Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 38. Bertemu Uncle Ganteng


__ADS_3

Selamat Membaca..


Amairah tampak khawatir memikirkan keadaan putranya yang hilang di saat mereka berada di Dufan. Amairah selalu tidak ingin berfikiran yang macam-macam tetapi Amairah tetap saja khawatir dan cemas dengan nasib anaknya yang hilang. Amairah pun sudah melaporkan berita kehilangan Axel dan mereka sudah mencari ke mana-mana dengan area Dufan yang cukup luas membuat pencarian membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama.


Amairah tidak berhenti mencari Axel. Bahkan saking lelahnya mencari putra semata wayangnya hingga membuat dirinya salah orang. Amairah memegang pundak anak kecil yang pakaiannya mirip dengan Axel.


"Maaf Aku kira kamu putraku yang hilang" ucap Amairah yang salah orang.


"Tidak apa-apa kok Tante" jawab anak itu.


Amairah kembali melanjutkan perjalanannya menuju tempat lainnya. Amairah sudah hampir mendatangi seluruh wahana bermain tetap hasilnya nihil, keberadaan Axel belum ditemukan. Tubuh Amairah sudah mulai lelah dan kakinya sudah pegal-pegal sehingga membuatnya untuk memutuskan berhenti sejenak dan beristirahat di kursi tunggu.


"Ya Allah lindungilah anakku, dan jagalah anakku dari segala marabahaya" ucap Amairah yang tidak henti-hentinya berdo'a sambil memukul kecil betisnya.


Amairah segera membuka tutup botol air mineralnya. Dan meminumnya karena haus sehingga Amairah meminum air tersebut sampai isinya tandas.


"Sudah hampir malam tapi Axel belum juga ditemukan, kamu dimana sayang?" ucap Amairah.


Kondisi Amairah sudah membaik Akhirnya memutuskan untuk kembali melanjutkan pencariannya. Amairah ingin berjalan ke arah kiri dan kakinya terasa berat karena tiba-tiba Axel berlari dan langsung menarik kaki Mommynya.


"Moms Axel kangen" ucap Axel.


Amairah menangis tersedu-sedu dan langsung meraih tubuh anaknya dan menggendong Axel Walaupun kakinya pegal, tapi Amairah tetap melakukan hal itu karena terlalu gembira dan bahagia melihat anaknya.


"Mommy Juga kangen banget sama Axel" ucap Amairah yang terus menciumi wajah anaknya.


"Stop it Moms geli nih" ucap Axel yang merasa geli karena dihujani ciuman oleh Mommynya.


"Axel dengarkan Mommy tua sayang, Kalau Axel mau jalan-jalan tolong tanya Mommy atau Mbak Wati dan Mbak Mirna pasti Mommy ijinkan Axel jangan seperti ini sayang, Mommy hampir saja sakit gara-gara mencari Axel" ucap Amairah yang menangis tersedu-sedu.


"Maafkan Axel yah Mommy, Axel janji tidak akan mengulanginya lagi dan nanti kalau Axel mau pergi pasti akan tanya Mommy dulu" ucap Axel yang menghapus jejak air mata Amairah.


"Makasih banyak ya Allah engkau melindungi dan menjaga anakku dari mara bahaya" ucap Amairah dalam pelukan anaknya.


"Kita lanjut bermain atau kita pulang saja Bu?." tanya Mbak Wati.


"Kita pulang saja, tapi kita nanti singgah di butik untuk mengambil gaunku yang akan aku pakai besok ke pesta" ucap Amairah saat dirinya sudah berdiri dan berjalan ke arah parkiran khusus mobil.


Mobil sedan yang dikemudikan oleh Amairah sudah meninggal area Dunia Fantasi Ancol. Dalam perjalanan Axel bercoleteh dan mengatakan kalau dirinya bertemu dengan Uncle ganteng yang ada di dalam mimpinya. Tetapi tidak ada yang percaya mereka hanya manggut-manggut saja mendengar perkataan dari Axel.


"Mommy hari ini Axel punya teman baru loh" ucap Axel.

__ADS_1


"Terus temannya cewek atau cowok Xel?." tanya Amairah yang tetap mengemudikan mobilnya membelah jalan Ibu kota yang sore itu cukup padat merayap.


"Teman baru Axel itu Cowok Mommy dan dia Uncle ganteng yang pernah ada di dalam mimpinya Axel Moms." ucap Axel.


"Serius Sayang??." tanya Amairah yang tidak percaya dengan perkataan dari anaknya tapi Amairah tahu kalau anaknya selama ini belum pernah berbohong dan anak kecil itu kejujurannya lebih bisa dipercaya dari pada Orang dewasa.


