
Selamat Membaca..
Martin untuk pertama kalinya menunaikan tanggung jawabnya menafkahi istrinya atas dasar keinginannya sendiri tanpa adanya pengaruh dari minuman beralkohol. Amairah sudah berjanji dalam hati dan hidupnya walaupun tanpa ada rasa sayang antara mereka tetapi tanggung jawab dan kewajiban harus tetap dipenuhi.
Martin tidak menyangka jantungnya akan berdetak lebih cepat dari biasanya, hanya memandangi wajah dan senyuman Amairah yang tidak pernah luntur dari wajahnya sejak dia mengetahui siapa yang mengetuk pintu rumahnya.
Tanpa basa-basi Martin memegang tengkuk leher jenjang Amairah dan langsung memajukan bib*** ke atas bib*** Amairah. Hingga mereka sudah berada di dalam kamar pribadi Amairah. Malam menjadi saksi penyatuan kembali mereka, burung hantu pun bersahutan di atas pohon yang ikut merasakan kebahagiaan mereka dan para Readers tidak boleh mengintip sedikit pun karena Amairah dan Martin menutupi semua celah yang bisa memungkinkan seseorang untuk mengintip mereka.
Mereka menghabiskan waktu bercocok tanam mereka hingga menjelang subuh, barulah mereka menyudahi acara bercocok tanamnya. Martin tumbang di samping tubuh Amairah. Dan langsung memeluk tubuh Amairah di dalam selimut tebalnya. Amairah kembali memberikan senyuman yang tulus kepada suaminya sebelum matanya terlelap karena kelelahan.
"Entah apa yang terjadi dengan diriku, aku serasa tidak bisa bernafas dengan baik jika tidak melihat senyumannya dan kenapa bayangan tentang perempuan yang bersamaku di Lombok seakan-akan hadir di antara kami".
Martin bingung sendiri dengan sikapnya. Martin yang sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak membuka pintu hatinya untuk perempuan mana pun tapi bertekuk lutut di hadapan Amairah. Martin memperbaiki letak selimut yang dipakai oleh Amairah tapi tanpa sengaja menyentuh tangan kiri Amairah. Martin melihat jari tangan Amairah yang berhias cincin yang pernah ia sematkan di jari manisnya saat mereka menikah dulu. Tapi yang membuat Martin terkejut saat kelopak matanya melihat ada cincin yang sepertinya dia kenal.
Martin langsung memegang tangan Amairah dan memeriksa dengan seksama cincin tersebut. Martin kaget dan shock tidak menyangka jika cincin tunangan yang rencananya dia akan berikan untuk kekasihnya Nikita Aiman langsung di lokasi tempat kerja Nikita berada di jarinya perempuan yang sudah berstatus sebagai istrinya.
Martin kembali teringat disaat dirinya pulang dari club malam dalam keadaan mabuk dan ada seseorang cewek yang menolongnya dan cewek itu tanpa sengaja menjatuhkan kalungnya.
"Ternyata yang punya kalung itu adalah cewek yang telah menolongku, Tapi Dia itu siapa dan di mana Dia sekarang tapi apa hubungannya dengan Amairah?, kenapa cincin yang aku beli untuk Nikita berada di jarinya Amairah".
Hal ini membuat Martin bingung sendiri dan dibuat pusing oleh hal itu semua.
"Aku harus menelpon Dion dan menyuruhnya untuk mencari tahu siapa cewek yang menolongku dan cewek yang bersamaku di malam itu, tapi gimana jadinya perempuan yang bersamaku malam itu hamil dan dikemudian hari menuntut pertanggungjawaban kepadaku Aku harus gimana, sedangkan Aku sudah mulai mencintai Istriku dan Nenek pasti akan murka jika mengetahui perbuatanmu itu, dan jika perempuan itu masih perawan dan aku yang pertama haaaaaa". teriak prustasi Martin.
Martin meraih hpnya yang ada di dalam kantong celananya dan mencoba menghubungi nomor handphone Dion. Tapi sudah banyak kali Martin mencoba menelpon nomor hp Dion tapi Dion tidak menjawabnya. Martin sudah cukup frustasi dan pusing. Martin takut jika suatu hari nanti perempuan itu menuntut pertanggungjawaban atas perbuatannya dan perempuan itu sudah menikah dengan orang lain dan dia juga sudah menikah. Martin tidak bisa tidur hingga adzan subuh berkumandang. Martin hanya bolak balik ke kiri dan kanan saking pusingnya memikirkan kenyataan yang belum terjadi sesuai yang ada difikirannya. Martin menjadi dilema dan takut jika apa yang dia pikirkan menjadi kenyataan.
Ayam jantan sudah berkokok barulah mata Martin bisa terpejam, sedangkan Amairah sudah terbangun dari tidurnya. Amairah tersenyum melihat wajah polos Martin saat tertidur.
"Kenapa gaya tidurnya mirip dengan Axel, dengkuran halus nya pun yang keluar dari bibirnya sangat mirip dengan putraku".
