Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 175. Trio Bocil Lee Di USA


__ADS_3

Selamat Membaca..


Akad nikah, resepsi serta malam pertama berhasil dilewati dengan penuh haru, bahagia dan sedikit bumbu drama. Maya dan Dion bahagia bersama di dalam rumah barunya tanpa asisten rumah tangga yang nginap di sana.


Dion tidak ingin artnya nginap di sana. Dion ingin ada kebebasan dan privasi saat bersama istrinya tanpa ada gangguan atau pun rasa diperhatikan oleh orang lain saat berduaan.


Karena itu lah Dion hanya memperkejakan ARTnya hingga jam 7 malam. Artnya akan kembali ke Paviliun yang ada di belakang rumahnya khusus didirikan oleh Dion.


Hubungan Bryan dengan Arumi masih seperti sebelumnya. Akan tetapi, Arumi memutuskan pertunangannya dan memilih tinggal di Prancis.


Bryan memilih untuk mengabdikan dirinya untuk Martin dan keluarganya. Begitu pun dengan Aisyah, walaupun ada rasa dengan dokter Rizaldi, tapi dia lebih memilih untuk bungkam seribu bahasa. Memilih diam saja tanpa harus mengungkapkan perasaannya masing-masing.


Perjuangan pemulihan nama Kakek Martin berhasil diperjuangkan oleh Papa Heri serta tim pengacaranya. Kebahagiaan itu sangat dirasakan oleh keluarga besar Martin Muhammad.


Tuan Besar Luis sudah mengerahkan seluruh kekuatan dan anak buah terbaiknya untuk mencari keberadaan Nurman tapi, hingga hari ini tidak berhasil ditemukan bersama antek-anteknya. Mereka bagaikan ditelan bumi saja tanpa jejak sedikitpun.


Tuan Besar Mark, sudah mendapatkan informasi tentang kebenaran, siapa pelaku dan otak dibalik kematian adik kembarnya. Tapi, keangkuhan dan keegoisannya mengalahkan rasa sayangnya pada cucu dan cicitnya.


Kehidupan sehari-hari keluarga kecil Martin dan Amairah berjalan mulus tanpa ada kendala yang berarti dihadapi oleh mereka.


Perusahaannya yang bergerak di bidang tekstil setiap bulannya menunjukkan kemajuan dan perkembangan yang sangat signifikan.


Amairah bersama suaminya membangun beberapa cabang perusahaan yang bergerak di bidang Retail, IT, perhotelan serta menjamurnya Perumahan dan Apartemen elit yang berdiri di bawah naungan bendera Panji Perusahaannya.


Martin dan Amairah memilih untuk menyembunyikan identitas putra putrinya setelah mereka tumbuh semakin besar. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar keamanan dan keselamatan mereka terjaga dan terjamin dari musuh kapan saja.


Martin berusaha untuk menyembuhkan putra sulungnya dengan berbagai pengobatan yang cukup canggih dan modern yang pastinya biaya yang sangat banyak.


Berkat pengobatan tersebut trauma yang dialaminya perlahan berangsur membaik. Serta ingatannya yang sempat hilang telah kembali pulih seperti sedia kala.


Walaupun karakter Axel sedikit introver dibanding dengan ke dua adik kembarnya.


Sesuai janjinya Martin dan Amairah, Ke tiga bocil Lee setelah berumur 15 tahun akan kembali ke Amerika bersama dengan kakeknya. Axel adalah anaknya yang pertama yang dia kirim ke USA.


Axel dididik oleh Tuan Luis hingga dewasa. Berbagai pendidikan Axel dapatkan. Tanpa terkecuali dengan ilmu bela diri sebagai tameng untuk menjaga dirinya sendiri.


Sedangkan si kembar belum berangkat ke Lose Angels karena tahun baru berumur 11 tahun. Sehingga mereka masih butuh waktu empat tahun lagi. Dan otomatis masih punya waktu untuk bersama dan berkumpul dengan keluarganya yang ada di Indonesia.


4 Tahun Kemudian...


Di dalam Istana milik Tuan Besar Luis terdengar tangis haru memenuhi ruangan mewah itu.


Dennis Richie Arfathan Lee, tidak ingin berpisah dengan Daddy dan Mommy nya. Sedangkan Delisha Annira Elshanun lebih bahagia, happy, eksitik setelah mengetahui jika mereka akan tinggal dan menetap di Negara Paman Sam.


Perpisahan mereka saat itu penuh dengan drama yang diperankan oleh Dennis. Amairah dan Martin sampai kelimpungan tidak tahu harus berbuat apa untuk meyakinkan kepada putra keduanya itu.

__ADS_1


Amairah berlutut dihadapan anaknya. Amairah mengelus surau yang sedikit berombak dan kecokelatan milik Dennis dengan penuh kasih sayang.


Amairah sama dengan apa yang dirasakan oleh anaknya, tapi demi kebaikan anaknya di masa depan mereka serta menunaikan janjinya, Amairah menjalankan semuanya dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang.


"Dennis putranya Mommy yang paling ganteng, insya Allah Mommy dua kali dalam setahun akan datang menjenguk Dennis, Dennis juga akan kembali ke Jakarta setiap bulan puasa," Amairah memeluk putrinya dengan erat. Air matanya yang sudah berada di ujung pelupuk matanya dia berusaha untuk menahannya.


