
Selamat Membaca..
Harta, tahta dan wanita kadang membuat seseorang khilaf dan lupa daratan. Karena sudah terhasut dan termakan bujuk rayuan setan sehingga Nurman lupa dengan persahabatannya. Nurman lupa kalau selama ini ke Dua sahabatnya itu lah yang selalu ada dan setia menemaninya dalam keadaan apa pun.
Kekerasan dan perlakuan kasar yang sering kali Nurman dapatkan dari Ayahnya yang membuatnya menjadi seseorang yang lupa dengan kebaikan dari orang lain dan akhirnya lari ke tempat yang tidak seharusnya dia datangi yaitu Bar, tempat judi bahkan tempat prostitusi pun dia jabanin. Setiap hari Nurman datang ke tempat itu bahkan Nurman sudah acuh tak acuh dengan mengurus pabrik mereka. Nurman akan datang ke pabrik jika butuh uang dan akan mengambil secara diam-diam tanpa sepengetahuan dari ke dua sahabatnya hingga hal tersebut berlangsung berbulan-bulan lamanya.
"Masa bodoh dengan mereka, Yang penting Aku bisa happy dengan wanitaku"
Bahkan kelakuan Nurman semakin menjadi saja walaupun ibu dan saudaranya sudah memperingatkan Nurman untuk menghentikan kelakuan jeleknya.
"Nurman kasihanilah Ibu nak, hentikan semua ini Nak, huuuuhhh" ucap Ibunya Nurman yang sudah batuk-batuk dan lemah tidak berdaya.
"Kakak kami mohon dengarkan perkataan ibu Kak, apa Kakak tidak kasihan sama ibu?" ucap Adiknya Nurman yaitu Nirmala adik satu-satunya Nurman tapi Mengetahui semua kejahatan yang dilakukan oleh Nurman tanpa terkecuali.
Nurman memutar badannya saat sudah berada di ambang pintu.
"Aku tidak perduli dengan keadaan Ibu mau hidup, sakit dan mati pun Aku sama sekali tidak perduli, siapa suruh harus hidup miskin" ucap Nurman bahkan sudah menendang adiknya yang berusaha untuk menahan langkahnya.
"Kakak sadarlah sebelum terlambat" teriak Nirmala yang melihat ada sebuah pistol yang Nurman masukkan ke dalam saku celananya secara diam-diam.
"Ya Allah jangan biarkan Kakakku Nurman berbuat yang tidak baik ya Allah, Aku harus mengikuti langkah kakak ke mana pun, Aku tidak ingin melihat Kakak melakukan kejahatan lagi, tapi gimana dengan Ibu siapa yang akan menjaganya dan ini sudah malam".
Nirmala pun pergi ke rumah Bibinya untuk meminta bantuan kepada adik sepupunya untuk membantunya menjaga Ibunya sebentar karena Ingin mengikuti langkah kaki Kakaknya.
"Nirmala minta tolong Yah, bantu Nirmala untuk jaga Bibi karena Nirmala ingin mencari obat herbal untuk ibuku" ucap Nirmala yang berbohong kepada adik sepupunya agar tidak ada yang curiga.
"Siap kakak, tapi kalau harus hati-hati dan jangan lupa pulang segera Kalau sudah dapat obatnya" ucap Indah aduk sepupunya Nurman.
Nirmala awalnya kehilangan jejak kakaknya tetapi Nirmala tidak putus asa dan terus mencari keberadaan kakaknya hingga kakinya berhenti di depan sebuah Bar yang sangat ramai dikunjungi oleh tamu. Nirmala berdiri tidak jauh dari pintu masuk bar tersebut agar tidak kehilangan jejak dari Nurman. Tidak lama kemudian Nurman pun keluar sambil menggandeng seorang perempuan bayaran yang tidak lain adalah kekasihnya Nurman yang selalu melayani Nurman jika datang ke tempat itu.
Nirmala mengikuti kakaknya diam-diam hingga masuk ke dalam area Pabrik.
"Tumben pabriknya sepi ini kan baru jam 8 malam biasanya banyak yang lembur".
