Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 106. Rose Amalia Horne


__ADS_3

Selamat Membaca..


Hidup hanya sekali jadi jangan sia-siakan hidup Kamu untuk hal yang bisa Kamu akan sesali nantinya..


*Setiap Manusia memiliki kesempatan ke dua untuk memperbaiki semuanya bahkan kesempatan itu datang berulang kali selama individu itu ingin memperbaiki Hidupnya.


Flashback off*..


Seperti halnya yang terjadi pada kisah cinta Arumi dan Bryan Regan. Arumi memang masih sangat mencintai Bryan hingga saat ini. Tapi sakit hati dan rasa kecewa menutupi besarnya perasaan cintanya kepada Bryan.


"Maaf Kak, hubungan diantara kita hanya sekedar teman saja tidak lebih dan itu berlaku dari awal kita bertemu hingga sekarang dan selamanya" ucap Hyuna yang sangat lihai menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya dihadapan Bryan.


"Apa Kakak tidak punya kesempatan lagi Arumi, Maafkan kakak, Kakak tidak sengaja membuat kamu menunggu saat itu dan Maafkan kakak Kakak yang tidak sempat memberikan kabar kepada kamu waktu itu" ucap Bryan yang pandangannya masih setia berada di depan jalan karena mobil sudah berjalan menuju rumahnya Arumi.


"Maaf Aku tidak bisa" ucap Arumi sambil membuka pintu mobilnya.


Arumi berjalan secepat mungkin untuk berlalu dari hadapan Bryan yang terpaku di depan setir mobilnya. Bryan memukul setir mobilnya dengan kuat.


Bryan masih belum beranjak dari tempatnya. Bryan menatap ke arah atas tepat di kamar Arumi yang kebetulan sangat jelas dilihat dari tempat mobil Bryan berada.


Arumi masuk ke dalam rumahnya tanpa menyapa Papi dan maminya yang sedang berada di ruangan tengah yang sedang nonton bareng partai final antara Korea Selatan melawan Tiongkok atau Cina. Mami Hernita yang melihat kedatangan putri ke tiganya hanya menggelengkan kepalanya dan heran ketika melihat tingkah putrinya yang tidak seperti kebiasaannya. Setiap hari jika Arumi dari luar di mana pun berada ibu Hernita pasti Arumi akan mendatangi Maminya lalu meraih tangan maminya untuk dua cium punggung tangannya.


"Apa yang terjadi denganmu Nak, semoga kamu baik-baik saja".


Hari-hari terus berlalu, hubungan antara Arumi dan Bryan semakin dingin dan jarak mereka semakin mengjauh saja. Arumi bahkan semakin menjaga jaraknya dan jika ada kesempatan untuk mereka bertemu pasti Arumi akan menghindarinya. Hingga membuat Bryan pun menyerah untuk mengejar Arumi. Bryan pasrah dan menyerah dengan keadaan yang ada.


"Kamu mengjauh tapi Aku akan tetap sabar untuk menunggumu di sini dan masih di sini hingga kamu sendiri yang datang mencariku".


Di Belahan Dunia lain, tepatnya di Negara Eropa yaitu negara tercinta Ratu Elisabet.


"Selamat pagi baby boy, cicitku yang tampan" ucap Pak Luis Prawira Horne.


"Selamat pagi Tuan besar" ucap Dokter yang selalu menjaga dan menangani Baby Boy selama ini yang diberikan tugas oleh Tuan besar Luis.


"Alhamdulillah kalau gitu, tetap berikan yang terbaik untuk cicitku hingga dia terbebas dari kotak ini" titah Tuan besar Luis.


"Baik Tuan, Kami akan berikan yang terbaik untuk Anda Tuan dan tunggulah kabar baik kami" ucap Dokter Lie sebagai kepala dokter yang menangani Baby Boy.


Tuan Luis berjalan ke arah tempat lain di mana cucu perempuannya berada. Sedangkan di ruangan lain seorang perempuan yang berdiri menatap ke arah luar yang sedang mengamati bunga-bunga yang sedang bermekaran yang dihinggapi oleh Kupu-kupu yang berterbangan di atas bunga cantik itu. Hanya bisa menatap kosong ke arah Taman tersebut.

__ADS_1


"Assalamu alaikum Rose" sapa Tuan Luis.


"Waalaikum salam Kakek" ucap Rose sambil mencium punggung tangan kakeknya.


"Semoga hari ini kamu sudah bisa bekerja di Perusahaan Kakek" ucap Tuan Luis.


Rose hanya menatap ke arah kakeknya dan langsung refleks menganggukkan kepalanya.


"Kalau gitu bersiaplah kita akan ke perusahaan" tutur Tuan besar Luis.


Tuan Luis hanya menyunggingkan senyumannya. Rose Amalia Horne berjalan ke arah kamar ganti pakaian dan memoles Wajahnya dengan make up yang membuatnya sangat cantik.


Rose pun mengikuti langkah kaki kakeknya menuju lift khusus petinggi Perusahaan. Tuan Luis Prawira Horne adalah pengusaha sukses yang masuk 20 Besar terkaya di Inggris tahun ini. Berbagai jenis Perusahaannya yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari Perusahaan retail, penyedia teknologi informasi, dibidang perhotelan, dan masih banyak lagi lainnya.


Hari-hari dijalani Rose dengan selalu berkutat di depan Komputer dan bertemu dengan klien Perusahaan Kakeknya.


"Apa Kamu suka dengan apa yang kamu jalani dalam keseharian kamu" tanya Tuan Luis saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Rose happy dengan semua ini Kek, apa lagi Baby boys sudah terbebas dari inkubator dan pasti Saya akan memberikan yang terbaik untuk Perusahaan kakek" timpal Rose.


