Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 228. Pesta Meriah


__ADS_3

Hari yang cukup panjang dan melelahkan untuk kedua pasangan pengantin baru itu. Walaupun keluarga mereka tidak mengadakan pesta resepsi pernikahan yang besar tetapi, banyaknya tamu undangan yang menghadiri acara tersebut serta beberapa rangkaian acara yang diadakan waktu itu membuat Delisha sudah terkapar di atas ranjang pengantinnya yang bertaburan dengan kelopak bunga mawar merah.


"Sayang putrimu di mana? Aku cari dia tidak ada?" Tanyan Martin yang mengedarkan pandangannya ke segala penjuru dan tidak melihat keberadaan putrinya.


Amairah yang mendengar pertanyaan suaminya langsung menjawabnya, " tadi pamit sama saya, katanya dia capek banget jadi minta ijin duluan istirahat," ujarnya Amairah yang sesekali tersenyum ramah menyambut beberapa tamu yang masih berdatangan.


"Ooh gitu, wajar lah kalau Delisha kelelahan meladeni tamu yang tidak ada habisnya, sepertinya tamu yang datang lebih dari daftar buku tamu yang kita undang?"tanyanya Martin yang keheranan.


Amairah tersenyum manis meladeni percakapan suaminya,"ini semua karena campur tangan Kakek dan Nenek Masitha, mereka mengundang semua rekan bisnisnya serta keluarga satupun tidak ada yang terlewatkan, dan aku ingin menolak tapi aku tidak ingin membuat hati mereka kecewa jadi ujungnya seperti ini sekarang,"


Martin tersenyum melihat wajah Amairah istrinya yang sama sekali tidak menampakan wajah lelah untuk mendampinginya menerima dan menemani beberapa tamu undangan yang semakin membludak saja.


"Syukur Alhamdulillah, pernikahan putri kita dibanjiri oleh ucapan dan doa tulus yang baik dari orang-orang, hal ini sangat positif untuk kedepannya, dan patutlah kita syukuri semua ini walaupun peluh keringat membasahi tubuh kita," ucap Martin dengan tertawa sumringah.


Amairah hanya membalas perkataan dari suaminya dengan senyuman khasnya. Dia kembali menyambut kedatangan beberapa tamu undangan yang hadir dan dari sekian banyaknya tamu undangan banyak sekali yang dari luar negeri dan sengaja datang untuk memeriahkan dan memberikan doa untuk kedua pasangan pengantin baru itu.


Abimanyu dan yang lainnya dibuat sangat sibuk bahkan untuk sekedar minum saja kadang harus pintar memanfaatkan kesempatan yang ada.


"Ternyata capek banget yah, andai saja aku tahu bakal begini sejak dari tadi saja aku pamit untuk istirahat," Delisha mendumel asal di atas ranjang king size-nya.


Sudah jam 3 sore lewat, kediaman Lee semakin dipadati oleh para tamu undangan dari berbagai kalangan. Dalam tempat tersebut sudah dibagi beberapa sekat agar para tamu undangan bebas berinteraksi dan tidak ada kecanggungan satu sama lainnya. Sehingga seluruh lapisan masyarakat berbondong-bondong untuk datang ke sana.


Ada sekat yang sengaja mereka buat khusus tamu undangan yang diadakan tanpa memakai barcode sedangkan tamu dari mulai VIP hingga VVIP terpisah. Hari itu benar-benar perayaan pesta pernikahan yang sungguh sangat meriah.

__ADS_1


Matahari sudah tenggelam di ufuk barat, perlahan kediaman Utama Lee sudah mulai berkurang tamu undangannya sehingga Aisyah dan Nathan memutuskan untuk mengikuti jejak Abimanyu dan Delisha yang sudah beristirahat terlebih dahulu.


"Sayang, jalannya pelan-pelan entar jatuh kesandung gaunmu," teriak Nathan yang melihat cara Aisyah berjalan tidak seperti wanita yang memakai gaun pengantin saja.


Aisyah tidak mengindahkan peringatan dari Nathan, dia hanya menoleh sesaat ke arah belakang lalu melanjutkan langkahnya. Nathan sudah mengusul dan ngomel-ngomel tidak jelas sambil terus berjalan mengikuti langkah kakinya Aisyah ke arah kamar pengantin mereka.


Sedangkan di dalam ruangan lain yang masih satu lokasi, Abimanyu mengguyur tubuhnya di dalam kamar mandi. Dia tidak ingin mengganggu aktifitas istrinya yang terlelap di atas ranjang dengan pakaian gaun pengantin masih melilit tubuhnya yang ramping itu. Abimanyu hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya.