__ADS_1
Nirmala pun heran sekaligus bingung melihat pabrik yang sangat sepi. Hingga Nirmala melihat kakaknya mencuri uang dan memasukkan uang tersebut ke dalam tasnya.
"Astaugfirullah Kakak, sadarlah Kakak hentikan apa yang kakak lakukan sebelum Kakak menyesalinya".
Nirmala menutup mulutnya rapat-rapat dan tidak lama kemudian melihat Ahmed, Abraham dan kakaknya sudah saling beradu mulut. Nirmala semakin mendekati mereka dan berjalan mengendap-endap agar tidak ketahuan. Nirmala hanya menggelengkan kepalanya dan menangis saat kakaknya menembaki dada Abraham sahabatnya. Bahkan Nirmala hanya terdiam mematung sambil menutup mulutnya dan hanya air matanya yang menetes membasahi pipi tirusnya saat Nurman terjatuh dari lantai dua karena ulahnya sendiri.
...----------------...
"Ahmed Aku tidak akan membiarkan kamu bebas dan Saya berharap kamu bisa membusuk di dalam penjara untuk selamanya" teriak Mark Prin Atmadja adik kembar dari Abraham Prin Atmadja saat Ahmed digiring oleh pihak kepolisian.
Sedangkan Mashita istri dari Ahmed sudah dibawa ke Rumah Sakit untuk segera mendapatkan pertolongan karena sudah banyak darah segar yang mengalir dari ************ hingga ke kakinya.
Semua masyarakat yang datang ke sana tidak percaya dengan apa yang mereka lihat kalau Ahmed yang membunuh Abraham karena mereka mengetahui keseharian Ahmed gimana, tetapi bukti yang mereka lihat mengarah kepada Ahmed pelakunya karena pistol itu ada di dalam genggaman Ahmed.
Masitha sudah ditangani oleh dokter dan Dokter terpaksa harus mengambil tindakan tanpa persetujuan dari pihak suami atau pun kelurganya karena sudah dalam keadaan darurat. Dokter terpaksa mengangkat rahim ibu Masitha karena jika tidak akan berbahaya bagi kesehatan Ibu Masitha ke depannya. Dan bayinya tidak bisa diselamatkan oleh Dokter yang sudah berusaha sebaik mungkin dan semaksimalnya.
Sedangkan mayat Nurman sudah dicari kemana pun tapi tidak berhasil ditemukan hanya bekas darah saja yang tertinggal di tempat jatuhnya Nurman.
Ahmed sudah berada di dalam tahanan dan sudah diinterogasi oleh pihak kepolisian dan tetap menyanggah semua tuduhan yang dilontarkan kepadanya. Pintu tahanan terbuka dan masuklah seorang polisi. Ahmed segera berdiri dari duduknya dan langsung bertanya tentang kondisi istrinya.
"Maaf Kami belum tahu apa pun Pak, tapi kami akan membantu bapak untuk mencari tahu tentang keadaan dan kondisi Istri bapak" tutur pak polisi tersebut.
"Makasih banyak Pak, tolong yah pak bantuannya" ucap Ahmed yang terus menghibah dihadapan pak polisi.
Pintu kembali ditutup setelah polisi tersebut menyimpan nampang yang berisi makanan untuk Ahmed dan penghuni tahanan lainnya yang sekamar dengan Ahmed.
Hingga dua minggu kemudian, Barulah Masitha bisa datang menjenguk suaminya di dalam rutan. Karena kondisinya baru juga membaik.
Ahmed sangat bahagia saat petugas mengatakan bahwa Masitha istrinya datang membesuknya. Ahmed diantar oleh polisi dengan tangan yang terborgol yang membuat Masitha sangat sedih dan tidak bisa menahan buliran air matanya. Masitha langsung berlari ke arah suaminya dan langsung memeluk tubuh suaminya.
"Mas, Aku kangen mas, gimana kabarnya Mas?" tanya Masitha setelah pelukannya terlepas.
"Alhamdulillah Mas baik-baik saja, Gimana dengan kabar kamu dan putra kita Masitha?" tanya Ahmed.
