Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 138. Amairah Merajuk


__ADS_3

Selamat Membaca...


Malam semakin larut Martin dan Amairah baru bisa keluar dari kamarnya setelah melewatkan quality time mereka. Mereka belum sempat ada yang makan malam. Dan di saat membuka pintunya ternyata suasana rumah sudah sepi, yang lainnya sudah berada di dalam kamar masing-masing. Hanya beberapa body guard nya saja yang berjaga di semua sudut rumah itu.


Martin dan Amairah bergandengan tangan menuju dapur, mereka ingin makan malam untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan dan tenaga mereka cukup terporsir selama beberapa jam pergulatan mereka.


Mereka nampak seperti pengantin baru saja yang baru mengecap manisnya pernikahan mereka. Mereka bercanda dan tertawa bersama hingga ke meja makan. Maid yang bertugas di dapur segera tanggap untuk menyiapkan makanan untuk sang pemilik rumah. Para maid bahkan saling pandang dan tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Nona Muda mereka.


Amairah menyendokkan nasi ke atas piringnya serts menaruh beberapa lauk pauk ke atas piringnya tersebut. Martin tersenyum melihat bentuk perhatian Amairah untuknya. Semakin membuat perasaanya semakin bertambah bahagia karena mendapatkan istri yang sholeha begitu perhatian dan baik hati.


"Stop sayang, udah penuh piringku nanti gak bisa aku habiskan lagi makannya," ucap Martin yang mencegah agar Amairah berhenti mengisi sejumlah makanan.


"Mas harus makan yang banyak, Mas kan baru keluar dari rumah sakit pasti butuh asupan nutrisi makanan yang banyak juga," jelasnya.


Martin langsung tersenyum penuh arti setelah mendengar perkataan dari Amairah.


"Betul banget sayang apa yang Kamu katakan, apa lagi kita baru saja melakukan aktivitas yang sangat menguras tenaga jadi pasti Mas harus makan yang banyak agar bisa melanjutkan kegiatan kita," ucap Martin dengan seringaian liciknya yang mendapatkan polototan mata dan cubitan kecil di lengannya itu.


Martin malahan tertawa terbahak-bahak melihat wajah istrinya yang menahan malu karena ada beberapa Maid yang mendengar perkataan absurnya Martin.


"Makan dulu gak usah tertawa gitu, kan malu Mas lihat mereka banyak loh yang dengerin perkataan dari Mas," ucap Amairah yang jengah dengan perkataan suaminya yang blak-blakan tanpa melihat situasi mereka berada di mana.


Amairah memang sedikit risih jika berbicara tentang hal yang berbau ranjang di depan orang lain. Amairah kembali mencubit Martin yang tidak berhenti tertawa terbahak-bahak tapi seketika mendapatkan cubitan yang lebih kuat dari sebelumnya membuatnya langsung berhenti tertawa dan memaklumi ketidaksukaan Amairah.


"Maaf sayang," ucap Martin sambil menangkupkan ke dua tangannya di depan dadanya.


Amairah hanya terdiam dan tetap memperlihatkan wajah jengahnya di hadapan Martin.


"Waduh gawat kalau sampai Amairah merajuk, kesempatan untuk naik lagi bisa gagal mumpung Baby Del tertidur bersama Aisyah dan jarang kami dapat kesempatan seperti sekarang ini."


Ucapan Martin terkabul Amairah mendiamkan Martin tanpa sepatah kata pun dan hanya terdiam menikmati makanannya, dan tiba-tiba langkah kecil berlarian menapaki lantai marmer rumah itu.


Martin menoleh ke sumber suara langkah kaki tersebut. Martin langsung berwajah masam melihat kedatangan putrinya. Martin mengira jika Baby Del putrinya sudah terlelap dalam tidurnya sehingga nanti keesokan paginya baru terjaga dari tidurnya. Dugaan Martin salah besar. Delisha Annira Elshanum sudah bangun dari tidurnya yang sejak sore tadi sudah terlelap.


Baby Del melihat ke dua orang tuanya sedang menikmati makanannya sehingga baby Del mengehentikan langkahnya lalu duduk di lantai dan menatap satu persatu ke arah Daddy dan Mommy nya tersebut.


__ADS_1


Baby Del dengan pakaian putih kombinasi pink bermotif buah strawberry itu duduk bersila menatap ke dua orang tuanya dengan wajah polos dan imutnya.


"Sayang putrinya Mommy kok duduknya di lantai?" tanya Amairah yang langsung bangkit dari duduknya dan menggendong tubuh putrinya ke atas kursi yang ada di dekatnya.


"Mommy Del juga lapar, belum makan Mommy," rengek Delisha pada Amairah.


"Mommy suap yah, Delisha mau kan Mom suapin?" tanya Amairah.


Delisha tanpa banyak pikir langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju dan sangat ingin disuapin.


"Ayok sayang buka mulutnya," ucap Amairah yang menyendok makanan untuk putrinya.


Martin melihat ke duanya yang asyik saling suap-suapan tersebut.


"Daddy juga mau disuapin sama Mommy," ucap Martin yang langsung diinjak lembut oleh Amairah.


"Auuh sakit sayang," keluh Martin yang sama sekali tidak sakit hanya pura-pura saja untuk mendapatkan perhatian juga dari Amairah.


