Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 72. Bertemu dengan Kakek Lukman


__ADS_3

Selamat Membaca...


Berita bahagia tentang kehamilan Amairah pun tersebar dengan cepatnya hingga ke telinga ke dua keluarga besar Amairah maupun Martin. Sedangkan Martin yang semakin terdesak oleh Neneknya untuk membawa istrinya ke Rumah besar keluarga Muhammad Nathan Lee belum juga mendapatkan titik terang untuk Martin. Martin masih ragu untuk membawa Amairah ke rumahnya Neneknya atau kah tidak.


"Baguslah kalau Dia hamil berarti rencana kita akan segera terealisasi dan ingat Jika waktunya sudah tiba rencanakan dengan sebaik mungkin jangan sampai meninggalkan bukti apa pun itu untuk mengungkapkan siapa dalangnya dan motif dari semua itu"


Waktu terus berlalu hingga kandungan Amairah sudah masuk bulan ke 6 tapi Martin masih saja main petak umpet dengan Neneknya. Hari ini Amairah berencana untuk ke Ibu Kota untuk menyelesaikan perceraiannya dengan Adam yang sudah tertunda beberapa bulan. Amairah tidak ingin dicap sebagai perempuan yang masih berstatus istri orang lalu menikah lagi dengan Pria lain tanpa adanya keterangan yang jelas yaitu adanya hitam di atas putih.


Amairah juga berencana akan mengunjungi Rumah Nenek Masitha yang ada di Ibu kota karena mereka sudah berjanji untuk saling silaturahmi dan saling mengunjungi siapa pun yang datang ke kota masing-masing. Amairah tidak memberitahukan Martin bahwa dirinya akan ke ibu kota karena setiap kali Martin ditelpon pasti tidak diangkat atau pun nomor hp Martin sibuk.


"Ibu hari ini jadi berangkat ke Kota J?" tanya Mbak Marni.


"Insya Allah Mbak, ini sudah packing barang bawaannya Axel" jawab Amairah sambil mengemas sebagian barang-barang Axel.


"Mbak Marni gimana sih, Ibu sudah kemas pakaiannya gitu masih ditanya segala lagi" ucap Mbak Wati yang ikut menimpali percakapan mereka.


"Apa ibu sudah menghubungi nomor HP Tuan Martin?" tanya Mbak Marni lagi.


"Sudah tapi gak diangkat, Aku sudah kirim Chat juga dan semoga dibaca" Harap Amairah.


"Sayang yah kita gak diajak mereka" ucap Mbak Wati yang pura-pura sedih.


"Mbak Wati jangan gitu dong, kan Amairah juga ikut sedih" ucap Amairah yang ikut akting dengan permainan Mbak Wati.


"Iya nih Mbak Wati, maunya dapat gretongan mulu, lagian kalau kita ikut itu sama saja kita ganggu kualiti time mereka loh mbak" ucap Mbak Marni.


Entah kenapa Amairah ke Kota J hanya berdua saja dengan putranya padahal ke mana-mana selalu bersama dengan du'os Baby sitter nya Axel. Tapi untuk kesempatan kali ini Dia ingin pergi hanya berdua saja.


Siang harinya Pesawat terbang yang ditumpangi oleh Amairah sudah lepas landas dari Bandara Juanda menuju Bandara internasional Soekarno Hatta. Amairah bahagia karena akan segera bertemu dengan nenek Masitha yang sudah hampir 8 bulan tidak bersua dengannya. Ada kerinduan yang dirasakan oleh Amairah yang Amairah sendiri tidak mengerti padahal setahu Amairah status mereka hanya sekedar pemilik dan penyewa rumah kontrakan saja.


Amairah sebelum berangkat juga menghubungi nomor hp Adam untuk bertemu di Pengadilan agama. Adam pun menyetujui permintaan dari Amairah dengan hati yang sudah ikhlas dan legowo. Adam sangat menyesali perbuatannya tempo hari yang hampir melecehkan Amairah.


Beberapa jam kemudian, pesawat tersebut berhasil lending di Bandara internasional Soekarno Hatta.


"Mommy kita akan ketemu Daddy sama Nenek Masitha kan Moms?" tanya Polos Axel dengan logat dan cara bicaranya yang kadang masih cadel.


