Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 49. Reunian di Hotel DA


__ADS_3

Selamat Membaca...


Setelah mengetahui kalau Axel adalah cicit kandungnya Nenek Masitha segera meminta detektifnya yang kurang gercep itu segera mencari tahu hotel bahkan rumah yang dianggap pernah ditempati Martin menginap, Nenek Masitha tidak percaya jika Amairah melahirkan anak yang bukan dari hasil bercocok tanam Suaminya waktu itu. Dan Nenek Masitha tidak ingin bertanya langsung kepada Amairah tentang statusnya dan kehidupannya sebelumnya.


"Aku harus tau kenapa bisa bocah tengil itu bisa memiliki anak padahal dirinya baru dua Minggu sudah menikah" monolog Nenek Masitha yang sudah tidak sabar ingin mengetahui alasannya.


Setelah mengetahui hasil tes DNA yang dilakukan oleh Nenek Masitha dan hasilnya mengatakan kalau cucunya adalah Ayah biologis dari Axel yang selama ini dia anggap Cicitnya sendiri. Nenek Masitha segera bertindak untuk mencari bukti tentang apa alasan yang membuat cucu tengiknya bisa memiliki anak, tapi disisi lain Nenek Masitah sangat bahagia telah memiliki cicit yang ganteng dan pintar.


"Pantesan saja alerginya mereka sama dan senyumannya pun sama, dan Nenek berjanji akan memberikan yang terbaik untuk cicit dan cucu menantuku walau pun status mereka belum diumumkan di depan khalayak umum, biarkan mereka meresapi dan mendalami perasaan masing-masing dan menyadari ada ikatan cinta diantara mereka barulah Saya akan mengungkap kebenaran ini, Kalau pun mereka yang duluan tahu barulah aku berterus terang". ucap nenek Masitha yang tersenyum bahagia.


Keesokan harinya, Amairah ke Kafe tempat yang sudah dia sepakati dengan seseorang untuk bertemu. Amairah sebelum berangkat meminta ijin terlebih dahulu kepada putra tunggalnya.


"Axel Mommy ingin keluar sebentar, Mommy ada janji sama teman apa Axel mau ikut atau gimana??" tanya Amairah saat menyiapkan sarapan pagi untuk anaknya dengan penuh kelembutan.


"Axel malas moms, Axel di rumah saja yah lagian hujan Moms" ucap Axel yang sedang menunggu makanan yang dimasak oleh Amairah matang.


"Tapi kalau Mommy lama pulangnya kamu jangan nakal yah dan jangan jajan es krim lagi atau makanan dingin lainnya" pesan Amairah pada anaknya.


"Siap Mommy cantik" ucap Axel yang sudah tidak sabar menanti makanannya.


Setelah masakan sudah siap dan tersaji di meja makan mereka pun makan tanpa ada suara dari siapa pun.


Beberapa saat kemudian, Amairah sudah berbaur dengan pengendara lainnya, jalan hari ini cukup padat merayap dan panjang bagaikan ular yang sedang meliuk. Untung saja Amairah berangkat lebih awal dari jadwal yang mereka sepakati. Amairah sampai di Kafe tersebut sebelum jam 10 pagi.


Amairah sudah duduk di Meja yang dia pilih dan sudah memesan minuman serta makanan khas Kafe tersebut. Apa yang dilakukan oleh Amairah tak lupuk dari penglihatan Martin. Martin sedari tidak melepaskan pandangannya ke arah Amairah yang hari ini tampil cantik dan tetap cantik walau pun Make up yang dipakainya terbilang natural.


Sudah dua jam lebih Amairah menunggu orang yang telah membuat janji dengannya, tetapi belum juga datang. Amairah pun memutuskan untuk membayar bill tagihan semua yang dia pesan, tapi langkahnya terhenti setelah ada seorang pria yang langsung duduk dihadapannya tanpa permisi. Amairah tersenyum manis ke arah Martin Suami yang baru Dua Minggu Dia nikahi tapi sudah dua Minggu juga dirinya belum pernah dinafkahi lahir maupun batin. Amairah tidak ingin menuntut atau meminta kepada Martin untuk memenuhi tanggung jawabnya. Amairah langsung meraih tangannya Martin dan mencium punggung tangan Martin yang putih dan halus.


