Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 143. Informasi


__ADS_3

Selamat Membaca..


mama ira berjalan ke dalam ruangan pribadi kakeknya dan mencari sosok hpnya tersebut kakeknya tersebut kamera mengitari seluruh pojok ruangan yang begitu luas dan megah nya membuat seseorang yang berada di dalam ruangan terus tersebut akan betah berlama-lama di dalamnya kakek matanya menyapu kesel i like sekeliling ruangan yang begitu besar dan mencari sosok keberadaan kakeknya tapi yang dia cari tidak menampakkan dirinya hingga amira tersenyum setelah membeli membalikkan tubuhnya ke kanan ke arah kanan ruangan itu dan melihat kakeknya sedang berjalan ke arahnya amira segera menghampiri kakeknya dengan senyuman khasnya lalu tangannya langsung bergelantungan ke lengan kakeknya sambil bermanja-manja di lengan kakeknya tersebut.


Tuan Besar Louis mengetahui jika cucunya bersikap seperti itu, berarti ada sesuatu yang diinginkan oleh Amairah cucu satu-satunya yang paling disayanginya.


"kita duduk dahulu, Kakek tahu apa yang Kamu inginkan," tutur kakeknya yang tersenyum sambil bergandengan tangan berjalan beriringan bersama dengan cucunya.


Amairah tersenyum menanggapi perkataan dari Kakeknya yang sangat mengerti sifat dan karakternya.


" Kakek selalu tahu apa yang Kamu inginkan," kakeknya lalu menarik pelan hidung mancung nan bangir milik Amairah.


Mereka sudah duduk berhadapan lalu tangan si kakek tua itu yang masih muda dan segar dibandingkan dengan usianya yang sudah usur.


Jika orang yang tidak mengenalnya pasti akan terkejut jika mengetahui usia yang sebenarnya dari si kakek tua tersebut usia yang sudah kepala 7 lebih, tapi jika ditelisik lebih jauh lagi dari postur tubuhnya orang-orang akan mengira ah jika kakatua itu baru berumur 50an.


"Kakek tahu jika Kamu ingin pulang ke Indonesia," Kakek Luis membuka laci meja Kerjanya lalu meraih sebuah berkas yang terbungkus rapi di dalam sebuah map cokelat lalu menyodorkan ke arah Cucunya.


Amairah menatap ke arah wajah Kakeknya tanda tidak mengerti dengan apa maksudnya dari Kakeknya itu.


"Ambil dan bukalah Nak, Kakek yakin Setelah Kamu membukanya Kamu pasti akan segera meminta untuk buru-buru kembali ke Jakarta," Tuan Luis menatap ke arah cucunya sambil menyunggingkan senyumnya lalu merebahkan sedikit punggungnya ke belakang.


Amairah lalu mengambil map tersebut lalu memandang kembali ke arah Kakeknya sebelum membuka map itu. Tuan Luis Horne hanya mengangguk dan tersenyum.


" Bismillahirrohmanirrohim," kemudian membuka map itu dan mengeluarkan semua isinya.


Amairah dibuat terperangah dan shock setelah melihat sepintas isi dari dalam berkas tersebut. Air matanya luruh seketika hingga beranak sungai hingga membasahi seluruh wajahnya. Berkas yang berisi tentang keterangan keberadaan di mana sekarang Axel putranya.


Berkas itu berisikan yang menyatakan bahwa Axel berada di Jakarta terakhir berita dan informasi yang berhasil diperoleh dari mata-mata serta detektif yang diterjunkan oleh Tuan Luis.


"Kakek apa arti dari semua ini?" tanya Amairah yang bahagia sekaligus sedih karena ternyata Putranya harus hidup terlunta-lunta ke sana kemari bersembunyi dari kejaran seseorang yang berniat jahat padanya.

__ADS_1


"Iya benar sekali, Kakek yakin dengan petunjuk ini Kamu bisa segera menemukan cicitku Axel Aiden Muhammad Lee," tutur Kakeknya.


Amairah tidak menyangka jika putranya selama ini yang dia cari ternyata tidak berada di luar negeri, melainkan hanya berada di dalam negeri Indonesia. Kebahagiaan terpancar dari wajah Amairah walaupun masih belum jelas apa kah di tempat itu Axel masih tinggal bersama dengan orang tua yang menyelamatkan nyawanya.


Amairah mendekati Kakeknya lalu memeluk dengan erat tubuh kakeknya dan meluapkan kegembiraannya.


"Makasih banyak Kakek, ternyata putraku ada di Jakarta, boleh kah Amairah balik ke Jakarta esok kek bersama dengan suamiku dan ke dua anak kembar ku?" tanya Amairah dengan sangat pelan dan hati-hati, Amairah tidak ingin permintaannya itu membuat kesedihan dan amarah Kakeknya.


Amairah kembali mendudukkan bokongnya ke atas kursi yang sedari tadi didudukinya.