"Insya Allah kita akan ketemu mereka setelah urusan Mommy selesai" ucap Amairah yang berencana menuntaskan terlebih dahulu pekerjaannya baru berkunjung ke rumah Nenek Masitha.


Amairah sudah mengantongi alamat rumah nenek Masitha jauh hari sebelum mereka berangkat ke Kota J.

__ADS_1


"Hore Axel akan ketemu Daddy sama Nenek" ucap Axel yang sangat gembira setelah Amairah mengatakan kalau mereka akan segera bertemu.


Amairah pun sudah memesan hotel yang tidak terlalu jauh dari lokasi Kantor Pengadilan agama dengan Hotel serta dengan kediaman Nenek Masitha.


"Untuk kesekian kalinya aku kembali menginjakkan kaki ini di Kota yang telah membesarkan Aku, Apa kabarmu Kakek, Amairah rindu dengan Kakek".


Amairah merindukan Kakek angkatnya yang berkat jasanya lah sehingga Amairah masih bisa bernafas dan hidup lebih baik. Beliau lah yang mengadopsi Amairah dari Panti Asuhan. Walaupun cara didik Kakek Lukman Nitinegoro sedikit keras dan sangat disiplin tapi Amairah bangga dengan sikap kakeknya.


Amairah melangkah kakinya ke luar area Bandara dan menuju Mobil travel yang sedari tadi sudah menunggunya. Amairah berjalan hati-hati dengan perutnya yang sudah buncit. Tapi tidak membuat Amairah terganggu malahan Amairah beraktifitas seperti biasa tanpa ada masalah yang dia hadapi selama kehamilannya ini.


Amairah berjalan ke arah pintu keluar tapi ada suara seseorang yang memanggil namanya sebelum dirinya membuka kenop pintu mobil travel tersebut. Amairah spontan menolehkan kepalanya ke arah samping kanannya. Amairah langsung tersenyum melihat siapa gerangan sosok yang memanggilnya, Air mata Amairah pun sudah meneteskan tanpa aba-aba.


"Amairah" teriak orang tersebut dengan suara bariton khasnya.


"Mommy kok diam saja?, apa Mommy gak mau naik ke dalam mobil?" tanya Axel yang heran melihat mommynya yang masih berdiri di depan pintu mobil.


Tapi Amairah tidak menanggapi perkataan dari putranya. Amairah masih sibuk untuk menatap ke arah orang yang terus berjalan ke arahnya. Amairah hanya mematung dan menunggu kedatangan orang tersebut kehadapannya. Orang tersebut langsung menarik tubuh Amairah kedalam pelukannya.


"Kakek Lukman" ucap Amairah yang sudah menangis tersedu-sedu.


"Cucuku, Kakek sangat merindukan dirimu, Maafkan kakek tua ini yang tidak bisa membela dan menahan kepergian mu dulu, Maafkan Kakek yang tidak berdaya melawan mereka" ucap Kakek Lukman.


"Amairah yang harus minta maaf karena sudah membuat Kakek kecewa dan sedih, Maafkan Amai kakek yang sudah menjadi cucu yang tidak tahu balas budi" ucap Amairah yang masih memeluk tubuh kakeknya yang sudah berjasa dalam hidupnya.


"Alhamdulillah Amai sangat baik Kek, Kalau kakek gimana kabarnya?" tanya balik Amairah.


"Alhamdulillah baik Kek, seperti yang kakek lihat" jelas Amairah dibarengi dengan senyumannya yang manis.


"Gimana kalau kita cari tempat untuk mengobrol kasihan kamu pasti sudah lelah berdiri terus apa lagi dalam keadaan perutmu yang sudah membesar" ucap Kakek Lukman.


"Axel sini Nak, Mommy mau kenalin Axel sama Kakek" ucap Amairah yang memanggil putranya yang sudah duduk manis di dalam mobil travel.


Axel segera turun dari mobil dan tanpa aba-aba langsung mengambil tangan kakek buyutnya untuk dia cium.


"Putramu sudah besar nak" ucap Kakek Lukman yang langsung menggendong tubuh Axel walaupun sedikit susah dikarenakan fisik dan tubuhnya tidak sebugar dan sehat seperti dulu lagi.


Kakek Lukman adalah seorang pensiunan perwira polisi. Kakek Lukman lah yang dulu mengangkat Amairah dari panti asuhan karena merasa kasihan melihat bayi kecil yang mungil harus hidup di Panti Asuhan.


