
Selamat Membaca..
Setelah mendengarkan perkataan dan curhatan neneknya, Martin kemudian masuk ke dalam kamar putri kecilnya, Martin melihat ternyata putri kecilnya sedang menghisap jempolnya pertanda mungkin sedang haus.
"Assalamu alaikum princess nya Daddy, Dede haus yah sayang" ucap Martin sambil menggendong putrinya lalu mencari botol dotnya yang sudah berisi susu formula bayi khusus untuk Anaknya.
"Ternyata putri Daddy lapar sama haus yah sayang, maafkan Daddy yang tidak tahu kalau kamu haus sayang" ucap Martin yang sudah memangku putrinya sambil memberikan dotnya ke dalam mulutnya.
Martin berusaha menjadi seorang Ayah sekaligus Ibu untuk putri kecilnya itu.
"Maafkan daddy yah Sayang, karena belum berhasil menemukan Mommy dan Kakak Axel, Daddy akan melakukan apa pun asalkan kita bisa berkumpul bersama dengan Mommy dan Abang kamu, Daddy janji akan mencari keberadaan mereka walaupun harus mencari mereka hingga ke ujung dunia pun Daddy jabanin walaupun kita harus menunggu lama, Daddy akan bersabar menunggu kedatangan mereka".
Martin pun membaringkan putrinya yang sudah terlelap kembali setelah menghabiskan satu botol dot susu formulanya. Martin pun berencana akan memanggil baby sitter Axel yang ada di Kota S, yaitu duos baby sitter yaitu Mbak Marni dan Mbak Wati. Karena mereka sudah tidak punya kerjaan lagi setelah Axel dinyatakan hilang dan Martin menyukai cara mereka dalam bekerja. Sehingga Martin ingin meminta kepada Neneknya agar mereka dipanggil ke sini untuk menjaga Princess.
Martin pun keluar dari kamar anaknya dan berjalan tergesa-gesa ke arah lantai dua dengan langkah kakinya yang lebar dan panjang menuruni undakan tangga sambil berteriak memanggil Neneknya.
"Nenek, kamu di mana?" teriak Martin yang tetap melangkah kakinya ke arah kamar Neneknya.
"Ya Allah Martin apa yang terjadi dengan kamu, kamu berteriak di dalam rumah seperti Tarzan saja, apa kamu kira in hutan belantara apa yang meski harus berteriak kencang memanggil seseorang" ucap nenek Masitha yang mulai jengah dengan sikap cucu tunggalnya itu.
Martin hanya cengengesan menanggapi perkataan dari Neneknya itu.
"Maaf hehehe" ucap Martin yang tertawa kecil dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu mencari nenek untuk apa?, cepat katakan Nenek banyak kerjaan soalnya" ucap Nenek Masitha yang sudah duduk di kursi ruang tamunya.
"Nek, Gimana kalau kita panggil Baby sitter nya Axel yang dulu, kebetulan mereka sudah tidak punya kerjaan lagi semenjak kejadian menghilangnya Axel" tutur Martin.
"Serahkan semuanya pada nenek, Nenek yang akan mengatur semuanya dan kamu segera lah ke rumah pak Heri untuk mendapatkan informasi tentang kalung tersebut" ucap Nenek Masitha yang sudah mengusir cucunya yang sudah seperti Tarsan hutan rimba.
"Kalau gitu, Martin pamit dan tolong jaga putriku nenek kalau ada apa-apa telpon saja" ucap Martin yang mengambil tangannya Nenek Masitha lalu mencium punggung tangan Neneknya.
__ADS_1
Martin pun melajukan mobilnya ke arah jalan ke rumah Pak Heri.
"Mudah-mudahan Saya dapat informasi tentang kalung ini dan mengetahui apa hubungannya Amairah dengan Tuan Mark Prin Atmadja pengusaha ternama dari Thailand?."
Kerlap kerlip lampu jalanan ditambah lampu dari setiap bangunan yang dilalui Martin sudah menghiasi jalanan Ibu kota malam itu, suasana malam minggu itu cukup ramai dan sudah banyak kendaraan yang memadati jalan protokol Ibu kota. Untung saja Martin mencari jalan alternatif lainnya sehingga tidak terjebak oleh kemacetan yang cukup panjang padat merayap.
Martin memasuki area halaman rumah mewah milik pak Heri Papa mertuanya sekaligus pengacara pribadi keluarganya juga. Martin melihat mobil yang terparkir cukup banyak dari biasanya dan ada mobil yang terparkir di sana yang cukup familiar di matanya. Martin menutup pintu mobilnya lalu berjalan ke arah pintu kayu jati yang berwarna Putih gading tersebut dan memencet tombol bel hingga beberapa kali.
Martin membalikkan badannya ke arah pagar rumah milik pak Heri bersamaan dengan terbukanya pintu yang menjulang cukup tinggi itu. Martin pun berbalik badan setelah mendengar suara pintu terbuka. Martin melongok tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Orang yang sudah tidak ingin dilihatnya ternyata berdiri di hadapannya itu. Mereka saling berpandangan, sedangkan Martin merasa jengah melihat wajah orang itu dan tidak ingin sekali berhubungan dengan orang tersebut sedangkan orang itu tersenyum bahagia karena akhirnya bisa kembali bertemu lagi walaupun dalam keadaan yang berbeda.
