Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 234. Informasi Cukup Membuat Terkejut


__ADS_3

Dennis terus melihat ke arah pintu pagar rumah minimalis itu. Dia sangat berharap agar apa yang dia cari hari ini terkabul. Hingga berselang beberapa jam kemudian, sedikit pun tidak ada tanda-tanda jika akan datang tuan rumahnya. Hingga matanya mengantuk dan tanpa dia sadari matanya sudah terpejam saking lelahnya menunggu berjam-jam.


Pintu pagar besi itu berdecit dengan cukup bising. Membuat tidurnya terusik. Dia mengucek matanya dan mempertajam jarak pandangannya ke arah pagar itu. Seulas senyum terbit dari wajahnya dan segera buru-buru berjalan ke arah pemilik rumah tersebut. Tapi, langkahnya terhenti saat melihat siapa sosok orang itu.


"Camelia!!" Ucapnya yang tidak menyangka jika orang yang membuka gembok kunci rumah itu adalah perawat yang selama satu bulan belakangan ini menjaga dan merawat Axel Abangnya.


Orang yang disebut namanya segera menoleh kearah belakang tepatnya di sumber suara tersebut. Camelia tersenyum ramah ke arah pria yang memanggilnya.


"Tuan Muda Dennis," jawabnya sembari berjalan ke arahnya Dennis yang berdiri di dekat tidak jauh dari mobilnya terparkir.


"Kamu kenal dengan yang punya rumah ini kah?" Tanya Dennis sambil menunjuk ke arah rumah bercat biru muda itu.


Camelia mengikuti arah pandang dan telunjuk dari Dennis. Camelia tersenyum menanggapi pertanyaan dari Dennis yang membuatnya kebingungan.


"Kok ditanya jawabnya malah tersenyum, aneh," ucapnya yang memperlihatkan wajah jengahnya kearah calon kakak iparnya.


"Maaf, aku hanya tersenyum dan menurutku lucu saja dengan pertanyaanmu itu," ujarnya yang kembali tersenyum manis.


"Kamu kembali membuatku keheranan padahal aku serius bertanya sama kamu," kilahnya yang mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Maaf, karena kuncinya berada di dalam tanganku berarti yang punya rumah itu adalah saya," jelasnya.


"Apa!!!" Tanyanya Dennis yang sangat terkejut mendengar perkataan dari Camelia.


Camelia ikut terkejut melihat reaksi dari Dennis yang menurutnya berlebihan dan tidak masuk akal itu.


"Emangnya, ada yang salah yah? Kalau rumah itu adalah punyaku?" tanyanya yang menatap tidak percaya dengan reaksi dari Dennis yang menurutnya cukup aneh itu.


"Serius!! Kamu yang punya rumah ini?" Tanyanya yang memegang ke dua pundaknya Camelia yang sedikit bergoyang.


"Iya benar sekali kalau rumah itu adalah milikku dan sertifikat hak milik punyaku bukan orang lain," terangnya yang sedikit heran.

__ADS_1


"Astaugfirullah, andai saja aku tahu sedari dulu bahwasanya kamu adalah pemilik rumah itu," tuturnya yang kegirangan karena pencariannya sudah menemui titik terang.


Camelia semakin dibuat tidak percaya dengan tingkah laku dari adiknya pria yang sudah mampu mengisi relung hatinya yang selama ini kosong beberapa tahun ini sepeninggal suaminya yang tidak ada kabarnya hingga detik ini juga.


"Tolong katakan dimana anak bayi yang pernah kamu adopsi dari Panti Asuhan Ar Rahman?" Tanyanya dengan tidak sabarnya.


Camelia semakin dibuat tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan pria tampan yang ada di depannya itu.


"Dari mana kamu tahu jika aku mengadopsi bayi dari panti asuhan tersebut?" Tanyanya balik yang ingin mengetahui apa alasannya Dennis ingin mengetahui hal tersebut.


"Jangan memunculkan pertanyaan baru, kamu cukup menjawab dengan benar sesuai dengan kenyataannya," ungkap Dennis yang sudah semakin tidak sabar.


"Aku memang mengadopsi seorang bayi perempuan waktu itu, tapi apa hubungannya dengan Tuan Muda Dennis dan apa aku harus mengatakan semuanya di depanmu?" Tanyanya yang ingin mengetahui alasan dibalik pertanyaan Dennis.


