
Selamat Membaca..
Hari pertunangan antara Dion dan Maya berjalan lancar dengan penuh rasa kekeluargaan dan tertutup dari sorotan kamera para warta, walaupun ada sedikit drama dari Maya yang membuat suasana semakin ramai dan heboh dengan tawa mereka.
Permintaan Maya yang ingin menunda akad nikahnya dikarenakan menghilangnya Amairah sahabat baiknya sekaligus istri dari sepupunya. Ibu Marissa awalnya menentang bahkan sangat tidak setuju dengan keputusan dari ank tunggalnya, tapi Maya berhasil meyakinkan Maminya sehingga Ibu Marissa dan yang lainnya pun mengerti setelah mendengar penjelasan dari putrinya itu.
Dion Aiden Tan Perkasa dengan Maya Erlene Keysha setiap hari semakin lengket saja.
Setiap manusia punya rasa cinta
Yang mesti dijaga kesuciannya
Namun ada kala insan tak berdaya
Saat dusta mampir bertahta
Kuiginkan dia
Yang punya setiia
Yang mampu menjaga kemurniannya
Saat ku tak ada
Ku jauh darinya
Amanah pun jadi penjaganya
Hatimu tempat berlindungku
Dari keheningan malamku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan engkau Istriku
Engkaulah bidadari Surgaku
Tiada yang memahami
Sgala kekuranganku
Kecuali kamu bidadariku
maafkan aku
Dengan kebodohanku
Yang tak bisa membimbing dirimu
Hari-hari terus berlalu, hari ini Dion dan Maya melakukan perjalanan bisnisnya kembali ke Negara lain yaitu Jerman setelah bertolak dari Kota Queen Elizabeth, London Inggris.
Bandara Schonefeld, Flughafen Berlin. Tujuan perjalanan bisnis Dion dan Maya kali ini adalah Kota Berlin, di mana cabang Perusahaan Centec berada. Mereka mendatangi Perusahaan Centec untuk menandatangani berkas perjanjian kerja sama mereka.
Perjalanan dari kota London Inggris ke Berlin Jerman hanya butuh kurang lebih satu jam lebih saja. Jika mereka kembali ke Jakarta akan butuh waktu sekitar kurang lebih 17 jam lebih dengan satu kali transit saja.
"Sayang gimana kalau malam nanti kita makan di luar saja dan cari tempat yang bagus," ucap Dion saat mereka sudah berada di dalam mobil yang sedari tadi sudah standby di Airport yang menunggu kedatangannya.
__ADS_1
"Ide yang bagus juga Bang, tapi Aku mau istirahat dahulu beberapa jam, masih banyak waktu sebelum shalat Ashar juga," ucapnya Maya yang membuka aplikasi waktu shalat di hpnya.
"Ok, kita istirahat saja dahulu nanti aku bangunin Kamu kalau kita udah mau jalan," ucap Dion saat mereka sudah berada di depan kamar hotel Mereka masing-masing.
Dion sudah di dalam kamar hotelnya dan bersiap istirahat, sedangkan Maya Erlene Keysha awalnya sudah ingin menutup pintu kamarnya tapi, dia melihat sepintas punggung seseorang yang mirip dengan orang yang dia kenali.
"Itu kan Amai, Aku yakin itu dia."
Maya kembali menutup rapat pintunya dan berjalan mengejar langkah orang yang dia anggap Amairah itu. Maya meninggalkan kamarnya tanpa pamit terlebih dahulu kepada Dion. Sedangkan Dion sudah terlelap menuju alam mimpinya.
"Semoga apa yang aku lihat benar apa adanya kalau dia itu Amairah sahabatku."
Maya terus mengikuti arah jalan perempuan yang dia kira Amairah. Maya diam-diam mengikuti dari belakang. Cewek yang dikira Amairah masuk ke dalam kamar VVIP dengan beberapa orang yang mengikutinya dari belakang.
Maya berjalan hingga langkahnya terhenti karena dihadang oleh beberapa orang yang bertubuh tegap tinggi, besar.
