
Selamat Membaca..
Tidak akan lari gunung dikejar, kalau jodoh pasti akan bertemu jua..
Seperti halnya asam gunung, sedangkan garam di laut pasti akan bertemu juga di kuali, begitu pun halnya dengan jodoh, kalau kah jodoh tak akan ke mana.
Pedihnya tanya yang tak terjawab
Mampu menjatuhkan yang dikira tegar
Kau tepikan aku kau renggut mimpi
Yang dulu kita ukir bersama
Seolah aku tak pernah jadi bagian besar dalam hari-harimu
Lebih baik kita usai di sini
Sebelum cerita indah tergantikan pahitnya sakit hati
Bukannya aku mudah menyerah tapi bijaksana
Mengerti kapan harus berhenti
Ku kan menunggu tapi tak selamanya
Kau tepikan aku kau renggut mimpi
Yang dulu kita ukir bersama
Seolah aku tak pernah jadi bagian besar dalam hari-harimu
Seolah janji dan kata-kata yang telah terucap kehilangan arti
Lebih baik kita usai di sini
Sebelum cerita indah tergantikan pahitnya sakit hati
Bukannya aku mudah menyerah tapi bijaksana
Mengerti kapan harus berhenti
Ku kan menunggu tapi tak selamanya
Tak akan jera kupercaya cinta
Manis dan pahitnya sakit hati
Bukannya aku mudah menyerah tapi bijaksana
Mengerti kapan harus berhenti
Ku kan menanti
Tapi tak selamanya.
Maya terus berlari meninggalkan taman Queen's Marrys Garden. Maya meninggalkan kenyataan yang baru saja dia lihat di depannya. Maya untuk ke dua kalinya terpojok dan tak berdaya dengan fakta yang cukup menyakiti hati dan perasaannya.
Maya masuk ke dalam kamarnya tanpa menghiraukan yang ada di sekelilingnya. Ibu Marissa yang melihat hal itu heran dan geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Putri tunggalnya.
"Apa yang terjadi dengannya? katanya tadi pagi dia bersama Dion berangkat ke Perusahaan Centex, tapi kok pulang-pulang dalam keadaan yang kacau seperti itu."
__ADS_1
Maya yang saat berlari ke dalam rumahnya berpapasan dengan Maminya, tapi untuk pertama kalinya Maya Erlene Keysha tidak menggubris Maminya.
"Aku harus menelpon Dion kalau begini, dan bertanya langsung padanya apa yang terjadi."
Ibu Marissa langsung menelpon nomor ponsel Dion. Dan perlu waktu lama telpon itu tersambung.
"Assalamu alaikum Mi."
"Waalaikum salam, maafkan Mami yang sudah mengganggu aktivitasnya, Mami hanya ingin bertanya, apa yang terjadi dengan kalian? Maya pulang ke rumah dalam keadaan yang...."
Ucapan Mami Marissa terpotong, karena tiba-tiba ada suara bedebug yang lumayan keras. Seperti suara benda besar yang jatuh ke lantai.
Ibu Maya yang lupa kalau sedang menelpon dengan Dion, langsung berlari ke arah kamar Maya.
"May kamu baik-baik saja kan, nak?, Maya buka pintunya sayang."
"Halo Mi, apa yang terjadi pada Maya?" ucap Dion yang sudah sangat mengkhawatirkan keadaan dari Maya.
Ibu Maya kembali mendekatkan hpnya ke telinganya.
"Tidak tahu nih nak apa yang terjadi, pintu kamarnya Maya terkunci, sudah dulu yah nanti kita sambung lagi."
Tut... Tut..
Sambungan telpon pun terputus. Ibu Maya berlari menuruni tangga dan berteriak minta tolong.
"Tolong kalian ke sini!"
Orang-orang yang mendengar teriakannya langsung berdatangan.
"Apa yang terjadi Marissa, kenapa Kamu harus berteriak seperti itu?"
"Ma-ya sepertinya ada yang terjadi pada Maya, ayok kita segera naik dan periksa kamarnya Maya."
Mereka segera berlari ke dalam kamarnya Maya. Mereka sudah berada di dalam kamar itu, tapi tidak ada sesuatu hal yang mencurigakan atau pun benda besar yang jatuh seperti suara yang terdengar dari tadi.
"Maya apa yang terjadi sayang?"
Ibu Marissa dan yang lainnya mengelilingi kamar tersebut, tapi mereka tidak melihat keberadaan Maya. Kamar ganti pakaian dan kamar mandi pun sudah merasa periksa dan geledah, tapi keberadaan Maya tetap tidak ditemukan, hingga seseorang berteriak.
"Sepertinya Maya kabur lagi," ucapnya sambil memegang tali yang terbuat dari ikatan beberapa selimut.
Mereka yang hadir di tempat itu saling menatap dan geleng-geleng kepala dengan ulah Maya lagi. Untuk ke tiga kalinya Maya kabur dan melarikan diri dari rumahnya, sebelum pertunangan dilaksakan.
"Ya ampun Maya, apa sih yang ada di dalam kepala anak itu, kelakuannya masih saja seperti bocah kecil yang main kabur-kaburan," ucap Aunty Bertha saudara dari ibu Marissa.
Semua orang yang ada hanya tersenyum menanggapi kelakuan Maya yang satu ini.
