
Selamat Membaca..
Apa lagi yang kalian lihat!!! seret wanita ular ini keluar dan ingat jangan pernah biarkan wanita ular ini menginjakkan kakinya di Perusahaan!! apa lagi di hadapanku apa pun alasannya!!"
Perkataan itu menggema ke seluruh isi ruangan Presdir Perusahaan PT Sanitex group. Martin dengan amarahnya yang sudah sampai ke ubun-ubun dan berkobar, karena pekerjaannya harus tertunda beberapa saat gara-gara kedatangan sang pengganggu. Matanya menampilkan kilatan cahaya kemarahan yang memerah. Bahkan urat-urat lehernya pun sudah menonjol.
Beberapa saat kemudian, Martin berjalan ke arah dalam ruangan pribadinya lalu mengambil figura yang berisi foto Amairah dan putra sulungnya Axel Muhammad Lee.
"Setiap kali rasa marah ini muncul, fotomu mampu meredam emosi yang bergejolak dan meluap-luap di dalam dadaku, Amairah Mas sangat merindukan kehadiran kalian di sisi Mas."
Berlin, Jerman Seorang perempuan sedang serius menelpon dengan anak buah kepercayaannya. Wajahnya sangat seius dan kadang menampilkan raut wajah sedih, kecewa dan marah.
Rose Amalia Horne sedang mengutus anak buah kepercayaannya untuk mencari keberadaan putra sulungnya, walaupun Kakeknya sudah mengerahkan semua anak buah terbaiknya, tapi sampai detik ini tidak berhasil juga, Dari itu lah diam-diam dia mencari informasi tentang putranya itu tanpa sepengetahuan kakeknya Tuan Luis Horne.
"Apa pun yang terjadi Kalian tidak boleh pulang sebelum putraku belum berhasil kalian temukan."
Teriaknya di dalam ruangan itu. Rasa sedih yang berkepanjangan yang dia rasakan selama ini tertutupi dengan sikap dewasa dan bijaksananya dalam menjalani kehidupan sehari-harinya, bahkan dari raut wajahnya kadang orang salah kaprah mengatakan kalau dia adalah Tuan putri yang tidak pernah merasakan kesedihan sedikit pun. Padahal di dalam lubuk hatinya yang paling terdalam sangat merindukan keluarga kecilnya.
Amairah hidup dalam kerinduan terhadap suami, putranya dan putri kecilnya yang sampai detik ini belum pernah dia gendong.
"Delisha Elshanum, Mommy ingin menciumi wajah cubbymu sayang, tapi maafkan Mommy yang belum bisa pulang untuk menggendongmu, Mommy sangat sayang kalian."
Foto yang berhasil Amairah dapatkan menjadi pelipur laranya jika merindukan Suami, Axel dan baby Del.
"Ya Allah sampai kapan hal ini terjadi di dalam hidupku, Di manakah berada puteraku Axel? tolong kembalikan Axel ke dalam pelukanku ya Allah."
Hari ini Dion dan Maya Erlene Keysha sudah bertolak kembali ke Tanah air tercinta Indonesia raya. Mereka berhasil mendapatkan Kontrak kerja sama proyek mega besar. Wajah mereka berseri-seri dan menampilkan raut kegembiraan.
Walaupun ada insiden kecil yang dialami oleh Maya. Maya yang melihat perempuan yang mirip dengan sahabat baiknya yaitu Amairah Putri Tan Perkasa. Dan Maya harus dibuat kecewa dan sedih karena apa yang dia harapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
Tiga Tahun Kemudian...
Waktu terus berlalu hingga tidak terasa tiga tahun telah berlalu, banyak cerita suka dan duka mereka hadapi.
Martin yang mengisi hari-harinya dengan kesibukan kerja dan kerja terus menerus
Martin melakukan hal itu untuk menutupi kegalauan dan kerinduannya kepada istri dan putranya itu.
Banyak perempuan yang sudah datang ingin menggodanya dan ingin memanjat ranjangnya tapi, selalu dihempas dengan cara yang berbeda-beda. Bahkan Nikita Aiman yang setiap saat jika mendapatkan kesempatan pasti akan memanfaatkan berbagai cara agar keinginan dan hasratnya terpenuhi.
Hari ini Martin dan Dimas akan melakukan perjalanan bisnisnya ke Seoul, Korea Selatan. Awalnya tidak ingin membawa Putri kecilnya, tapi putrinya selalu rewel dan histeris menangis jika keinginannya itu tidak dipenuhi.