"Lihat Mommy mainan baru Axel robot Transformer kan." ucap Axel sambil memperlihatkan boneka robot tersebut ke arah Momsnya dan untuk meyakinkan kepada Mommynya yang tidak percaya dengan perkataannya.


"Terus Axel ngomong apa sama uncle ganteng waktu Axel dikasih hadiah nak?.' tanya Amairah.


"Axel ngomong Alhamdulillah dan makasih banyak uncle ganteng atas mainannya" jawab Axel.


"Anak yang pinter" puji Amairah kepada putranya dan mengelus rambut cokelat milik putranya.


"Makasih banyak Moms pujiannya" ucap Axel lagi.


Perjalanan mereka berlanjut ke butik tempat Amairah memesan gaun yang akan dia pakai pada saat pesta pernikahan Rian perdana Kusuma. Amairah tidak terlalu ingin memikirkan hal yang diceritakan oleh Axel tentang cowok yang bersamanya karena menurutnya mungkin ada orang yang baik hatinya menolong Axel dan membelikan Axel mainan.


Beberapa menit kemudian, Mobil yang dipakai Amairah sudah berhenti tepat di sekitar Butik Andreas butik langganan Amairah sejak dirinya masih tinggal di Jakarta.


"Mbak Tolong jaga Axel yah, aku mau masuk mengambil gaun yang aku sudah pesan" ucap Amairah kepada Mbak Marni yang tidak tertidur seperti Axel dan Mbak Wati.


"Baik Bu" jawab singkat Mbak Wati.


"Selamat datang Bu, ada yang bisa kami bantu?." tanya pegawai Butik itu.


"Dua Minggu yang lalu Saya sudah pesan gaun pesta dan satu baju couple ibu dan anaknya" ucap Amairah sambil memperlihatkan bukti dan struk pembelian dan pesanannya kepada pegawai tersebut.


"Atas Nama ibu Amairah putri yah Bu?." tanya Mbak pegawai itu yang ingin memastikan bahwa sesuai dengan daftar nama pelanggan Butik Andreas.


"Iya benar sekali Mbak". jawab Amairah.


"Kalau begitu ibu duduk dulu yah, Saya mau beritahu bos Saya" tutur pegawai itu.


"Silahkan Mbak" jawab Amairah lagi yang sudah duduk di kursi khusus tamu Butik Andreas.


Amairah memainkan gawainya bermain game lewat aplikasi yang ada digawainya saking seriusnya Amairah tidak menyadari kalau sedari tadi ada yang memperhatikan dirinya. Tapi Amairah tidak menyadari hal tersebut dan tetap melanjutkan permainannya hingga Pegawai itu membawa bungkusan paper bag kehadapan Amairah. Tatapan mata orang itu bagaikan Elang yang ingin menerkam mangsanya. Ada sebersit kerinduan yang tersirat dari ke dua bola matanya. Tapi orang tersebut tidak akan sanggup dan bisa untuk mengutarakan hal itu kepada Amairah.


"Makasih banyak Mbak" ucap Amairah dan tersenyum manis ke arah pegawai itu.


"Sama-sama Mbak" jawabnya.

__ADS_1


Setelah Amairah berjalan ke luar area Butik, Orang tersebut pun buru-buru berjalan dan mengikuti kemana perginya Amairah. Tapi belum sampai di luar, mobil yang dipakai oleh Amairah sudah bergerak dan meninggalkan lokasi butik Andreas.


"Amairah maafkan Mas, Aku ingin meminta maaf langsung dihadapanmu tapi tidak sanggup untuk mengutarakan semuanya" ucap mantan suami Amairah yaitu Mas Adam.


Amairah tersenyum manis dan senyumnya tidak pernah pudar dari wajahnya karena senang dengan hasil jahitan dan buatan Butik Andreas.


"Besok pagi jam 10 Aku akan menghadiri acara akad nikah temanku jadi tolong Axel dijaga yah Mbak' pinta Amairah.


"Siap Bu bos" ucap Mbak Marni baru bangun dari tidurnya.


Mobil tetap melaju dan kadang kala berhenti jika ada lampu merah dan ikut terjebak dengan kemacetan ibu kota Negara Tercinta yang sering dikeluhkan oleh semua masyarakat dari semua kalangan jika Macet.