"Boys ikut Kakek, Mau?" tanya Kakek Lukman yang mengajak Axel untuk mengikutinya mencari restoran yang terdekat dari Bandara. Kakek Lukman sebenarnya ingin ke Kota B tapi karena melihat Amairah cucunya sehingga Beliau membatalkan keberangkatannya.

__ADS_1


Axel menganggukkan kepalanya tanda setuju dan tidak banyak komentar lagi. Mereka masuk ke dalam restoran yang cukup ramai dipadati oleh pengunjung. Mereka pun memilih tempat yang sedikit menjauh dari keramaian.


"Kita duduk disini yah Boys" ucap Kakek Lukman yang membantu Axel untuk duduk di atas kursi.


"Makasih kakek buyut" ucap Axel dengan wajah nya yang polos lucu dan membuat orang-orang yang melihatnya jadi gemes.


"Sama-sama cicitnya Kakek" ucap Pak Lukman yang mengikuti cara bicara Axel.


"Kakek Axel boleh pesan Ayam goreng gak seperti ayam goreng gak seperti yang biasa dimakan sama Upin Ipin kek?" tanya Axel yang sangat menyukai makanan yang terbuat dari daging Ayam apa lagi yang digoreng seperti yang ada di film kartun duo kembar dari Malaysia itu.


"Boleh banget malah nak, hari ini apa pun yang Axel minta Kakek akan penuhi" ucap Pak Lukman.


"Serius Nih Kek?" tanya balik Axel.


"Iya Boys Kakek akan mengabulkan semua permintaan dan keinginan Cicit kakek Apa pun itu walaupun Axel pingin ke bulan" ucap kakek Lukman yang tertawa kecil.


"Hore hari ini Axel bisa makan Ayam goreng lagi" ucap Axel yang sangat gembira karena diijinkan untuk makan ayam goreng lagi padahal mommynya sudah mengatur jadwal makan ayam gorengnya jika bukan dimasak dirumahnya sendiri.


Menurut Amairah makan makanan junk food itu tidak baik jika terlalu sering dan dalam porsi yang banyak. Mereka sudah duduk di Restoran siap saji yang berlogo Kakek yang berkacamata. Amairah pun berjalan ke arah tempat pemesanan makanan dan memesan makanan untuk dia, putranya dan Kakeknya.


Amairah membawa nampan yang telah berisi dengan aneka makanan Ayam goreng serta minuman yang bersoda. Amairah mengatur makanan tersebut ke atas Meja. Mereka pun makan tanpa ada suara dari mulut mereka karena Axel tidak menyukai Jika ada seseorang yang berbicara pada saat dia makan dan jika ada yang berbicara maka Axel akan berhenti makan dan akan mogok makan.


Hingga ada suara seseorang yang membuat Axel jengah dan jengkel tingkah laku orang itu. Orang tersebut langsung duduk diantara mereka walaupun mereka tidak menginginkan dan mengijinkan orang tersebut untuk dirinya ikut duduk dan bergabung dengan mereka. Amairah tidak menyangka kalau Orang tersebut akan bertemu dengan dirinya dan langsung membuat selera makannya hilang dalam sekejap mata padahal baru beberapa saat mereka menikmati makanan tersebut. Kakek Lukman pun tidak menyangka jika orang tersebut akan menggangu kegiatan mereka.


Siapakah orang yang sudah berani mengganggu kenyamanan mereka dan membuat nafsu makan Amairah menghilang dan berubah menjadi perasaan dongkol.


...******** Bersambung ********...


Bagi yang penasaran dengan kelanjutan kisah mereka so Pantengin terus setiap Updatenya yah ✌️👌.


Maaf jika Alurnya ceritanya tidak sesuai dengan keinginan Readers karena Othor sudah punya alur sendiri mulai dari awal Novel ini Fania tulis 🙏✌️.


Typo Mohon untuk dimaklumi Yah Kakak Readers 🙏🥰


Alhamdulillah Makasih banyak sudah mampir dan sudi membaca novel receh Fania.🙏✌️🥰.


Tetap Dukung Cinta Yang Tulus dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan FAVORITKAN.


Makasih banyak 🥰.

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, 25 April 2022


__ADS_2