
Selamat Membaca...
Masih Flashback on..
Ada yang mengatakan Jodohmu adalah cerminan dirimu sendiri..
Begitu pun yang dialami oleh Arumi yang akhir-akhir ini sering timbul pertanyaan dari dalam dirinya tentang siapa jodohnya. Dan yang sering terlintas dalam pelupuk mata dan hatinya, dan nama Bryan Regan lah yang selalu menari-nari di ujung matanya itu.
"Tapi kok wajah kami gak mirip, sifat kami pun gak ada yang mirip, berarti Kak Bryan bukanlah jodohku" ucap Arumi yang geleng-geleng kepala.
"jadi siapa dong jodohnya Arumi ya Allah?, Tapi Arumi berharap jodohnya Arumi adalah Kak Bryan, Arumi sangat mencintainya walupun pekerjaan Kak Bryan penuh dengan resiko yang tinggi dan setiap saat bisa mengancam nyawanya, tapi Arumi mohon satukan kami ya Allah".
Walaupun hubungan mereka hanya sebatas teman dekat dan diantara mereka tidak ada yang berani untuk memulai mengungkapkan perasaan mereka. Dan Hari ini rencananya Bryan akan melamar Arumi. Mereka pun janjian bertemu di suatu Restoran siap saji tempat di mana awal mereka bertemu.
"Adek nanti siang kita ketemu yah, ada yang Kakak ingin bicarakan" ucap Bryan sambil membuka tutup kotak buludru warna hijau tua yang nantinya akan diberikan untuk Arumi.
"Ketemunya di mana Kak?" tanya Arumi.
"Kita nantinya ketemu di Resto yang pertama kali kita ketemu yang ada di ujung jalan, kamu masih ingat kan?" tanya Bryan yang sedari tadi tersenyum tipis membayangkan bagaimana reaksi Arumi disaat dirinya melamar Arumi.
"Ohh itu, Arumi masih ingat kok kak, okey kita ketemu di Sana siang nanti, kalau gitu aku tutup dulu telponnya kebetulan Arumi sedang belajar masak nih kak" ucap Arumi yang berbohong padahal dirinya sedang berbaring di ranjang king size-nya.
Debaran jantungnya Arumi semakin cepat saja sehingga Arumi terpaksa berbohong kepada Bryan karena tidak tahu harus berbicara apa lagi dan tidak harus menutupi kegugupannya dengan cara apa.
Bryan pun mengalami hal yang sama bahkan Bryan tidak henti-hentinya melihat ke arah jam dinding. Bryan sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Arumi pujaan hatinya.
"Kenapa hari ini waktu terasa begitu lambat, Aku sudah tidak sabar bertemu dengan Arumi".
Bryan masih dengan penampilan rambut yang terlihat lebih panjang dari awal mereka bertemu.
Arumi membuka seisi lemarinya dan mengeluarkan semua pakaian yang ada.
"Kok tidak ada yang bagus yah, satu pun tidak ada yang menurutku bagus untuk dipakai"
Arumi melempar satu persatu pakaian tersebut ke atas ranjangnya. Lagian berantakan gimana pun isi kamarnya kan bukan dia yang bersihkan. Hingga tersisa setengah jam lagi dari waktu yang mereka sepakati. Arumi memilih baju dress selutut warna peach, Dan tidak lupa Arumi memoles Wajahnya dengan polesan make up yang cukup tipis dan terkesan natural. Arumi bergegas ke tempat janjian mereka.
Sedangkan di Tempat Bryan, Bryan pun mengalami dilema yang sama dengan Arumi tidak menemukan pakaian yang cocok untuk Dia pakai. Karena waktu yang semakin dekat dengan janji temunya, Bryan memutuskan memakai baju seadanya saja yang ada di dalam lemari pakaiannya.
__ADS_1
"Ya Allah semoga Arumi menerima lamaranku dan bersedia untuk menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anakku, dan lancarkanlah semuanya ya Allah".
Jodoh sudah Allah siapkan untuk kalian, dan yang perlu kalian lakukan adalah isi Waktu kalian untuk memantaskan diri kalian.
Arumi sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkiran Resto tersebut. Arumi berjalan ke arah Resto tersebut dengan perasaan yang semakin membuatnya berdebar tidak karuan, ada perasaan tidak percaya diri, Rasa khawatir, rasa takut kehilangan dan rasa ingin segera bertemu yang dialami oleh Arumi membuat dirinya antara bahagia dan cemas. Kecemasan yang berlebihan yang dirasakan oleh Arumi membuat dirinya semakin nerfes dan keringat dingin saja.
Arumi mau kencan atau mau ikut ujian Nasional sih harus nerfes dan keringat dingin segala saja yah Readers hehehe..
Arumi sudah duduk manis di dalam Resto dan minuman sudah menemani dirinya sambil menunggu kedatangan Bryan.
