
Selamat Membaca...
Jika kamu hidup sampai seratus tahun, aku ingin hidup sampai seratus dikurangi satu hari,
jadi aku tidak harus hidup tanpamu.
Cinta itu tidak buta, ia melihat lebih banyak bukan lebih sedikit, tetapi karena ia melihat lebih banyak, ia bersedia melihat lebih sedikit.
Setelah sekian purnama akhirnya Dion dan Maya bertunangan juga. Awalnya Maya sama sekali tidak tertarik atau pun berminat untuk melihat wajah dari calon suaminya. Tapi, setelah melihat kedatangan Cheryl Vania adik bungsu dari Dion, membuat Maya mau tidak mau menengadahkan kepalanya ke atas yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya.
Maya berjalan ke arah Dion berada dan langsung memeluk tubuhnya. Dan mengungkapkan segala isi hati dan perasaannya yang selama ini terpendam dan tertutup rapat.
"Mas Dion Aku sangat mencintaimu, tapi aku harus bertunangan dengan pria pilihan ke dua orang tuaku, Aku tidak bisa menolak permintaan mereka Mas," ucap Maya yang sudah berderai air matanya.
Dion membalas pelukan dari Maya dan perkataan ini lah yang sedari dulu Dion inginkan.
"Aku sangat mencintaimu lebih dari apa pun di dunia ini, tapi maafkan Maya yang tidak sanggup memperjuangkan cintaku padamu,"
"Kenapa baru sekarang kamu ucapkan kata-kata itu Sayang, Mas sudah menunggu sangat lama ucapan itu terlontar dari bibirmu," ucap Dion lalu menengadahkan Wajah Maya untuk berhadapan dengannya.
"Sudah terlambat yah Mas," ucap Maya sendu
"Apa kamu tahu siapa sosok pria yang kamu temani tukaran cincin tadi?, tanya Dion yang ingin tahu apa Maya menyadari kalau dia lah yang menjadi tunangannya selama ini.
Maya hanya menggelengkan kepalanya.
"Makanya kalau bertunangan itu jangan asal iya dan manggut saja tanpa harus cari tahu siapa calon tunangan kamu, kalau gini baru kamu nyesal karena tidak tahu siapa calon tunanganmu," ucap Dion yang selalu tersenyum dengan melihat tingkah polos Maya.
Maya pun memandang seluruh orang yang berada di dalam ruangan itu, dan hanya Dion yang kemungkinan besarnya menjadi calon suaminya.
"Tidak mungkin Mas Dion yang menjadi calon suamiku, tapi cincin yang dia pakai sama persis dengan cincinku, apa jangan-jangan selama ini aku saja yang bego gak pernah mau bertanya pada orang siapa tunanganku."
Semua orang yang ditatap Maya ada yang tersenyum dan ada yang sudah tertawa terbahak-bahak melihat keluguan dan kebingungan Maya. Maya kembali mengarahkan pandangannya ke wajah Dion. Dion hanya membalas tatapan menelisik Maya dengan mengarahkan pandangannya ke arah dinding.
Maya pun mengikuti pandangan Dion dan Maya hanya mampu menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan tulisan yang ada di dinding.
"Happy engagement Maya Erlene Keysha dengan Dion Aiden Tan Perkasa."
"Mas itu tulisannya serius?" tanya balik Maya yang bola matanya sudah memancarkan cahaya kebahagiaan.
Dion pun hanya menganggukkan kepalanya dan senyuman di wajahnya tidak pernah pudar.
"Alhamdulillah Mas, Maya sangat bahagia, kenapa sih dari dulu gak bilang sama Maya, kan kalau gitu Maya tidak perlu repot-repot kabur kalau prianya seganteng Mas Dion," ucap Maya yang tersenyum malu-malu sekaligus sangat kegirangan.
Suasana semakin ramai dan riuh setelah mendengar perkataan dari Maya yang menurut mereka lucu.
Maya kembali memeluk tubuh Dion lebih erat dari sebelumnya saking gembiranya setelah mengetahui kenyataan yang ada.
Ucapan selamat dari sanak saudaranya pun mengalir. Mereka turut bahagia melihat rona bahagia dari ke dua pasangan calon pengantin tersebut.
__ADS_1
"Selamat yah sayang, semoga segera naik ke pelaminan," ucap Mami Marissa.
"Mami tidak sabar ingin segera menimang cucu dari kalian," timpal Mami Anna
"Cepat atau lambatnya akad nikah mereka, Papi tidak bisa memaksakan kehendak Papi pada mereka, biarlah mereka yang nentukan sendiri," ucap Pak Herman dengan bijaknya.
Maya pun angkat bicara masalah rencana kapan mereka akan melangsungkan akad nikahnya.
"Kalian harus bersabar dulu, karena Maya tidak akan ingin menikah jika Amairah belum ditemukan," ucap Maya.
"Kok bisa begitu sayang?" tanya Ibu Marissa yang heran permohonan putrinya.
