
Selamat membaca..
Tuhan tolong Aku sedang patah hati
Yang baru sekali kualami
Oh Tuhan ternyata rasa ini memang perih
Benar yang mereka katakan
Tak pernah kusangka apa yang kurasa
ternyata tak sama dengan apa yang dia rasakan
Sungguh tubuhku tak kuasa tuk menahan
Jiwaku yang terbang bersamanya
Oh Tuhan kumohon tiupkan nafas cintaMu
Ke dalam Jasadku yang tlah mati
mungkin aku harus menerima semua
Bahwasanya cinta sejati hanyalah di cintaMu
Tuhan tolonglah aku
Tuhan tolonglah aku sedang patah hati
Yang baru sekali kualami
Oh Tuhan ternyata rasa ini memang perih
Benar apa yang mereka katakan
Tak pernah kusangka apa yang harus kurasa
Ternyata tak sama dengan apa yang dia rasakan
Kini aku harus menerima semua
Bahwasanya cinta sejati hanyalah di cintaMu
By Dewa 19
Bryan berada di dalam sebuah Kafe, Bryan duduk di pojok sambil menikmati minumannya kopi epreso yang sedang dia aduk sedari tadi. Lagu pengiring kafe itu berhasil membuat Bryan Regan menitikkan air matanya.
Lagu itu mewakili perasaannya yang hancur lebur akibat cinta yang ditolak oleh Arumi. Pria selalu tampak dingin dan garang akhirnya pertahanannya runtuh juga karena cinta yang tak terbalas.
__ADS_1
......................
Sedangkan di dalam kediaman Nenek Masitha, Martin dan duo's baby sitter Baby Del dibuat kelimpungan karena Baby Del yang rewel bahkan suara tangisannya berhasil mengisi seluruh pojok ruangan rumah itu, Martin yang baru pulang kerja tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu harus ikut menenangkan putri kecilnya.
"Sayang ada apa kok nangis? Delisha Annira Elshanum baik-baik saja kan sayang? sini Daddy gendong" ucap Martin yang menggantikan Mbak Marni untuk menggendong Baby Del.
Tapi baby Del semakin menangis saja. Martin sudah berusaha sekuat tenaga untuk menenangkan anak bungsunya, tapi tidak berhasil.
Martin pun membawa putri kecilnya ke ruangan tengah tempat biasanya mereka berkumpul sambil nonton televisi. Tapi Baby Del keadaannya masih seperti tadi. Mbak Marni yang tidak mengerjakan apa-apa sedang mencari remote TV lalu menyalakan tv tersebut.
Mbak Marni mengingat kalau hari ini adalah hari pertandingan Final Thomas Cup antara Indonesia versus India. Mbak Marni menonton acara itu dengan volume suara televisi layar datar tersebut dengan suara yang cukup besar. Mbak Marni tidak ingin terlewatkan acara penting tersebut.
"Mbak Marni kecilin dong suara tv-nya atau Mbak pindah saja dulu, kasihan Baby Del baru saja tenang nanti terganggu gara-gara suara televisi" ucap Martin.
Mbak Marni mengikuti instruksi dari Martin dan mematikan TV tersebut dan seketika itu juga Baby Del langsung menangis dengan kencang bahkan lebih kencang dari sebelumnya.
Martin kembali dibuat tidak berdaya sehingga Nenek Masitha ikut turun tangan untuk membantu menenangkan Baby Del, Mbak Marni kembali menyalakan tv tersebut, seketika itu juga Baby Del langsung terdiam, menatap ke arah layar datar 62 inci itu dan menghisap ibu jarinya.
Martin dan Neneknya saling berpandangan dan tersenyum tidak percaya dengan kelakuan dan tingkah lucu dari cicitnya itu.
"Ternyata cicitnya Nenek pengen nonton acara bulutangkis, apa Del nanti mau jadi atlet yah nak" ucap Nenek Masitha yang sudah menggendong bayi kecil itu yang sudah berusia 5 bulan.
Satu bulan kemudian, hari ini Martin akan berangkat ke Kota B tempat kelahiran Nadia, karena besok adalah hari di mana acara akad nikah sekaligus resepsi pernikahan antara Nadia dan Bram akan diselenggarakan.
Martin memboyong putri kecilnya beserta baby sitter Putrinya juga ikut bersamanya ke kota B, karena Martin tidak ingin kesepian saat dalam perjalanan.
"Tuan muda, kita ke kota B naik mobil atau pesawat saja?" tanya Mbak Wati yang sudah siap berangkat.
"Tapi sepertinya baby Del belum bisa diajak perjalanan jauh kalau naik mobil Mbak Wati" ucap Nenek Masitha dengan menirukan bahasa bayi.
"Kalau gitu kita naik pesawat saja, lagian untuk nyampe rumah Nadia kita akan naik mobil sekitar tiga jam" tutur Martin.
Mereka akhirnya memutuskan untuk naik jet pribadi Martin ke Bandung, nanti sesampainya di Kota Kembang, mereka akan melanjutkan perjalanan dengan memakai mobil dan mobil itu sudah dipersiapkan oleh anak buahnya. Kebetulan di Bandung sudah berdiri cabang Perusahaannya, Sehingga memudahkannya untuk mengatur segalanya.
"Amairah sayang bagaimana kabarmu sekarang, Apa kamu baik-baik saja dan apa kamu tidak merindukan Baby Del putri kecilmu?".
Martin menatap ke luar jendela pesawat sambil menerawang jauh ke masa di mana dia menjalani rumah tangganya yang begitu singkat.