"Kakak Martin" Teriak Arumi dari atas tangga dan segera berlari ke arah pintu dan celingak-celinguk mencari seseorang, tapi ternyata orang yang dia cari tidak ada dan tidak ikut bersama dengan Martin.
"Arumi Pak Heri ada gak?" tanya Martin yang tidak perduli dengan orang yang membuka pintu tersebut.
"Paman Heri sejam lalu sudah berangkat ke Bandara katanya mau ke Thailand Kak" Jawab Arumi yang tidak lain adalah adik sepupunya Amairah sekaligus Dion asisten pribadinya.
"Kenapa penampilannya Martin sangat berubah drastis dan tidak seperti dulu yang hanya memakai pakaian biasa saja sedangkan hari ini semua yang dipakainya barang-barang branded, apa Martin sudah menjadi orang kaya yah?".
"Padahal Aku ingin bertemu dengan Paman tapi karena Paman tidak ada, kalau gitu Saya pamit dulu, lain kali saya akan datang ke Sini lagi jika paman sudah pulang" Tutur Martin.
"Makasih banyak, tapi kakak ada urusan penting yang tidak bisa kakak tunda" tolak Martin.
"Oohh gitu yah, kalau gitu hati-hati yah kak" ucap Arumi.
Martin sedikit pun tidak menoleh ataupun melirik ke arah Nikita Aiman mantan pacarnya. Tapi Martin sedikit bersyukur karena gara-gara dia diputuskan dan dikhianati oleh Nikita Aiman sehingga Dia bisa bertemu dengan Amairah yang sekarang menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anaknya.
"Aku harus kembali mendekatinya, sepertinya Dia lebih kaya dari pacarku yang sekarang".
"Hey Kok bengong saja yuk kita masuk lanjutkan Pestanya" ucap Arumi yang berhasil membuyarkan khayalan yang tidak mungkin terjadi dari Nikita.
Sambil berjalan Nikita mengajak Arumi untuk mengobrol dan bertanya kepada Arumi tentang Martin Muhammad Al-ayyubi Lee.
__ADS_1
"Arumi Apa kamu kenal dengan pria tadi?" basa basi Nikita.
"Ooh Kakak Martin, kenalkah, Dia kan salah satu pengusaha sukses Muda yang ada di Negara kita loh dan juga termasuk kliennya Paman Heri" tutur Arumi.
"Wooow bisa aku jadikan mesin ATM aku Kalau gitu, berarti Aku terlalu bodoh dulu menolak bertunangan dan menikah dengannya, andai saja dulu Aku tidak memutuskannya pasti hidup Aku tidak akan seperti sekarang ini, Tapi Aku akan berusaha untuk mendekatinya Lagi, selagi Dia kaya kenapa tidak".
"Oohh gitu yah Arumi" ucap Nikita yang pura-pura polos saja.
"Tapi Kakak Martin sudah punya istri dan tiga anaknya tapi sangat disayangkan Istrinya menghilang entah kemana dan sampai sekarang tidak tahu rimbanya apa Dia masih hidup atau tidak, dan istrinya itu adalah putri dari paman Heri dan ternyata kakak sepupuku tapi Aku sih belum pernah melihat langsung wajahnya tapi dari fotonya sih Dia sangat cantik dan baik hati" jelas Panjang lebar Arumi.
"Kalau gitu jalan Aku untuk kembali dekat dengan Martin terbuka lebar dong, Kesempatan aku besar Kalau gini, Aku akan kaya raya dan menjadi istri dari pengusaha terkaya dan tersukses di Indonesia".
Silahkan Nikita berharap dan bermimpi yang tinggi othor gak mau rusak mimpimu yang terlalu ketinggian dan sulit untuk terjadi hehehehe. Maaf othor ketawa jahat dulu.
...********Bersambung********...
Siapa yang tebakannya benar nih atau tidak ada yang menebak dan menyangka kalau yang buka pintu adalah sang mantan pacar yang akan dikirim oleh othor ke planet Pluto 🤣🤭✌️.
Sesuai yang Fania katakan di Bab sebelumnya kalau alur cerita Cinta Yang Tulus terkesan selow yah dan Babnya akan panjang, biar Reskynya Othor juga panjang sepanjang ceritanya. Amin yra 🙏🤲.
Ada yang bilang Jangan ada yang Mati lagi dong Thor? Kalau masalah itu FANIA akan mengikuti alur seperti yang terjadi di Real Life bin Dunia Nyata di yang namanya kehidupan pasti akan ada masanya namanya kematian dan itu pasti akan terjadi tapi othor belum tahu hal itu terjadi kepada siapa 🤭✌️.
Dan Maaf kalau ceritanya sekaligus dalam satu Bab pembahasan dan masuk ke intinya berarti besok sudah END bin TAMAT dong 🤭✌️🙏.
*NB:
Alurnya akan sesuai dengan isi kepala othor dengan kehaluannya berimajinasi*.
Jadi FANIA hanya bisa bilang selamat Membaca ✌️
FANIA Ucapkan Makasih banyak untuk Kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada CYT 🙏🥰
__ADS_1
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Minggu 08 Mei 2022