudah tua banget" ucap canda Alex seperti biasanya jika bertemu dengan Amairah.


Amairah hanya membalas perkataan dengan senyuman ke arah Alexander.


"Sepertinya kamu sedang menunggu Ojol? kalau bisa ijinkan Aku yang mengantar kalian pulang, aku khawatir melihat kamu dengan kondisi perut yang besar seperti itu tidak ada yang menemani kamu" ucap Alex yang menawarkan bantuannya kepada Amairah.


"Makasih banyak tapi Saya takut merepotkan kamu" ucap Amairah yang menolak ajakan Alexander.


"Saya tidak menerima penolakan dan jika kamu menolak berarti kamu menolak saya sebagai saudaramu juga" ucap Alex yang langsung menarik tangan Amairah dengan pelan sedangkan tubuh Axel sudah di dalam mobil dan sudah duduk di kursi penumpang bagian depan.

__ADS_1


Amairah tidak bisa lagi menolak tawaran dari Alex dan merasa bersyukur karena ada yang menolongnya dengan suka rela. Alex pun mengemudikan mobilnya ke arah jalan raya yang cukup dipadati oleh berbagai macam kendaraan.


"Amairah kapan datang dari kota S & ngomong-ngomong perut kamu sudah berapa bulan?" tanya Alex.


"Aku datang dari kota S kemarin siang dan Alhamdulillah sudah masuk bulan ke tujuh" ucap Amairah yang mrngelus perutnya yang tiba-tiba bayinya menendang.


"Alhamdulillah kalau begitu, jadi Saya antar kamu ke mana nih, atau mau jalan-jalan dulu keliling kota J atau kalian belum makan siang?." tanya Alex yang cerewetnya mengalahkan emak-emak saja.


"Makasih banyak atas ajakannya tapi sepertinya antar Saya saja kembali ke Hotel aku mau istirahat soalnya, perutku agak kram" jawab Amairah.


"Kita ke dokter kandungan saja kalau kamu merasakan sakit" ucap Alex yang Khawatir dengan keadaan adik sepupunya.


"Gak apa-apa kok nanti selesai istirahat perut aku juga akan segera baikan apa lagi kalau aku sudah minum vitamin pasti sudah baikan" terang Amairah lagi.


"Alhamdulillah kalau begitu, jadi kita langsung pulang ke hotel DA saja yah" Ucap Alex.


Mobil pun semakin melaju dengan kecepatan sedang hingga mobil mereka berbaur dengan kendaraan lainnya. Hari ini jalanan cukup ramai padat merayap hingga membuat siapa pun akan jenuh menunggu mobil mereka lepas dari panjangnya kemacetan lalu lintas. Mobil Alex perlahan sudah memasuki area loby hotel DA.


"Makasih banyak atas bantuannya" ucap Amairah setelah berhasil menginjakkan kembali kakinya di loby hotel.


"Sama-sama kalau kamu butuh sesuatu telpon aku saja, Aku siap 24 jam membantu kamu" ucap Alex sebelum melajukan mobilnya kembali ke jalan raya.


"Siap, Aku titip salam sama pak Agung Wijaya yah" ucap Amairah lalu berjalan ke arah pintu masuk hotel DA.


Amairah masuk ke dalam Lift dan segera menekan tombol lantai 5, Amairah hari ini sangat ngantuk dan kelelahan, mungkin pengaruh cuaca dan iklim yang ada di Kota J dengan Kota S membuat Amairah mudah lelah selama berada di Kota J.


Amairah menidurkan Axel sambil membaca sebuah buku cerita bergambar terbaru untuk putranya. Sehingga Axel lebih cepat tertidur dari biasanya. Amairah pun ikut berbaring di samping anaknya dan saking lelahnya dan ngantuk nya Amairah lagi-lagi lupa untuk mengunci rapat pintu kamar hotelnya. Kebiasaan Amairah yang teledor dan sering kali lupa mengunci kenop pintu kamarnya.


Hingga jam di dinding kamarnya menunjukkan pukul 5 sore, pintu kamarnya terbuka dan orang yang masuk hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan dari Amairah yang lupa mengunci rapat pintu kamarnya.


...********Bersambung********...


Fania Ucapkan Makasih banyak Kepada Kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus 🥰🙏.


sambil menunggu Updatenya CYT Kakak Readers juga bisa mampir ke Novel Fania yang berjudul Bertahan Dalam Penantian BDP yang alurnya beda dengan CYT 🙏.


Maaf jika sering menemukan typo ✌️.


Makasih banyak 🥰🙏✌️.


by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, 26 April 2022

__ADS_1


__ADS_2