Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 46. Ikhlas


__ADS_3

Selamat Membaca..


Pernikahan sejatinya dijalani dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur walau pun dalam pernikahan tersebut terjalin ada dasar dan keyakinan yang berbeda. Seorang suami tetap harus menjalankan tanggung jawab dan tugasnya sebagai seorang Suami begitu pun juga seorang istri harus menjalankan dan memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri dengan suka rela.


Pernikahan antara Amairah putri dan Martin Muhamamd Al-ayyubi Lee terjadi karena adanya sesuatu. Pernikahan tersebut tercipta karena adanya seseorang yang dengan sengaja menciptakan dan merencanakan hal tersebut. Bahkan orang tersebut sangat sadar melakukan hal tersebut dan memberikan imbalan kepada orang-orang yang turut campur tangan dalam pernikahan tersebut.


Amairah sudah berjanji kepada dirinya dan kepada Tuhan untuk tetap memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri walaupun mereka menikah atas dasar terpaksa. Amairah pun tidak ingin ada rasa penyesalan dalam dirinya atas keputusan yang telah dia ambil.


Sore harinya, Pesawat terbang yang mereka pakai telah tinggal landas meninggalkan Ibu kota Negara Tercinta menuju Kota S. Amairah masih sering tidak percaya dengan apa yang telah terjadi dalam hidupnya. Amairah selama di dalam pesawat selalu termenung memikirkan pernikahannya. Amairah berharap dan selalu berdo'a agar pernikahannya kali ini membawa kebahagiaan untuk dirinya dan putranya.


"Moms masih jauh yah, kok kita belum sampai rumah?." tanya Axel kepada Amairah yang sudah jenuh di dalam pesawat.


Amairah buru-buru menghapus genangan air matanya di pelupuk matanya itu. Amairah tidak membuat anak dan kerabatnya terbebani dengan ujian dan cobaan yang dua hadapi.


"Sedikit lagi Nak, kita akan sampai di rumah, Axel bobo lagi yah" jawab Amairah yang mencoba menidurkan kembali putranya dan tidak ingin membangunkan duo's baby sitter Axel.


Beberapa menit kemudian, pesawat terbang yang berlogo biru dan seekor burung itu lending dengan selamat di Bandara Ibu kota S. Amairah tak hentinya mengucap syukur atas keselamatan yang mereka dapatkan.


"Alhamdulillah Makasih banyak ya Allah, bangun Nak kita sudah sampai Loh" ucap Amairah.


Axel pun terbangun dari tidurnya dan segera mengucek matanya.


"Alhamdulillah Axel sudah sampai di Kota S jadi Axel sudah bisa bertemu dengan tema-teman Axel, Axel akan bercerita tentang pengalaman Axel di Dufan, Axel juga akan bercerita kepada teman Axel tentang uncle ganteng sahabat barunya Axel" ucap Axel yang sangat antusias untuk bertemu dengan temannya dan menyampaikan pengalamannya selama di Jakarta.


Amairah hanya tersenyum ke arah putra semata wayangnya itu.


"Mbak urus semua barang-barang kita yah, Aku ingin mengambil mobil kita di parkiran" ucap Amairah.


"Axel mau ikut Mommy atau sama Mbak Marni saja??." tanya Amairah lagi.


"Axel ikut ikut Mommy saja deh" jawab Axel yang langsung meraih tangan Mommy nya dan segera mengikuti langkah Amairah.


Amairah pun berjalan ke arah parkiran dan melihat seorang bapak yang berjaga dan mengatur letak dan posisi mobil yang terparkir. Parkiran ini khusus bagi seseorang yang menitipkan mobilnya untuk jangka waktu yang lama, jika ada penumpang yang kebetulan memakai mobil pribadinya dan akan keluar kota s dalam waktu hanya tiga hari atau lebih yang berniat hanya jalan-jalan saja, walaupun parkiran tersebut berada di luar area bandara.


"Makasih banyak pak yang sudah menjaga mobil saya, dan ini sedikit untuk bapak" ucap Amairah kepada bapak yang bekerja sebagai tukang parkir yang mengatur keluar masuknya mobil ke tempat area parkiran.


"Tidak usah Mbak, ini kan sudah menjadi tanggung jawab dan pekerjaan bapak, lagian mbak sudah membayar ongkos parkir mobil Mbak" ucap bapak tersebut yang menolak amplop pemberian Amairah dengan sopan.


"Tidak apa kok Pak Anggap saja saya memberikan ini untuk istri dan anak bapak di rumah" ucap Amairah yang sudah sedikit memaksa Kepada bapak tersebut agar bersedia menerima amplop itu.


"tapi mbak saya berjaga di sini gak sendirian loh, saya bertugas di sini ada Tiga orang" ucap bapak tersebut lagi.


