
Selamat Membaca...
Suasana yang semakin sepi membuat Martin semakin mengantuk dan tanpa dia sadari akhirnya tertidur lelap di samping istrinya. Sedangkan Pak Heri yang berjalan ke arah Kafe tanpa sengaja menabrak tubuh seseorang yang membuat orang tersebut terduduk di lantai keramik yang cukup dingin.
"Maafkan Saya Bu, Saya tidak sengaja" ucap Pak Heri sambil membantu nenek itu untuk berdiri dan langsung memeriksa kondisi Nenek tersebut.
"Tidak apa-apa kok nak, ibu baik-baik saja, lagian ibu juga yang salah karena berjalan tanpa memakai kacamata yang ibu" tutur ibu tersebut sambil memakai kacamatanya yang dia simpan di dalam tasnya.
"Ayok Saya antar ibu ke dalam untuk memeriksa keadaan ibu jangan sampai ada yang terluka" ucap Pak Heri yang ingin mengajak nenek tersebut untuk memeriksakan dirinya.
"Tidak usah kamu repot-repot nak, Ibu tidak apa-apa Kok, antar ibu saja untuk duduk di bangku yang ada di pojokan sana" ucap Ibu tersebut sambil menunjuk ke arah kursi tunggu yang ada di pojokan.
Tanpa basa-basi lagi Pak Heri mengantar ibu tersebut dengan cara menggandeng tangan Nenek yang sudah tua rentah tersebut. Pak Heri hanya geleng-geleng kepala Nenek setua ini dibiarkan berjalan di Rumah sakit seorang diri saja tanpa ada yang menemani.
"Karena nenek baik-baik saja kalau gitu Saya pamit pulang dulu yah Nek, hati-hati dan jaga diri Nenek baik-baik" ucap Pak Heri setelah kondisi nenek tersebut sudah dirasa baik saja.
"Makasih banyak atas bantuannya nak, ibu minta maaf karena sudah merepotkan kamu dan semoga kita bisa berjumpa lagi di lain waktu" ucap Nenek tersebut dengan tersenyum penuh arti ke arah Pak Heri.
Pak Heri melenggang pergi dan berjalan ke arah Kafe Rumah Sakit karena ingin segera kembali ke ruangan perawatan Amairah putrinya. Entah kenapa tiba-tiba perasaannya tidak enak dan langsung kepikiran dengan kondisi Amairah dan putri kecilnya.
Pak Heri pun menelpon nomor hp anak buah kepercayaannya, tapi tidak ada balasan sama sekali dan sudah berulang kali dicoba, Pak Heri pun menghubungi nomor hp Martin, tapi nomor hp Martin berada di luar jangkauan hanya operator seluler yang menjawabnya.
"Kok mereka tidak ada yang ngangkat teleponku, gak biasanya seperti ini".
Pak Heri menerobos antrian panjang yang ada di depan kasir Kafe, dan membuat kekacauan kecil di sana karena banyaknya tatapan mata dan suara orang yang memprotes tindakan dari Pak Heri. Sehingga pihak keamanan Kafe segera melerai apa yang mereka lakukan.
"Maaf pak karena kebetulan bapak yang datang paling di belakang, Jadi Kami harap dan mohon dengan sangat untuk mengantri sesuai dengan urutan bapak datang ke Sini" tutur Security tersebut.
__ADS_1
"Maafkan Saya, Saya sangat buru-buru karena putri dan Cucu saya sedang terbaring koma di dalam rumah sakit, Jadi Saya mohon dengan sangat untuk membantu saya" ucap Pak Heri yang memohon agar dirinya segera dilayani dan diijinkan untuk segera memesan minuman untuk anak buahnya dan Martin yang kebetulan mereka memesan kopi.
Karena mereka yang kebetulan ikut mengantri kasihan setelah mendengar penuturan dari pak Heri sehingga mereka mengijinkan pak Heri yang terlebih dahulu untuk memesan minuman yang dia inginkan. Pak Heri melebarkan langkahnya dan segera berjalan ke arah ruangan perawatan Amairah dan nafas yang memburu dan ngos-ngosan karena berlari agar segera sampai di sana. Pak Heri pun menghentikan laju larinya setelah melihat kondisi dari anak buahnya yang tertidur pulas di bangku tunggu yang ada di depan ruangan perawatan Amairah.
Pak Heri mencurigai ada yang tidak beres dengan sikap anak buahnya yang baru saja jam 11 malam sudah terlelap dalam tidurnya mereka. Pak Heri segera membuka pintu kamar Amairah, tetapi apa yang dua lihat sangat membuatnya shock dan histeris. Ranjang yang biasa ditempati oleh Amairah sudah rapi dan kosong hanya Martin yang tertidur di samping ranjang Amairah, sedangkan Putri Amairah ada di dalam box bayi yang sedang tertidur pulas juga.
Pak Heri segera memeriksa seluruh ruangan tersebut bahkan tidak ada yang tidak dua periksa tapi tidak menemukan keberadaan Amairah. Pak Heri pun membangunkan Martin, tapi tidak berhasil.
