Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 115. Hancur Berkeping-keping


__ADS_3

Selamat Membaca..


Maya dan Dion segera berangkat ke Perusahaan Centex setelah mendapatkan telpon kalau CEO mereka sudah hadir di perusahaan. Maya dan Dion tidak ingin kali ini kedatangannya ke London, Inggris menuai kegagalan untuk kesekian kalinya.


Maya dan Dion sudah berada di hadapan CEO Perusahaan Centex, Dion masih harap-harap cemas menunggu sang pucuk pimpinan tertinggi di Perusahaan Centex tersebut memutar kursinya ke hadapan mereka.


"Ya Allah lancarkanlah semuanya dan permudahlah jalan kami."



Kurang lebih seperti itu lah keadaan dan interior ruangan Presdir Perusahaan Centex.


Ruangan yang begitu megah, luas dan membuat siapa pun akan betah berlama-lama di dalam ruangan tersebut. Ruangan yang didesain khusus untuk sang empunya ruangan dan sesuai permintaanya pula.


Tapi lain halnya dengan yang dirasakan oleh Maya, Maya penuh dengan rasa dilema, antara memenuhi permintaan ke dua orang tuanya untuk bertunangan dengan pria pilihan mereka atau harus mengikuti kata hatinya dan memperjuangkan pria yang sudah mengisi relung hatinya yang paling terdalam.


"Ya Allah tunjukkan lah aku jalan keluar yang terbaik dari kemelut yang aku hadapi ini, dan semoga besok aku tidak akan menyesali apa yang sudah menjadi keputusanku itu."


Dion yang kadang mencuri pandang ke arah Maya, sangat memahami dan mengerti apa yang sedang terjadi kepadanya.


"Maya andai saja kamu dahulu tidak kabur pasti kamu tidak akan ngalamin hal seperti sekarang ini, kamu sama saja mencari penyakit dan beban pikiran yang seharusnya selow dalam menghadapinya."


"Maaf, bagaimana dengan proyek rencana kerja sama kita yang sudah kami kirim ke email Anda?" tanya Dion yang harap cemas.


Kursi yang ada hadapan mereka kemudian berputar dan menampilkan sosok wajah sang CEO.


Orang tersebut hanya menatap Maya dan Dion secara bergantian



Bonus visualnya Body guard sekaligus kaki tangan kepercayaan dari Rose Amalia Horne. Aisyah Akyurek namanya, gadis asal Jerman dan berdarah Turki itu yang selama ini terjun langsung untuk bertemu atau pun meeting dengan semua klien Perusahaan milik Rose Amalia Horne atau Amairah putri Aiden Tan Perkasa.


"Setelah Saya memeriksa semua berkas tawaran kerja sama dari berbagai perusahaan, kami akhirnya memutuskan dan memilih hanya satu perusahaan yang akan bekerja sama dengan Perusahaan kami, dan Perusahaan Tuan yang terpilih, selamat Pak," ucap Aisyah yang menjabat tangan Dion.


"Alhamdulillah, Makasih banyak Bu, kami sangat senang dan bahagia karena Perusahaan Anda telah memilih bekerja sama dengan Perusahaan kami, dan Kami tidak akan mengecewakan ibu."


"Ok, senang bekerja sama dengan Tuan."


"Kalau gitu kami pamit dulu Bu," ucap Dion sebelum meninggalkan ruangan tersebut.


Dion dan Maya pun berjalan dan meninggalkan ruangan megah tersebut. Setelah pintu tertutup, Aisyah segera menekan tombol otomatis untuk mengunci rapat pintu itu.


"Good, kerja yang bagus sista."


"Saya akan lakukan apa pun yang terbaik untuk Nona, dan makasih selama ini Nona sudah memberikan kepercayaan ini kepada saya," ucap Aisyah yang langsung berdiri dari posisi duduknya untuk menyambut sang pemilik asli kursi kebesaran itu.


"Bagaimana jika mereka mengundang kita ke Indonesia, apa Nona akan memenuhi permintaan mereka?"


"Itu pasti, kita akan ke sana, tapi seperti biasanya, Aku hanya akan selalu menjadi bayangan Kamu, dan Kamu lah CEO Perusahaan Centex yang mereka kenal hingga batas waktu yang aku tentukan."


Amairah kemudian duduk di kursi kebesarannya sambil memainkan balpoinnya.


