
Selamat Membaca..
Kenyataan yang baru saja didengar oleh Amairah membuatnya tidak menyangka dengan kenyataan itu, dalam sehari mendapatkan kabar yang membuatnya tidak tahu harus sedih atau bahagia. Disatu sisi putra semata wayangnya harus terbaring di ranjang rumah sakit dan di sisi lain kenyataan baru terkuak yang menyatakan bahwa dirinya adalah cucu tunggal dari pemilik perusahaan Volkswagen Atmadja yang kekayaannya sudah tidak bisa author hitung banyaknya.
Bahagia benar adanya, Sedih pun juga benar karena mengetahui pernikahan ke dua orang tuanya harus ditentang oleh keluarga besar kakeknya yaitu Mark Prin Atmadja. Amairah masih duduk bersimpuh di depan koridor rumah sakit dengan tangisnya yang tersedu-sedu.
Pak Heri yang melihat Amairah dalam keadaan yang terpuruk langsung datang dan memberikan dia pelukan yang hangat layaknya seorang ayah kepada putrinya.
"Pak Heri pasti apa yang aku dengar tadi adalah kebohongan besar dan itu tidak mungkin, sangat sulit untuk aku percaya pak Heri" ucap Amairah disela tangisnya.
Pak Heri yang membantu Amairah duduk di kursi tidak mengerti dengan arah pembicaraan dari Amairah karena setahu pak Heri kenapa Amairah ada di rumah sakit itu karena anaknya Axel yang mengalami kecelakaan sedangkan yang dibahas oleh Amairah sesuatu yang berbeda.
"Tolong tenangkan pikiranmu dengan baik-baik sebelum kamu mengambil kesimpulan, terus terang bapak tidak mengerti dengan arah pembicaraan kamu" ucap pak Heri yang kebingungan.
"Seorang pengusaha terkaya di dunia baru saja mengaku padaku kalau dia adalah kakekku yang telah tega mengusir ke dua orang tuaku dari rumahnya dan telah memisahkan mereka hanya karena Ayahku hanyalah seorang supir, Aku tidak percaya dengan penjelasannya karena setahu Saya adalah anak yatim piatu yang sejak bayi hidup di panti asuhan karena kebaikan seseorang yang tulus mengangkatkku sebagai cucunya sehingga aku bisa bertahan hidup sampai detik ini dan tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yang mengaku bahwa dia adalah kakekku, pasti ada kekeliruan dibalik semua ini, Pasti dua salah mengenaliku iya kan pak Heri" ucap Amairah lagi.
"Kalau beliau yang mengatakan seperti itu berArti itu adalah kebenaran Amairah,coba pikirkan matang-matang apa coba motifnya jika beliau berbohong kepada kamu tentang kamu adalah cucunya, dan jika dia sudah memperlihatkan banyak bukti berarti itu benar adanya kalau kamu adalah cucunya" ucap psk Heri yang mencoba membantu Amairah agar tenang dalam mengambil keputusan.
"Itu sangat mustahil pak Heri, beliau mengatakan bahwa Aku adalah cucu tunggal dari Mark Prin Atmadja dan nama ibuku adalah Mia Horne pasti itu tidak mungkin" jelas Amairah.
Perkataan Amairah sontak membuat pak Hery langsung berdiri dari posisi duduknya. Pak Heri tidak menyangka jika anak yang selama ini dia cari ternyata ada di depan matanya. Kenyataan tersebut juga membuatnya anatara percaya dengan tidak, bahagia sekaligus sedih seperti yang dirasakan oleh Amairah. Sedih karena tidak pernah menyadari bahwa anaknya ada didekatnya dan tidak menyangka jika dia terlalu bodoh tidak mengenali putri kandungnya sendiri yang sudah 25 tahun dia cari keberadaannya.
Pak Heri langsung memeluk erat-erat tubuh putrinya yang seakan-akan tubuh Amairah akan menghilang di depan matanya.
"Mia ternyata putri kecil kita Ayana ada depan mataku yang selama ini sering berjumpa denganku, tapi bodohnya aku yang tidak pernah menyadari kalau Amairah putri kecil kita yang hilang, aku terlalu bodoh untuk lambat menyadari hal ini dan ternyata tuan besar Mark yang duluan mengenalinya dan sekarang cucu kita terbaring lemah di rumah sakit, maafkan aku Mia".
Pak Heri masih memeluk tubuh putrinya dalam diam yang seakan-akan ingin menyalurkan rasa bahagianya yang tidak terkira dan semakin memeluk erat tubuh Amairah seakan-akan Amairah akan pergi jauh darinya.