"Amairah putriku kamu di mana sayang?".
Pak Heri pun keluar dari kamar tersebut dan segera membangunkan semua anak buahnya yang tertidur pulas tersebut dengan sebotol air mineral kemasan yang sempat dia ambil di dalam Ruangan, agar anak buahnya terbangun dari tidurnya mereka.
Pak Heri sudah sangat khawatir dengan kondisi Amairah yang tiba-tiba tidak ada di atas ranjang perawatannya, dan tidak mungkin bisa berjalan sendiri.
"Ayok bangun, apa yang terjadi dengan kalian, baru jam segini kalian sudah tidur" ucap Pak Heri yang bingung dengan sikap dari anak buahnya yang semua yang ada di dekat kamar perawatan Amairah tertidur.
"Roni apa yang terjadi di Sini, dan di mana putriku kenapa dia tidak ada di dalam kamarnya?" tanya Pak Heri yang sudah kalang kabut mencari keberadaan putrinya.
Roni yang ditanya seperti itu pun bingung dengan pertanyaan dari Bosnya.
"Anu anu Nona Amairah berada di dalam kamarnya kah Bos, tidak mungkin Nona Amairah berjalan sendiri" ucap Roni yang bingung dengan maksud dari pertanyaan Bos besarnya.
"Kalau putriku ada di dalam kamarnya, tidak mungkin Aku mencarinya Roni" ucap Pak Heri yang sudah mengeraskan volume suaranya dan urat syaraf di lehernya menonjol bahkan matanya pak Heri memerah pertanda beliau sangat marah.
"Itu tidak mungkin Bos, kami sedari tadi di sini dan tidak ke mana-mana, hanya saja tadi kami semua yang berada di sini tiba sangat ngantuk, sedangkan Dimas bolak balik toilet Bos setelah malam" jawab Roni anak buah kepercayaannya.
"Ayok segera periksa rekaman cctv dari jam 7 malam hingga sekarang dan perintahkan kepada anak buahmu untuk berpencar mencari
__ADS_1
keberadaan Amairah yang tiba-tiba menghilang.
"Baik Bos" ucap Roni yang segera melaksanakan perintah dari Bos besarnya yaitu pak Heri.
"Dan bangunkan mereka yang belum bangun, Saya akan menghubungi pihak rumah sakit" ucap Pak Heri yang langsung bergerak bersama beberapa anak buahnya untuk segera ke bagian informasi yang ada di Rumah Sakit.
Pak Heri tidak ingin membangunkan Martin karena pasti akan membuat Martin pusing dan khawatir dengan keadaan Amairah yang otomatis akan menambah puyeng Pak Heri. Mereka segera berjalan ke tergesa-gesa. Sesampainya di depan bagian administrasi, Pak Heri kembali dibuat tidak percaya dengan perkataan dari pegawai administrasi rumah sakit.
"Maaf Pak atas Nama Nyonya Amairah masih di dalam kamar perawatannya dan tidak ada yang membawa Nyonya Amairah pergi dari sini karena kondisi nyonya Amairah yang masih koma" jelas pegawai tersebut.
"Mohon Anda periksa Kembali karena putri saya sudah tidak berada di tempatnya sekarang" ucap Pak Heri yang sudah emosi bercampur khawatir dengan keadaan putri tunggalnya.
Pegawai tersebut pun menghubungi cctv rumah sakit beserta pegawai yang bertugas dibagian keamanan untuk segera memeriksa langsung ke dalam ruangan Amairah untuk memastikan apa yang dikatakan dan disampaikan oleh pak Heri benar adanya.
"Ayok ikut kami jika kalian tidak percaya dengan apa yang semua saya katakan" ucap Pak Heri yang langsung memimpin jalan.
Mereka pun berjalan mengikuti langkah kaki Pak Heri. Mereka saling bertanya tidak mengerti dengan apa yang telah menimpa mereka. Seseorang yang dinyatakan koma sudah tidak berada di dalam kamar perawatannya.
"Bersiaplah karena ini adalah baru awal dari kehancuran kalian, dan Aku akan membuat kalian selamanya dalam dendam dan benci yang tidak berujung, dan kalian hanya lah pionku untuk mencapai tujuanku selama ini yang perlahan-lahan sudah berhasil sesuai dengan keinginanku".
Orang tersebut tertawa tanpa suara yang sedang duduk di kursi ruang tunggu pasien yang berpura-pura menjadi salah satu pengunjung rumah Sakit, sedangkan Martin baru Saja terbangun dari tidurnya setelah pintu dibuka dengan paksa oleh pihak keamanan rumah sakit.
...********Bersambung********...
Fania Mengucapkan Makasih Banyak atas segala Dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus dan jangan pernah Bosan untuk Baca cerita dan novel receh FANIA.✌️🙏. Novel CYT murni dari kehaluan othor dan Alurnya akan berjalan Tetap seperti imajinasi dari Fania jadi Maaf jika Alurnya ada yang tidak sesuai dengan keinginan Readers all 🙏✌️🤭.
By Fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Makassar, Selasa-03 April 2022