Sedangkan di lain tempat, Bryan sudah bersiap untuk berangkat dan duduk di balik kemudi mobilnya dan mesin mobilnya pun sudah menyala pertanda sudah siap untuk melajukan kuda besinya ke jalan raya, tetapi baru saja ingin melajukan mobilnya hpnya berdering dan Bryan memeriksa siapa yang menelponnya.
"Hallo bos" ucap Bryan.
"Kamu harus mengantar dan menjaga putri dari tuan Gregory Smith karena putrinya akan mengikuti pesta Siang ini" terang Bosnya.
"Siap Bos" ucap singkat Bryan.
Bryan tidak berdaya untuk menolak dan tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu. Dengan terpaksa Bryan membatalkan niatnya untuk bertemu dengan Arumi. Sebuket Bunga mawar merah yang sangat cantik itu sudah layu sebelum berkembang dan kotak buludru yang berisi sebuah cincin yang bertahtakan berlian pun tersimpan rapi di dalam celana jeans Bryan.
"Maafkan Aku, Aku tidak bisa datang, semoga kamu mengerti dengan keadaanku".
"Semoga kamu mengerti dengan resiko dari pekerjaanku, Dan Aku harap perasaanmu tidak berubah sedikit pun walaupun kita hari tidak jadi bertemu".
Sudah tiga jam lamanya Arumi menunggu kehadiran Bryan, Tetapi Arumi masih saja sabar menunggu kedatangan Pujaan hatinya.
"Mungkin Kak Bryan sibuk jadi belum sempat datang, Aku akan menunggu dan tetap setia menunggu hingga Kakak Bryan datang".
Arumi tidak pernah sedikit pun berfikiran negatif kepada Bryan. Arumi sangat tahu pekerjaan dari Bryan sendiri.
Arumi memesan makanan Karena waktu makan siangnya sudah terlewati. Arumi tidak ingin penyakit magnya kambuh sehingga memutuskan makan siang sore hari itu. Tapi hanya dalam porsi sedikit saja sehingga jika Bryan datang Arumi masih bisa menemani Bryan makan.
Arumi kembali melihat ke jam tangannya, sudah jam 7 malam, tapi Bryan belum kelihatan batang hidungnya. Hpnya yang ada di dalam tasnya berdering, Arumi segera mengambil hpnya tersebut dan berharap yang menelponnya adalah Bryan.
Semoga yang menelpon Kakak Bryan".
Tapi harapan Arumi pupus, karena yang menelponnya adalah Mami Herlina.
__ADS_1
"Assalamu alaikum Mi" ucap Salam Arumi.
"Waalaikum salam, Sayang Mami ada di rumah Kakak aletha nih, Tapi Mami gak lihat kamu" ucap Mami Herlina yang baru saja sampai di Inggris London dari Indonesia.
"Arumi ada di luar nih Mi, tunggu Arumi akan segera sampai di rumah 15 menit dari sekarang" ucap Arumi yang segera berdiri dan berjalan ke arah parkiran mobilnya.
Arumi menghapus jejak air matanya yang sempat menetes membasahi pipinya.
"Apa susahnya untuk memberikan kabar, Kalau Kakak tidak bisa datang, kan bisa chat kalau tidak bisa menelpon".
Arumi memukul beberapa kali setir mobilnya, dan setelah merasa perasaannya sudah lega dan baikan barulah Arumi melanjutkan perjalannya.
Jam 10 malam Bryan baru menyelesaikan pekerjaannya dan setelah itu barulah Dia menuju ke Resto siap saji tempat mereka berjanji untuk bertemu. Bryan menambah kecepatan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.
"Mungkin Arumi sudah pulang, tapi sebaiknya aku ke sana untuk memastikan saja, tapi aku berharap semoga Dia bersabar menunggu kehadiranku".
Tapi apa yang dia lihat tidak sesuai dengan harapannya. Kursi dan meja yang sedari tadi menjadi saksi bisu dari penantian Arumi yang tidak berbalas.
Bunga Mawar merah yang ada dalam genggamannya pun semakin layu saja. Bryan menyimpan bunga itu ke atas meja. Lalu mengambil hpnya untuk menghubungi nomor hp Arumi, tetapi nomor hpnya selalu berada di luar jangkauan.
"Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, tinggalkan pesan setelah nada bit berikut ini"
Hanya operator seluler yang berkali-kali menjawab telpon Bryan. Bryan terduduk lesu di kursi bekas duduk Arumi. Bryan mengelus wajahnya dengan gusar.
"Tidak bisa kah Aku rasakan kebahagian walau hanya sesaat saja".
...********Bersambung********...
Makasih Banyak 🙏🙏🥰
Jangan Lupa mampir ke Novelku Juga yang lain Kakak sempat suka ✌️
💚Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
♥️ Bertahan Dalam Penantian
by fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Makassar, Jum'at 13 Mei 2022