"Aisyah akan berikan yang terbaik dan semuanya akan berjalan sesuai keinginan Nona Muda."


"Makasih Kak," ucapnya.


Sedangkan Dion dan Maya sangat bersuka cita karena penantian mereka yang sudah hampir empat bulan bolak balik Jakarta London akhirnya berbuah manis dan menemui jalan yang manis.


"Setelah ini kita mau ke mana bang?"


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan keliling kota London saja," ucapnya yang menatap ke arah Maya.


"Ide yang bagus juga, gimana kalau kita ke Queen Mary's garden?" tanya Dion yang tangannya masih setia di kemudi mobilnya.


"Ok ide yang bagus, tempatnya sangat romantis dan cocok untuk yang sedang pacaran atau pengantin baru," ucap Maya yang sudah kegirangan untuk berangkat ke sana.


"Senyuman itu membuatku melayang hingga ke langit ke tujuh dan jantung ini akan semakin berdebar kencan."

__ADS_1


Ada yang mengatakan bahwa mawar adalah bunga yang paling romantis. Jika ini benar, maka berjalan-jalan di antara ribuan bunga mawar di taman Queen Mary, Regent's Park akan jadi kencan paling romantis.


Maya dan Dion segera melajukan mobilnya ke taman tersebut. Hanya butuh waktu kurang lebih 20 menit, mereka sudah sampai ke taman Queen Mary. Baru saja mesin mobil mereka berhenti, Maya langsung menerobos dan berlarian ke dalam taman tersebut. Seperti anak kecil saja.



Maya melihat di tengah taman tersebut ada sebuah kursi yang cocok untuk mereka duduki. Maya semakin mempercepat langkahnya hingga ke bangku tersebut. Sedangkan Dion sengaja berjalan di belakangnya agak jauh dari Maya.


Maya berdiri di tengah-tengah taman tersebut dengan merentangkan kedua tangannya, lalu menghirup udara segar yang bercampur dengan aroma dan wangi dari bunga mawar merah yang tertiup terbawa angin.



Maya selama berada di taman itu yang baru hitungan menit sudah bisa rileks dan melupakan kemelut hatinya, yang penuh kebimbangan dan dilema. Maya merasakan kelegaan hatinya yang akhir-akhir ini sedang dilanda gegana gelisah galau merana. Hingga perhatiannya langsung teralihkan ketika seseorang memainkan gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu.


Kurasakan ku jatuh cinta


Sejak pertama berjumpa


Senyumanmu yang selalu menghiasi hariku


Kau ciptakan-Nya yang terindah


Yang menghanyutkan hatiku


Semua telah terjadi


Aku tak bisa berhenti memikirkanmu


Dan kuharap kan engkau tahu


Kau yang kuinginkan


Meski tak kuungkapkan


Kau yang kubayangkan


Aku jatuh cinta


T'lah jatuh cinta


Cinta kepadamu


Ku jatuh cinta


I am falling in Love


I'm falling in love with you


Kau ciptaanNya yang terindah


Yang menghanyutkan hatiku


Semua telah terjadi


Aku tak bisa berhenti memikirkanmu


Dan kuharap kan engkau tahu


Kau yang kuinginkan


Meski tak kuungkapkan


Kau yang kubayangkan


Kuimpikan (inginkan)


Aku jatuh cinta

__ADS_1


T'lah jatuh cinta


Cinta kepadamu


Ku jatuh cinta


I am falling in Love


I'm falling in love with you


With you...


Maya berdiri mematung dan meresapi serta menghayati makna yang tersirat dari lagu itu, Maya pun kadang ikut bernyanyi, Maya tidak ingin berspekulasi dan terlalu berharap terlalu besar dan tinggi pada apa yang dilakukan oleh Dion. Cukup sekali Maya kecewa dan bersedih, setelah mengetahui beberapa hari yang lalu dirinya kecewa dibuat jatuh dari ketinggian puncak tertinggi hingga ke dasar yang paling terdalam.


"Andai lagu itu untuk Saya pasti hati ini akan sangat bahagia, tapi cukup sekali kau berharap bahwa lagu itu untuk diriku."


Dion berjalan ke arah Maya yang sudah berdiri dan menunggu kedatangan Dion. Maya tersenyum manis bahkan manisnya senyuman Maya mengalahkan sirup dht. Dion pun membalas senyuman Maya, bahkan lebih manis dari senyumannya Maya.


