Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 227. Sungkeman


__ADS_3

Abimanyu menyebut lafaz akad nikah dengan lantangnya di hadapan para saksi dan tamu undangan. Hanya butuh satu tarikan nafas mereka sudah resmi menjadi suami istri.


Amairah dan Maya mengapit Delisha menuntunnya hingga ke hadapan Abimanyu. Delisha tersenyum manis ke arah pria yang baru beberapa menit yang lalu resmi menjadi suaminya.


Abimanyu melangkahkan kakinya menyambut kedatangan istrinya dengan penuh senyuman kebahagiaan. Delisha kemudian duduk di samping Abimanyu untuk mendengarkan beberapa pesan dan nasehat pernikahan dari penghulu setempat. Abimanyu menggenggam tangannya Delisha dan sesekali menciumi punggung tangannya itu.


"Karena sesi akad nikah yang pertama sudah selesai, kita lanjutkan untuk acara yang kedua dan kebetulan calon mempelai prianya sudah tidak sabaran sepertinya," ucap MC yang tersenyum melihat Nathan.


Semua orang yang mendengar tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Nathan yang sedari tadi tidak bisa duduk tenang padahal kedua orang tuanya sudah mengingatkan dan menyuruhnya untuk bersikap tenang tapi begitulah sikap Nathan yang terlalu berlebihan selama jatuh cinta.


Cintanya pada Aisyah membuatnya berubah drastis dari pendiam sekarang cerewet dan bahkan melebihi cerewetnya emak-emak rempong. Berlawanan dengan Aisyah yang selalu bersikap pendiam, dingin dan irit bicara.


"Apa bapak Nathaniel Sanjaya sudah siap untuk menikah?" Tanya Pak penghulu dengan wajah seriusnya.


"Siap lahir batin Pak penghulu," jawabnya yang kembali membuat suasana menjadi ramai dengan tawa dari beberapa orang.


"Kalau gitu kita mulai saja nanti waktu baiknya terlewat," ujar Pak Anwar selaku penghulu yang akan menikahkan Nathan dan Aisyah.


"Saya nikahkan dan kawinkan Nathaniel Sanjaya dengan Aisyah Akyurek dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 500 Dollar dan satu set perhiasan emas dibayar tunai," tutur Pak Anwar.


"Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah Akyurek dengan mas kawin tersebut tunai," jawab Nathan sebelum diberi aba-aba untuk mengucapkan lafaz akad nikah.


"Bagaimana saksi apa sah?" Tanyanya Pak Anwar Zahid yang tersenyum ke arah saksi.


"Sah," ucap semua orang yang berada di sana.

__ADS_1


"Alhamdulillah," ucap Pak Anwar.


Semua orang menengadahkan tangannya ke atas dan mengikuti doa serta mengaminkan beberapa doa yang dipanjatkan oleh pak Anwar selaku penghulu. Aisyah pun sudah dibawa ke tempat acara pelaksanaan akad nikah. Nathan yang melihat kedatangan istrinya segera menjemputnya sebelum diperintahkan oleh orang-orang.


"Pengantin prianya sudah tidak sabar lagi sepertinya," Teriak Dennis ke arah Nathan.


Nathan membalas perkataan dari Dennis," gak apa-apa kok yang penting kami sudah resmi dan sah sedangkan kamu gak jelas," ucap Nathan yang kembali membuat heboh dan ramai tempat itu.


Aisyah yang melihat suaminya hanya bisa menatapnya dengan tatapan matanya yang tajam. Dia tidak menyangka bisa menikahi pria yang sangat cerewet dan hiperaktif.


Delisha dan Abi berdampingan di atas pelaminan menyambut kedatangan para tamu undangan untuk mengucapkan beberapa patah kata ucapan doa restu.


"Alhamdulillah Lee sangat bahagia karena hari ini Lee sudah resmi punya Papi," ujar Lee di depan kedua orang tuanya.


"Iya Nurmala, hari ini adalah hari terbahagia yang pernah saya jalani selama hidup saya," timpal Nenek Masitha.


Mbak Marni memeluk tubuh nenek Masitha yang sudah bergetar menahan tangisnya. Mereka turut dalam kebahagiaan atas pernikahan cucu perempuan satu-satunya di dalam keluarga besar mereka.