Amairah kembali duduk dan memesan beberapa makanan dan minuman lagi. Hingga makanan dan minuman itu dingin tapi Martin belum juga bersuara, begitu pun halnya dengan Amairah karena tidak tahu mau mulai pembicaraan mereka dari mana. Hingga kejadian tersebut bertahan sampai setengah jam lamanya.


Martin yang memakai pakaian yang kasual dan santai hanya dengan celana jeans dipadukan dengan baju kaos putih dengan jaket Levis pula yang membuat penampilan Martin terkesan santai tapi ganteng. Martin tidak ingin memakai pakaian yang berlebih-lebihan sehingga jati dirinya terbongkar. Sedangkan Amairah juga hanya memakai baju kemeja dan celana jeans yang senada dengan Martin padahal mereka sebelumnya tidak janjian untuk memakai pakaian yang senada dan terkesan couple dengan Martin. Tapi diantara mereka belum ada yang menyadari hal tersebut.


Mereka hanya Sibuk bertatapan hingga ada seseorang yang menepuk pundaknya. Martin pun kaget dan langsung membuyarkan lamunannya. Amairah pun mengalihkan pandangannya ke arah pria yang menepuk pundaknya Martin.


"Maafkan Saya yang sudah mengganggu kencan kalian" ucap Niko salah satu sahabat Martin saat duduk sebangku dengannya waktu masih putih abu-abu.


"Ohh tidak apa-apa kok santuy bro, ucap Martin yang berdiri dan langsung memeluk sepintas tubuh sahabatnya.


"Boleh bergabung dengan kalian? itu pun kalau Saya tidak menganggu" ucap Nico yang tersenyum manis ke arah Amairah.


"Silahkan bro kami tidak merasa terganggu kok" ucap Martin sedangkan Amairah hanya menikmati minumannya tanpa ingin menimpali percakapan mereka.


"Kenalin aku dong dengan cewek cantik dan yang paling cantik dari semua penghuni kafe yang ada di depan kamu" ucap gombal Niko.


Martin tidak suka dengan perkataan dari temannya tersebut Tapi Martin sendiri heran dengan sikap dan Perasaannya sendiri.


"Oiya kenalkan ini Amairah Istriku" ucap Martin yang memperkenalkan Niko dengan Amairah.


"Serius loh ini istri kamu, cantik banget kamu nemunya di mana sih bro bening gini?." tanya Niko sambil mengulurkan tangannya ke arah Amairah.


"Amairah putri" Jawab singkat Amairah tapi tetap lembut sambil menjabat tangan Niko.


"Lebih cantik yang ini dari pada mantan loh yang model itu" bisik Niko kepada Martin.

__ADS_1


Martin yang mendengar Niko berbicara seperti itu sangat puas karena akhirnya dia dapat cewek yang bisa menyaingi Nikita model papan atas mantan pacarnya.


"Kalian datang kan nanti malam di acara reunian sekolah?." tanya Niko setelah meminum minumannya.


"Pasti bro saya datang, Saya sengaja balik dari Jakarta sengaja hanya untuk menghadiri acara tersebut" ucap Martin lagi yang sudah membayangkan banyak yang memuji kecantikan istrinya dan akan membuat Nikita jadi marah dan bisa membuatnya memutuskan hubungan dengan calon tunangannya.


"Aku pamit dulu bro kalau gitu, kita ketemu di hotel tempat acara reuni yah bro" ucap Niko sebelum pamit pulang.


"Ok sip" ucap Martin.


Mereka kembali menikmati makanan yang sudah mereka pesan sebelumnya.