Di dalam sebuah Kamar yang bernuansa pink, seorang gadis kecil yang baru berumur 3 tahun lebih enam bulan, sedang duduk di pojokan kamarnya. Gadis kecil itu sedang merajuk karena keinginannya ditolak oleh Daddy-nya yang ikut berangkat ke Seoul Korea Selatan.
__ADS_1
Segala bujukan dan rayuan maut pun sudah diLancarkan oleh Daddy dan Nenek buyuknya tapi, tidak ada satu pun yang berhasil untuk meluluhkan ego Delisha Annira Elshanum.
"Sayang cup cup Baby Del gak bisa ikut sama Daddy, lain kali saja yah Sayang Baby Del ikut jalan-jalan sama Daddy, kalau urusan kerjaan Daddy sudah selesai," ucap Martin yang sudah kehabisan akal untuk membujuk putrinya.
"Ndak mau Daddy, Del halus itut, kalau tidak Del tidak mau makan, Del atan puaca campai Daddy balik dari Korea celatan," ucap Baby Del yang berbicara masih sedikit cadel.
Berbeda dengan kakaknya Axel yang diumur tiga tahun sudah fasih dan lancar berbicara. Setiap anak berbeda-beda yah Readers dari kemampuan IQ maupun EQ nya. Begitu pun sifat dan karakternya.
Martin menatap ke arah Nenek Masitha untuk meminta bantuannya. Nenek Masitha pun menggelengkan kepalanya tanda tidak mampu untuk memenuhi permintaan dari cucu laki-lakinya.
Nenek Masitha kemudian ikut duduk di samping Martin yang sudah kehabisan akal dan cara untuk menangani putrinya itu.
"Del mau ketemu Mommy di Kolea Celatan Daddy, Mommy ada di Cana," ucap Delisha yang entah kenapa bisa berbicara seperti itu.
Martin dan Neneknya saling berpandangan. Nenek Masitha pun mendekati cicitnya itu.
"Delisha kok ngomongnya gitu, Delisha dapat cerita itu dari mana sayang?" tanya Nenek Masitha yang sudah menggendong tubuh kecil Delisha Annira Elshanum.
Baby Del pun tanpa banyak pikir langsung menjawab pertanyaan dari Neneknya.
"Del cemalam mimpi Nenek bertemu pelempuan cantik, pelempuan itu bilang cama Delisha adalah mommy nya Del, dan Mommy nungguin Del di Kolea celatan gitu bilangnya," jelas baby Del dengan wajah seriusnya disertai keluguannya.
"Martin ajaklah putrimu bersama Kamu, jangan sampai itu adalah petunjuk yang diberikan Allah kepadamu untuk mengetahui keadaan dan keberadaan Amairah istrimu," tutur Ibu Masitha.
Setelah beberapa saat mempertimbangkan panjang kali lebar, akhirnya Martin memutuskan untuk membawa serta putri kecilnya itu.
Nenek Masitha berdiri lalu berjalan ke arah Pintu untuk memanggil Mbak Marni, agar segera mengemas barang-barang dan kebutuhan baby Del selama di Korea Selatan.
"Mbak Marni, tolong ke sini," teriak Nenek Masitha di ujung pintu.
"Iya Nek, tunggu," ucap Mbak Marni yang berjalan tergesa-gesa ke arah kamar Sang Tuan putri rumah besar itu.
"Tolong persiapkan semua kebutuhan Baby Del, dia akan ikut bersama Daddy-nya ke Korea Selatan, ingat perbanyak pakaian hangatnya, kebetulan di Korea sekarang bersalju dan pastinya cuacanya sangatlah dingin," terang Nenek Masitha.
Sebab itu lah, Martin Muhammad Al-ayyubi Lee tidak ingin mengajak putrinya itu, karena kondisi cuaca yang cukup ekstrim di Seoul.
Sedangkan di dalam apartemen Dion, Maya marah-marah dan ngomel-ngomel karena Dion tidak memenuhi permintaannya.
Dion hari ini dipusingkan oleh permintaan Maya. Dion beradu argument dengan Maya.
"Sayang dengarkan penjelasan Mas dulu dong," ucap Dion yang sudah memegang ke dua pipi tunangannya itu.