Abimanyu keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk sebatas perutnya saja yang memperlihatkan tubuhnya yang berotot dan sispek. Air berjatuhan dari rambutnya mengalir ke dada bidangnya. Sungguh indah ciptaan Tuhan. Ujung kelopak mata yang tajam tapi sipit,hidung yang mancung, bibir yang tipis,dagu yang lancip, rahang bawah yang tegas, rambut sedikit berwarna kecoklatan.


Perempuan mana yang tidak akan terkesan dan terpesona melihat penampilan dari seorang Abimanyu hot Daddy yang baru saja menikahi perempuan yang sudah delapan tahun lebih dicari keberadaannya. Gadis kecil yang berhasil merenggut keperjakaannya dalam semalam dan di awal pertemuan mereka.


Abimanyu berjalan ke arah Delisha,dia mencium kening istrinya dengan sangat lembut dan pelan. Tangannya mengelus pipi Delisha serta hidungnya Delisha yang mancung tapi sedikit bangir itu.


"Andai saja kamu tahu betapa bahagianya hatiku hari ini yang telah berhasil menikahimu dan menjadikanmu sebagai perempuan satu-satunya dalam hidupku," ucapnya dengan menciumi seluruh permukaan wajahnya Delisha.


"Mungkin aku adalah pria yang paling bahagia hari ini, betapa tidak karena aku tidak hanya mendapatkan seorang istri tapi juga seorang putra yang sangat tampan dan baik hati."


Abimanyu mengungkung tubuh Delisha, dia tidak memungkiri jika melihat sedikit saja dari bagian dadanya Delisha yang terekspos membuatnya menginginkan sesuatu yang lebih di atas tubuhnya Delisha.


"Apa dia tidak akan histeris dan mengingat masa lalu kami jika aku meminta hakku hari ini?" Abimanyu mulai menindih tubuhnya Delisha yang masih terbalut dengan gaun pengantin yang lengkap.


"Maaf mungkin Abang akan sedikit mencicipi tubuhmu disaat engkau masih tertidur, Abang sudah sangat lama menahannya hampir sembilan tahun Del aku menahannya dan menantikan kehadiran dirimu disisiku,"

__ADS_1


Abi perlahan membuka seluruh kain yang menutupi tubuhnya Delisha hingga hanya tersisa dua benang merah yang menutupi aset terbesar dan terpenting dalam hidup istrinya. Dengan sangat lembut dia meraba-raba bagian sensitifnya Delisha sedangkan bibirnya menapaki beberapa benda yang cukup membuat Delisha mengerjapkan matanya.


Abi yang menyadari bahwa Delisha sudah terbangun memberikan senyuman terbaik dan terhangatnya untuk istrinya seorang. Delisha yang melihat wajah suaminya yang sangat dekat dengannya dan menatap ke dalam bola mata Abi yang sudah berkabut gairah itu hanya pasrah dan mengalungkan tangannya ke leher Abimanyu.


"Apa Abang tidak kelelahan jika kita melakukannya?"tanyanya Delisha tanpa ada drama penolakan di atas ranjang.


Abi tersenyum penuh kemenangan karena istrinya ternyata memberikan lampu hijau untuk melanjutkan permainannya yang sempat tertunda beberapa detik.


"Apa Abang boleh melakukannya sayang?" Tanyanya tapi tangannya sudah menyusup masuk ke dalam kain renda dan berwarna merah terang itu.


Delisha hanya menganggukkan kepalanya dan tersipu malu di hadapan Abimanyu. Sedangkan Abi sangat kegirangan karena apa yang diinginkannya akan segera terwujud. Tangannya masih setia di lehernya Abi.


"Tapi sebaiknya adek membersihkan seluruh tubuhnya Adek, boleh kan? Adek ingin memberikan yang terbaik untuk Abang hari ini, Adek ingin mendapatkan pahala yang besar saat kita melakukannya sayang," terang Delisha yang berharap dia diberikan waktu untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu dan memoleskan make up.


Istri yang baik adalah istri yang selalu memberikan yang terbaik kepada suaminya terutama di atas ranjang.


Abi tersenyum mengiyakan permintaan dari perempuan yang belum genap sehari dinikahi itu dan s.angat bahagia karena mendapat pelayanan yang super ekstra mewah dari istrinya sendiri.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus, jangan lupa untuk mampir ke Novel baruku dengan judul:


...Pesona Perawan...


...Dilema diantara dua pilihan...

__ADS_1


...by Fania Mikaila Azzahrah...


...Makassar, Senin, 25 Juli 2022...


__ADS_2