
Selamat Membaca..
Perjuangan Bram tidak sia-sia, berkat kegigihannya untuk meminta bantuan akhirnya berbuah manis. Dengan cara berlutut hingga beberapa jam membuat anak buah pak Mark prin berubah dari pendirian. Mereka Iba melihat kondisi Bram yang pingsan disaat berlutut hingga beberapa jam lamanya.
"Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi di sini?." tanya pak Mark setelah Bram ditangani oleh tim dokter.
"Dia adalah salah satu karyawan kita yang dari Indonesia, dan dia ingin meminta bantuan pada tuan untuk mencari tahu kebenaran dan bukti kejahatan pak Toni wakil direktur tuan" jelas Pak Antonio lagi.
"Cek data yang ada di sana" perintah pak Mark.
Perintah dari orang nomor satu yang ada di Volkswagen Atmadja itu langsung dipenuhi oleh kaki tangan kepercayaannya. Mereka berhadapan dengan komputer yang super canggih. Pak Antonio tiba-tiba mengerutkan dahinya dengan penemuan data-data yang selama tak pernah ia perhatikan. Pak Mark yang melihat hal tersebut langsung bertanya.
"Ada apa Antonio, sepertinya ada sesuatu yang aneh kamu temukan?" tanya pak Mark pada pak Antonio.
Pak Antonio segera membawa hasil temuannya dihadapan pak Mark selaku presdir Perusahaan tersebut. Pak Mark menyambut berkas laporan tersebut.
"Ternyata pak Toni ingin bermain dengan kita rupanya" ucap Pak Mark yang tersenyum menanggapi hal tersebut.
"Gimana tuan apa kita langsung ke Indonesia atau gimana???" tanya pak Antonio.
"Tunggu bocah itu sadar lalu kita berangkat" ucap pak Mark lalu berjalan ke arah pintu kantornya.
Pak Mark prin Atmadja sudah meninggalkan ruangan kantor pribadinya. Sedangkan Bram sudah sadar dan ditangani oleh dokter. Bram menelisik seluruh ruangan dan heran kenapa dirinya bisa sampai di ruangan itu, seingatnya dia berada dia berlutut di hadapan Security Perusahaan tapi sekarang dalam keadaan terbaring dalam ruangan yang sungguh bagus dan lengkap dengan fasilitas penunjangnya.
"Apa Mark yang memerintahkan mereka untuk menolongku, kalau gitu Alhamdulillah berarti sudah ada titik terang dari masalah ayah" ucap Bram yang sangat bahagia.
Mark prin ingin memerintahkan kepada anak buahnya untuk mencari tahu siapa sosok perempuan yang sempat dia temui waktu di Indonesia bulan lalu, tapi masih dia urungkan niatnya.
Satu hari kemudian..
Bram dan rombongan Pak Mark sudah berada di dalam pesawat pribadi milik perusahaan Volkswagen Atmadja. Tak hentinya Bram bersyukur karena Tuan besar Mark telah berjanji kepadanya untuk membantu menyelesaikan kemelut Ayahnya Bram.
Tidak tanggung-tanggung Tuan besar Mark langsung ke Perusahaan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya kepada seluruh jajaran direksi maupun Karyawannya bahwa beliau akan datang ke Cabang Perusahaan Volkswagen Atmadja. Semua yang sudah mengetahui siapa tuan besar Mark terkejut dengan kedatangan beliau yang tiba-tiba. Mark kagum dengan dedikasi beberapa karyawannya yang sudah bekerja maksimal walaupun mereka tidak mengetahui kedatangannya tapi mereka tetap bekerja sesuai aturan dan tuntutan Perusahaan.
Yang membuat geleng-geleng kepala adalah Karyawannya yang jabatannya lebih tinggi dari yang lain ternyata banyak yang hanya memakan gaji buta saja dan lebih banyak bersantai di dalam ruangan pribadi masing-masing dari pada untuk bekerja.
