
Selamat Membaca..
Matahari telah bersinar di ufuk timur. Cahaya yang kemilauan telah mengusik orang-orang di peraduannya. Kicauan burung menambah semaraknya di pagi hari itu.
Bau jalan yang masih basah bekas terkena air hujan menguap hingga ke udara terkena paparan sinar mentari pagi hari itu.
Di dalam ruangan kaca yang berada di dalam rooftop diatas lantai tiga, dua orang anak manusia masih terbuai dalam mimpinya.
Mereka saling berpelukan erat dan masing-masing memberikan kehangatan yang tak terkira.
Hingga teriakan dari beberapa orang mampu membangun hubungan mereka.
"Aaaaaaaaahhhh tidak!!!"
Mereka menutup matanya saat melihat seorang pria yang hanya memakai celana pendek saja dan bertelanjang dada.
Suara teriakan dari mereka yang melengking membuat perlahan matanya Aisyah terbuka perlahan dan menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalamnya.
Dia berulang kali mengerjapkan matanya karena bola mata indahnya terkena langsung paparan cahaya sinar matahari pagi itu.
Dia menutup matanya menggunakan punggung tangannya untuk menghalau sinar mentari.
Dia belum menyadari apa yang terjadi padanya, serta kedatangan beberapa orang yang terpaksa menjatuhkan beberapa barang bawaannya, ketika melihat mereka berdua yang saling berpelukan tanpa memakai pakaian lengkap.
Dia ingin bangkit dari tidurnya tapi gerakannya terhenti ketika dia baru menyadari jika ada tangan yang melingkar di atas perutnya.
Bola matanya membelalak sempurna, mulutnya menganga dan refleks berteriak kencang dengan bergerak cepat sehingga tubuh Nathan harus terjungkal ke bawah lantai.
"Ahh sakit," teriak Nathan yang baru terbangun dari tidurnya saat dirinya terjatuh bebas dari atas kursi.
Aisyah spontan menutupi kedua aset terpentingnya. Rambutnya yang sedikit kecoklatan itu tergerai indah. Tubuhnya beringsut hingga ke belakang.
"Apa yang Kamu lakukan padaku haaa!!" Teriak Aisyah yang sangat marah melihat kondisinya sendiri.
Nathan menunjuk ke arah wajahnya sendiri.
"Aku!?" Nathaniel keheranan melihat reaksi dari Aisyah yang menurutnya terlalu berlebihan karena dia tidak melakukan apa pun.
"Iya Kamu!! tidak mungkin orang lain, di sini cuma kita berdua saja yang ada di sini," jawabnya dengan ketus.
Sedangkan tiga orang asisten rumah tangganya Amairah hanya berdiri mematung melihat pertengkaran dan keributan dua orang tersebut.
"Aku tidak melakukan kesalahan apa pun, jadi ada apa denganku?" Tanyanya yang keheranan.
"Apa!!! Kamu bilang tidak melakukan apa pun terus kenapa pakaianku sudah berceceran di lantai, dan Kamu juga tidak memakai pakaian apapun," jelasnya.
__ADS_1
Nathan ingin tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Aisyah. Dia tidak memungkiri tergoda awalnya saat membuka pakaiannya Aisyah yang basah, tetapi dia bukan tipe pria yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
Aisyah kembali histeris saat baru saja mengetahui jika ada beberapa asisten rumah tangga yang menyaksikan kejadian tersebut. Dia pun buru-buru memungut pakaiannya lalu memakai asal saja.
Hijabnya pun hanya sekedar melilit saja di atas kepalanya. Matanya memerah menahan amarahnya. Dia lalu berjalan ke arah Nathan yang berdiri melongok seperti orang bodoh saat mengetahui jika ada orang yang menyaksikan mereka dalam keadaan yang kurang wajar.
Aisyah langsung menampar wajah ganteng Nathan untuk kedua kalinya.
"Aku tunggu penjelasan dari Kamu," ucapnya sembari menunjuk ke arah dadanya Nathan yang masih polos itu.
Aisyah berlari dan berhenti sejenak saat berpapasan dengan ketiga art tersebut.
"Ingat baik-baik, kalian tidak boleh membocorkan ataupun memberitahukan masalah ini kepada orang lain terutama pada Nyonya Amairah."
Aisyah kembali melanjutkan perjalanannya turun ke lantai dasar tempat kamarnya berada.
"Ya Allah semoga saja tidak ada yang terjadi padaku bersama pria mesum itu," dia berlarian ke arah kamarnya.
Pintunya tertutup cukup keras hingga membuat Amairah yang kebetulan melewati sekitar tempat itu terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Aisyah.
"Apa yang terjadi dengannya dan semalam dia dari mana?" Tanyanya sambil berjalan ke arah dapur.
Tubuhnya Aisyah terduduk di atas lantai. Dia segera memeriksa seluruh tubuhnya hingga luar dalam. Dia tidak ingin nasibnya seperti Delisha dulu yah harus mengetahui jika dirinya sudah tidak suci lagi.