"Makasih banyak ya Allah engkau telah mempertemukan aku dengan putriku, tapi Maafkan aku yang belum bisa mengungkapkan kebenarannya dihadapannya, untuk sementara cukup aku saja yang tahu bahwa dia adalah putriku, biarlah waktu yang akan menjawab semuanya, Aku tidak sanggup untuk memberitahukan kebenarannya ini dan aku takut jika dia semakin terpukul".
"Tenangkan kah dirimu dan berpikirlah secara positif, jangan terlalu cepat mengambil keputusan karena bapak yakin ini yang terbaik untuk kamu yang telah mengetahui jati diri kamu yang sesungguhnya, dan terima lah beliau sebagai kakekmu nak" ucap pak Heri.
"Seperti ini kah rasanya berkeluh kesah dengan seorang yang sudah kita anggap papa kita sendiri, tapi andai saja dia adalah papaku pasti akan semakin lengkap kebahagiaan yang aku rasakan".
"Kapan kamu panggil aku papa nak, papa sangat menginginkan sebutan itu meluncur dari bibirmu, papa tidak sabar menunggu hari itu, tapi Maafkan papa untuk sementara belum siap untuk mengutarakan kebenarannya dihadapan mu".
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, Axel sudah diijinkan pulang ke rumahnya karena kondisinya yang terbilang cukup cepat pulih dari perkiraan dokter yang menanganinya. Amairah pun mengambil ijin cuti dari tempat dia bekerja karena tidak ingin meninggalkan anaknya yang masih butuh perhatian darinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matahari telah terbit diUfuk timur dan telah menggantikan kecantikan dan keanggunan sang Dewi Malam. Semua orang yang masih terlelap dalam tidurnya bangkit dari dalam selimutnya untuk memulai aktifitas mereka. Kicauan burung menambah semaraknya pagi itu.
Pak Heri pamit kepada Amairah untuk ke Inggris menghadiri acara pertunangan keponakannya. Pak Heri berharap agar pertunangan mereka kali ini tidak dibatalkan lagi gara-gara sang mempelai perempuan kabur.
Dion Pratama perkasa adalah anak pertama dari adiknya Herman Tan perkasa. Suasana sudah ramai, salah satu gedung Hotel pencakar langit tersebut sudah disulap menjadi tempat acara pelaksanaan pertunangan Dion Pratama perkasa dengan Maya adinda Lee. Maya adinda Lee adalah cucu keponakan dari nenek Masitha. Semua tamu undangan sudah memenuhi tempat balroom Hotel. Dion dan Maya untuk pertama kalinya dalam hidup mereka bertemu secara langsung, sudah sejak setahun lalu mereka seharusnya sudah bertunangan tapi dikarenakan Maya kabur di hari pertunangannya dan memilih untuk menetap di kota S.
Di dalam ruangan tempat Maya disulap menjadi Cinderella semalam wajah mereka tampak tegang dan mata mereka sudah ada yang memerah karena untuk ke dua kalinya Maya kabur lagi di acara pertunangannya. Semua anggota keluarga sudah mencari keberadaan Maya sedangkan Martin pun sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk membantu mencari keberadaan adik sepupunya. Semua Cctv sudah diperiksa tapi tidak ada tanda-tanda di mana Maya berada.
"Apa yang harus kita katakan kepada pak Herman, karena ini sudah menjadi ke dua kalinya Maya kabur lagi, aku sangat malu pa" ucap Mama Maya Ibu Alisha.
"Apa sih yang ada di kepala anak itu, sehingga Dia tega melakukan semua ini dan mencoreng nama baik kita" ucap papanya Maya pak Jaya Muhammad Lee.
"Kalian jangan emosi biarkan Tante yang berbicara dengan keluarga besan dan aku yang akan membantu kalian agar Maya tidak kabur lagi tapi asalkan kalian setuju dengan persyaratan yang aku berikan" ucap Nenek Masitha dengan bijaknya.
"Maksud Tante apa?." tanya Mamanya Maya.
"Kalau menurut Tante itu jalan yang terbaik maka kita akan setuju saja dan ikut apa kata Tante" ucap Papa Maya dengan keputusan pasrah.
Nenek Masitha pun berjalan menemui keluarga calon besannya. Dan beliau sudah menjelaskan semuanya dengan baik duduk permasalahannya. Mereka hanya tertawa konyol dengan kelaluan putri tunggal dari Pengusaha sukses Pak Jaya. Dion yang mendengar kabar tersebut hanya tersenyum prustasi yang tidak menyangka jika calon istrinya kabur lagi.