Pegawai yang terciduk sudah masuk ke dalam list daftar pemecatan secara tidak hormat, inspeksi dadakan yang dilakukan oleh pemilik nomor satu perusahaan berhasil menjaring banyaknya pegawai bobrok dan yang paling parah, wakil direktur pak Toni kedapatan di dalam ruangan kantor pribadinya sedang bercumbu dengan perempuan bayar***. Pak Toni tidak bisa mengelak lagi karena jelas-jelas dirinya sudah menyalahi aturan Perusahaan.
Pak Toni langsung bangkit dari duduknya dan mendorong kasar perempuan yang berada di atas pahanya tadi, dan segera memperbaiki pakaiannya yang sudah berantakan.
"Tuan besar, kenapa tidak memberitahu kami sebelumnya kalau bapak akan datang ke sini?." tanya pak Toni yang sudah nampak cemas dan khawatir karena kedapatan sedang bermain dengan seorang perempuan di jam kerja.
__ADS_1
Pak Mark memberikan kode kepada anak buahnya untuk mengamankan perempuan binal itu ke ruangan khusus bersama pegawai yang kedapatan melanggar aturan.
Pak Antonio langsung melempar sebuah berkas ke wajah pak Toni. Pak Toni yang gelagapan dan dalam kondisi yang tidak siap langsung terkena lemparan berkas tepat diwajahnya.
Sedangkan pak Mark sudah duduk di kursi sambil melipat tangannya di depan dadanya.
Pak Antonio pun angkat bicara karena Pak Toni terdiam seribu bahasa.
"Tolong jelaskan kepada kami apa maksud dari laporan itu??." tanya pak Antonio dengan wajah datarnya tapi tidak Ingin dibantah.
"Ma....maksudnya apa Pak Saya tidak mengerti?." tanya balik pak Toni yang pura-pura tidak mengerti dengan maksud perkataan dari pak Antonio dengan suara yang gagap.
"Baca baik-baik tulisan yang ada kemudian kamu menjawab semuanya" Ucap Pak Antonio dengan suara yang sedikit bentakan.
Bram, dan pak Daniel Ayahnya Bram ikut hadir di sana. Mereka terdiam dan menjadi saksi dari terciduknya pak Toni.
Pak Toni pun membuka dan Membaca berkas itu dan Dia sangat kaget karena ternyata Tuan besar Mark sudah mengetahui semua kebusukan dari dirinya yang dia lakukan sudah bertahun-tahun lamanya. Mulai dari penggelapan Pajak bea cukai, mengambil aset perusahaan diam-diam dan juga korupsi uang proyek senilai 1 Milliar. Pak Toni mengira apa yang dia lakukan sudah rapi dan tidak akan terkuak karena dia lakukan hal itu sudah bertahun-tahun lamanya bersama antek-anteknya.
"Jadi apa pembelaan kamu Pak Toni?." tanya Pak Antonio yang sudah mengeluarkan taringnya.
Apk Toni hanya bisa menatap ke sekeliling ruangan dan menatap tajam ke arah Bram dan juga pak Daniel.
"Karena kamu hanya terdiam berarti semua bukti yang tertulis jelas di atas kertas itu adalah benar adanya" ucap Pak Antonio.
Jika aku tidak menyanggah perkataannya berarti mereka akan langsung mempercayai bukti yang ada.
"Semua yang tertulis di dalam kertas itu bukanlah murni saya yang melakukannya tetapi Dia yang menyarankan hal itu untuk Saya lakukan" ucap lantang oak Toni sambil menunjuk ke arah Pak Daniel.
sedangkan Pak Daniel yang dituduh bersekongkol dengan Pak Toni hanya terdiam dan tidak ada niat untuk menanggapinya.
"Dia telah menyuruh Saya untuk berlaku curang dan dia juga menandatangani bukti itu, kalau kalian tidak percaya coba cek semua buktinya" ucap Pak Toni yang mencari kambing hitam yang tersenyum licik ke arah Pak Daniel.
"Kaku memang pintar bersilat lidah, dan sangat pintar memutar balik fakta yang jelas sudah ada, aku sudah muak mendengar perkataan kamu, pak polisi" teriak pak Antonio.
Pihak kepolisian yang dipanggil pun segera memasuki ruangan pribadi oak Toni kemudian berdiri sambil menunggu perintah selanjutnya.