"Syukur Alhamdulillah tidak ada sesuatu yang terjadi," Aisyah bisa bernafas lega.
"Apa yang kalian lihat!! Bubar dan kembali kerjakan pekerjaan kalian saja," teriaknya.
Wajahnya merah padam menahan rasa malunya yang menggerogoti diri dan perasaannya.
Nathan memunguti pakaiannya yang sudah kering terkena sinar matahari. Dia Pun bergegas memakainya lalu meninggalkan tempat yang penuh kenangan dan sejarah itu.
Nathan berjalan tergesa-gesa agar apa yang dilakukannya tidak diketahui oleh sang pemilik rumah.
Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hingga deru mesin mobilnya terdengar hingga ke telinga Amairah.
"Tadi Aisyah yang berlarian seperti seseorang yang dikejar hantu sekarang Nathan yang mengemudikan mobilnya seperti orang yang sedang balapan saja," Amairah kebingungan melihat tingkah mereka.
Amairah kembali menyiram tanaman bunga-bunganya yang sudah bermekaran. Bunga itu semakin mempercantik tampilan rumahnya yang bagaikan istana saja.
Amairah di pagi hari selalu menyempatkan waktunya untuk menyiram beberapa bunga kesukaannya. Bahkan bunga itu dia sendiri yang menanamnya tanpa bantuan dari tukang kebunnya.
Aisyah masih di dalam kamarnya dan merenungi apa yang terjadi pada dirinya akhir-akhir ini.
Dia duduk di atas ranjangnya dengan menekuk kedua lututnya menghadap ke jendela kamarnya.
__ADS_1
Air matanya perlahan menetes membasahi pipinya. Dia tidak menyangka jika untuk pertama kalinya jatuh cinta dan akhirnya harus mengalami patah hati yang tidak berujung sedihnya.
Kadang Aisyah berpikiran jika dia tetap menutup pintu hatinya, dan tidak menerima cintanya Rizal pasti dia tidak akan terluka sedalam ini.
"Aku hanya dapat mengerti dan memahami arti dari cinta, karena saat ini aku tidak dapat bersama dengan orang yang aku cintai, karena dia telah dimiliki oleh orang yang dia sayangi."
Adanya kata penyesalan adalah untuk menyadarkan bahwa waktu yang telah berlalu tidak dapat diulang kembali.
Penyesalan itu datangnya selalu di akhir agar kita memiliki waktu yang lebih untuk belajar.
Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan melupakan keberadaan Hpnya.
Dia sudah hilang kendali ketika selalu terbayang-bayang bentuk tubuhnya Aisyah. Dia pria normal yang sejak semalam berusaha untuk menahan sesuatu yang bergejolak di dalam dada serta pikirannya.
Andai saja semalam dia bisa bergerak mungkin malam itu juga dia sudah meninggalkan tempat tersebut dan membawa Aisyah ke dalam kamarnya.
Tetapi, tangannya selalu dipegang kuat oleh Aisyah hingga menjelang pagi hari.
"Mungkin yang terbaik aku harus segera melamar Aisyah, kasihan Aisyah yang harus menderita ditinggal kawin sama kekasihnya."
Nathan memutuskan siang ini juga akan segera kembali mendatangi Rumah Martin untuk melamar Aisyah.
"Aku harus menelepon Bapak sama Ibu di Kampung agar mereka segera datang ke Kota," ujarnya lalu merogoh kantongnya tapi ternyata hpnya tidak berada di dalam saku celananya.
Dia menepuk keningnya perlahan saat teringat jika Hpnya terjatuh di atas rooftop saat menolong Aisyah.
"Sepertinya di depan ada Toko hp, aku harus segera beli hp baru entar si Bos marah-marah gara-gara hpku enggak aktif."
Nathan segera membeli hp baru dan segera menghubungi nomor hp keluarganya. Untungnya ada beberapa nomor handphone yang dia hafal.
Kedua orang tuanya sangat bahagia mendengar rencana mulia yang akan dilaksanakan oleh putranya.
Mereka pun bersiap-siap ke Ibu Kota Jakarta. Dan memberitahukan kepada seluruh anggota keluarganya jika putranya akan melamar seorang gadis dari Turki.
Nathan sudah memantapkan hatinya untuk segera menghalalkan Aisyah menjadi istrinya. Ia juga menghubungi nomor hp CEOnya.
"Assalamu alaikum Bos," ucapnya.
"Waalaikum salam, Kamu kemana saja? semalam tiba-tiba menghilang tanpa kabar, Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Abimanyu yang seperti seorang ibu-ibu yang mengomeli anaknya.
"Maafkan saya Bos, semalam hpku terkena air hujan jadinya rusak Bosku," jawabnya.
Nathan mengurangi kecepatan laju mobilnya karena sedang berbicara dengan Abimanyu lewat telpon.
...Fania ucapkan Makasih banyak untuk Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus....
__ADS_1
...By Fania Mikaila Azzahrah...
...Makassar, selasa, 12 Juli 2022...