
Selamat Membaca..
Pertemuan yang tidak terduga antara Martin dan adamy dikarenakan Martin yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan dalam keadaan yang tidak konsentrasi karena banyaknya pikiran yang mengganjalnya. Martin yang dilema dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa hanya bingung dengan sikap yang akan Dia pilih antara istri dan kakeknya.
"Aku harus gimana ya Allah, Aku tidak sanggup jika harus memilih di antara mereka, Amairah adalah Istriku perempuan yang telah melahirkan anak-anakku sedangkan nasib Kakekku tidak mungkin Aku berdiam diri saja dan tidak memperjuangkan kebenaran yang ada selama ini ditutupi oleh kemarahan dari tuan besar yang sudah salah paham"
Mobil Martin tiba-tiba merem mendadak karena ada seseorang yang menyebrang jalan tanpa hati-hati dan memperhatikan jalan yang dia lalui. Dan ternyata pria tersebut adalah Adam mantan suami dari Amairah.
Pertemuan awalnya hanya sekedar makan siang dan berbincang-bincang biasa saja, hingga mereka saling curhat dan memberikan solusi dari permasalahan yang mereka hadapi. Martin dan Adam ternyata saling kompak dan nyambung. Martin menceritakan semua kemelut yang terjadi di dalam rumah tangganya dan Adam menjadi pendengar setia dan akan siap memberikan solusi dari permasalahannya. Begitu sebaliknya, Martin tidak segan untuk memprotes dari sikap dan perilaku Adam.
Mereka bercanda dan tertawa bareng seperti layaknya sahabat yang sudah lama tidak bertemu, dipertemukan kembali dalam waktu yang tidak terencana sebelumnya. Hingga ada seseorang yang tiba-tiba memeluk tubuh Martin yang membuat Adam shock dan tidak menyangka jika akan ada kejadian seperti ini.
"Hay Mas Martin" ucap perempuan itu.
Martin yang dipeluk secara tiba-tiba reflek melepas dan mendorong perempuan tersebut dengan sangat keras hingga perempuan tersebut terdorong dan terjatuh ke Lantai Restoran.
"Aaahhh sakit" keluh perempuan tersebut.
Martin berdiri dan melihat sosok siapa perempuan yang berani memeluknya hingga membuatnya kaget.
"Hahahaha, Maaf yah itu gerakan refleks yang sangat cocok untuk perempuan parasit seperti kamu" ucap Martin sambil berdiri dan membersihkan bekas tangan dari Nikita Aiman dengan menghabiskan satu box tissue.
"Martin kamu tega sekali perlakukan Aku seperti ini huhuuuhuhu" ratap Nikita yang mulai mengeluarkan jurus drama kolosalnya.
Nikita masih terduduk di lantai yang dingin, dan masih menjadi pusat perhatian dari seluruh pelanggan Restoran. Martin sama sekali tidak menggubris tangisan dari Nikita.
"*Kok Martin perlakuannya kepadaku sudah berubah tidak seperti dulu lagi, ihh ini juga kok sakit banget, ngilu lagi".
"Gimana gak ngilu kalau mendarat dengan bebas di atas lantai keramik yah sakitlah, Nikita loh pintar apa tolol sih" othor ketawa jahat hahahaha*.
Adam yang melihat siapa Perempuan yang berani memeluk Martin terkejut karena ternyata Nikita adalah model papan atas yang sudah terkenal yang sekaligus menjadi salah satu sahabat Meeta jika berkumpul dan bersama menghabiskan waktu mereka clubing.
__ADS_1
Adam hanya tersenyum licik melihat ketidakberdayaan seorang model cantik untuk menaklukkan hati Martin.
"Lihat ke sana, cewek yang jatuh terbanting itu kan model yang terkenal itu loh si Nikita" ucap seseorang pengunjung restoran yang mengenal siapa Nikita.
"Iya benar sekali yang kamu katakan, tapi dia sedang apa yah kok malah terduduk di lantai seperti seorang pengemis saja" timpal yang satunya.
"Apa jangan-jangan sedang belajar akting yah?" tanya yang satu lagi dengan mimik wajah yang licik.
"Iya benar mungkin Nikita lagi akting, tapi sangat disayangkan aktingnya gak lulus hahahaha" ucap perempuan yang berambut panjang dan cokelat itu dengan raut wajah yang sangat bahagia bisa menindas Nikita di depan umum.
Mereka pun menertawai keputusan Nikita yang belum beranjak dari duduknya, bahkan semua penghuni resto menggunjing Nikita dan tidak sedikit dari mereka yang mengambil gambar Nikita dan langsung memposting ke sosial media mereka.
"Mas Martin tolong Nikita dong Mas, sakit nih" keluh Nikita agar ratapannya ditanggapi oleh Martin. Sedangkan Martin tidak hentinya membersihkan leher dan seluruh tubuh dan pakaiannya dari sisa tangan Nikita.
