
Selamat Membaca..
Kemewahan dan keramaian serta hiruk pikuk tamu undangan serta musik yang berasal dari band pengiring acaranya tidak membuat suasana hati seseorang yang sedang dibakar api cemburu. Setelah melihat sang mantan datang dan menggandeng seorang perempuan yang sangat cantik melebihi dirinya dan kupingnya semakin panas saat banyak bisik-bisik tetangga yang dia dengar langsung yang membandingkan dirinya dengan perempuan itu.
"Awas kamu Martin, Aku akan membalas semua yang kamu lakukan kepadaku malam ini, Aku akan menghancurkan pernikahan kalian" ucapnya yang penuh amarah yang hampir saja memecahkan gelas yang berisi minuman alkohol yang ada di dalam genggamannya.
Di lain tempat tapi masih di lokasi hotel DA, ada beberapa orang yang sedang bermain taruhan dan bagi siapa yang kalah taruhan akan menghabiskan lima gelas minuman beralkohol.
Martin yang sudah mabuk akibat kalah taruhan sudah menyerah dan sudah muntah-muntah. Martin pun sudah meracau tidak jelas.
"Permisi, Maaf menggangu, Martin sudah teler di pojok kanan sana" ucap orang tersebut sambil menunjuk ke arah Martin.
"Makasih banyak, maaf aku pamit dulu yah" ucap Amairah yang berbicara pelan dan lembut.
Amairah berjalan terburu-buru dan melangkahkan kakinya dengan cepat. Amairah tidak ingin jika terjadi sesuatu kepada suaminya. Amairah pun langsung mendekati Martin dan membantunya untuk berdiri tetapi Amairah tidak berdaya mengangkat tubuhnya Martin. Untung saja ada Niko yang segera membantunya.
"Sebaiknya kamu menyewa satu kamar hotel di sini karena saya lihat kondisi Martin sangat sulit untuk kamu bawa pulang" ucap Niko.
Amairah pun langsung mengikuti saran Niko tanpa banyak berfikir lagi. Setelah mendapat kunci Kamar Amairah dan Niko membawa masuk Martin ke dalam kamar dan membaringkan Martin di atas ranjang.
"Makasih banyak" ucap Amairah kepada Niko yang sudah berjalan ke arah pintu.
Amairah lalu membersihkan seluruh tubuhnya Martin dan terpaksa harus membuka seluruh pakaiannya Martin tapi baru beberapa kancing baju Martin yang terlepas tubuh Amairah sudah terjatuh menimpa dada bidang Martin. Mereka pun saling bertatapan dan saling menyelami perasaan masing-masing seakan-akan mereka mencari sesuatu di dalam ke dua pasang mata mereka. Martin semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Amairah dan perlahan hidung mancung keduanya saling bergesekan. Perlahan tapi pasti, Mereka pun sudah berada di dalam kebun yang penuh dengan madu. Mereka menikmati nikmatnya madu tersebut.
Amairah ingin memberikan yang terbaik kepada Martin suaminya dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri walau pun belum ada benih cinta yang tumbuh di dalam hatinya tapi Amairah berharap seiring berjalannya waktu cinta diantara mereka bisa ada dan setiap hari bertambah.
Hingga tengah malam mereka masih beraktifitas dan saling menyalurkan hasrat dan perasaan yang terpendam. Martin merasakan perempuan yang ada di masa lalunya yang pernah melewati malam panasnya yang sekarang dia temani berduel membajak sawah dan bukanlah Amairah istrinya. Hingga Martin pun berbaring di samping Amairah dan memeluk tubuh istrinya dengan erat. Amairah pun memejamkan matanya dan ikut terlelap dalam mimpi indahnya.
Tirai dan beberapa furniture mewah yang menjadi saksi penyatuan mereka.
Sedangkan di dalam kamar apartemen mewah ada seorang perempuan yang sedang memberikan kepuasan kepada Tunangannya karena menginginkan sesuatu.
"Sayang boleh minta tolong?., ucapnya sambil mengelus dada bidang pria itu.
__ADS_1
"Pasti ada maunya jika memberikan kepuasan seperti biasa, ucap pria itu lagi yang masih mencumbu perempuan yang ada di bawahnya.
"Boleh gak Sayang??." ucap Nikita yang bermanja-manja di atas patung Pancoran.
"Boleh lah Yang, emangnya Kamu mau minta apa?." tanya pria itu yang sudah terbang ke langit lapis tujuh akibat dari sentuhan dari Nikita.
"Aku ingin Kamu mencari tahu siapa Martin dan istrinya, dan aku mau besok aku sudah dapat informasi itu" ucapnya lagi yang masih melanjutkan perjalanannya berburu ikan tenggiri.
"Oke besok paling lambat sore hari info itu sudah berada di atas ini" ucap Reza sambil menunjuk milik Nikita.