Amairah meraih pakaiannya yang sudah teronggok di lantai. Dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan segera melaksanakan shalat subuh. Amairah selalu mendoakan untuk kebaikan dan meminta perlindungan dari kejahatan untuk keluarganya dan tak Lupa meminta petunjuk kepada Allah SWT untuk menghadapi kenyataan bahwa tuan Mark adalah kakeknya.
Amairah bergegas ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk sarapan mereka. Tapi Amairah bingung kira-kira suaminya suka makanan apa sehingga membuat Amairah kembali terbengong sambil memegang pisau. Mbak Marni yang melihat hal tersebut langsung mencari akal untuk bercanda dengan Amairah.
"Bu itu pisau mau diapain, jangan-jangan ibu mau potong sesuatu yang paaaanjang gitu seperti terong misalnya" ucap Mbak Marni yang mengarahkan sayur terong kehadapan Amairah.
"Oiih Mbak Marni apaaan sih, Aku itu pusing Mbak hari ini mau masak apa untuk mas Martin, kan aku gak tahu kesukaannya mas Martin Mbak" ucap Amairah.
"Apa tuan Martin yang cakep dan ganteng itu nginap di rumah Mbak, woooow bagus tuh berarti ada yang anu enak gitu" ucap Mbak Marni yang pura-pura tidak tahu kedatangan Martin semalam sambil menggodanya.
"Iihh apaan sih Mbak gak jelas banget deh" ucap Amairah dengan wajahnya yang sudah bersemu merah dan menunduk malu-malu.
"Wajah Ibu memerah seperti warna tomat ini" ucap Mbak Marni sambil mendekatkan tomat itu di dekat wajah Amairah.
Amairah akhirnya memutuskan untuk masak ayam goreng krispi geprek, Sup ayam makaroni dan sambal serta lalapannya.
Sup ayam makaroni yang pasti membuat selera makan meningkat.
Dan Ini ayam crispy geprek lengkap dengan sayuran pelengkapnya.
__ADS_1
"Semoga mas Martin menyukai masakanku ini".
Harap Amairah agar Martin menyukai apa sudah dia masak. Wanginya yang begitu menggugah selera tercium hingga ke dalam kamar Amairah yang membuat Martin menggeliat dan langsung bangun dari tidurnya.
"Wanginya kayaknya enak tapi siapa yang sudah masak sepagi ini dan wanginya seperti masakan yang sering dimasak oleh mamaku dulu sewaktu beliau masih hidup".
Martin kemudian berjalan ke arah kamar mandi dan bingung dengan letak kamar mandinya dimana.
"kok gw lupa ini kan rumahnya Amairah, bukan di apartemenku" .
Martin menepuk kepalanya yang sudah pikun dan tertawa konyol. Martin pun sudah melihat letak kamar mandi tersebut. Dan segera berjalan ke arah kamar mandi. Martin masih memikirkan apa yang akan terjadi jika perempuan itu menuntut pertanggungjawaban kepada nya. Hal ini bisa membuatnya dilema dan berfikir extra. Tapi Martin kembali teringat dengan apa yang dia lakukan bersama Amairah semalam. Martin pun tersenyum penuh arti dan terbayang dengan suara lenguhan Amairah yang begitu sensual dan menggoda ditelinga Martin.
"Tapi cincin yang dipakai oleh Amairah itu kan cincin yang rencananya aku berikan untuk Nikita tapi bagaimana mungkin Amairah bisa memakainya dan apa hubungan Amairah dengan semua ini" .
"Mommy, Axel lapar Mommy" ucap Axel saat sudah berada di dalam kamar pribadi mommynya.
Axel berjalan terpincang-pincang Karena kakinya masih ngilu. Axel mencari keberadaan mommynya tapi tidak menemukan Mommy nya. Axel menangkap suara air yang terjatuh dari lantai kamar mandi.
"Mommy mungkin di dalam kamar mandi, aku tunggu saja deh Mommy, sambil mainin hp Mommy" ucap Axel sambil mencari keberadaan Hpnya Amairah.
"Ini dia HP mommy, Tapi kok warnanya beda yah Apa Mommy mengganti casing hpnya yah?. aku mainin saja aah" ucap Axel yang mencoba untuk membuka HP Martin yang dikira Axel adalah hpnya Amairah.
Baru saja Axel ingin mengaktifkan tombol power hpnya Martin pintu kamar mandi terbuka. Dan keluarlah Martin dengan rambutnya yang masih basah. Dan memakai handuk hingga sebatas pinggangnya saja.
Axel menatap ke arah Martin tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Axel berulang kali memeriksa dan mengucek matanya saking tidak percayanya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
Martin yang mendengar teriakan seorang anak kecil langsung menoleh ke sumber suara tersebut dan sama terkejutnya dengan Axel yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Martin langsung berjongkok dan menggendong tubuh kecil Axel yang selama ini dia rindukan.
"Hello boy, gimana kabarmu boy?." tanya Martin yang sudah menggendong tubuh putranya yang belum dia kenali sampai detik ini.
"Alhamdulillah baik tapi hati yang Axel sedang tidak baik uncle ganteng" ucap Axel yang langsung murung dan menunjukkan ke arah dadanya.
Martin tersenyum melihat tingkah lakunya Axel yang lucu.