"Iya, kapan putrimu bisa dewasa, apa dia tidak tahu kami mengkhawatirkan keadaannya?" tanya ibu Claudia Harahap.
"Sampai kapan putrimu itu berhenti berulah dan mempermalukan kita semua?" timpal daddy-nya Maya.
Suasana di rumah itu kembali heboh karena kelakuan Maya. Ibu Marissa segera menelpon nomor hp Dion dan segera meminta bantuannya.
"Semoga Dion bisa bergerak cepat dan membantu kami mengatasi problem ini."
"Assalamu alaikum Mi, apa yang terjadi dengan Maya, Maya baik-baik saja kan Mi?"
Dion mencercah banyak pertanyaan calon ibu mertuanya.
"Maya baik-baik saja, hanya sa-ja..?"
__ADS_1
"Hanya saja apa Mi?" tanya Dion yang masih berada di dalam mobilnya.
"Maya kabur lagi, Mami minta tolong temukan Maya dan bawa segera pulang Nak, Mami sudah pusing dengan kelakuan Maya yang kekanak-kanakan," jelasnya.
Dion tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar dan menggelengkan kepalanya serta tersenyum kecut mendengar kenyataan yang ada.
"Insya Allah Mi, Dion akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari Maya, Dion akan pulang jika Maya sudah ketemu."
"Makasih banyak Nak, hati-hati kalau gitu."
Mereka yang ada hanya saling menatap dan tak tahu harus berbuat apa dalam menghadapi tingkah konyol Maya.
Dion segera memeriksa hpnya dan mengecek GPS-nya untuk mengetahui lokasi terakhir dari Maya. Dion hanya butuh waktu singkat untuk mengetahui letak Maya sekarang. Dion pun melajukan mobilnya ke tempat berada Maya.
"Maafkan aku ini semua juga gara-gara aku, tapi aku lakukan itu hanya untuk mengetahui seberapa besar cintamu padaku sebelum kita bertunangan."
Dion memarkirkan mobilnya di parkiran yang ada di samping Kafe.
"Semoga saja apa yang aku lakukan kali ini berhasil."
Dion melangkahkan kakinya menuju Kafe tersebut.
Kafe yang didesain khusus untuk pasangan ingin mencari suasana yang sangat romantis. Apa lagi untuk mengungkapkan perasaannya, Kafe ini lah yang bisa jadi rekomendasi alternatif. Kafe tersebut terletak di jantung kota London, Inggris.
Dion semakin berjalan ke dalam dan arah pandangannya mengitari seluruh isi Kafe, Dion belum berhasil melihat sosok Maya.
Dion terlebih dahulu memesan tempat dan mengatur segala sesuatunya sebelum bertemu dengan Maya. Dion sangat yakin jika Maya berada di sekitar area Kafe ini.
Dion pun sudah bertanya pada pelayan Kafe tersebut, dan mereka menjawab kalau Maya tadi datang ke Kafe itu. Dion tersenyum lega mendengar penuturan dari Pelayan tersebut.
"Semoga Maya menerima lamaranku kali ini dan jika Maya sudah menerima barulah aku akan jujur dihadapannya."
Dion bergegas ke arah belakang Kafe, yang kebetulan di Sana juga ada tempat yang bagus dan latarnya langsung berhadapan dengan indahnya warna jingga di sore hari. Warna Sunset yang kemerahan membuat suasana sore itu semakin berkesan romantis, apa lagi diiringi oleh band yang menyanyikan lagu pengantar yang sangat cocok untuk pasangan yang sedang dilanda mabuk asmara.
Maya sedang duduk membelakangi pintu masuk, sehingga tidak mengetahui kedatangan Dion yang sudah sekitar Lima menit lalu berdiri di belakangnya.
"Aku harus kuat menghadapi kenyataan yang ada, tapi khusus hari ini aku ingin mencari ketenangan," lirihnya, tapi masih mampu didengar oleh Dion.
Maya kemudian meraih hpnya yang ada di atas meja, lalu mengirimkan pesan chat ke nomor ponsel Maminya.
"Mami maafkan Maya yang kabur dari rumah, tapi Mami tidak perlu khawatir dengan keadaan Maya, besok pasti Maya akan hadir di acara pertunangan."
Pesan tersebut sudah berhasil dikirim. Maya melanjutkan ingin menghabiskan minumannya, tapi ternyata minuman tersebut sudah habis hingga tandas tak bersisa.
"Ternyata minumannya sudah habis, hehehe."
Maya pun ingin memutar badannya dan ingin memanggil pelayan agar segera dibawakan lagi minuman, tapi Maya terdiam dan hanya air mata yang mampu menetes dari ke dua kelopak matanya, bibirnya keluh seketika dan terdiam mematung.
Maafkan Jika FANIA hanya bisa Mengucapkan Kata-kata sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih Fania pada Readers yang masih Setia memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus.
MAKASIH BANYAK FANIA UCAPKAN DARI LUBUK HATI YANG TERDALAM 🥰😘.
Readers yang paling setia yang setiap update CYT pasti akan selalu Like 😘🥰🙏
Semoga Novel Receh Fania bermanfaat, terima yang baik dan buang saja yang tidak berkenan di hati ✌️.
Tetap Dukung CYT Dengan Cara Like Setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan 🙏
__ADS_1
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Selasa, 24 Mei 2022