Maya tetap tersenyum dan berdiri dan di saat Dion berada di hadapan Maya, Dion langsung berjalan melewati selangkah dari posisi tempat berdirinya Maya, hanya berjarak beberapa centimeter saja dari Maya. Dengan suara yang sengaja dikeraskan oleh Dion.


"I love you."


Dion memeluk erat tubuh adiknya dengan lebih mesra agar akting mereka lebih alami dan natural, sehingga dimata Maya tidak curiga sedikit pun.


Cheryl Vania Aiden Tan Perkasa membalas pelukan Kakak sulungnya lebih mesra dari pada Dion. Siapa pun yang melihat pelukan mereka pasti akan menganggap mereka adalah sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta.


"Maya Erlene Keysha, ayok sayang bilang i love you untuk mengehentikan apa yang kami lakukan, Abang sudah tidak sabar ingin mendengar kata-kata itu dari bibir manismu."


"Hore mobil terbaru yang aku inginkan akan kesampaian."


Dion mengimingi adik bungsunya sebuah mobil keluaran edisi terbaru tahun ini dan sedari dulu Cheryl inginkan. Bukannya ke dua orang tuanya tidak bisa memenuhi keinginan putrinya itu, tapi ada pertimbangan khusus yang mereka pikirkan sehingga tidak memenuhi rengekan putrinya.



"Ingat Bang, janjinya demi menyukseskan rencana Abang Cheryl tidak masuk kuliah dan jauh-jauh ke sini loh."


"Tenang saja, Abang pasti tidak bakalan ingkar janji yang penting Kamu bantuin Abang hingga tuntas."


Dion dan Cheryl saling berbisik-bisik tetangga sedangkan Maya sudah kembali meneteskan air matanya. Maya sudah berusaha tersenyum dan menahan tetesan embun di sudut matanya. Tapi semakin berusaha untuk menahan tangisnya, semakin kuat juga laju air mata itu yang akhirnya jatuh membasahi pipinya.


"Lagi, lagi Kamu buat hatiku hancur berkeping-keping Bang, padahal Aku ingin menolak pertunanganku Bang dan berjuang untuk cintaku padamu, tapi mungkin Aku harus menghentikan rasa ini untukmu Dion dan memilih menikah dengan jodoh yang sudah dipilihkan untukku."


Maya berlari sekencang mungkin dan berusaha untuk mengjauhkan dirinya dari Dion dan Cheryl.


"Mungkin Aku harus mengucapkan selamat tinggal untuk Abang Dion untuk selamanya."


"Abang nyerah saja lah, capek loh diri ini Bang jadi kekasih pura-pura Abang, kasihan juga Maya, apa Abang gak lihat wajahnya tadi yang sudah dipenuhi air matanya, kalau aku pasti sudah mogok makan lah, ngambek lah, dan mungkin yang terburuk bisa aku lakukan bunuh diri," tutur Cheryl.


Perkataan Cheryl yang berhasil membuat kakaknya langsung tersadar dengan apa yang dia lakukan beberapa hari ini.


"Apa yang dikatakan oleh Cheryl ada benarnya, gimana kalau Maya nekat dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa melukai dirinya dan yang paling parah nyawanya yang melayang."


Dion langsung bergerak dan berlari ke arah Parkiran dan meninggalkan adiknya yang sudah mematung di tempatnya dan hanya mampu menggelengkan kepalanya.


"*Cinta itu buta, hingga bisa membuat seseorang menjadi seperti orang gila saja, semoga besok Kakak Maya tidak pingsan setelah melihat wajah dari tunangannya, dan Aku harus sembunyi dan kuat mental, aku tidak ingin membuat tubuhku ini jadi sasaran empuk dari serangan Mbak Maya."


..........


Apa yang akan terjadi di acara pertunangan mereka esok yah readers??


Yang penasaran pantengin terus saja Updatenya untuk tidak kehilangan jejak kelanjutan kisah mereka.


Dan Jangan Lupa untuk selalu mendukung Cinta Yang Tulus dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN.


MAKASIH BANYAK ATAS DUKUNGANNYA 🥰😘.


By Fania Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Makassar, Minggu, 22 Mei 2022


__ADS_2