Martin pun berjalan ke arah Nikita yang masih saja setia duduk dan sedari tadi menahan rasa malunya sudah digibah oleh Tamu restoran tersebut.
"Tidak apa-apa sedikit menahan malu yang penting Martin iba dan bersimpatik kepadaku, Aku akan rela lakukan apa pun agar hati Martin luluh sekalipun aku harus mempermalukan diriku sendiri"
Tetapi apa yang diharapkan dan diimpikan oleh Nikita hanya menjadi isapan jempol belaka. Mimpinya tidak jadi kenyataan, padahal sudah dipermalukan.
Martin segera memanggil pelayan restoran meminta bill dari sejumlah makanan yang mereka makan. Adam sedari tadi terdiam dan menyaksikan kebodohan Nikita.
"Mas Adam, Aku pamit yah, masih banyak kerjaan yang lebih penting dari meladeni akting perempuan itu" ucap Martin sambil menunjuk ke arah Nikita dengan kepalanya.
"Oke, makasih banyak atas traktirannya dan kapan-kapan kita bertemu lagi" ucap Adam.
"Mas telpon saya saja insya Allah saya pasti datang" ucap Martin kemudian berlalu dari hadapan Adam dan Nikita yang masih setia duduk di lantai.
Adam pun jongkok di hadapan Nikita dan tertawa licik.
"Saya tidak menyangka seorang model cantik dan papan atas yang sudah malah melintang di dunia hiburan harus ditolak mentah-mentah sama pria yang pernah kamu campakkan, lucu yah hahahaha" tutur Adam lalu bangkit dari posisinya dan berjalan ke arah luar resto.
__ADS_1
"Kasihan yah, rencana dan aktingnya gagal gak lulus sensor hahahaha" teriak cewek yang berambut pirang tadi yang kursinya tidak terlalu jauh dari tempat Nikita terduduk.
Nikita mengeram kesal dan sangat marah telah dipermalukan oleh Martin dan Adam.
"Awas yah kalian, Aku akan membalas semua perlakuan kalian kepadaku dan tunggu saatnya".
Nikita tidak menggubris perkataan dari cewek tersebut yang ternyata saingannya Nikita di Agensi modelnya. Nikita hanya memperlihatkan wajah marahnya dan berlalu ke luar Restoran. Nikita menghentakkan kakinya ke lantai dengan sangat kuat membuat semua yang melihatnya tersenyum dan tertawa terbahak-bahak ke arah Nikita.
"Martin mungkin hari ini kamu bebas dan tertawa di atas penderitaan ku tapi suatu saat kamu akan mengemis di kakiku untuk kembali padaku".
"Makanya jadi cewek itu sekali-kali jadi baik kenapa" ucap Adam yang bersandar di kap mobilnya.
Nikita yang sudah bersiap ingin membuka kenop pintu mobilnya terpaksa tidak jadi tangannya berhenti untuk membuka pintu mobilnya, dia lakukan hal itu, karena Adam tiba-tiba muncul di hadapannya.
Adam berjalan mendekati Nikita.
"Kamu pantas untuk mendapatkan semua ini, gimana rasanya dipermalukan, sakitnya tidak berdarah kan?" ucap Adam yang sangat puas melihat Nikita yang dipermalukan, Adam lalu berbalik dan berjalan ke arah mobilnya untuk membuka pintu mobilnya itu.
"Martin tunggu pembalasanku, kamu cukup membuatku sangat malu di hadapan orang dan jika waktunya nanti tiba, Aku yakin kamu akan bertekuk lutut di kakiku".
Martin mengemudikan mobilnya kembali ke kediaman neneknya, karena baby sitter Putrinya sudah datang dari kota S. Martin berharap dengan kehadiran Mbak Marni dan Mbak Wati bisa membantunya menjaga dan merawat putri kecilnya yang masih belum diberi nama oleh Martin. Rencananya Martin akan melaksanakan Aqiqahan putri tunggalnya itu.
"Aku harus ke Thailand dan bertemu langsung dengan Tuan besar Mark, jangan-jangan Tuan Mark yang menyembunyikan Amairah dan Axel".
...********Bersambung********...
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus 🙏.
Jangan lupa untuk meletakkan jempolnya di Tanda Like, Favorit dan Rate Bintang 5. Fania juga berharap bagi Readers setianya CYT untuk memberikan Setangkai Bunga Mawar Merah sebagai GIFT 🌹🤭✌️ Agar othor semakin semangat Untuk halu dan semangat untuk Update 🙏.
Fania meminta maaf jika kakak Readers menemukan adanya typo atau kesalahan dalam pengetikan cerita ini 🙏.
__ADS_1
by Fania Mikaila Azzahrah
Makassar, Selasa 10 Mei 2022