Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
Bab. 209. Kejujuran


__ADS_3

Selamat Membaca..


"Apa Abang tidak malu memiliki istri yang seperti Delisha, apa katanya nanti keluarganya Abang kalau mereka tahu kenyataan masa lalunya Delisha," jelas Delisha.


Delisha ketakutan dengan hal tersebut, walaupun selama ini beberapa Pria yang dikenalkan untuknya selalu berkata kasar dan menghinanya, tetapi dia sedikit pun tidak pernah memperdulikannya dan tidak ingin ambil pusing dari omongan orang lain tentang statusnya sebagai perempuan yang hamil di luar nikah.


Dengan Abi banyak sekali pertimbangan yang muncul di dalam benaknya. Entah kenapa hal tersebut dia alami. Delisha pun kadang kebingungan dengan dirinya sendiri.


Mereka kembali saling bertatapan dan menyelami rasa yang ada.


"Dari awal kita dijodohkan, Abang sekalipun mereka tidak pernah berfikir untuk membatalkan rencana pernikahan kita," jelasnya dengan tatapan matanya yang penuh arti ke arah Delisha.


Delisha yang ditatap membalasnya dengan tatapan sendu. Delisha tidak habis pikir dengan pria yang ada di hadapannya itu. Dia kadang geleng-geleng kepala, dan berfikiran apa sudah habis stok perempuan yang masih single dan masih suci diluar sana, kenapa pilihan pria satu ini jatuh padanya.


Delisha tertawa mendengar perkataan dari Abimanyu, "Abang terlalu naif jadi pria, kalau aku diposisinya Abang pasti sudah batalkan semuanya dan cari gadis yang lebih layak dan pantas dari pada wanita yang harus hamil diluar nikah tanpa suami."


Delisha masih tertawa seakan-akan semua perkataan dan sikap Abi adalah hal lucu yang perlu ditertawakan.


"Itu menurutmu, tapi bagiku sekali mencintai pada satu gadis dan selamanya akan seperti itu tidak akan pernah berubah, hingga akhir waktu dan Abang selalu berdoa kepada Allah SWT agar hatiku selalu untuk gadis kecilku," tuturnya dengan kembali menyesap kopinya yang sudah tidak panas lagi.


Delisha sesekali melihat ke arah putranya yang sedang asyik bermain dan berbaur dengan anak-anak lainnya.


"Entah terbuat dari apa hati pria di depanku ini, dia bego sekali ingin menikah denganku."


"Kamu adalah gadis kecilku, Mami dari putraku jadi sepatutnya lah aku nikahi Kamu."


Perkataan itu sangat sulit untuk diungkapkan oleh Abimanyu, tetapi dia tetap harus menyampaikannya sebelum mereka menikah.


Awalnya Abi ingin mengatakan fakta itu setelah mereka menikah dan resmi menjadi suami istri. Tapi, Abi tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagi beban di dalam hidupnya.


"Aku mencintaimu jauh sebelum kita dijodohkan," terangnya Abi.


Delisha terperangah mendengar perkataan dari Abi.

__ADS_1


"Maksudnya Abang, Delisha tidak mengerti?" Tanyanya.


Sesekali Delisha mencicipi disert yang ada di hadapannya itu sembari berbincang-bincang dengan calon suaminya.


"Maksudnya Abang, aku mencintaimu sudah sangat lama, awal kita bertemu hati ini sudah terisi dengan namamu dan wajahmu yang selalu menari-nari di pelupuk matanya Abang," terangnya.


Penuturan dari Abi semakin membuat Delisha tidak percaya dan keheranan.


"Itu tidak mungkin Abang, adek tidak percaya, lagian menurut adek kita baru bertemu beberapa hari yang lalu dan itupun kita bertemu karena saling dijodohkan," balasnya dengan senyuman tipisnya yang semakin mempercantik wajahnya.


"Silahkan kalau Kamu tidak percaya yang jelasnya aku sangat mencintai gadis kecilku yang memakai topeng butterfly Valve waktu itu dengan memakai gaun sebatas lutut warna peach."


Delisha masih tersenyum menanggapi perkataan dari Abi. Dia belum mencerna baik perkataannya Abi.


"Abang mencintai gadis yang baru berusia 16 tahun lebih yang memakai topeng di wajahnya dengan gaun yang sangat pas ditubuhnya dengan memakai gelang ini," Abi menyentuh gelang yang dipakai oleh Delisha.


Delisha kembali teringat peristiwa kelam yang menimpanya dan dia alami beberapa tahun yang lalu sehingga lahirlah Lee ke dunia ini.