"Boy duduk dulu yah, uncle mau pakai baju dulu" ucap Martin yang sudah melihat ada pakaian yang terlipat rapi di atas Meja nakas kamarnya Amairah.
"Uncle ganteng kok bisa berada di dalam kamar Mommy Axel??." tanya Axel yang bingung karena selama ini dia tidak pernah melihat ada seorang pria manapun yang masuk ke dalam kamar momsnya.
Martin baru saja ingin menjawab pertanyaan dari Axel pintu kamar terbuka lebar dan masuklah Amairah dan selalu menebar senyum manisnya ke arah Martin.
"Mommy" teriak Axel.
Martin kembali dibuat shock dengan kenyataan yang ada di depan matanya. Martin tidak menyangka jika ternyata teman kecilnya adalah anak dari istrinya sendiri.
"putra Mommy sudah bangun yah sayang, gimana tidurnya apa nyenyak sayang?." tanya Amairah.
"Alhamdulillah nyenyak mommy, makasih banyak yah Mommy sudah membawa uncle ganteng ke sini" ucap Axel yang sangat gembira karena menurutnya mommynya sudah mengabulkan permintaannya.
__ADS_1
Amairah yang tidak mengerti pun kembali menatap wajah Martin yang juga bingung.
"Mommy, uncle ganteng itu dia, uncle ganteng temannya Axel" ucap Axel yang menunjuk ke arah Martin yang hanya bisa berdiri saja.
Martin kembali terdiam dan baginya apa yang terjadi sehari ini dalam hidupnya bagaikan rollcoster saja. Yang terjadi begitu cepat terjadi hingga Martin menjadi susah untuk mencernanya.
Amairah bingung untuk menjelaskan kepada putranya tentang hubungannya dengan Martin.
"Sayang uncle ganteng itu adalah.." ucapan Amairah terpotong karena Martin langsung menggendong tubuh kecil Axel.
"Mulai sekarang jangan panggil uncle ganteng lagi tapi Daddy" ucap Martin yang memangku Axel.
"Daddy! hore akhirnya Axel punya juga Daddy, Axel tidak diejek sama teman sekolah Axel kan Axel sudah punya seorang Daddy" ucap Axel yang sangat bahagia karena sudah punya Daddy seperti temannya yang lain. Selama ini Axel sering di-bully oleh temannya karena tidak pernah diantar oleh daddy-nya sekalipun.
Amairah terharu melihat kebahagiaan putranya yang akhirnya bisa memiliki seorang Daddy walau pun Martin hanya ayah sambung untuk putranya.
"Kalau gitu kita sarapan dulu yah, kasihan makanannya sudah menunggu lama" ucap Amairah yang mengajak putranya sambil bercanda.
Amairah, Axel dan Martin berjalan ke arah dapur mbak Marni yang melihat mereka tersenyum bahagia dan tidak terasa meneteskan air matanya dan buru-buru menghapus jejak air matanya itu.
"saya ikut bahagia melihat senyuman di wajah kalian dan semoga kebahagiaan kalian untuk selamanya".
"Maaf yah Mas, Hanya makanan ini yang saya bisa masak, soalnya Amairah tidak tahu makanan apa yang mas suka" ucap Amairah yang sudah duduk di kursi sambil mengisi makanan untuk suaminya.
Martin yang diperlakukan seperti itu membuat hatinya berbunga-bunga. Sewaktu dia pacaran dengan Nikita sedikit pun tidak pernah diperlakukan seperti itu. Boro-boro Bertanya tentang sudah makan belum saja tidak pernah apa lagi mau melayani Martin dengan setulus hati.
Mereka makan dengan lahapnya dan penuh hikmah. Martin sesekali tersenyum manis setelah suapan masuk ke dalam perutnya.
"Masakannya mirip dengan masakan Mama, mama aku Rindu denganmu".
Sedangkan di jauh sana, tepatnya di Ibu kota Thailand Bangkok seseorang terkejut dengan apa yang ditemukan oleh Anak buahnya. Berita dan kenyataan tersebut membuatnya bingung dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Kenyataan ini bisa membuat hubungan cucu dan keluarga suaminya menjadi terpecah belah hanya karena masa lalunya.
Bonus Visualnya Dion Pratama perkasa yaitu asisten pribadinya Martin sekaligus calon suaminya Maya.
Maaf jika alurnya maju mundur dan terkesan berlete-lete bin panjang karena emang itu kemauan dari othor agar cuan untuk nambah 🥰.
...********Bersambung********...
Jangan Lupa juga untuk mampir ke Novelku yg judulnya "Bertahan Dalam Penantian" yang alurnya berbeda dengan CYT.
Makasih banyak untuk Readers yang telah menyempatkan waktunya untuk mampir baca novel receh Fania 🙏.
Jangan Lupa untuk tetap mendukung Cinta Yang Tulus dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Setangkai Bunga mawar merah bolehlah kak 🤭✌️🙏.
Mohon maaf jika sering Kakak Readers menemukan adanya kesalahan dalam pengetikan cerita atau Typonya Maklum othornya sudah minus ✌️.
By Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, 18 April 2022
__ADS_1