"Maaf Anda mau ke mana dan cari siapa?" tanya Bapak itu.
"Maaf Pak Saya lihat tadi teman saya masuk ke dalam kamar hotel ini," ucap Maya dengan menunjuk ke arah kamar tersebut.
Ke dua Bapak tersebut saling pandang dan bingung dengan perkataan Maya.
"Maaf kalau boleh tahu nama temannya siapa?" tanya Bapak yang satunya.
"Namanya Amairah putri Tan Perkasa," jawabnya.
Bapak tersebut kembali berpandangan sebelum menjawab pertanyaan dari Maya.
"Maaf perempuan yang ada di dalam tidak ada satu pun dari mereka yang bernama Amairah," tuturnya.
"Pasti bapak salah, karena saya yakin banget kalau dia itu sahabat saya yang dari Indonesia," ucap Maya yang tidak percaya dengan penuturan Bapak tersebut.
Salah satu dari Bapak tersebut menghubungi salah satu orang yang berada di dalam kamar tersebut dengan memakai alat khusus.
"Ada seseorang di luar yang mengatakan nona Aisyah Akruyek adalah sahabatnya," jelasnya.
"Nona Muda akan ke sini menemui Nona," jawabnya.
"Ok."
Maya datje dua pengawal itu berdiri di depan pintu sambil menunggu kedatangan Nona Aisyah.
"Aku yakin dia itu Amairah, gak mungkin orang lain."
"Nona di luar sana ada yang mengenali Nona dan katanya ingin bertemu dengan Nona," ucap Aisyah.
"Mana tab Kamu, sini Saya periksa," ucap Rose Amalia Horne yang sudah duduk di kursi kebesarannya.
Rose pun melihat siapa perempuan itu dan ternyata itu adalah sahabatnya yang sudah hampir tujuh bulan tidak dia temui. Air mata Amairah menetes membasahi pipinya
Aisyah hanya melihat pimpinannya tanpa harus berkomentar sedikit pun di hadapan Amairah.
"Suruh dia masuk dan Kamu pasti tahu apa yang harus kamu lakukan agar dia tidak curiga dan berhenti berharap," jelasnya.
"Baik Nona Muda."
Tidak lama kemudian pintu ruangan itu terbuka lebar dan keluarlah seorang perempuan yang mirip dengan perempuan yang dilihat oleh Maya. Mata Maya membelalak melihat perempuan yang berdiri di hadapannya.
"Dia bukan Amairah, tapi aku yakin sekali kalau tadi yang aku lihat adalah Amairah, dan tidak mungkin aku salah orang, tapi muncul di hadapanku perempuan lain yang jelas-jelas bukan kah Amairah."
"Bagaimana Nona, apa Nona Muda kami ini adalah Sahabat Nona yang tadi anda kejar?" tanya si Bapak.
"Bukan," ucap Maya sendu.
__ADS_1
"Karena Anda mencari orang yang salah, tolong pergi lah dari sini, karena Nona Kami ingin beristirahat," terang bapak yang satu lagi.
Nona yang mirip dengan Amairah dan Aisyah berbalik dan masuk kembali ke dalam kamar itu, tapi langkah mereka terhenti sejenak dengan perkataan dari mulut Maya.
"Apa Saya boleh masuk ke dalam, saya hanya ingin memastikan bahwa dugaan saya memang keliru dan saya sudah salah paham?, pinta Maya.
Mereka kembali saling berpandangan sebelum perempuan yang berambut panjang menjawabnya.
"Baik, Mari masuk ke dalam, agar Nona yakin karena kami sudah berkata jujur," ucapnya.
Mereka bertiga berjalan ke dalam kamar tersebut, sedangkan sang pengawal tetap berdiri di depan untuk menjaga keamanan tetap kondusif.
"Semoga kecurigaanku terjawab, tapi aku tidak mungkin salah lihat, dan aku sangat yakin dengan penglihatan ku tadi."