Dia tidak ingin terlihat lemah di depan anak-anaknya. Sedih pasti itu akan dirasakan oleh semua ibu yang akan terpisah dari buah hatinya untuk beberapa tahun.


"Moms janji?" Dennis mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari Mommynya.


"Moms janji sayang, Aisyah juga akan tinggal bersama kalian di sini."


Tuan Luis yang melihat lakon cicitnya hanya tersenyum. Beliau mengingat dirinya di masa kecilnya ada di dalam karakter Dennis. Mereka seperti bagaikan pinang dibelah dua dari segi karter, sifat dan perangainya.


Amairah tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia segera berbalik dan berjalan ke arah Pesawatnya yang siap berangkat kembali ke tanah air tercinta.


Air matanya perlahan menetes membasahi pipinya, hatinya sangat sedih dan pasti akan sangat merindukan kehadiran ketiga anaknya.


Martin pun mengalami hal yang sama. Kesedihan itu sangat terasa saat pesawat mereka meninggalkan New York City.


Hari-hari terus berlalu, Ke tiga anak Martin dan Amairah cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tuan Luis menyembunyikan identitas ke tiga cicitnya, demi keamanan mereka.


Dengan kehadiran ke tiganya di Istananya suasana yang beberapa tahun belakangan yang sunyi sepi sekarang setiap hari ada saja ulah ketiganya.


Hingga hari kelulusan Duos kembar telah tiba. Delisha tidak habis fikir kenapa Kakeknya Sangat menentang dan melarangnya mengikuti acara kelulusan yang akan diadakan oleh teman sekolahnya. Berbagai bujukan dan rayuan Delisha sudah lakukan tapi, tetap tidak berhasil.


Seperti hari ini, Delisha berakting di depan Kakeknya. Dia merengek meminta ijin untuk mengikuti acara tersebut. Delisha sudah sejak pagi tadi, tidak ikut makan bersama dengan yang lainnya.


"Aisyah Delisha ke mana,kok tidak ikut sarapan?" Dennis dengan wajahnya yang keheranan lalu menatap Aishah dengan penuh selidik.


Aisyah yang ditatap seperti itu hanya terdiam dan mengarahkan pandangannya ke arah Tuan Luis. Dennis langsung paham dengan situasi yang ada.


"Kakek, apa salahnya Delisha diijinkan untuk pergi ke acara itu, setahu Dennis temannya Delisha semuanya baik kok."


Tangannya yang masih setia menyendok makanan ke dalam mulutnya. Mereka berbincang di Meja makan jika Axel abangnya tidak ada jadi Denis manfaatkan waktu itu.


"Sekali seumur hidup Kakek mereka melakukan acara seperti ini, kalau menurut Denis lain kali Kakek tidak usah mengijinkan Delisha pergi jika menginginkan hal yang sama," Denis setelah berbicara seperti itu menundukkan kepalanya.


Dennis tidak sanggup menatap ke arah dua mata Kakeknya yang begitu tajam bak Elang yang akan menerkam mangsanya.


Tuan Luis masih menikmati makanannya. Selama kedatangan mereka di Istana itu,pola makan dan apa yang dimakan oleh mereka setiap paginya tidak sama dengan kebanyakan warga kota Lose Angels yang kebanyakan makan roti setiap harinya.


Bukannya mereka yang beradaptasi dengan lingkungan, tapi kakeknya lah yang mengikuti kebiasaan mereka dalam hal makan.


"Baiklah Kakek akan ijinkan kalian pergi, tapi dengan satu catatan harus jaga diri baik-baik."

__ADS_1


Setelah berbicara seperti itu, Kakeknya meninggalkan Denis yang tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mendapatkan ijin dari Kakeknya.


Dennis segera mengirimkan pesan chat ke nomor hp adiknya. Delisha yang duduk bersila di atas ranjangnya, segera meraih hpnya setelah mendengar hpnya berdering.


Ke dua matanya membulat sempurna dan berbinar bahagia. Saking bahagianya dia melompat di atas ranjang king size-nya dengan seprei motif Frozen warna biru.


Gadis belia yang baru berusia 16 tahun jingkrak-jingkrak di dalam kamarnya saking senangnya karena sudah mengantongi izin dari Kakeknya.


*NB:


Ke depannya Cinta Yang Tulus sudah masuk season Duanya dengan kisah khusus dari ketiga anak-anak Martin dan Amairah.


Kisah mereka akan saya ceritakan saling bergantian.


Sempat ada yang bertanya"Kok sekarang ceritanya tentang anaknya? yah jawabnya memang Aku akan bahas kisah mereka di Season 2 nya*."


Syukur Alhamdulillah Fania ucapkan kepada semua Kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus, Fania minta maaf karena tidak bisa sebut satu persatu nama kakak.


Tetap Dukung CYT dengan:


Cara Like setiap Babnya


Rate bintang lima


Gift Poin atau Koin


Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya.


Silahkan ramaikan juga novel Lainku dong Kakak, yang masih sepi sesepi hatiku ini 👌✌️.


Judulnya:



Bertahan Dalam Penantian


Tidak ada Jodoh yang Tertukar



********To Be Continue********


by Fania Mikaila AzZahrah


Takalar, Sulawesi Selatan, Senin, 27 Juni 2022

__ADS_1


__ADS_2