
Selamat Membaca..
Apa yang terjadi? seharusnya aku yang bertanya pada kalian berdua, di mana gadis itu haaa!!!"
Mereka saling bertatapan terlebih dahulu lalu refleks berdiri dari lantai lalu berlari ke dalam kamar tersebut.
"Apa!!!" teriak keduanya.
"Kalian tidak perlu berteriak seperti itu, cepat cari gadis itu sampai dapat!!"
Mereka tanpa menimpali perkataan dari rekannya segera mencari Delisha.
Sedangkan di dalam sebuah ruangan yang cukup besar dan mewah dengan fasilitas lengkap. Seorang gadis memutar gelasnya yang berisi minuman yang berwarna merah.
Dengan senyuman liciknya dan kadang tertawa terbahak-bahak jika mengingat rencananya telah sukses dan berhasil.
Delisha yang mendapatkan akses dan jalan untuk meloloskan diri segera memanfaatkan sebaik-baiknya. Ia terus berlari sejauh mungkin yang bisa dia lakukan. Dia tidak ingin menoleh atau memikirkan hal lain. Du dalam pikirannya hanya terus berlari dan mencari tempat yang aman untuk bersembunyi.
Tapi, kondisi tubuhnya semakin tidak terkendali saja, tubuhnya sangat panas, ia terus berlari tak tentu arah.
Dari ujung tanjakan di depan dia melihat ada kilatan lampu sorot dari sebuah mobil yang membuat matanya silau. Dia mendekati mobil itu hingga sang supir pengendara mobil tersebut ngerem mendadak mobilnya.
Ciiiiiiiiiiitttttttt.......
"Aaaahhhhhhhh!!!"
Suara decitan ban mobil yang bergesekan dengan aspal serta teriakan dari Delisha membuat di Sekitar tempat itu menjadi bising.
Jalan yang mereka lalui di jam seperti itu sudah terbilang sepi. Apa lagi daerah itu pinggiran laut yang semakin menambah sepi saja.
Tubuhnya Delisha terlempar beberapa meter dari mobil itu. Untungnya Orang itu tepat waktu menginjak remnya sehingga dia hanya menyentuh sedikit saja tubuhnya Delisha.
Delisha terbaring di atas aspal. Dia tidak kuasa lagi menahan gejolak dari dalam tubuhnya yang sama sekali dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Tolong... Tolong..." suaranya sudah serak menahan gairah dan panas ditubuhnya yang secara bersamaan muncul.
Tubuhnya menggelinjang seperti seekor cacing kepanasan di atas aspal. Perlahan ia ingin melepas pakaiannya, tapi di sisi lainnya dia pun berjuang untuk melawan rasa itu.
Pria yang berada di dalam mobil tersebut keluar dari mobilnya dan berniat ingin memeriksa kondisi orang yang ditabraknya. Pria itu langsung memeriksa kondisi Delisha yang aneh itu.
Pria itu melihat ada yang tidak beres dengan Delisha. Pria itu memeriksa seluruh tubuh Delisha dan matanya membulat sempurna saat Delisha memegang leher pria itu dan menariknya hingga bibir mereka saling menempel.
"Tolong Aku pak, Aku tidak kuat lagi menahannya," Air matanya menetes membasahi pipinya saking tidak kuatnya menahan gejolak yang semakin lama semakin kuat saja.
__ADS_1
Delisha pingsan setelah berbicara seperti itu. Tangan sang pria reflek menahan kepalanya Delisha. Air matanya terus menetes membasahi pipinya walaupun Delisha sudah tidak sadarkan diri.
"Hey!!! apa yang terjadi padamu, ayok bangun," ucapnya yang berusaha membangunkan Delisha dengan menepuk-nepuk pipinya.
Pria itu tidak banyak pikir lagi segera menggendong tubuh Delisha ke dalam mobilnya. Pintu tertutup rapat dengan suara yang cukup keras karena tergesa-gesa menutup mobilnya.
Mobil itu segera melesat meninggalkan tempat tersebut. Sesekali pria itu menoleh ke belakang untuk mengecek kondisi Delisha.
Matanya tertutup, tapi mulutnya Delisha merintih, meringis seperti seseorang yang menahan kesakitan saja. Tubuhnya bergerak ke sana kemari hingga ia terjatuh ke lantai mobil.
Pria itu yang melihat Delisha terjatuh segera menambah laju kecepatan mobilnya. Dia pun kebingungan tidak tahu harus membawa Delisha ke mana. Hingga sudut mata elangnya melihat ada bangunan Hotel yang berdiri kokoh tidak jauh dari sana.
Mobil itu terparkir sembarang di depan Loby Hotel. Setelah mematikan mesin mobilnya, dia bergegas membuka pintu mobilnya dan menggendong tubuhnya Delisha. Security yang melihat kejadian tersebut segera berjalan ke arah mereka.