"Nenek masih mengingat beberapa tahun silam saat Delisha sakit dan disaat itu hati nenek sangat sedih dan hancur melihat cicitku terluka tapi hari ini semuanya sudah tergantikan dengan kebahagiaan yang tidak terkira dan nenek berharap semoga cucuku yang lainnya akan segera menemukan kebahagiaannya," tutur Nenek Masitha sambil memandang ke arah Dennis dan Axel.


"Iya Nek, semoga tuan Muda Axel dan Dennis segera menyusul jejak Nona Muda Delisha, apa lagi mereka itu tampan dan pastinya tajir melintir gadis mana yang akan menolak pesonanya," sahut Mbak Wati dengan memandangi Axel yang berdampingan dengan Camelia di tengahnya ada Ica.


"Amin ya rabbal alamin," ucap semuanya yang mendengar perkataannya.


"Amairah menantumu ternyata bukanlah orang biasa yah, katanya Mas Bram dia pengusaha muda yang sukses dan kerajaan bisnisnya merajai pasar luar negeri," ujarnya Nadia dihadapan Amairah dan Maya.

__ADS_1


"Seperti itulah kenyataannya dan Alhamdulillah semua ini karena kesabaran Delisha yang menjalani semua ujian dalam hidupnya diusianya yang terbilang sangat belia," timpal Amairah yang ikut meneteskan air matanya dan teringat dengan masa lalu putri tunggalnya.


"Semoga Mbak segera mendapatkan cucu perempuan karena selama ini hanya Delisha cucu satu-satunya perempuan di keluarga Mbak," sahut Maya.


"Amin, semoga saja Delisha nanti hamil dan anaknya perempuan tapi saya serahkan semuanya kepada Allah SWT mau cucu perempuan dan laki-laki sama saja, walaupun saya sangat mendamba kehadirannya," jawabnya lalu pandangannya tertuju pada sosok Ica dalam gendongannya Axel.


Semua Tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati dan mencicipi prasmanan yang sudah dipersiapkan. Mereka berbaur satu sama lainnya dan bercengkrama karena acara tersebut acara yang santai. Rencananya sore harinya mereka akan mengadakan acara syukuran pernikahan dan mengundang ibu-ibu pengajian majelis taklim serta beberapa anak panti asuhan yang berada di bawah naungan yayasan Amairah dan Neneknya.


"Selamat atas pernikahan kalian, Daddy berharap pernikahan kalian langgeng hingga maut memisahkan kalian, dan selalulah saling terbuka dan jujur satu sama lainnya, jangan sekali-kali ada yang kalian tutupi agar pernikahan kalian awet hingga kakek nenek," ujarnya Martin lalu memeluk menantunya itu.


"Makasih banyak atas restunya dan mengijinkan aku dengan segala kekuranganku untuk menikahi putri Daddy," ujarnya Abimanyu yang meminta restu kepada ayah mertuanya.


"Daddy sangat bahagia dan bersyukur karena kamu sudah bersedia untuk menjadi pendamping hidupnya Delisha dengan segala keterbatasan dan kekurangannya serta bertanggung jawab atas semua kesalahanmu di masa lalunya putriku," terangnya Martin yang sangat bersyukur karena pria yang merenggut kehormatan dan kesucian putrinya lah yang menjadi suamimya.


Para tetuah dalam keluarganya duduk berjejer, Delisha dan Abi berlutut secara bergantian dihadapan mereka. Delisha memeluk kakeknya satu persatu mulai dari Tuan Besar Mark dan sungkem dan meminta dan memohon restu dari mereka. Suasana haru terjadi pada saat itu. Pak Heri sangat bahagia melihat cucunya akhirnya bisa mendapatkan pria yang pantas dan layak menjadi suami dari cucunya. Pak Heri kembali teringat dengan mendiang istrinya Nona Mia Horne.


"Mia cucu kita sudah menikah, Mas sangat merindukanmu sayang, anak dan cucu-cucumu sudah bahagia dan mendapatkan pasangan yang mampu membahagiakan mereka."


Pak Heri memeluk dan menciumi pipi cucunya, beliau tidak segan meneteskan air matanya melihat cucunya menikah. Setelah beberapa tahun berjuang menjadi single parent yang kadang mendapatkan cibiran dan hinaan dari orang-orang. Dia pun pernah melihat cicitnya menangis karena dibully tidak memiliki seorang ayah.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus. Insya Allah CYT akan segera tamat jadi tunggu kisahnya yang bakal semakin seru dan penuh dengan ujian dan cobaan dan bakal ada adegan actionnya sebagai penutup endnya nanti.


By Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, Minggu 24 Juli 2022

__ADS_1


__ADS_2