Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 103. Bertemu Dengannya


__ADS_3

Selamat Membaca..


Awal pertemuan antara Arumi dan Bryan Regan yang sedikit dibumbui oleh insiden kecil yang membuat awal hubungan mereka.


Hari itu, Arumi yang sudah kelaparan dan berjalan tergesa-gesa dan dari arah berlawanan Bryan yang terburu-buru pun tidak bisa menghindari tabrakan tersebut.


Bryan segera menghadap Pimpinan utama tempat Bryan bekerja, dan mendapatkan perintah untuk menjaga dan melindungi putri dari salah satu pengusaha sekaligus orang terkaya di Inggris London, yaitu putri dari Tuan Gregory Smith.


Bryan pun berangkat ke Mall tempat putri Gregory berada, tetapi Bryan masuk ke salah satu Toko pakaian sebelum melaksanakan tugasnya, karena pakaian Bryan yang cukup kotor dan tidak mungkin bekerja dengan keadaan dan penampilan yang berantakan.


Arumi pun mencari Mall terdekat yang menjual pakaian, Arumi pun memutuskan memilih Mall yang paling terdekat dari tempatnya sekarang yaitu di dalam Restoran siap saji yang menyediakan masakan junk food. Tapi karena pakaiannya dan penampilannya yang membuat orang lain menatap ke arah Arumi dengan jijik dan merasa aneh. Mau tidak mau Arumi harus segera ke Mall tersebut.


Arumi masuk ke dalam ruangan pas. Arumi baru saja membuka semua pakaiannya dan yang tersisa hanya pakaian yang paling dalam dari tubuhnya, tiba-tiba tirai dari penutup ruangan pas tersebut terbuka lebar dan masuklah seorang pria ke dalam ruangan tersebut yang membuat Arumi berteriak kencang dengan suara cemprengnya.


"Aaaaaaaahhhhhhhh" teriak Arumi sambil menutup dadanya tepat di depan aset paling berharganya.


Bryan Regan yang disuguhi oleh penampakan yang jarang dia lihat dan walaupun lahir dan besar di dunia Eropa tetapi Dia tidak pernah berniat dan sekalipun melakukan hal yang bertentangan dengan kepercayaannya.


Bryan bahkan menelan air liurnya dengan susah payah melihat body mulus kinclong cling asli orang Asia tenggara. Matanya bahkan tidak berkedip menatap Arumi.


"Hey, apa yang kamu lakukan?" tanya Arumi yang berusaha jongkok dan berbalik untuk segera memakai pakaiannya.


Bryan langsung menutup mulutnya Arumi agar tidak berbicara dengan suara yang cukup keras. Bryan tidak ingin orang-orang berdatangan dan melihat kalau Dia sedang berada di dalam ruangan Pas bersama perempuan dalam keadaan yang setengah telanjang.


"Huuum apa yang kamu lakukan?" ucap Arumi dengan suara yang serak karena mulutnya ditutup oleh tangan besar milik Bryan.


"Kalau kamu tidak diam orang-orang akan datang ke Sini, apa kamu ingin mereka melihat kita dalam keadaan seperti ini dan ujung-ujungnya kita dinikahkan" ucap Bryan yang berusaha untuk menakuti Arumi agar diam.


"Tapi tolong lepaskan tanganmu dari mulutku atau kamu aku..." ucap Arumi terpotong karena terlalu berdekatan dengan anggota tubuhnya Arumi yang menonjol.


"Auuuuhhhh" keluh Bryan yang langsung menarik tangannya dari mulut Arumi.


"Itu pantas kamu dapatkan, makanya jangan ulangi hal itu lagi" ucap Arumi sambil berusaha untuk berpakaian.


"Nona apa yang terjadi, apa Nona baik-baik saja?" tanya pegawai toko tersebut.

__ADS_1


Bryan memberikan kode kepada Arumi untuk tidak jujur kalau mereka berduaan di dalam sana.


"Kalau kamu jujur, Aku akan menciummu" ucap Bryan yang semakin mendorong tubuh Arumi ke dinding sehingga posisi mereka semakin intim saja


"Aaaaaku baik-baik saja, cuma tadi ada kecoa" ucap Arumi yang berusaha menetralkan perasaannya dan debarannya jantungnya.


Bryan pun seperti itu, hembusan nafas Arumi yang mengenai lehernya membuatnya merinding dan ada sesuatu yang bangkit dari bawah sana.


"Apa yang terjadi dengan diriku, Aku tidak bisa mengontrol debaran jantung ini dan Aku tidak bisa bernafas dengan baik hanya melihat senyumannya itu".


"Ya Allah, cowok ini ternyata ganteng banget jika dilihat dari dekat seperti ini, buat hati ini adem dan nyaman"


"Kalau gitu biarkan Saya masuk untuk bantu Nona mencari dan membunuh kecoa itu" ucap Pegawai tersebut.


"Tidak apa-apa kok, Kecoa besarnya juga sudah pergi dan makasih banyak atas bantuannya" ucap Arumi.