"Bawa dia ke kantor polisi dan jangan biarkan dia bebas" ucap Pak Antonio.
Polisi pun segera memborgol tangan pak Toni dan beberapa kaki tangannya yang selama ini membantunya untuk memuluskan perbuatan jahatnya.
"Tuan besar saya tidak bersalah tolong saya tuan besar" ucap Pak Toni saat dirinya digiring ke kantor polisi.
__ADS_1
"Cari Anak buahnya yang lainnya yang sudah membantunya dan jangan biarkan seorang pun dari mereka lolos" titah pak Antonio lagi.
Alhamdulillah akhirnya semuanya sudah beres dan berjalan dengan baik, semoga ke depannya tidak ada lagi yang berencana untuk melakukan perbuatan keji seperti ini.
"Kamu gantikan posisi bedebah itu mulai detik ini" titah Pak Mark kepada Pak Daniel.
"Makasih banyak Tuan Besar" ucap syukur Adrian pak Daniel.
Setelah beberapa bulan menjadi bahan ancaman dari Pak Toni akhirnya mereka terbebas dari belenggu kejahatan pak Toni. Bram pun bisa bernafas lega dan bisa mengurus perceraian dengan Dea dan siap mengurus pernikahannya dengan Nadia.
makasih banyak ya Allah atas semua ini dan engkau telah memberikan jalan keluar yang terbaik dari permasalahan kami ini.
Pak Mark meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan dengan tegap dan dengan mimik wajah yang tegas.
"Setelah ini kita mau ke mana Paman?." tanya Antonio kepada Pak Mark yang tidak lain adalah keponakan istrinya sendiri yang menjadi Orang kepercayaannya yang awalnya telah menjodohkan Antonio dengan putri tunggalnya Mia Horne Prin Atmadja tapi takdir berkata lain.
"Kita ke rumah utama yang ada di pinggiran kota S" perintah Tuan besar saat dirinya sudah duduk dengan nyaman di kursi penumpang.
Mia papa kangen denganmu nak, Maafkan karena keegoisan Papa kamu harus pergi dari hidup kami, Mia Papa ingin bertemu denganmu.
Mobil mereka melewati jalan yang dulunya belum sebagus sekarang dan melewati beberapa pemukiman warga yang sudah memadati area jalan yang mereka lewati. Sawah yang terhampar ditumbuhi oleh padi yang sudah menguning menambah keindahan kota tersebut. Setelah 23 tahun lamanya Pak Mark akhirnya kembali menginjakkan kakinya di rumah yang penuh dengan kenangan. Walaupun mereka bukanlah asli penduduk lokal tapi mereka sempat tinggal beberapa tahun di daerah itu.
Kenangan demi kenangan terlintas dibenak pak Mark yang tanpa terasa Air matanya menetes. Pak Mark masih teringat jelas ketika Anaknya memohon dan berteriak ke arahnya untuk menghiba agar dirinya tidak diasingkan. Pak Mark sangat menyesali keputusannya dulu hanya karena perbedaan status sosial dari pria yang berani mencintai dan menanamkan benih ke dalam rahim putrinya sehingga dengan teganya mengusir anak semata wayangnya.
Mia bagaimana kabarmu nak, mungkin kamu sudah bahagia bersama dengan suami kamu dan memiliki banyak anak dan cucu.
Pak Mark turun dari mobilnya dan memandang rumah yang masih berdiri kokoh rumah tempat Mia anaknya tumbuh menjadi seorang putri yang cantik. Ayunan yang sering dipakai oleh Mia bermain masih dalam keadaan seperti dia meninggalkan rumah ini. Bayangan Mia putrinya yang disaat Mia berayun dan angin menerbangkan rambutnya terbayang kembali di pelupuk matanya.
Pak Mark penyesalan itu datangnya dibelakang kalau di depan itu namanya pendaftaran. iya gak Readers he-he-he.
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus.
Fania selalu ingatkan jika menemukan banyak kesalahan dalam pengetikan atau typo mohon lah dengan berbesar hati untuk memakluminya Yah gaes 😅🤭🙏.
By Fania Mikaila Azzahrah
Makassar 13 April 2022
__ADS_1