Awalnya Delisha tertawa mendengar perkataannya tetapi lambat laun dia pun menangis tersedu-sedu.


Abi memegang kedua tangannya Delisha sembari berkata," Abang adalah pria malam itu yang awalnya hanya berniat untuk menolongmu saja, tapi karena godaan yang terus Kamu berikan pada Abang sehingga malam itu kita melakukannya yang akhirnya lahirlah Lee ke dunia ini."


Delisha terus menggelengkan kepalanya, dia sangat tidak percaya dengan penuturan dari mulutnya Abi.


"Aku yakin bukan Abang yang bersama adek malam itu, please jangan katakan kebohongan lagi Abang."


Tetesan demi tetesan air matanya mengalir membasahi wajahnya. Matanya sudah memerah, hidungnya sudah sembab.


Abi semakin mengeratkan genggaman diatas tangannya Delisha.


"Abang minta maaf karena waktu itu tidak bisa mengontrol diri Abang, sehingga Abang lah yang pertama merenggut makhota terindah yang Kamu miliki."


Abi pun tak segan meneteskan air matanya. Dia ikut sedih dengan apa yang telah terjadi malam itu. Tapi dalam hatinya ia tidak pernah menyesali keputusannya waktu itu karena dari pilihannya itu lah sehingga mereka saling terhubung dan terikat. Kehadiran Lee ditengah-tengah mereka membuat hidupnya semakin lengkap dan bahagia.

__ADS_1


Delisha semakin tersedu-sedu dalam tangisnya. Dia menutup mulutnya, dia tidak ingin mempercayai hal tersebut tetapi itulah kenyataannya yang harus dia terima.


Abi kemudian berdiri dari tempat duduknya, lalu berlutut dihadapan Delisha.


"Maafkan Abang, ini semua kesalahannya Abang memilih jalan yang seharusnya tidak boleh Abang lakukan, Abang minta maaf yang sebesar-besarnya padamu, tapi satu hal yang perlu Kamu tahu Abang tidak pernah sedikit pun berfikir untuk menyesali semua keputusan Abang waktu itu karena kehadiran kalian berdua adalah kebahagiaan dan anugerah terindah di dalam hidupnya Abang."


Delisha tergugu dalam tangisnya, dia menatap dalam-dalam Abi Thalib berlutut di depannya. Delisha tidak tahu harus berbuat apa, kecewa pastinya akan terbersit rasa itu. Sedih pastinya karena gara-gara malam itu lah dia harus menyerahkan kegadisannya pada pria yang ada di depannya itu.


Delisha tidak ingin egois jugy, karena andai saja malam itu bukanlah Abi yang menyelematkannya mungkin dia tidak akan tahu nasibnya berakhir seperti apa.


Lagian semua itu bukan murni kesalahannya Abi, hal itu juga terjadi karena kesalahannya dan penyebab terbesarnya adalah Liora yang sudah memasukkan obat perangsang di dalam minumannya.


Jadi, sangat tidak wajar dan pantas jika Delisha melimpahkan semua kesalahan dan kemalangan yang dia alami sekitar kurang lebih delapan tahun lalu.


"Abang minta maaf, semua itu gara-gara Abang sehingga hidupmu hancur, maafin Abang Delisha."


Abi meneteskan air matanya dan masih setia berlutut di hadapan calon istrinya. Pengunjung Restoran yang kebetulan melihat apa yang mereka lakukan hanya terdiam dan menatap mereka tak berkedip.


"Abang akan selamanya berlutut di sini sebelum Abang mendengar Kamu memaafkan Abang."


Delisha tidak mampu berucap sepatah kata pun. Baginya apa yang terjadi siang hari ini adalah hal yang sangat tidak masuk akal baginya.


Pria yang selama ini dia cari bukan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tetapi karena permintaan putra tunggalnya yang menginginkan kehadiran sosok Papinya. Tangisan dan rengekan dari putranya itu yang membuatnya untuk meredam ego dan amarahnya untuk segera berdamai dengan masa lalunya kala itu.


Demi putranya lah dia memutuskan untuk diam-diam mencari keberadaan ayah biologis putranya.


...Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus....


...Fania boleh minta Kakak Readers untuk mampir ke Novel baruku judulnya:...


...Dilema diantara dua pilihan...


...Pesona gadis Nelayan...

__ADS_1


...by Fania Mikaila Azzahrah...


...Makassar, Minggu, 17 Juli 2022...


__ADS_2