Tuan Luis mengerti dan memaklumi apa yang dirasakan oleh Amairah dan tidak akan menghalanginya atau pun melarang mereka untuk kembali dan berkumpul layaknya sebuah keluarga kecil yang bahagia seperti kebanyakan orang lain di luar sana.


"Pergilah sayang, Kakek merestui hubungan kalian dan mengijinkan kalian bersatu untuk kembali ke Indonesia, jujur Kakek pasti akan kesepian tanpa kalian, Kakek sudah terbiasa hidup dengan kalian di sini," ucap Tuan Besar Luis lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.


Tuan Luis tidak ingin membuat Amairah terbebani dengan perasaan sedihnya, tapi semakin Beliau tahan semakin air matanya menetes membasahi pipinya.


Amairah lalu kembali berdiri dan berjalan ke arah Kakeknya berada dan memeluk tubuh itu yang sudah bergetar hebat menahan tangisnya. Amairah perlahan menepuk punggung yang masih tegap itu.


"Amai pasti akan ke sini jika Amairah sudah bertemu dengan Axel, Amairah ingin Ke dua Putra Amairah Kakek yang mendidiknya dan mengajarkan segala hal kebaikan untuk masa depan mereka, jika sudah berumur 15 tahun nanti," terang Amairah.


Amairah pun pamit kepada Kakeknya karena sudah larut malam dan ingin memberitahukan kepada Aisyah Akyurek kepulangannya besok.


"Amairah bawa lah Aisyah bersama Kamu, Kakek sudah mengatakan kepadanya bahwa Kamu akan mengajaknya ke Indonesia," lalu menyeka air matanya dan tersenyum simpul.


Amairah pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya kebahagiaannya semakin bertambah.


"Perlakukan Aisyah seperti Kakak Kamu sendiri," ucapnya lagi saat Amairah sudah membuka sedikit pintu ruangan itu.


Amairah berbalik dan tersenyum menganggukkan kepalanya.


"Kakek akan selalu mendoakan yang terbaik untuk Kalian dan Kakek tidak akan pernah berhenti untuk mengawasi dan menjaga keamanan kalian."

__ADS_1


"Alhamdulillah Makasih banyak ya Allah, Engkau masih memberikan aku waktu dan kesempatan untuk segera bertemu dengan putra sulung ku."


Amairah yang berjalan ingin ke arah kamar Aisyah berpapasan dengan Martin yang ternyata kebangun saat menyadari jika Amairah tidak berada di sampingnya. Amairah langsung memeluk tubuh suaminya dengan erat dan menumpahkan seluruh kebahagiaannya di dalam pelukan Martin Muhammad Al-ayyubi Lee.


Martin heran dengan sikap istrinya sendiri yang tanpa aba-aba langsung memeluknya dan menangis tersedu-sedu. Martin tidak ingin mengganggu atau melayangkan pertanyaan. Martin membiarkan Amairah mengeluarkan semua beban dan kesedihannya. Martin berharap semoga dengan memeluk tubuhnya mampu membuat Amairah bahagia dan lega.


Setelah dirasakan tangis Amairah mereda, Martin melepas pelukannya lalu menangkup dagu istrinya dan menatap ke dalam bola mata Amairah dengan penuh cinta dan kasih sayang yang tulus.


"Apa yang terjadi sayang, Kamu baik-baik saja kan?' tanya Martin lalu menantikan bibir merah merona seperti buah delima itu terbuka lebar dan mengucapkan sesuatu kata. Bukannya perkataan yang terlontar dari bibir Amairah malah Amairah saking bahagianya refleks mencium bibir Martin.


Hal tersebut membuat mata Martin melotot tak percaya dengan tindakan tiba-tiba yang dilakukan oleh Amairah yang menurutnya sangat berani untuk melakukan kegiatan tersebut di Luar kamarnya. Martin yang tahu Amairah risih jika berhubungan atau pun membahas hubungan yang lebih intim yang sifatnya rahasia di hadapan orang lain walaupun lorong antara Kamarnya itu jarang ada yang melewatinya jika mereka tidak diperintahkan langsung.


Martin membalas ciuman dari Amairah dengan menautkan lidahnya dan mengecap lebih dalam area kerongkongan mulutnya Amaira. Martin seakan-akan mengabsen seluruh anggota bagian tubuh Amairah di dalam mulutnya.


...........


Sudah dulu ahh besok pagi lanjut masalah kissing nya 🤭.


FANIA tidak akan Bosan untuk mengucapkan Makasih Banyak Kepada Kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus 🥰.


Tetap Dukung CYT dengan cara:


Like setiap Babnya 👍


Favoritkan ♥️


Bagi Gift Poin atau Koinnya🎁


Rate bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐


...********Bersambung********...

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahrah


Takalar, SulSel, Kamis 9 Juni 2022


__ADS_2