"Maaf Mi, Maya ingin Amairah yang mendampingi dihari bahagia Maya, dan Maya berharap kalian bisa memahami dan menerima keinginan Maya ini," ucapnya yang serius dengan perkataannya.
Maya memegang ke dua tangan Maminya dan berharap Maminya memakluminya.
"Maya berharap dengan sangat Mami bisa memaklumi keputusan Maya, Amairah adalah sahabat Maya yang selama ini selalu berada di samping Maya disaat Maya butuh sandaran dan Amairah lah yang melakukan semua itu," ucapnya sambil berlutut di hadapan Maminya.
"Marissa, Allah sudah nentukan nasib seseorang, begitu pun halnya dengan jodoh jika Allah berkehendak pasti akan terwujud juga, jadi ijinkan Maya yang memutuskan yang terbaik untuknya dan Papi yakin Maya sudah memikirkannya dengan matang keputusannya itu," timpal Papi Maya.
Ibu Marissa memandang suami dan calon besannya. Mereka hanya menganggukkan kepalanya saja yang tidak ingin menolak keinginan Maya. Dengan berat hati ibu Marissa menyetujui permintaan dari anak tunggalnya.
Dengan berat hati ibu Marissa menerima keputusan Maya yang menunda hari pernikahannya hingga batas waktu yang tidak ditentukan sampai kapan.
"*Ya Allah semoga Amairah segera ditemukan dan Maya bisa menikah secepatnya."
"Amairah pulanglah, apa kamu tidak ingin melihat aku menikah, kamu sendiri yang pernah bilang akan hadir di acara bahagiaku dan kamu yang akan mendampingi aku untuk berjalan ke pelaminan*."
Berjuta rasa yang 'tak mampu diungkapkan dengan kata-kata
Dengan beribu cara-cara kau selalu membuat kubahagia
Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan
Yang benar-benar kuinginkan hanyalah
Kau untuk selalu di sini ada untukku
Maukah kamu 'tuk menjadi pilihanku?
Menjadi yang terakhir dalam hidupku
Maukah Kamu tuk menjadi yang pertama?
Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata
Izinkan aku memilikimu, mengasihimu, menjagamu, dan menyayangimu
Memberi cinta
Memberi semua yang akan engkau inginkan
Selama aku mampu aku akan berusaha
__ADS_1
Mewujudkan semua impian dan harapan
'Tuk menjadi kenyataan
Jadilah yang terakhir
Tuk jadi yang pertama
Tuk jadi selamanya..
Tawa bahagia Maya dan Dion yang akhirnya mereka mengikat cinta mereka dalam janji suci pertunangan. Walaupun pernikahan mereka dipending atas keinginan Maya, tapi sama sekali tidak mengurangi rasa bahagia mereka.
Maya dan Dion berfoto bersama mereka meluapkan kegembiraan tersebut melalui jepretan kamera dari fotografer. Maya berniat ingin memposting foto tersebut ke dunia Maya melalui akun sosmednya, Maya berharap Amairah melihat postingannya dan menggugah hatinya untuk segera kembali ke tanah air tercinta Indonesia.
Setelah acara tersebut selesai, Mereka bersantai sambil menikmati hidangan yang ada.
Martin mendekati Papa mertuanya yang sekaligus pengacara pribadinya itu.
"Gimana kabarnya Pa?" tanya Martin disaat sudah duduk di samping Pak Heri.
"Alhamdulillah baik nak, di mana baby Del, apa dua baik-baik saja?" tanya Pak Heri.
"Alhamdulillah Delisha semakin besar dan sudah bisa berbicara memanggil Mommy nya," tutur Martin.
"Papa sudah mengerahkan seluruh anak buah terbaik Papa tapi, hingga saat ini belum berhasil," jawabnya.
Martin mengusap wajahnya dengan gusar. Sudah enam bulan mereka melakukan pencarian tapi, hasilnya masih tetap nihil juga.
"Ya Allah kembalikan Amairah padaku dan Saya berjanji tidak akan pernah melukai Amairah lagi, tapi Aku akan bersabar menunggu kedatangan Amairah walaupun harus menunggu hingga ujung waktuku."
Seseorang yang sedang berbaring di atas ranjang king size-nya sedang bersantai dan bermalas-malasan meraih ponselnya untuk segera membuka akun Ig nya. Matanya langsung meneteskan air matanya karena melihat postingan dari sahabatnya.
"Aku pasti akan kembali lagi tapi, bukan sekarang dan saya berharap kamu bersabar menungguku."
............
Alhamdulillah hari ini Fania Update dua bab khusus untuk Maya dan Dion.
Othor sibuk cuci piring di pesta pertunangan mereka tapi tetap sempatkan waktu untuk update dua bab loh hehehe.
Fania ucapkan Makasih Banyak Kepada Kakak Readers yang telah memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus 🥰.
Tetap Dukung CYT dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan.
...*********B*ersambung********...
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Rabu 25 Mei 2022
__ADS_1