Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 99. Kegagalan


__ADS_3

Selamat Membaca..


Pelukan yang tanpa ba-bi-bu dari Nikita membuat Martin terkejut dan refleks mendorong kuat Nikita hingga terbanting dan akhirnya bokong montoknya mencium lantai Restoran. Martin tidak menyangka jika yang memeluknya adalah Nikita Aiman.


Martin membersihkan sisa sentuhan tangan Nikita dari tubuhnya terutama dari lehernya. Sedangkan Nikita masih terduduk di lantai tersebut.


"Auuhhh sakit" keluh Nikita saat dirinya telah berhasil mendarat di atas lantai keramik Restoran.


Martin berdiri dari duduknya dan melihat siapa perempuan yang berani menyentuh dan memeluknya sehingga kaget.


"Mas Martin tega banget sama Nikita" ucap Nikita dengan suara yang mendayu-dayu dan dibuat lebih manja agar Martin terharu dan iba melihat Nikita.


"Apa yang Aku lakukan tadi itu sangat pantas untuk perempuan parasit seperti kamu" ucap Martin dan langsung meraih box tissue untuk menghapus dan melap sisa dari sentuhan Nikita ditubuhku.


Sedangkan Adam hanya tersenyum licik ke arah Nikita Aiman yang tidak berdaya dengan perkataan yang dilontarkan oleh Martin. Suara sumbang dan cibiran dari tamu restoran semakin membuat Nikita marah, malu dan sekaligus jengkel.


Martin tidak ingin berlama-lama di dalam restoran lagi setelah melihat wajah Nikita yang membuatnya langsung pusing. Dan segera membayar bill tagihan semua makanannya.


"Hari ini tidak akan aku lupakan Martin dan tunggu saja waktu pembalasanku pasti akan datang dan kamu juga Adam, Aku sumpahin kamu untuk jadi duda seumur hidupmu". Nikita mengumpat dan banyak cacian yang keluar dari mulutnya setelah mendapatkan perlakuan yang tidak sesuai dengan apa yang sebelumnya Nikita bayangkan dan impikan jika mengingat masa lalunya bersama Martin saat mereka kuliah dulu.


Nikita meninggalkan restoran dengan menghentakkan sepatunya dengan sangat kuat yang membuat tamu Resto tersebut tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari Nikita sendiri.


Martin mengemudikan mobilnya ke arah Kediaman Neneknya, karena baru saja mendapatkan informasi jika Mbak Marni dan Mbak Wati sudah sampai di kediaman Nenek Masitha, Mereka akan bekerja sebagai baby sitter Putrinya yang baru menginjak hampir dua bulan usianya.


Martin ingin membahas dengan neneknya tentang rencananya yang akan melaksanakan Aqiqahan putri bungsunya itu. Martin masih tidak habis fikir dengan jalan pikiran dari Nikita. Dan entah kenapa membuat Martin ilfeel dan jijik. Martin tidak menyangka jika Nikita akan bertindak seperti itu di hadapan khalayak umum.


"Kamu di mana Amairah, Mas minta maaf dan pulanglah segera Amairah Mas merindukan kehadiranmu di hidup Mas, Amairah kenapa kamu tega meninggalkan mas dengan putri kita".


......................


"Apa yang terjadi di sini haaa!!, kenapa ruangan ini hancur dan di mana Amairah??" tanya orang itu lagi.


"Maafkan kami Bos, sepeninggal bos dari sini, tiba-tiba beberapa orang tidak kami kenali langsung menyerang kami tanpa ampun" ucap anak buahnya yang sudah terkapar di lantai tetapi masih selamat sedangkan anak buahnya yang lain sudah tewas.


"Apa!!!! itu tidak mungkin terjadi, tempat kita ini sangat rahasia dan di lindungi dengan sistem keamanan yang sangat canggih bahkan musuhku pun tidak berhasil menemukan kita jadi hal ini mustahil bisa terjadi" bentaknya.


Ruangan yang awalnya tertata rapi, bagus dan dilengkapi oleh fasilitas kesehatan dan keamanan yang sangat moderen dan canggih sekarang hanya meninggalkan puing-puing saja dan tinggal kenangan. Hal itu membuat murka dari pemilik istana yang dijadikan tempat persembunyian mereka selama ini yang tidak pernah terjamah oleh


orang luar hingga bertahun-tahun lamanya.

__ADS_1


Tidak ada satupun anak buahnya yang lainnya selamat bahkan semua perlengkapan dan peralatan yang Dia miliki dihancurkan oleh orang yang tidak Dia ketahui.


"Aku akan membalas perbuatan kamu dan Aku akan mencari siapa pun kamu yang telah melakukan ini hingga ke ujung dunia pun" teriak Orang itu sambil menghancurkan benda apa pun yang tersisa di hadapannya.


Anak buahnya yang berhasil selamat itu pun tidak bisa menghindari amukan dan kemarahan dari bosnya.


"Siapa kamu haaaaa!! keluarlah Jika kamu masih di Sini, Gara-gara kamu rencana balas dendamku yang Aku susun dengan matang harus gagal dan hancur, tapi jangan berharap kamu akan lepas dari kejaranku, kamu tidak tahu siapa saya haaaa!!". teriak Bos besar itu yang harus menelan pil pahit dari kegagalan rencananya yang sudah berjalan hampir sempurna.


Sedangkan di belahan bumi lainnya, Ada seseorang yang sudah sekian lama tertidur lelap dalam mimpinya akhirnya membuka matanya.