"Kalau itu amplop khusus untuk bapak dan yang dua ini amplop untuk teman kerja bapak, dan tolong disampaikan ucapan rasa terima kasihku kepada mereka yah pak" ucap Amairah.


"Kalau gitu, terima kasih banyak Mbak, bapak sangat senang bisa dapat Resky dari Mbak dan saya mewakili teman saya" Tutur bapak tersebut.

__ADS_1


"Makasih pak" ucap Amairah saat mobilnya melewati bapak tersebut.


Bapak tersebut sangat bahagia saat dirinya membuka amplop pemberian Amairah, dan betapa bahagianya Karena isinya amplop tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya untuk satu bulan.


Amairah menjemput mbak Wati dan Mbak Mirna. Dan segera melajukan mobilnya di saat baby sitter putranya sudah duduk di kursi penumpang dengan manisnya.


Sebelum mereka pulang, Amairah meminta kepada Mbak Marni dan Mbak Wati untuk tidak memberitahukan kepada Axel dan orang lain tentang pernikahannya sebelum Amairah mengurus akta perceraiannya dengan Adam. Untung saja Amairah mencegah Martin untuk melaporkan Adam tentang apa yang dia lakukan.


Amairah memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya. Amairah merentangkan kedua tangannya saat berada di depan pintu kayu jati yang bercat hijau senada dengan warna dinding tembok rumahnya. Rumah yang 4 hari ini dia tinggalkan untuk menghadiri undangan khusus sahabat terbaiknya saat mereka masih kuliah dulu dan berakhir dengan status baru Amairah yang bukan lagi janda bin single parents.


Tapi Amairah tidak ingin terlalu larut dan memikirkan pernikahannya baginya Amairah tidak ingin menuntut lebih kepada Martin yang sudah sah menjadi suaminya. Kalau pun Martin datang Amairah bersyukur kalau pun tidak Amairah tidak akan permasalahkan hal tersebut. Biarlah seperti yang mengalir.


"Kangen yah sama rumah" ucap Mbak Marni.


"Iya Mbak, Amai Juga kangen sekali dengan suasana rumah kita, Alhamdulillah Bunga tumbuh dengan subur walau pun kita tidak berada di sini beberapa hari" ucap Amairah yang duduk di kursi teras rumahnya sambil menunggu Mbak Marni dan Mbak Wati membersihkan seluruh isi rumahnya.


Hp Amairah berdering di dalam tas merek Gucci yang tentunya asli yah bukan kw. Amairah pun memeriksa siapa yang menelponnya. Amairah tersenyum melihat siapa yang menelponnya dan ternyata panggilan tersebut dilakukan oleh Maya dan Nadia. Amairah langsung mengangkat telepon tersebut.


"Assalamu alaikum cantik" ucap ke dua sahabatnya yang kebetulan mereka mengucapkan salam secara bersamaan dengan suara cempreng mereka yang khas jika bertemu.


"Waalaikum Salam Juga cantik" ucap Amairah dengan senyuman khasnya yang sudah manis tambah gula malah akan semakin manis.


"Udah sampai belum?, kangen nih sama kamu." ucap Maya.


"Alhamdulillah sudah sampai kok, baru sekitar setengah jam yang lalu kalau tidak salah" jawab Amairah.


"Ada lah masa untuk kalian gak ada sedangkan mimi kucingnya Axel saja ada" ucap Amairah yang tersenyum meledek ke dua sahabatnya.


"Apaaaaaa!! Mai tega menyamakan cewek seksi dan cantik ini dengan kucing" ucap Maya yang berakting marah.


Sedangkan Nadia dan Amairah sudah tetawa terbahak-bahak melihat reaksi Maya.


"Yang namanya cewek cantik dan seksi itu pasti laku dan sudah nikah sedangkan kamu masih saja betah menjomblo iya gak Nad??." tanya Amai yang mengompori Maya.


"Kamu kok tahu sih Amai, jujur amat malah" ucap Nadia yang menambah untuk memperkeruh masalah.


"Awas yah kalian, kalau besok aku dapat cowok yang ganteng dan tajir bakal aku pamerin sama kamu dan Aku akan membuat kalian cemburu" ucap Maya yang tidak sadar dan lupa jika dirinya sebenarnya sudah punya calon suami.


Perbincangan mereka berlanjut hingga ngelantur ngidul hingga sampai Sabang dan Merauke.


"Nadia gimana princess dia baik-baik saja kan? gw kangen nih sama putrimu" ucap Amairah yang tersenyum melihat Babynya Nadia yang tertidur lelap dengan pose yang lucu.


"Alhamdulillah princess anteng-anteng saja kok malah tidak terlalu merepotkan sih, aku lebih santai selama Dia lahir" jawab Nadia.


"Gimana gak santuy kalau yang ngurus princess adalah neneknya, dia mah Kerjaannya tidur mulu, lihat badannya yang semakin melar saja" ucap Maya yang ingin meledek Nadia yang terus tersenyum dibalik layar hpnya.