"Axel semoga kamu juga baik-baik saja, Maafkan Daddy yang belum bisa menemukan kalian, tapi Daddy tetap akan berusaha untuk mencari kalian dan akan menunggu kalian pulang walaupun harus menghabiskan seluruh sisa waktu ku di dunia ini".
Nenek Masitha awalnya ingin ikut bersama mereka, tetapi tiba-tiba mendapatkan telpon yang penting dari anak buahnya.
"Assalamu alaikum Anton, ada apa?" tanya Nenek Masitha yang tidak biasanya detektif sekaligus anak buah kepercayaannya itu menelpon di jam seperti ini.
"Kami sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan Axel cucu Nyonya kalau bisa Nyonya segera ke Jepan sebelum kita kembali kehilangan jejaknya" jelas Anton.
"Ingat selalu untuk mengambil gambarnya dan rekam video aktifitas cicitku, Saya akan segera berangkat ke Tokyo secepatnya" titah Nenek Masitha.
"Baik Nyonya" jawab singkat Anton.
__ADS_1
Sambungan telpon pun terputus, Nenek Masitha segera bersiap untuk berangkat ke Jepan.
"Ya Allah semoga keberangkatan aku kali ini membuahkan hasil dan Mark Prin Atmadja mengijinkan aku untuk bertemu dengan cucuku Axel".
Nenek Masitha pamit kepada cucunya dan beralasan kalau ke Jepang karena ada acara keluarga yang diselenggarakan oleh salah satu sahabat lamanya yang ada di Jepan.
"Martin maafkan Nenek yang tidak bisa ikut bersama kalian ke Kota B, tiba-tiba teman Nenek menelpon dan meminta tolong dengan sangat kepada Nenek untuk datang ke acara pernikahan cucunya di Jepan, kamu tidak apa-apa kan nak Kalau Nenek tidak ikut bersama kalian?" tanya Nenek Masitha.
Nenek Masitha berharap Martin tidak kecewa dengan keputusannya itu sehingga dirinya bisa pergi tanpa beban. Nenek Masitha sebenarnya ingin ke kota B, tapi apa daya bertemu dengan cicitnya Axel lebih sangat penting dari segalanya.
"Tidak apa-apa kok Nek, lagian masih ada mbak Wati dan Mbak Marni yang menjaga Baby Del, jadi nenek bisa berangkat ke Jepang dengan tenang" ucap Tulus Martin dihadapan Neneknya.
Nenek Masitha langsung memeluk tubuh cucu tunggalnya itu sekaligus cucu kesayangannya.
"Makasih banyak sayang, semoga keberangkatan nenek kali membawa kabar baik dan Nenek sangat berharap Nenek bisa bertemu dengan Axel putramu".
Martin membalas pelukan dari Neneknya. Dan entah kenapa Martin merasakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh Neneknya, tapi Martin tidak mengetahui hal itu apa.
"Sepertinya Nenek memiliki rahasia besar yang tidak aku ketahui, apa perlu seseorang aku utus untuk menyelidiki dan mengikuti Nenek ke Jepang?".
Nenek Masitha pun berangkat ke Bandara dan memilih memakai pesawat pribadi saja dari pada harus naik pesawat komersial dikarenakan waktu yang dia kejar dan tidak ingin kejadian waktu di Bangkok Thailand terulang kembali yaitu Nenek Masitha terlambat datang dan Axel sudah pergi dari sana.
Nenek Masitha pun pergi setelah Martin dan rombongannya otewe menuju kota Kembang Bandung Jawa Barat. Setelah merasa neneknya pergi, Martin segera menghubungi anak buah kepercayaannya yaitu Bryan Regan.
"Bryan ikuti ke mana perginya Nenek, ingat jangan sampai kamu kehilangan jejaknya dan satu hal lagi, laporkan apa pun yang nenekku lakukan selama berada di Jepang dan kirim buktinya langsung ke saya" perintah Martin.
"Oke akan saya laksanakan sesuai perintah Tuan Muda" ucap singkat Bryan dan segera melaksanakan perintah bosnya walaupun dalam kondisi yang masih galau karena patah hati, tapi Bryan tetap bekerja profesional.
Bryan pun segera berangkat dan menyimpan kegalauan hatinya di dalam Kafe tersebut berserta lagu pengiringnya yang berhasil membuatnya meneteskan air mata mahalnya.
...*********...
FANIA tidak akan pernah Bosan untuk Ngucapin Makasih Banyak kepada Kakak Readers yang masih Setia Untuk Baca Novel Recehku 😘🥰.
Maaf jika alurnya tidak sesuai dengan keinginan setiap Pembaca yang memilki keinginan yang berbeda 🙏.
Maaf jika sering ada Typo atau kesalahan dalam penulisannya 🙏.
Sambil Nunggu Update Cinta Yang Tulus, silahkan Mampir juga ke Novelku yg lain Kak:
💚 Bertahan Dalam Penantian
💛 Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar.
Tapi Masih dalam Tahap Revisi/Perbaikan Jadi harap maklum ✌️.
Semoga suka dengan Semua Novel Fania yang seperti Bayi yang proses pertumbuhannya membutuhkan waktu yang lama, seperti itu pula dengan Novelku yg ceritanya tidak langsung kepada inti atau pokok isi dari Ceritanya dan kedepannya akan ada banyak Bab dan lebih terkesan bertele-tele dan mirip Sinetron Ikan Terbang, dan disitulah Rezekinya Author 🤭✌️.
...********Bersambung********...
__ADS_1
By Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, 16 Mei 2022