__ADS_1
"Alhamdulillah Aku dan Putramu baik-baik saja, tapi calon bayi kita Mas" ucap Masitha yang tidak mampu melanjutkan ucapannya dan langsung menangis.
"Tidak apa-apa kamu sabar yah sayang dan doakan mas agar segera keluar dari sini, Mas dengar dari polisi kalau bulan depan akan dilakukan persidangan" ucap Ahmed.
"Alhamdulillah kalau begitu Mas, Masitha sangat bahagia mendengarnya" ucap Masitha yang menggenggam tangan suaminya.
"Gimana dengan pabrik Masitha, apa tetap berjalan seperti biasa dan siapa yang mengurusnya?" tanya Ahmed yang mengkhawatirkan keadaan pabrik beserta Karyawannya.
"Mark yang selama ini mengurus semua urusan dan para pekerja Pabrik, Tapi Mark marah jika saya datang ke pabrik untuk meminta bagian Mas" ucap sendu Masitha.
"Kamu bersabar dan tenanglah setelah Mas keluar dari sini Mas akan menemui Mark dan berbicara dengannya tentang pembagian dari hasil Pabrik tersebut seperti yang sudah kami sepakati bersama sebelum pabrik tersebut berdiri dan hukum juga sudah mengatur itu semua dan Mas memegang berkas perjanjian tersebut yang asli" ucap Ahmed panjang lebar.
Satu bulan kemudian, Persidangan yang sudah dijadwalkan sebelumnya sudah berlangsung beberapa kali persidangan dan hanya Masitha saja saksi dari pihak Ahmed dan semua bukti mengarah kepada Ahmed seorang. Awalnya Adik dari Nurman sudah berjanji akan menjadi saksi Ahmed yang bisa meringankan dakwaan dan hukuman yang akan diterima oleh Ahmed.
"Kakak tenanglah Nirmala akan datang besok menjadi saksi dari apa yang kakak alami, Nirmala akan sekuat tenaga membantu kakak" ucap Nirmala saat berkunjung ke tahanan.
"Makasih banyak Adek ,Kakak tunggu besok di Pengadilan" ucap Ahmed yang langsung bahagia karena ada secercah harapan untuk dirinya.
Tapi hingga tiga jam pengadilan tersebut berlangsung, tapi tidak ada tanda-tanda akan kehadiran dari Nirmala. Ahmed dan Masitha pun tidak mendapat kabar apa pun dari Nirmala. Karena Nirmala dan ibunya sudah berjanji untuk membantu membela Ahmed yang sama sekali tidak bersalah. Hakim Ketua pun mengetuk palu dan memutuskan bahwa Ahmed dijatuhi hukuman seumur hidup. Masitha yang mendengar putusan tersebut langsung pingsan dan tidak sadarkan diri. Orang-orang langsung bergegas membantu Masitha.
Ahmed semakin merasa bersalah setelah melihat istrinya tumbang dihadapannya setelah Majelis hakim memutuskan dan menjatuhkan hukuman seumur hidup.
"Ya Allah kuatkan hambamu ini, dan sabarkanlah istri hamba Allah,Aku ikhlas menerima takdirmu tapi hamba mohon jaga lah putraku dan Istriku"
"Ini baru permulaan dari kehancuran kamu Ahmed, Kamu yang terlalu sombong dan ingin menguasai Pabrik akhirnya kamu harus hidup mendekam dalam buih dan kamu Masitha ini kesalahan kamu yang lebih memilih hidup dengannya dari pada menikah denganku dan perlu kalian tahu, Aku sudah mengatur dengan baik semua ini jadi kalian tidak mungkin menang dan kamu Mark suatu saat nanti Aku akan kembali untuk merebut pabrik itu dari tanganmu".
...********Bersambung********...
Gimana dengan dua Bab ini apa masih ada yang puyeng atau tidak mengerti dengan alurnya CYT, Saya hanya bisa bilang sungguh terlalu gaess 🤣✌️.
Fania ucapkan Makasih Banyak kepada kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus ✌️🙏🥰.
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, Kamis, 05 Mei 2022