
Kondisi rumah sakit subuh itu sangat lah padat dan ramai. Diakibatkan karena banyaknya pasien yang silih berganti berdatangan memenuhi UGD dan ICU. Mereka adalah korban dari ledakan di Istana Nurman.
Martin dan rombongannya sudah berdatangan ke rumah sakit. Pak Heri dan yang lainnya pun sudah hadir di sana. Delisha dan Abimanyu yang berbulan madu terpaksa memutuskan untuk pulang dan mereka sudah hampir sampai di Tanah Air.
"Axel dan Liora sudah di dalam ruangan operasi," ucap Aisyah saat Martin dan lainnya sudah datang.
"Bagaimana semua ini bisa terjadi Aisyah?" Tanya Pak Heri yang ikut meneteskan air matanya.
"Sepertinya ada yang sengaja menjebak kita, dan sayangnya kita masuk ke dalam perangkap mereka," jawabnya.
"Maksudnya Mbak apa?" Tanya Dion yang tidak mengerti dengan penuturan Aisyah.
Aisyah pun menjelaskan kepada mereka apa yang terjadi sebenarnya hingga ledakan dahsyat bom itu tidak bisa mereka hindari. Mereka yang mendengar penjelasan dari Aisyah menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan apa yang terjadi.
"Tenang saja, aku sudah menginformasikan kepada pihak kepolisian di berbagai negara untuk bekerja sama dengan kita mencari Nurman," ujar Tuan Mark.
"Di dalam negeri pun harus segera dilakukan hal itu, dan kejadian ini seandainya dari dulu saya tidak mengasihani Nurman pasti ini tidak akan terjadi," tutur Tuan Mark dengan penuh penyesalan.
"Kakek tidak boleh berkata seperti itu, penyesalan untuk saat ini tidak akan ada gunanya, sebaiknya kita fokus untuk mencari Dennis dan pengobatan dari Axel dan Liora," terang Martin.
Satu persatu anggota keluarga mereka berdatangan memenuhi lorong rumah sakit. Saking banyaknya yang datang hingga kursi tunggu pasien penuh. Ambulans semakin menambah riuh lobby rumah sakit karena tidak ada habisnya pasien korban ledakan tersebut. Banyak yang masih selamat dan sebagian juga sudah meninggal dunia. Hingga dari beberapa diantaranya sulit untuk dikenali lagi.
Tiga jam sudah Axel bertaruh nyawa di atas meja operasi. Hingga detik ini belum ada tanda-tanda operasinya akan selesai. Mereka semakin dibuat cemas saat stok darah khusus golongan darah Liora habis.
"Apa yang terjadi dokter?" Tanya Pak Heri.
__ADS_1
"Pasien perempuan keadaannya kritis karena stok darahnya dengan golongan b rhesus habis," ucap Dokter.
Dion segera maju dan meminta pada dokter untuk mengambil darahnya yang kebetulan sama, "Ambil saja darahku dokter, kebetulan sama," ucap Dion.
"Kalau gitu ikut kami Pak," ujar Dokter.
Camelia hingga detik ini tidak bisa beristirahat dengan tenang, dia sangat mengkhawatirkan keadaan dari Axel. Dia tidak tahu harus menghubungi nomornya siapa. Dia tidak mungkin berani menghubungi nomor handphone Nyonya Amairah atau pun Tuan Martin, mengingat dia hanya perawat yang ditugaskan untuk menjaga Axel selama sakit bukanlah istrinya Axel.
Mbak Marni yang melihat hal tersebut segera memegang tangannya Camelia,"kamu yang sabar dan banyak berdoa agar mereka bisa selamat dan berkumpul dengan kita lagi,"
"Makasih banyak Mbak, aku sangat takut Mbak apalagi belum ada kabar apa pun dari mereka," balasnya yang sudah meneteskan air matanya.
"Kita tunggu saja info mereka, pasti mereka akan mengabari kita secepatnya," ujar Mbak Marni.
Pasangan di lokasi kejadian, proses pencarian masih berlangsung dan mereka dibuat terkejut saat menemukan sosok seorang yang sudah meninggal dunia dengan posisi duduk di atas kursi kebesarannya dalam keadaan yang terikat besi. Kondisinya masih cukup bisa dikenali dari benda-benda yang dipakainya.