Arumi segera mundur beberapa langkah dari hadapan Bryan setelah merasa pegawai tersebut sudah pergi dari sekitar ruangan tersebut. Bryan memeriksa keadaan yang ada di luar dan karena sudah aman, Bryan segera mengganti pakaiannya dan buru-buru keluar dari ruangan tersebut. Ruangan tersebut sangat sempit yang membuat Bryan keringatan dan detak jantungnya pun belum normal, Arumi pun demikian. Bryan tanpa sepatah kata pun langsung berlalu dari hadapan Arumi.


Dan sejak itu juga Arumi tidak pernah bertemu kembali lagi dengan Bryan hingga Arumi menyelesaikan perkuliahannya dan kembali ke Tanah air Indonesia tercinta.


Hingga satu tahun kemudian, Arumi kembali menetap di Inggris beberapa hari. Pertemuan mereka pun kembali terjadi tanpa disengaja. Arumi dan Bryan dipertemukan kembali dan dari pertemuan itu lah, mereka semakin akrab dan dekat dan suatu hari, Bryan membuat janji untuk bertemu dengan Arumi kembali.


"Adek nanti siang kita janjian yah?" tanya Bryan melalui sambungan telepon.


"Insya Allah yah kak, tapi Kita ketemuannya di mana dan jam berapa?" tanya Arumi hanya untuk memastikan saja.


"Kita ketemu di Restoran yang awal kita bertemu saja, Kamu masih ingat kan?" tanya Bryan yang sedang sibuk membersihkan senjata yang setiap hari menemaninya beraktivitas.


"Ok Kak, kalau gitu Arumi tutup dulu telponnya, mau lanjut belajar masaknya" jelas Arumi.


"See You, i love you Arumi" ucap Bryan dengan lirih hingga Arumi pun gak bisa mendengar dengan jelas perkataan terakhir Bryan.


Arumi pun membuka lemarinya dan mencari tahu pakaian apa yang cocok dia pakai untuk bertemu dengan Bryan, hubungan mereka memang dekat, tetapi belum ada kata jadian sebagai sepasang kekasih. Hingga beberapa jam kemudian Arumi belum menemukan yang dia rasa cocok untuk dia pakai, padahal seiisi lemarinya sudah dia coba.


"Sisa setengah jam lagi, tapi kok pakaian yang ada di dalam lemariku, satu pun tidak ada yang cocok".

__ADS_1


Padahal Arumi sebenarnya banyak pakaian yang cocok dia pakai, hanya saja merasa takut jika pakaian yang dia pakai tidak disukai oleh Bryan. Karena waktu yang semakin dekat dengan janji temu mereka, Akhirnya Arumi memutuskan untuk memakai dress selutut yang berwarna peace yang membuat Arumi semakin cantik dan imut.


Arumi mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sedang dan tidak ingin terlalu terburu-buru. Arumi sudah sampai di Resto siap saji yang sesuai dengan janji mereka. Arumi mencari tempat yang paling cocok untuk dia tempati dan tidak terlalu ramai dari pengunjung restoran, Arumi hanya memesan minuman saja.


Sedangkan di lain tempat, tepatnya di dalam rumah Bryan, Bryan pun mengalami hal yang sama dengan Arumi, yaitu tidak bisa memilih pakaian apa yang cocok untuk dia pakai. Karena sudah kepepet dengan waktu pertemuan mereka, Bryan pun memutuskan untuk memakai pakaian asalnya saja. Bryan semakin berdebar tidak karuan, jantungnya serasa memompa darahnya semakin kencang saja.


"Kenapa Aku rasa debaran jantung ini semakin tidak terkendali, bahkan debarannya mengalahkan jika Aku berhadapan dengan penjahat kelas kakap saja".


Bryan sudah siap dengan sebuah kotak di tangan kanannya dan sebuket bunga mawar merah di tangan kirinya.


"Semoga Arumi bersedia menjadi istri sekaligus menjadi anak-anakkku".


Bryan sudah duduk di belakang kemudi mobilnya, dan sudah menyalakan mesin mobilnya, tapi hpnya berdering dan itu telpon dari Bos besar tempat dia bekerja. Dan telpon itu sekaligus menjadi telpon yang cukup membuatnya dilema dan kebingungan harus berbuat apa.


...----------------...


Mohon Maaf jika ada Readers yang komplen dengan isi dari setiap Babnya yang selalu ada flashback dari cerita bab sebelumnya, Jujur saja Fania lakukan itu karena agar Bab yang sekarang dengan bab sebelumnya nyambung, dan juga untuk memudahkan Fania dalam membuat Novel selanjutnya. Tapi Fania tidak mencantumkan Kalau itu flashback 🙏🙏✌️.


Alhamdulillah jika masih ada yang Baca karya Receh ku ini 🙏🥰.


Saya tidak memaksa kalian untuk suka dengan Novelku ini, Ada yang suka Alhamdulillah banget dan ada yang Tidak suka syokor saja.


FANIA tetap ucapkan Maaf jika Alurnya terlalu rumit dan tidak sesuai dengan harapan Readers dan alurnya emang seperti ini yang Fania inginkan mulai dari awal penulisannya 🙏✌️.


Sambil menunggu Updatenya CYT Kakak Readers juga bisa mampir ke Novel Recehku lainnya yaitu:


♥️Bertahan Dalam Penantian


💚Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar


...********Bersambung********...


by Fania Mikaila AzZahrah.


Makassar, Jum'at 13 Mei 2022

__ADS_1


__ADS_2