Amairah sama sekali tidak perduli dengan suaminya saking jengkelnya dengan sikap blak-blakan Martin tadi yang terlalu lugas mengucapkan masalah ranjang mereka di depan orang lain. Amairah paling anti jika masalah yang paling pribadi dan tabu untuk menceritakan hal tersebut dengan orang lain.


"Aisyah tolong persiapkan semua kebutuhan kita untuk balik ke Amerika besok subuh, dan malam ini aku akan tidur bersama dengan Delisha," terang Amairah yang tidak perduli dengan Martin yang bersungut-sungut.


Aisyah hanya menganggukkan kepalanya tanpa membuka percakapan di antara mereka seperti biasanya. Berjalan ke arah ruangan lain untuk menjalankan perintah Nona mudanya.


Martin mengekor di belakang istrinya hingga ke depan pintu kamar mereka. Baru saja Martin ingin melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, pintu itu sudah ditutup dengan keras oleh Amairah untung saja Martin cepat tanggap untuk menghindari benturan keras dari kayu pintu itu. Sehingga keningnya bisa terbebas dari amukan pintu.


Martin hanya tersenyum melihat tindakan istrinya yang masih marah kepadanya. Martin berusaha untuk membuka kenop pintu dan memutarnya, tapi ternyata pintunya terkunci rapat dari dalam.


"Sayang buka dong pintunya," ucap Martin sambil mengetuk pintu itu dengan perlahan.


Amairah membaringkan tubuh putrinya lalu berjalan ke arah rak lemari buku yang terpajang beberapa koleksi buku berbagai jenis buku mulai dari dongeng anak, buku cerita, Novel Cinta yang tulus juga ada, serta beberapa buku tentang bisnis. Buku-buku itu berjejer rapi di atas rak.


"Sayang maafkan Mas yah, Mas tidak bermaksud seperti itu, Mas hanya bercanda kok, Mas mohon jangan dimasukin di hati yah sayang," rengek Martin di depan pintu seperti anak kecil saja.


Amairah sama sekali tidak menggubris permintaan dari Amairah. Amairah hanya tersedia di dalam kamarnya mendengar perkataan suaminya yang sudah menghibah meminta untuk diijinkan masuk.


Baby Del pun sudah tertidur nyenyak setelah dibacakan beberapa dongeng yang sangat disukai oleh Del. Martin masih setia di depan pintu dan tidak bergerak sama sekali dari sana. Martin sudah duduk di lantai dengan menselonjorkan kakinya. Martin tidak menyangka jika hal seperti itu tidak diketahui oleh Martin jika Amairah sangat menbenci hal seperti itu.

__ADS_1


Amairah sebenarnya memakluminya karena selama pernikahan mereka satu sama lain menjalin hubungan pernikahan dengan LDR saja dan hanya sesekali mereka bersama itu pun hanya beberapa jam saja mereka menghabiskan waktunya.


Amairah ingin melihat reaksi dari Martin sampai sejauh mana Kesabaran dari Martin sendiri jika diperlukan seperti itu oleh Amairah.


Amairah naik ke samping putri kecilnya dan ikut tertidur karena setelah shalat subuh mereka akan bertolak ke Amerika Serikat ke negeri Paman Sam. Karena kelelahan Martin segera mencari kunci cadangan dan bertanya kepada Aisyah yang kebetulan belum tidur karena masih sibuk mempersiapkan dan mengemas barang-barangnya.


Usaha Martin membuahkan hasil walaupun dengan sedikit kebohongan kecil agar Aisyah tidak mengetahui alasan yang sebenarnya terjadi di antara mereka.


"Makasih Aisyah," ucap Martin lalu berjalan kembali ke lantai dua tempat kamar Amairah berada.


Martin memutar kenop pintu kamarnya ternyata sudah tidak terkunci lagi dan menertawai dirinya sendiri.


"Ternyata pintunya sudah tidak terkunci, kalau tahu dari awal, gak perlu repot-repot untuk mencari kunci cadangannya," ucap Martin yang geleng-geleng kepala saja.


Martin pun berjalan ke arah dalam dan melihat istrinya sudah terlelap. Martin tidak ingin mengganggu istirahat istrinya dengan wajah damai dalam tidurnya. Martin menciumi kening istrinya.


"Maaf Mas tidak sengaja, makasih banyak atas semuanya sayang," ucapnya lalu ikut ke dalam selimut Amairah sedangkan Baby Del ada di tengah-tengah antara mereka.




Pasutri yang baru menikmati indahnya bulan madu setelah pernikahan mereka yang hampir Lima tahun itu.


..........


Alhamdulillah hari ini Cinta Yang Tulus update dua Bab yah semoga suka ✌️


*Makasih Banyak atas Dukungannya kepada CYT 🥰 Fania tidak bisa sebut satu persatu nama Kakak Readers yang sudah menyempatkan waktunya untuk selalu mampir untuk baca novel Recehan Fania 🙏🥰.


Tetap Dukung CTT dengan Cara Like setiap episodenya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan 🙏*


...********Bersambung********...


by Fania Mikaila AzZahrah


Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu, 05 Juni 2022

__ADS_1


__ADS_2