"Setelah ini kamu ikut Aku yah ke suatu tempat, tapi aku nebeng sama kamu soalnya mobil yang aku pakai sudah diambil yang punya" ucap Martin yang berbohong kepada Amairah.


Amairah hanya menganggukkan kepalanya, suasana kembali sunyi hanya lantunan musik dari band kafe yang meramaikan siang itu.


Setelah beberapa saat kemudian, mereka pun berangkat menuju tempat yang Martin ingin temui. Martin mengemudikan mobilnya Amairah ke Butik Andreas langganannya selama ini jika Dia berada di Kota Surabaya.


"Selamat datang pak bu ada yang bisa kami bantu??." tanya pegawai Butik tersebut.


"Kami ingin melihat lihat pakaian yang cocok untuk Istriku pakai untuk keacara reuni di Hotel DA" Ucap Martin.


"Kami ada pakaian dan gaun model baru dan buatan khusus tangan pemilik butik dan pastinya modelnya gak ada di butik lain" ucap pegawai itu yang membanggakan hasil buatan Desainer butik tersebut.


Amairah pun mencoba beberapa gaun semuanya cocok ditubuh Amairah yang seakan-akan desainer mereka membuat pakaian itu khusus untuk Amairah.


"Cantik" ucap Martin yang pangling melihat Amairah mencoba gaun itu.


"Assalamualaikum Mbak Marni, oiy mungkin nanti malam baru aku balik ke rumah Soalnya Martin datang dari Jakarta dan mengajakku ke acara reuni teman sekolahnya" ucap Amairah.


"Serius Bu, Mas Martin datang dari Jakarta dan sekarang ada bersama ibu??." tanya Mbak Marni yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Amairah.


"makasih mbak" ucap Amairah


"Ya Allah Mbak Marni kenapa sih berteriak begitu seakan-akan mendapat hadiah milliaran saja" ucap Mbak Wati setelah telpon dimatikan oleh Mbak Marni.


"Itu mas Martin katanya datang dari Jakarta dan sekarang ada bersama ibu dan katanya lagi nih mereka nanti malam akan pergi bersama reunian loh Mbak" ucap heboh Mbak Marni.


"Apaaaaa, serius loh" ucap Mbak Wati lebih heboh lagi dibandingkan dengan Mbak Marni.


"Iiih kamu tuh yah aku yang dibilangin heboh malahan kamu yang apa gitu hahaha" ucap Mbak Marni.


"Semoga mereka malam ini bisa heeemmm yah Mbak dan Axel dapat dede yah" ucap Mbak Wati.


"Amin" ucap mereka serentak.


Setelah dari butik, Amairah dibawah lagi ke Salon oleh Martin. Martin tidak ingin penampilan Amairah yang tidak totalitas sehingga Martin membawa Amairah ke salon kecantikan untuk perawatan.


"Kok kita ke sini Mas, ini salon paling mahal loh Mas, uangnya ditabung saja aku gak enak habisin gaji Mas yang capek harus kerja setiap hari loh, lagian masih banyak salon yang murah tapi kualitasnya bagus juga" ucap Amairah yang menolak untuk masuk ke salon kecantikan tersebut.


"Kamu tidak perlu risaukan hal itu, aku masih punya tabungan kok dan ini sudah tanggung jawab aku sebagai suami kamu" ucap Martin sambil menarik tangan Amairah agar masuk ke Salon tersebut.


Amairah tersenyum malu-malu saat Martin mengatakan itu sudah menjadi tanggung jawabnya.

__ADS_1


Amairah mendapatkan pelayanan yang kualitas super premium bahkan yang paling mahal tapi Amairah tidak mengetahui hal tersebut.


Waktu terus berlalu, dan malam pun tiba Amairah dan Martin sudah berada di hotel tempat acara reunian. Banyak yang sudah datang ke acara tersebut. Termasuk Nikita yang sudah menjadi sorotan mata dari semua pria hidung belang. Nikita semakin menunjukkan Pesonanya. Hingga semua mata tertuju kepada pintu masuk. Ada dua orang yang menjadi pusat perhatian dari mereka, yaitu Martin dan pasangannya. Banyak yang sudah berbisik-bisik tetangga melihat mereka.