Pria itu memberikan kode kepada Security serta melempar kunci mobilnya. Security cepat tanggap dan mengerti apa yang diinginkan oleh pria itu.
Pria itu membuka jasnya lalu menutupi sebagian tubuhnya Delisha yang saat itu hanya berpakaian sebatas lututnya saja.
Tanpa banyak bicara, dia hanya memberikan kartu kredit berwarna hitam ke hadapan kasir dan resepsionis Hotel.
Setelah mendapatkan kunci, dia bergegas ke arah Lift. Wajahnya sudah panik melihat kondisi Delisha yang tidak berhenti menggigil, keringatnya semakin banyak yang menetes hingga ke leher jenjangnya Delisha.
Delisha meracau tidak jelas, dia mengalungkan tangannya ke leher pria itu tapi, matanya masih setia terpejam. Ada Seorang OB yang membantunya untuk membuka kunci pintu kamar Hotel yang dia pesan.
Pria itu membaringkan tubuh Delisha dengan pelan dan hati-hati. Tapi, kepalanya Delisha belum menyentuh bantal, ia menarik dasi pria itu.
Hingga tubuh kekar pria itu terjatuh dan menindih tubuhnya. Hingga dada mereka saling berdempetan. Mata mereka saling beradu. Walaupun Delisha memakai topeng, tapi pria itu yakin jika wajahnya Delisha cantik.
Deru nafas mereka saling memburu satu sama lain. Delisha semakin menarik dasi pria itu. Hingga wajah mereka bertabrakan. Hidung yang sama-sama mancung itu saling bergesekan.
Kilatan cahaya ke dua bola matanya Delisha menyiratkan, jika dirinya menginginkan hal lebih bersama pria yang menolongnya itu.
"Pak, tolong.. tolong.. apa yang terjadi padaku?" ucapnya saat wajahnya hanya tinggal berapa jengkal saja dari pria itu.
Delisa langsung melepaskan pelukannya di leher pria itu. Kemudian tubuhnya menggelinjang kepanasan.
"Aaahhhh toloonggg Kakak Denis tolong Delisha," teriaknya yang membuat pria itu keheranan dengan teriakan Delisha yang sangat kencang.
Pria itu berniat ingin meninggalkan Delisha sendirian saja, tapi nuraninya kasihan melihat Delisha cukup memprihatinkan.
Delisha berteriak-teriak lalu berusaha menarik dan merobek seluruh gaun yang dia pakai.
"Ini tidak boleh dibiarkan, aku harus membawanya ke dalam kamar mandi,agar tubuhnya terasa dingin."
__ADS_1
Pria itu kembali mendekati Delisha yang berniat ingin menggendongnya. Usaha yang dilakukan oleh pria itu menuai kegagalan.
Delisha menarik tangan pria itu dan langsung memegang tengkuk leher si pria dengan sangat erat. Ia mencium bibir Pria itu dengan rakusnya. ********** hingga tidak membiarkan kesempatan kepada di pria untuk menghindari serangannya.
Dia pria dewasa yang normal dan jika diperlakukan seperti itu pasti akan ada reaksi dari dalam tubuhnya yang menginginkan hal lebih.
"Jangan salahkan Aku jika Keesokan harinya Kamu menyesali dengan apa yang Kamu inginkan dan lakukan hari ini."
Pria itu membalas ciuman dari Delisha. Dia sudah lepas kontrol tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya bahagia dengan perlakuan manis dari Pria itu.
Sang Pria memberikan ciuman yang sungguh memabukkan dan membuat Delisha tidak berhenti bahkan meminta lebih.
Bibir mereka saling bertautan satu sama lainnya. Pria itu menindih tubuh Delisha hingga nafas mereka semakin memburu. Lidah sang Pria semakin ke dalam rongga mulutnya Delisha, hingga seakan-akan ingin mengasen satu persatu yang ada di dalam mulutnya Delisha.
Syukur Alhamdulillah Fania ucapkan kepada semua Kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus, Fania minta maaf karena tidak bisa sebut satu persatu nama kakak.
Semua Author akan bahagia jika, ada Readers yang selalu setia membaca karya-karyanya, apa lagi Readers tersebut hadir untuk Like setiap Babnya. Setelah membaca tolong dong untuk menulis komentar yang bisa membuat Author termotivasi dan bersemangat untuk menulis. Dan jika ada Raeders yang memberikan hadiah pasti othornya akan bertambah bersemangat.
Tetap Dukung CYT dengan:
Cara Like setiap Babnya
Rate bintang lima
Gift Poin atau Koin Seihklasnya
Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya.
Yuk ramaikan juga novel Lainku dong Kakak, yang masih sepi sesepi hatiku ini 👌✌️.
Judulnya:
Bertahan Dalam Penantian
Tidak ada Jodoh yang Tertukar
********To Be Continue********
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa, 28 Juni 2022