"Aku akan bekerja sama dengan Nenek Masitha untuk meluluhkan hati perempuan preman itu jika kau tidak berhasil menundukkan dia maka jangan panggil aku lagi dengan Dion Permana Tan Perkasa" ucap Dion yang sudah mengenal wajah dari calon istrinya dan sudah tahu selama ini keberadaannya di mana.
Pak Heri menepuk pundak keponakannya itu yang memberikan dukungan moril agar apa yang kelak dia lakukan berjalan lancar sesuai yang mereka harapkan.
"Aku setuju dengan putraku, biarkan mereka sendiri yang menyelesaikan hal ini dan aku yakin kalau putraku mampu untuk melakukannya lagian Maya belum pernah melihat wajah langsung dari Dion dan Ini akan mempermudah proses pendekatan mereka" ucap Mama Rossana ibu kandung dari Dion.
Ke Esokan Harinya Martin, Dion, Nenek Masithai sudah meninggalkan kota London menuju tanah air tercinta Indonesia. Mereka sudah sepakat untuk mendekati Maya secara perlahan-lahan. Mereka pulang menggunakan pesawat pribadi milik Martin sedangkan oak Heri masih tinggal beberapa hari di Inggris karena ingin membahas tentang berita gembira ditemukannya putri tercintanya.
Martin menatap ke arah jendela pesawat dan entah kenapa di kaca jendela pesawat tersebut terpampang dengan jelas wajah Amairah yang tersenyum manis ke arahnya. Bayangan saat penyatuan mereka kembali terlintas di pikirannya.
"Sudah Satu bulan aku tidak bertemu dengannya, ada sesuatu yang hilang dari dalam diriku jika aku tidak melihat senyumannya".
__ADS_1
Martin tersenyum sendiri dan apa yang dia lakukan dilihat langsung oleh Nenek Masitha dan Dion. Mereka hanya tersenyum penuh arti.
"Kalau rindu bilang rindu, kalau sayang bilang sayang" ucap Dion yang berteriak di telinga Martin.
Martin langsung mendorong kepalanya Dion dengan menggunakan jari telunjuknya.
"Gak apa-apa Kok, yang penting calon istriku tidak main kabur-kaburan Mulu" ucap Martin yang menyindir Dion.
"Dari pada berlaga sok tidak rindu dan tidak peduli padahal rindu ingin....." ucapan Dion terpotong Karena mulutnya sudah ditutup oleh Martin menggunakan tissue.
" Apa aku datang langsung ke rumahnya tapi aku tidak tahu alamatnya di mana dia tinggal".
Beberapa jam kemudian Pesawat pribadi yang mereka tumpangi berhasil lending dengan selamat di bandara internasional Soekarno-Hatta. Nenek Masitha kembali ke kediamannya, Dion kembali ke apartemen pribadinya sedangkan Martin tanpa sepengetahuan mereka langsung berangkat ke Kota s menggunakan pesawat komersial. Martin tidak tenang jika belum bisa bertemu dengan Amairah dan menuntaskan hasratnya yang terpendam hanya memikirkan senyumannya saja membuat Martin berfantasi liar.
"Gimana pun caranya aku harus bertemu dengannya".
Martin sudah sampai di Kota S sebelum jam 9 malam. Martin mengemudikan mobilnya tak tentu arah hanya mengikuti arah jalan yang dia lalui. Martin melajukan mobilnya hingga ke kompleks perumahan rumahnya yang disewa oleh kelurga kecil yang sampai saat ini belum pernah bertemu dengan Martin. Martin memarkirkan mobilnya di depan pagar rumah minimalis modern yang bercat hijau itu.
"Lampu ruangan tamunya masih menyala mungkin yang punya rumah belum ada yang tidur".
Entah keberanian dari mana, Martin keluar dari mobilnya dan melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah tersebut tanpa pikir panjang padahal ke datangannya ke kota S ingin bertemu dengan Amairah istrinya. Untung nya pagar tersebut tidak terkunci sehingga Martin bebas untuk masuk ke dalam pekarangan rumahnya. Martin semakin memantapkan langkahnya menuju pintu Kayu jati yang bercat hijau itu senada dengan warna dinding temboknya. Martin mengetuk pintu tersebut dan hanya cukup sekali Martin mengetuknya pintu tersebut sudah terbuka lebar.
"Maaf siapa?." tanya Amairah yang bersamaan dengan pintu itu terbuka.
Yang pertama kali Martin lihat adalah senyuman manis yang selama ini selalu dia rindukan. Bahkan wajah sang pemilik wajah itu selalu menari-nari di pelupuk matanya.
********Bersambung********
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus 🙏
Maaf jika terdapat banyak Typonya 🙏✌️
by Fania Mikaila Azzahrah
Makassar, 18 April 2022
__ADS_1