Tuan Luis dan Bryan segera mendatangi tempat lokasi yang dimaksud oleh Pihak kepolisian. Mereka terkejut melihatnya dan segera mengenalinya.
"Dia kan Nurman kakeknya Liora," ucap Bryan yang sangat mengenali mayat Nurman.
"Berarti ada orang lain yang telah melakukan ini semua, apa jangan-jangan Dennis berada di dalam tangan orang itu," ucap Bryan dan Nathan bersamaan dengan mengarahkan pandangannya ke arah Tuan Luis.
Mereka saling adu pandang dan sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing. Mereka sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa ada pihak lain yang sudah melakukan semua ini. Yang jadi pertanyaan siapa.
"Ayo segera ke rumah sakit, karena aku yakin Dennis berada di tempat lain," ucap Tuan Luis lalu berjalan ke arah mobilnya.
__ADS_1
Semua orang tanpa terkecuali sudah masuk ke dalam mobil dan bersiap pulang. Polisi juga sudah memberikan garis polisi police line untuk mengamankan seluruh lokasi daerah kejadian perkara. Beberapa bukti pun sudah mereka amankan.
Mereka menuju tempat tujuan masing-masing. Tuan Luis mencurigai seseorang dan jawabannya ada sama Liora.
Beberapa saat kemudian, Axel dan Liora sudah berhasil diselamatkan. Tapi, masih dalam pengawasan intensif dari dokter, luka di tubuh mereka cukup parah dan banyak dan untungnya wajah tampan dan cantik mereka selamat dari ledakan itu.
"Aisyah segera hubungi orang rumah, terutama Camelia, aku yakin dia pasti sangat mencemaskan kondisi dari Axel," perintah Nenek Masitha.
"Baik Nek," jawab singkat Aisyah.
Siang harinya, Delisha dan Abimanyu sudah sampai di Jakarta, tepatnya di rumah sakit. Mereka menemani mommynya untuk menjaga Axel dan Liora.
Tiga hari kemudian, Axel dan Liora sudah sadarkan diri. Orang yang pertama mereka cari adalah Dennis. Amairah yang sedang di dalam ruangan perawatan Liora segera mendekatinya.
"Kamu baik-baik saja kan, atau ada yang kamu rasakan di tubuhmu yang sakit gitu," tanyanya Amairah.
Liora menatap ke arah Amairah Ibunda pria yang dicintainya itu. Liora sedikit canggung dan salah tingkah karena untuk pertama kalinya dia bertemu dengan nenek dari putrinya.
"Aku haus Moms," ucapnya dengan menunjuk ke arah gelas yang kebetulan berada di atas meja nakas.
Amairah dengan penuh kasih sayang dan perhatian merawat Liora dengan sepenuh hati seperti putrinya sendiri. Amairah dan yang lainnya belum ingin menyampaikan kepada Liora jika, Kakeknya sudah meninggal dunia. Sedangkan Axel sedari dipindahkan ke dalam ruangan Perawatan, Camelia lah yang selalu setia menjaganya.
Pihak kepolisian mendatangi rumah sakit, mereka akan menginterogasi Liora sesuai beberapa bukti yang mereka temukan. Karena kondisi Liora sudah cukup stabil. Dari keterangan yang berhasil di korek oleh polisi, akhirnya mereka bisa mengambil kesimpulan jika orang yang pantas dicurigai adalah Kakak dari Papinya Liora. Sesuai dengan banyaknya bukti yang mereka temukan dan tertuju pada satu orang saja yaitu Noel Cruz.
"Segera lakukan pencarian terhadap Noel Cruz dan jangan biarkan lolos," perintah komandan kepolisian kepada bawahannya.
__ADS_1
Semua orang bersatu padu untuk melakukan pencarian bahkan tak segan-segan keluarga Lee dan Luis memberikan iming-iming hadiah yang sangat besar. Tuan Luis tidak hanya berbicara angin lalu saja. Bahkan informasi sekecil apapun yang dia dapatkan, orang tersebut mendapatkan hadiah. Mereka sangat ingin menemukan cucu kedua di dalam keluarga mereka.