Mereka pun ikut menggarap sawah tapi bedanya Sawah yang digarap Martin Milik sendiri sedangkan Reza masih milik orang lain.
Pagi harinya, Martin tersadar dari tidurnya dan kaget saat dirinya menyadari kalau dia sedang memeluk tubuh Amairah istrinya dalam keadaan bolos tanpa balutan sehelai benang pun. Dan langsung memegang kepalanya yang sedikit pusing.
"Apa yang terjadi denganku, dan kenapa bisa aku berhubungan dengannya dan seingatku bukan Dia yang aku temani tapi cewek yang ada di dalam hotel malam itu beberapa tahun yang lalu??." tanya Martin pada dirinya sendiri yang bingung dengan keadaan yang terjadi.
Martin memegang kepalanya yang sedikit sakit.
Martin berdiri dari tempat tidurnya dan bergegas ke kamar mandi sambil berjalan sempoyongan dan memegang kepalanya yang masih terasa sakit. Martin menatap bayangan pantulan dirinya di dalam cermin yang ada di dalam kamar mandi. Martin melihat ada beberapa tanda cakaran kuku dibagian leher dan dadanya yang terasa perih.
Amairah masih tidur dan belum bangun juga. Saking lelahnya menggarap sawah yang sangat luas.
Beberapa saat kemudian, Amairah pun terbangun dari tidurnya dan mencari keberadaan Martin. Amairah ingin bangkit dari duduknya tapi langsung merasakan nyeri dibagian selangkangannya.
"Aaauuhh" rintih Amairah dan berusaha berdiri dengan memegang ujung seprei yang berwarna gold tersebut.
Amairah mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi. Sehingga dia mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar mandi dan kembali duduk di pinggir ranjang dengan pelan-pelan dan hati-hati.
Amairah kembali teringat dengan kejadian di hotel saat dirinya berada di Lombok, Amairah yang mengira bahwa Adam suaminya yang telah melewati malam mereka yang begitu panjang tapi ternyata bukanlah Adam melainkan orang lain dan apa yang dirasakan oleh Amairah dikala itu seperti yang sekarang dia rasakan.
"Itu tidak mungkin, dan kalau itu mas Martin tidak mungkin Dia melupakan Saya" monolog Amairah yang masih terduduk di tepi ranjangnya.
Kedatangan Martin yang tiba-tiba berdiri di depannya membuatnya kaget setengah mati.
__ADS_1
"aaaahhh" ucap Amairah yang berteriak sambil menutup wajahnya dengan menggunakan ke dua tangannya.
"Kamu yah aneh, selalu saja berteriak jika melihat saya hanya memakai handuk padahal semalam kamu sudah melihat saya tidak memakai apa pun" ucap Martin yang tersenyum licik ke arah Amairah yang masih memalingkan wajahnya.
"Tolong pakai pakaiannya dulu baru kita bicara" ucap Amairah.
Martin yang melihat reaksi dari Amairah berniat ingin mengerjai Amairah.
"Iya balik saja aku sudah berpakaian kok" ucap Martin yang tetap tersenyum.
Amairah langsung membalikkan wajahnya ke arah Martin dan ternyata Amairah kembali terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Martin. Martin tidak lagi memakai handuknya tetapi hanya celana boxer yang dia pakai.
"Ya Allah kamu sengaja yah ingin mengerjaiku" tuding Amairah yang sudah kembali memalingkan wajahnya.
"Gak kok aku cuma ingin memperlihatkan ini kepada kamu" ucapnya Martin lalu mengarahkannya dadanya ke depan Wajah Amairah, dan Amairah langsung mendorong lembut dada bidang Martin yang membuat Amairah menjadi malu dan tersipu.
Wajah Amairah yang malu-malu menjadi pemandangan menarik untuk Martin seakan-akan beban berat yang menghimpitnya sudah tidak ada lagi.
Martin pun berpakaian dan sebelum dirinya pergi Martin memberikan kartu debet dan kartu kredit serta buku nikah mereka yang baru sempat Martin berikan.
"Ini pakailah jika sewaktu-waktu kamu butuh sesuatu maka ambillah sesuai yang kamu inginkan" ucap Martin.
"Makasih tapi aku tidak...." ucapan Amairah terpotong saat Martin mencium kening Amairah sekilas. Dan membuat wajah Amairah langsung bersemu merah mendapatkan perlakuan seperti itu seumur hidupnya dan itu menjadi pengalaman pertama kalinya.
"Maaf aku tidak bisa mengantarmu karena bosku sudah menelponku agar aku segera pulang ke Ibu kota dan jaga diri kamu baik-baik" ucap Martin lalu berlalu dari hadapan Amairah yang masih bengong dengan apa yang barusan Amairah dapatkan.
Bersambung...
Typo Mohon untuk dimaklumi Yah Kakak Readers 🙏
Makasih banyak atas dukungannya kepada Cinta Yang Tulus🙏.
By Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, 10 April 2022