Dennis tidak langsung menjawab pertanyaan dari Camelia, dia kebingungan harus menjawab dari mana dulu karena tidak ingin ada orang lain yang mengetahui rahasianya bersama Liora. Dia tidak ingin aib dan masalah pribadinya terekspos ke publik.


"Jawab saja sesuai dengan pertanyaan yang aku ajukan, tidak usah bertele-tele," ucapnya yang menambahi perkataannya.


"Terus di mana anak itu?" Tanyanya yang tidak mengingat keberadaan Ica selama ini di kediamannya.


"Alhamdulillah anak itu sudah besar, sangat cantik dan pintar dia adalah Ica putriku tercinta," jawabnya yang membuat Dennis mundur beberapa langkah dari tempat posisinya berdiri.


"Tidak mungkin!! Jadi putriku selama ini berada di dekatku dan sangat dekat denganku, kenapa aku sama sekali tidak menyadari kenyataan itu?" Gumamnya dengan wajahnya yang shock setelah mengetahui fakta yang membuatnya sedih sekaligus bahagia yang berlipat ganda.


Camelia yang sedari tadi memperhatikan reaksi dari Dennis menautkan kedua alisnya saking tidak percayanya dengan reaksi yang diperlihatkan oleh Dennis di depan matanya. Dennis langsung meninggalkan depan rumah Camelia dengan terburu-buru. Ia ingin segera bertemu dengan Liora dan mengatakan kepada Liora keberadaan anaknya.


"Aku harus segera memberitahukan kepada Liora berita bahagia ini, sebelum ada orang lain yang tahu hal ini," dia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Dennis tidak sabar ingin bertemu dengan Liora, dia terus menghubungi nomor hpnya Liora tapi selalu tidak aktif dan hanya operator seluler yang menjawab telponnya.


"Kenapa nomornya tidak aktif, apa yang terjadi padanya?" tanyanya dengan raut wajahnya yang sudah nampak kuatir memikirkan keadaan dari kekasihnya sekaligus Ibu dari putrinya.

__ADS_1


Dennis tidak menyadari bahwa sedari tadi ada beberapa mobil yang mengikutinya kemana pun perginya.


"Ikuti terus mobilnya, jangan sampai kehilangan jejaknya dan cari tempat yang paling cocok dan aman baru mulai semuanya," ucapnya dibalik telponnya.


"Oke bos, kami akan melaksanakan sesuai dengan perintah Tuan Besar," ujarnya.


"Tapi, jangan biarkan dia terluka sedikitpun jika dia melawan barulah kalian lumpuhkan dia,"ucapnya lagi sembari sesekali menyesap minumannya itu.


"Perintah siap untuk dilaksanakan," balasnya lalu mematikan sambungan teleponnya.


Aisyah yang sibuk mengurus Suaminya yang ngambek dan marah-marah melupakan untuk memantau kinerja dari anak buahnya yang dia tugaskan untuk selalu mengawasi semua aktifitasnya dari semua cucunya Tuan Besar Luis.


Bryan Adams yang baru saja sampai di Indonesia setelah melakukan perjalanan bisnisnya bersama dengan Pak Heri yang hanya sehari saja terkejut bukan main saat mengerjakan jika Dennis dalam bahaya besar.


"Apa yang kamu katakan? Jelaskan baik-baik apa sebenarnya yang terjadi," tanyanya yang terkejut mendengar penuturan dari anak buahnya itu.


"Segera hubungi yang lain untuk secepatnya bertindak sebelum terlambat.." ucapnya yang terdiam sesaat setelah mendengar perkataan anak buahnya.


Tut.. tut.. tut..


Sambungan telpon pun terputus dengan sepihak, Bryan segera menelpon kembali nomor handphone anak buahnya yang selalu ditugaskan olehnya untuk selalu mengawasi semua apa yang dilakukan oleh cucunya Mark Prin Atmadja sedari dulu.


...Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus, jangan lupa untuk mampir juga ke novel terbaruku dengan judul:...


...1. Pesona Perawan...


...2. Dilema diantara dua pilihan...


...by Fania Mikaila Azzahrah...


...Makassar, Kamis, 28 Juli 2022...

__ADS_1


__ADS_2