"itu kan Martin pacarnya Nikita tapi kok jalan dengan perempuan lain dan Nikita juga datang ke sini dengan pria lain" ucap Si A teman kelas Martin.


"Setau aku ni yah, sesuai yang aku dengar mereka sudah putus karena Nikita selingkuh dengan pria lain dan memutuskan untuk bertunangan dengan pria lain yang jelas kaya dari pada Martin" jawab si B.


"Martin emang lebih ganteng dari tunangannya sih tapi Martin miskin jadi mungkin atas dasar itu lah Nikita memutuskan Martin dan menerima lamaran produser film yang terkenal itu" timpal si C.


"Tapi cewek yang bersama Martin lebih cantik yah dari pada Nikita dan menurut aku lebih baik sifatnya lagi dari Nikita" Ucap si D lagi.


Banyak kasat kusut yang Amairah dengar dari sahabat dan teman suaminya dan menurutnya itu wajar saja mengingat suaminya yang ganteng dan mungkin dulu idola kampus.


Amairah berbaur dengan teman-teman Martin sedangkan teman-teman Martin pun menyambut hangat Amairah di tengah-tengah mereka.


"Kenalkan ini Istriku Amairah" ucap Martin yang memperkenalkan Amairah di depan temannya yang kebetulan Nikita ada di sana.


"Amairah" ucap Amairah singkat kepada semua teman Martin yang berkenalan dengannya.


"Istri kamu cantik dan tidak kalah dengan model itu" ucap ceplos seseorang.


"Iya ini glowing banget wajahnya dan bodynya itu loh langsing bnget, bagi resepnya dong Mbak" ucap temanya Martin.


Mereka berbincang-bincang hingga larut malam dan acara selesai. Tapi Martin sudah tidak sadarkan diri akibat dipaksa minum oleh temannya akibat kalah main dan taruhannya harus menghabiskan 5 gelas minuman, bukan cuma Martin yang mabuk bnyak temannya yang lain nasibnya sama seperti Martin.


"Maaf ganggu bincang-bincang nya oiy Martin sudah mabuk, Dia ada dipojokan kanan sana" ucap seseorang tersebut yang menunjuk ke arah Martin yang sudah teler.


"Makasih nanyak atas informasinya, aku ke Sana dulu yah mbak" ucap Amairah dan berjalan ke arah Martin.


Martin sudah meracau tidak jelas. Amairah membantu Martin berjalan, tapi tidak sanggup dan Dia meminta bantuan kepada Niko.


"Sebaiknya kamu menyewa satu kamar hotel saja dan sepertinya Martin sudah tidak bisa kamu bawa pulang" usul Niko.


Amairah pun mendengar usulan dari Niko dan mereka sudah berada di dalam lift.


"Kok perasaan seperti ini seakan-akan Aku pernah mengalaminya?." tanya Amairah pada dirinya sendiri.


Amairah dan Niko membantu Martin hingga masuk ke dalam kamar hotel. Amairah membaringkan tubuhnya Martin ke atas ranjang.


"Makasih banyak" ucap Amairah kepada Niko sebelum keluar dari kamar itu.


Amairah membersihkan bekas muntahan Martin dari pakaiannya yang dipakai oleh Martin tapi karena terlalu kotor sehingga terpaksa Amairah melepaskan semua pakaian yang membalut tubuh Martin. Tapi Martin yang sudah tidak sadarkan diri langsung menarik tubuh Amairah kedalam pelukannya dan mereka saling bertatapan hingga terjadilah sesuatu yang seharusnya di dalam hubungan yang sudah Halal.


Bersambung..


Makasih banyak..


maaf atas segala Typonya 🙏


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, 10 April 2022

__ADS_1


__ADS_2