"Kamu memang cucu Kakek" ucap singkat Tuan Luis yang bangga dengan cucunya walaupun lambat mengetahuinya, tetapi Tuan Luis tidak ingin waktunya yang terbuang tidak ditebus dengan baik.


"Siap Kek" jawab singkat Rose yang masih setia menatap tabnya yang sibuk mengerjakan pekerjaannya.


Semua persiapan sudah dilakukan oleh anak buah tuan Luis dan sudah banyak Tamu yang sudah datang ke acara tersebut.


Tuan Luis sudah berbincang-bincang dengan beberapa tamu khususnya, banyak tamu undangan yang datang dan pesta tersebut sudah berlangsung sedari tadi. Pesta yang sangat meriah dan mewah itu dihadiri dari rekan bisnis yang datang dari seluruh penjuru dunia.


Tokoh utama dari pesta tersebut belum hadir di acara karena belum ada perintah khusus dari kakeknya. Hingga seluruh mata tertuju ke arah tangga istana Tuan Luis Prawira Horne.


Dengan gaun malam yang berwarna merah merona yang serasi dengan pewarna bibirnya membuatnya pusat perhatian. Semua mata menatapnya dengan takjub.


Ini Visualnya Rose Amalia Horne cucu Tuan besar Luis Prawira Horne.



Senyuman dibibirnya yang selalu menghiasi wajah cantiknya. Pesta tersebut berlangsung hingga tengah malam. Bahkan banyak sekali relasi bisnisnya yang sudah menawarkan dan meminta ingin melamar Rose, tapi semuanya ditolak secara halus oleh Tuan Luis.


"Liliana Horne Cucumu sudah besar bahkan sudah memiliki buah hati tiga orang dan Maafkan Kakak harus mengambil langkah ini dan ini demi kebaikan cucu dan cicitmu, suatu saat kamu pasti akan mengerti dengan apa yang aku lakukan, Suami kamu terlalu kejam hanya karena masa lalunya sehingga mempertaruhkan kebahagiaan dan masa depan cucunya, tapi sayangnya Kakak tidak berhasil merebut cicitmu yang satu dari tangannya dan semoga Dia tidak mendidik dan mengajarkan hal-hal buruk, semoga saja itu tidak terjadi".

__ADS_1


Rose Amalia Horne menyapa seluruh tamu undangan satu persatu. Rose bahkan mendapatkan pujian yang tidak sedikit dari relasi kakeknya tersebut. Bahkan banyak yang sudah memuji kemampuan cucu tunggalnya Tuan Luis Prawira Horne.


Kita tinggalkan pesta perkenalan secara resmi ke seluruh dunia siapa penerus dan pemilik tunggal kekayaan dari Tuan Luis Prawira Horne yang kemampuan dan kekuasaannya hingga ke seluruh pelosok dunia.


Sedangkan di dalam kediaman Nenek Masitha, Martin dibuat pusing oleh putrinya yang sedari tadi rewel. Dan membuat kewalahan dari ke duo's Baby sitter nya mereka. Martin yang baru pulang dari Kantornya yang belum berganti pakaian langsung berjalan ke arah kamar putri kecilnya.


"Cup cup putrinya Daddy, ada apa sayang?" tanya Martin yang sudah menggantikan Mbak Marni untuk menggendong Baby Del.


Baby Del masih saja belum diam dan Martin pun menggendong putrinya hingga ke ruangan tengah. Tapi puterinya masih saja tidak tenang dan suara tangisannya semakin melengking saja. Mbak Marni yang mengingat hari ini adalah pertandingan Final antara Indonesia versus India pun langsung memainkan televisi layar datar tersebut yang lumayan besar. Mbak Marni saking seriusnya nonton sehingga melupakan jika Baby Delisha Annira Elshanum sedang menangis kencang.


Tapi tiba-tiba Baby Del langsung terdiam dan langsung menatap layar televisi tersebut. Baby Del menjilati jempolnya dan sudah tidak rewel lagi. Tapi karena Martin menegur Mbak Marni dan Mbak Wati untuk mengecilkan televisinya.


"Mbak tolong kecilin suara tv-nya dong, Baby Del baru saja diam" ucap Martin.


Mbak Marni pun mengecilkan suara Televisinya bahkan memilih mematikan Televisinya yang langsung membuat Baby Del berteriak kencang dan menangis skuat tenaga. Martin pun dibuat kelimpungan karena keadaan Baby Del yang cukup merepotkan.


"Mungkin putrimu suka jika televisi dihidupkan" ucap Nenek Masitha yang menggendong Baby Del.


Martin pun menyalakan kembali televisinya dan seketika itu Baby Del langsung terdiam dan mengarahkan kembali pandangannya ke televisi. Walaupun tim nasional Indonesia dikalahkan 3-0 oleh India dan tidak berhasil mempertahankan Piala Thomas yang tahun lalu diraihnya, tetapi tidak membuat Baby Del terusik. Hal ini membuat Martin dan neneknya geleng-geleng kepala melihat tingkah lucu Baby Del.


Nb:


Semoga tidak ada lagi yang pusing dengan silsilah keluarga besar dari Amairah dan Martin yah tapi kalau masih ada yang puyeng ataupun pusing Maaf berati anda tidak baca setiap Babnya 🙏.


Makasih Banyak Fania Ucapkan dan tidak akan Bosan untuk mengucapkan Makasih Banyak atas Dukungannya kepada Cinta Yang Tulus 🥰 Dukungan Kakak sangat lah berarti.


Jangan lupa untuk mampir juga ke Novelku yg lain yang kebetulan juga sudah Kontrak:


💚Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar


Dan


♥️Bertahan Dalam Penantian 🙏


...********Bersambung********...


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Minggu 15 Mei 2022

__ADS_1


__ADS_2