Sebelum Adzan Magrib berkumandang Amairah dan rombongannya sudah sampai fi hotel dan sudah berada di dalam kamar hotel itu. Amairah segera menidurkan putranya dan buru-buru masuk ke dalam WC untuk membersihkan dirinya yang sudah lengket terkena debu dan paparan sinar matahari langsung. Amairah melakukan ritual mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya. Bahkan Amairah berendam di dalam bak mandinya yang sudah Amairah taburi sebelumnya dengan sabun aroma terapi. Amairah butuh rileksasi malam ini. Seluruh tubuh Amairah seakan-akan akan rontok akibat siang hari tadi berjalan dan kadang berlari mencari keberadaan Axel yang sempat hilang. Karena belum shalat Magrib Amairah segera menghentikan mandinya dan mencari handuk untuk membersihkan sisa air di seluruh tubuhnya.


Amairah memakai mukenahnya dan bersiap untuk Shalat Sunnah dan setelah itu barulah Amairah melaksanakan shalat wajib Magrib tiga rakaat. Amairah shalat dengan khusyuk dan setelah selesai shalat wajib Amairah menyempatkan waktu dan dirinya untuk membaca beberapa ayat Alqur'an kemudian berserah diri kepada Allah SWT untuk memohon dan berdo'a.


"Ya Allah ampunilah segala dosa-dosa dan semua kesalahanku baik yang aku sengaja maupun tidak, dan pertemukan lah Axel dan aku dengan Ayahnya, Entah kenapa aku hati ini ingin bertemu dengan Ayah biologis Axel tapi Ayahnya Axel orang Lombok mungkin permintaan aku ini sangat susah, tapi aku tetap memohon kepada Allah SWT untuk mengabulkan permintaan Aku, ya Allah makasih banyak atas segala nikmat dan Resky yang engkau berikan kepadaku dan kepada keluargaku, Amin ya rabbal alamin" ucap Amairah yang kemudian mengakhiri doanya.


Amairah kemudian mengganti pakaiannya dan bersiap Untuk memesan makanan dari aplikasi yang ada di hpnya. Amairah hari ini ingin makan makanan yang berkuah dan segera memesan makanan khas Jakarta yaitu soto Betawi lengkap dengan perkedelnya dan dua porsi piring nasi putih.


Amairah menunggu pesanannya sambil membaca novel lewat aplikasi Novel Toon yang judulnya Bertahan Dalam Penantian yang membuat Amairah kadang tersenyum kadang misruh-misruh tidak jelas. Seperti itulah kebiasaan Amairah jika tidak ada Kerjaannya dan memiliki banyak waktu senggang Amairah akan mengisi waktunya membaca Novel yang berbagai genre. Amairah sejak masih SMA Amairah sudah membaca novel tetapi Amairah lebih suka Novel horor dari pada Novel romansa.


Beberapa saat kemudian, bel kamar hotel Amairah berbunyi dan Amairah segera menutup aplikasi Novel T*** dan tidak lupa mengambil poin setelah membaca Novel dan Amairah juga bergabung di grup Chat khusus pembaca setianya Novel T*** sehingga Amairah kadang berinteraksi langsung dengan author atau penulis dari Novel tersebut.


Pintu jati indah itu terbuka dan kurir pengantar makanan tersebut langsung tersenyum dan memberikan Amairah beberapa paper bag yang berisi makanan yang sudah dia pesan sebelumnya.


"Makasih pak dan Ini ongkirnya" ucap Amairah setelah meletakkan makanan tersebut ke atas meja dan menyodorkan beberapa lembar uang kertas berwarna biru ke tangan kurir itu.


"Makasih Bu tapi maaf belum ada uang kecil saya baru keluar soalnya dan Ibu orang yang pertama mengorder melalui saya" tutur pak Ojol.


"Ambil saja kembaliannya pak, makasih" ucap Amairah.


"Makasih banyak Kalau begitu ibu" ucap Pak Ojol yang senang karena ongkos kirim makanan tersebut hanya tidak sampai 100k dan Uang yang diberikan oleh Amairah adalah 300k. Othor pun bahagia kalau ada yang kasih uang loh Kalau Readers gimana.


Amairah menelpon Mbak Wati untuk segera ke kamarnya mengambil makanan untuk makan malam mereka yang sudah agak terlambat dari jadwal makan mereka sebelumnya. Amairah pun membangunkan Axel agar makan malam baru lanjut tidur. Amairah dan Axel menikmati kuah soto Betawi yang masih mengepul asapnya. Amairah senang bisa kembali menikmati makanan kesukaannya. Banyak juga yang dijual di kota S tapi rasanya pasti berbeda karena yang masak pun orangnya berbeda-beda.


Bersambung..


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus 🙏


Maaf jika ada beberapa Typo 🙏

__ADS_1


By FANIA Mikaila Azzahrah


Makassar, 07 April 2022


__ADS_2