__ADS_1


"Masya Allah Nad, tubuh kamu itu karung goni apa...??." tanya Amairah yang kaget melihat Nadia yang bobot tubuhnya semakin bertambah setelah melahirkan.


"Gak tau nih, berat badanku tiap Minggu naik, padahal aku sudah ikut program senam pasca melahirkan tapi gak ngaruh juga" ucap Nadia yang murung karena sudah gak langsing lagi.


"Percuma loh ikut senam, kamu tahu tidak itu cuma buang-buang cuan saja" ucap Maya yang Punya cara untuk nembully Nadia.


"Kok kamu ngomong itu percuma malah itu bagus kalau Nadia ikut fitness, senam aerobik atau apa itu untuk menurunkan berat badannya" ucap Amairah yang pura-pura tidak tahu padahal sebenarnya Amairah sangat mengerti dengan maksud dari Maya.


"Gimana gak percuma kalau Kerjaannya setiap hari cuma mati doang alias makan tidur, porsi makannya saja Amai kalau kamu lihat pasti kaget loh lihatnya, porsinya seperti orang yang tidak pernah makan dalam seminggu hahahaha" ucap Maya yang tertawa terbahak-bahak menertawai keadaan Nadia.


"Salah sudah kasihn Nadia, dan suatu saat nanti kamu juga akan merasakan perubahan itu dalam diri kamu Sehingga kamu akan sadar betapa besar tugas kita sebagai seorang ibu" ucap Amai yang tidak sanggup lagi tertawa terbahak-bahak dengan kejahilan ke dua sahabatnya.


"Besok aku antar oleh-oleh untuk princess dan mamanya, kalau untuk Maya Aku bawa ke kantor saja" ucap Amairah.


Mereka berbincang-bincang hingga malam hari. Seperti itulah kebiasaan mereka jika ada waktu senggang mereka akan menghabiskan waktu bersama untuk bercanda dan saling membully.


Amairah kembali menatap perhiasan satu stel yang diberikan oleh Martin untuknya sebagai mas kawin atas pernikahannya. Amairah pun membuka satu set perlengkapan shalatnya dan meraba bahannya yang sungguh halus dan adem jika dipakai. Amairah pun memutuskan untuk memakai mukena tersebut sebagai perlengkapan shalatnya dan memakainya setiap hari jika dia shalat.


Amairah membuka jendela kamarnya dan mengijinkan angin masuk kedalam kamarnya yang berhasil menerpa wajah dan tirai jendelanya. Amairah menatap cahaya rembulan yang begitu bersinar menyinari jagad raya malam ini.


"Ya Allah jadikanlah Aku istri yang Pintar berbakti kepada suamiku dan ijinkan Aku untuk melaksanakan kewajibanku sebagai istrinya" harapan Amairah sambil Terus menatap Sang Dewi Malam.


Sedangkan di dalam kamar apartemen yang sangat mewah, seseorng pun ikutan berdiri di balkon kamarnya sambil menikmati indahnya bulan purnama di atas langit yang tinggi dengan ditemani oleh beberapa kaleng minuman yang bersoda.


"Kenapa Aku sampai lupa untuk meminta nomor hp dan meminta alamatnya di kota S?." tanya Martin pada dirinya sendiri.


Sudah beberapa botol minuman yang dia habiskan hingga perutnya terasa penuh dengan minuman.


"Aku telpon Dion saja yah pasti dia tahu nomor hpnya Amairah" ucap Martin sambil meraih gawainya di atas Meja.


"Tolong kirim nomor HP dan alamatnya di Surabaya, karena minggu depan aku akan ke kota S, aku ingin mengikuti reuni teman SMA aku dan menghadiri acara pesta Perusahaan pak Agung Wijaya dan aku ingin dia yang menemaniku" ucap Martin dan langsung mematikan telponnya.


"Tapi...." perkataan Dion terpotong sebelum Dion berbicara lagi.


tutututtut... bunyi HP yang sudah tidak terhubung lagi dengan sipenelpon.


"Tapi..., kebiasaan dari dulu, selalu saja tidak memberikan saya waktu untuk menjawab tapi sebentar juga menelpon lagi kalau belum yakin dengan keputusannya" ucap Dion yang kembali menarik selimutnya dan sebelum tidur selalu memandang wajah sang calon istri yang keberadaannya entah kemana.


"Sepertinya Dia lupa kalau Dia yang katanya ingin menutupi status dari orang lain dan tentang jati dirinya dihadapan Amairah" ucap Dion lagi.


Bersambung...


Makasih banyak atas dukungannya dan jangan bosan untuk mendukung Cinta Yang Tulus.


Makasih banyak

__ADS_1


by Fania Mikaila azzahrah.


Makassar, 09 April 2022


__ADS_2