Perawat yang menjaganya selama ini langsung berlari ke arah ruangan majikannya setelah melihat jika Orang yang selama ini Dia jaga dan rawat sudah membuka matanya.


"Ada apa Rachel kamu berlari terbirit-birit seperti itu?" tegur salah satu rekan kerjanya.


"Orang itu sudah sadar dari tidurnya" ucap Rachel dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Kalau gitu cepatlah hubungi tuan besar jika dia sudah sadar" timpal Toni.


Rachel kembali berlari hingga ke hadapan junjungannya.


"Apa yang terjadi kepadamu haaa! Kamu mengira istanaku ini tempat kamu berlarian seperti sedang di buru anjing gila saja" bentak Tuan besar.


"Maafkan hamba tuan Besar, perempuan itu sudah sadar dan membuka matanya" jawab Rachel dengan wajah yang sedari tadi menundukkan kepalanya.


Rombongan tuan besar sudah berjalan ke arah ruangan tempat orang tersebut berada.


"Akhirnya apa yang kalian lakukan berhasil membuatnya tersadar dari tidur panjangnya, Saya akan memberikan bonus kepada kalian" ucap Tuan besar.


"Makasih banyak Tuan" ucap dokter dan beberapa perawat yang selama ditugaskan untuk menjaga dan merawat orang tersebut.


"Bagaimana dengan kondisi yang satunya lagi apa ada kemajuan dari penelitian kalian?" tanya tuan besar.


"Perkembangan dan pertumbuhannya sesuai yang kita harapkan Tuan besar, kita hanya perlu bersabar dan menunggu waktu yang tepat saja" jelas Kepala Dokter tersebut.


Orang tersebut pun berjalan ke arah ranjang di mana orang itu masih berbaring dengan raut wajah yang gamang.


"Pagi Rose" sapa Tuan besar.


Tapi sapaannya tidak terbalas. Orang itu hanya menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.

__ADS_1


"Bagus ini sesuai dengan rencana kita, Obat itu berhasil dan bekerja sesuai dengan apa yang Saya harapkan hahahaha" ucap Tuan besar.


......................


Sedangkan Martin sudah memarkirkan mobilnya di garasi Kediaman Neneknya. Martin bersyukur karena Mbak Marni dan Mbak Wati setuju untuk menjaga putrinya, Martin tidak ingin merepotkan Neneknya di usianya yang sudah senja. Walaupun Nenek Masitha tidak merasa keberatan mengurus cicitnya.


"Assalamu alaikum" Salam Martin yang sudah melihat Neneknya bercengkrama dengan duo's baby sitter Axel dulu.


Semua orang menatap ke arah Martin dan menjawab salam dengan bersamaan.


"Waalaikum salam".


"Gimana kabarnya Mbak?" tanya Martin setelah berhasil duduk di kursi.


"Alhamdulillah kami baik Tuan Muda, dan kami sangat sedih mendengar Nona Amairah dan Axel menghilang dan kami juga turut berdukacita atas meninggalnya salah satu anak kembar Tuan Muda" Tutur Mbak Marni yang sudah meneteskan air matanya.


"Ini semua kesalahanku Mbak, Aku yang terlalu bodoh karena tidak berani untuk berkata jujur dihadapan Amairah sehingga mengakibatkan kejadian ini" ucap Martin yang sangat menyesali keputusannya untuk menyembunyikan identitasnya selama ini dari Amairah.


Nenek Masitha pun mengelus lengan cucunya. Nenek Masitha pun sangat sedih melihat kondisi cucu tunggalnya harus terpisah dari dari istrinya.


"Apa aku harus mendatangi langsung Tuan Besar Mark Prin Atmadja, karena entah kenapa Aku merasa kalau Dia lah yang melakukan semua ini dan jika ada orang lain itu tidak mungkin, karena Nurman juga sudah meninggal dunia waktu itu, Aku sendiri melihatnya jatuh ke dalam alat pemintal benang".


"Kalau gitu Mbak akan tinggal di kamar yang langsung bersebelahan dengan kamar Putriku dan rencananya Minggu depan Martin akan melaksanakan Aqiqahan putri Martin Nek" terang Martin.


"Alhamdulillah itu rencana yang baik kasihan juga sama putrimu jika kamu menunda terus Aqiqahannya" Jawab Nenek Masitha yang turut bahagia dengan rencana Martin.


Mbak Marni dan Mbak Wati pun ikut bahagia mendengar kabar tersebut.


...********Bersambung********...


Alhamdulillah viewers Cinta Yang Tulus semakin naik.


Fania Ucapkan Makasih banyak untuk Kakak Readers all yang sudah setia membaca dan memberikan dukungan kepada CYT.


Alur CYT seperti ini, Entah kenapa Othor suka ngehalu dengan alur cerita yang ada unsur ketegangan dan rahasia serta berbau dendam. Othor gak pinter buat Novel yang selow melan kolis yang penuh dengan keromantisan dan keuwuan dari MCnya Maaf 🙏🙏.


Kalian komplen atau Protes dengan Alurnya yang panjang banget Maaf karena semakin panjang ceritanya semakin besar Kesempatan Rezeki dari Othor Yang sudah kontrak Novelnya ✌️.


Mohon Maaf jika ada beberapa typonya ✌️.

__ADS_1


By Fania Mikaila AzZahrah.


Makassar, Selasa, 10 Mei 2022


__ADS_2