"Maya tidak mau tahu, yang jelasnya kalau Mas hari ini belum mendapatkan art yang sesuai yang Maya inginkan, Maya sendiri yang akan mencarinya yang sesuai dengan keinginan Maya titik gak pake koma," ucap Maya yang kembali memalingkan wajahnya.
"Tapi, Sayang Kamu kan tahu kalau kakak sepupumu itu meminta Mas untuk menemaninya hari ini ke Korsel, jadi kalau bisa tungguin Mas pulang dari Korea saja baru Kita sama-sama mencari Asisten Rumah Tangga sesuai yang Kamu inginkan," ucap Dion yang sudah kehabisan akal untuk merayu pujaan hatinya itu.
__ADS_1
"Tidak ada lagi tawar menawar Mas, Apa Mas gak Kasihan lihat Maya harus hidup sendirian di dalam Apartemen mewah ini, Makan sendiri, tidur pun sendiri segala-galanya serba sendiri," ucap sendu Maya yang hanya berpura-pura saja.
Wajahnya menunduk tapi, senyumannya terbit dari ujung bibirnya Maya. Maya pun memaksa air matanya jatuh membasahi pipinya biar aktingnya lebih terkesan alami dan natural.
Maya sebenarnya tanpa art pun masih bisa beraktifitas dan melakukan segalanya, tapi dua hari yang lalu saat perjalanan pulang dari Kota dari Semarang, Maya bertemu dengan seorang Ibu mungkin berusia sekitar 40 tahunan dengan putranya berumur 8 tahun. Keadaan mereka sangat memprihatikan. Maya bertemu dengan ibu itu saat Singgah ke salah satu minimarket yang ada di pinggir jalan.
Ibu itu dan putranya yang ingin berangkat ke Ibu Kota Jakarta tapi, dompet dan tasnya dicuri oleh seseorang sehingga tidak bisa kembali melanjutkan perjalanannya.
Maya mendekati Ibu itu dan berbincang-bincang beberapa saat, air matanya Maya tanpa terasa menetes membasahi pipinya. Maya memutuskan untuk membantu ibu itu hingga sampai ke Jakarta.
Maya tidak mungkin langsung membawa ibu dan anaknya untuk langsung tinggal bersamanya, tanpa harus membicarakan terlebih dahulu dengan calon suaminya Dion.
"Oke bawa ibu-ibu itu dan anaknya untuk tinggal bersama Kamu sebagai art, dan ingat mereka hanya sebagai art saja tidak lebih dan jangan terlalu gampang dan mudah percaya dengan wajah polos seseorang," ucap Dion yang pasrah dengan kemauan dari Maya.
Berdebat dengan Maya tidak akan ada habisnya. Karena itu lah Dion menyetujui permintaan Maya. Dion pun sangat tahu karakter Maya yang tidak gampangan percaya sama orang yang baru dikenalnya.
"Makasih banyak Sayang," ucap Maya yang langsung memberikan kecupan singkat di pipinya Dion.
Dion yang diperlakukan seperti itu hanya terdiam dan mematung dan tidak menyangka Maya akan bertindak seperti itu.
"Lagi yah, di sini, gak adil kalau cuman yang ini yang dicium," ucap Dion yang memajukan pipi kirinya yang tidak dicium oleh Maya.
"Iihh ogah aah, itu maunya Mas, belum saatnya Mas," ucap Maya yang menggoyangkan jarinya di hadapan Dion sambil tertawa renyah.
"Kalau gitu Mas pamit dulu yah, hati-hati di rumah, kalau ada waktu Mas akan ke sini lagi," ucap Dion yang mengecup keningnya Maya.
"Gak perlu cari waktu kali Mas, Apartemennya Mas juga cuma selangkah dari sini kok," ucap Maya cengengesan.
Dion hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Maya.
"Alhamdulillah Mas Dion mengabulkan permohonanku, Aku sangat Kasihan melihat Ibu itu, berarti sekarang mandi dulu baru otewe jemput si Ibu itu."
Satu jam kemudian, Martin, Dion dan Baby Del sudah bersiap berangkat ke Bandara Internasional Soekarno Hatta.
...........
Fania bahagia dengan dukungan kalian, walaupun hanya like dan baca Novel recehannya Fania tapi, Fania sudah sangat bersyukur karena dukungan kalian sangatlah berarti 🤗.
Jangan Lupa untuk tetap memberikan Dukungannya kepada Cinta Yang Tulus dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan 🙏
...********Bersambung********...
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Sabtu, 28 Mei 2022
__ADS_1