Maya dan dua yang lainnya sudah berada di dalam kamar yang sangat luas dan megah dan pastinya sangat mewah.
Maya mengitari seluruh ruangan tersebut, tapi tetap tidak menemukan keberadaan sosok orang yang dia cari dan sedikit pun tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan.
"Bagaimana Nona apa yang Anda cari sudah ketemu?" tanya Aisyah.
"Maaf, sepertinya dugaan Saya salah besar, dan Maaf sudah mengganggu aktivitasnya dan waktunya," ucap Maya sambil menundukkan sedikit punggungnya.
"Sepertinya Nona Aisyah ini CEO Perusahaan Centex kalau tidak salah ingat dan aku yakin itu, berarti aku sudah menggangu pemilik Perusahaan, semoga ke depannya mereka tidak mempermasalahkan apa yang sudah Saya lakukan ini."
"Tidak apa-apa kok, santai saja dan hal seperti ini biasa terjadi," tutur Aisyah dengan wajah khasnya yang tanpa ekspresi.
"Kalau gitu Saya permisi dan sekali lagi maaf," ucap Maya yang kembali meminta maaf dengan tulus.
Maya meninggalkan kamar itu dengan wajah kecewa dan sedih, karena dugaannya salah besar dan ada rasa khawatir yang menggerogoti hati dan pikirannya dengan kontrak mereka.
Maya berjalan gontai hingga ke dalam kamarnya. Maya sangat sudah yakin sekali dengan penglihatannya, tapi kenyataannya berkata lain, Maya kembali meneteskan air matanya yang sedari tadi berusaha dia tahan.
"Amairah aku saya merindukanmu, di mana kamu sekarang berada, tolong kembalilah, apa kamu tidak merindukan kami yang selalu berharap dan menunggu kepulanganmu?"
"Apa dia sudah pergi?" tanyanya.
"Iya Nona, Nona Maya sudah kembali ke dalam kamarnya," jawabnya.
"Makasih kamu sudah bekerja maksimal, berikan Dia bonus dan mulai sekarang Kamu harus selalu standby di dekat Kami, karena kapan-kapan kami butuh bantuan Kamu," tuturnya.
"Baik Nona Muda dan makasih banyak," jawabnya.
"Aisyah atur kontrak kerja sama Kita dengan Nathalia, karena mulai hari ini Kita bekerja sama dengannya," perintah Amairah kepada asistennya sekaligus bodyguardnya itu.
"Baik Nona, perintah siap dilaksanakan," ucap Aisyah Akruyek sambil menundukkan sedikit kepalanya.
"Maaf belum saatnya kita bertemu, tunggulah dan bersabarlah karena waktu itu pasti akan tiba, Saya yang akan datang langsung ke Indonesia, tapi putra Saya harus ketemu terlebih dahulu, sampai Axel belum ketemu keberadaannya."
Maya menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya, dan menutup wajahnya dengan bantal. Sedangkan Dion masih asyik tertidur pulas hingga sore hari.
..........
Yang berharap Amairah kembali ke tanah air mohon bersabar sedikit yah, hehe.
Amairah pasti pulang kok, tapi othor mau uji kesabaran orang-orang terdekat dari Amairah setangguh dan sekuat apa kesabaran mereka untuk selalu berharap kembalinya Amairah ke Indonesia.
*Yang sudah baca bisa minta tolong di-share novel recehnya Fania biar pembacanya nambah, mungkin share sama keluarga, teman, atau tetangga juga boleh banget.
MAKASIH BANYAK FANIA UCAPKAN UNTUK READERS YG SELALU HADIR MEMBERIKAN LIKE DAN MAMPIR BACA, HANYA KATA-KATA UCAPAN YANG MAMPU FANIA BERIKAN ATAS BALASAN DARI DUKUNGAN KAKAK ALL 🥰😘🙏*.
Tetap Dukung Cinta Yang Tulus Yah dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN.
...********Bersambung********...
__ADS_1
by Fania Mikaila Azzahrah
Makassar, Kamis, 26 Mei 2022