
Selamat Membaca..
"Forget the about one who coused the pain,
Lupakan seseorang yang membuatmu sakit."
Malam itu langit nampak sangat indah karena dipenuhi oleh tebaran bintang dan disinari dengan cahaya sang Dewi Malam. Lampu dari setiap gedung pencakar langit dan beberapa bangunan yang ada di sana serta turunnya salju tidak menyurutkan niat dan semangat Nenek Masitha untuk terus menunggu hingga tuan besar Mark Prin Atmadja bersedia bertemu dengannya.
Nenek Masitha segera masuk ke dalam mobilnya dan memakai pakaian hangatnya karena udara semakin dingin. Mereka tidak menyangka jika di malam itu tiba-tiba turun hujan salju. Untung Nenek Masitha dan anak buahnya membawa beberapa pakaian tebal sehingga mereka tidak terlalu merasakan dinginnya cuaca yang tiba-tiba langsung berubah menjadi minus derajat.
"Apa kita pulang saja Nyonya atau tetap menunggu?" tanya Anton anak buah kepercayaannya itu sambil memutar kepalanya kebelakang.
"Kita tunggu saja dulu sampe mereka merasa bosan dan jengah melihat kita masih menunggu mereka di sini" ucap Nenek Masitha dengan keyakinannya kalau kali rencananya akan berhasil.
Nenek Masitha turun dari mobilnya dan berjalan tergesa-gesa dan kembali berusaha untuk menerebos masuk ke dalam rumah Tuan besar Mark Prin Atmadja ketika pintu besi itu terbuka lebar.
Upaya yang dilakukan oleh Nenek Masitha berhasil dan bersembunyi sambil berjalan mengendap-endap menuju ke arah pintu besar itu. Tapi langkahnya terhenti di saat tangannya baru ingin meraih gagang pintu itu. Suara seseorang yang berhasil menginterupsinya dan suara itu sangat familiar di gendang telinganya.
"Berhenti" ucap orang itu.
Nenek Masitha menolehkan kepalanya ke arah sumber suara itu berasal. Dan kembali mematung di tempatnya seperti seseorang maling yang kedapatan mencuri saja. Nenek Masitha tergagap dan salah tingkah.
"Bagaimana kabarmu Masitha, lama kita tidak bersua" ucap Orang itu.
"Alhamdulillah kabarku baik seperti yang kamu lihat" jawab Masitha.
"Aku yakin kamu ke sini untuk menemui cucuku Axel" ucap Liliana Prawira Horne.
"Cucumu adalah cucuku juga dan tidak mungkin cucumu itu lahir ke dunia ini jika bukan Martin cucuku" ucap Masitha yang menohok.
"Hahah kamu benar juga, Ayok kita masuk ke dalam tidak baik berbicara di luar, kita nikmati teh buatanku dan aku yakin kamu pasti merindukannya bukan" ucap Ibu Liliana sambil merangkul sahabat lamanya itu.
Liliana dan Masitha adalah sahabat yang sangat akrab dan baik sebelum kejadian kematian Abraham Prin Atmadja yang ditembak oleh Nurman dan karena tipu muslihatnya lah yang mengakibatkan ke Dua keluarga besar harus menjadi korban dan terpisah hingga sekarang.
Karena ulah Nurman lah sehingga kesalahpahaman diantara mereka awet hingga sekarang dan keegoisan dan keras kepala Mark yang tidak ingin mendengarkan dan menerima alasan sehingga permusuhan mereka yang sudah puluhan tahun masih bertahta.
"Aku ke sini ingin bertemu dengan suamimu dan kamu sudah pasti tahu apa alasanku" ucap Masitha yang sudah duduk di kursi yang berada di ruang tengah rumah besar itu.
Liliana belum menanggapi perkataan dari Masitha dan masih asyik meracik teh thai kesukaan Masitha dulu, Teh yang selalu diinginkan oleh Masitha jika berkunjung ke kediamannya sewaktu masih tinggal di Tanah Air tercinta.
"Minumlah dulu teh buatanku nanti kita bahas tentang cicit kita itu" ucap Ibu Mariah yang meletakkan cangkir kopi di hadapan Ibu Masitha.
"Makasih, kamu tahu saja jika aku sangat merindukan teh buatanmu ini dan aku sudah berkeliling dunia, tapi tidak pernah menemukan teh seenak dan senikmat buatanmu" ucap Ibu Masitha.
"Kamu terlalu memujiku dan membuat kepala ini serasa semakin besar saja" timpal ibu Mariah yang tersenyum bahagia mendengar pujian sahabatnya itu.
__ADS_1
Hingga larut malam mereka masih berbincang-bincang dan melepas rasa rindu mereka.
"Maafkan atas sikap Suamiku yang sudah menyakitimu, dan maafkan aku yang waktu itu tidak bisa berbuat banyak untuk membela suamimu dan Aku sangat tahu kalau bukanlah suami kamu yang menembak mati Kakak Abraham, tapi Nurman lah yang melakukan hal itu" jelas Ibu Liliana.
Ibu Mariah memegang ke dua tangan Nenek Masitha dan juga ikut bersedih melihat air mata Ibu Masitha yang sudah tidak terbendung lagi.
"Andai saja Aku bisa melakukan hal itu pasti aku sudah berhasil membantu kalian, tapi apa lah dayaku, Kamu pasti sudah tahu karakter dari suamiku bagaimana orangnya" ucap sendu Ibu Mariah.
"Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja Mariah Aku akan melakukan apa pun untuk mencari bukti tentang kematian Kak Abraham hingga aku bisa menemukannya barulah Aku bisa hidup dengan tenang" tutur Ibu Masitha.
"Aku akan selalu membantu dan mendukungmu andai saja Aku bisa pasti aku akan menjadi orang pertama yang akan membantumu" terang Ibu Liliana lagi.
"Andai saja waktu itu Nirmala adiknya Nurman hadir di persidangan pasti Suamiku tidak akan harus menderita dan akhirnya meninggal dunia di dalam tahanan, Aku sudah mencarinya tapi sampai sekarang Aku tidak berhasil" ucap Ibu Masitha yang sangat kecewa atas ketidak mampuannya dan ketidak berdayaaannya selama ini.
"Kamu harus sabar dan kuat, insya Allah suatu saat nanti Kamu pasti bisa menemukan bukti yang bisa memulihkan nama baik suami kamu" ucap Ibu Liliana.
"Tapi kenapa Aku merasa Nurman masih hidup, karena setelah kejadian itu ada yang mengatakan kalau mayat Nurman tidak ditemukan di dalam pabrik dan hanya bekas darah segar saja yang tersisa dari tempatnya terjatuh" Tutur Ibu Masitha yang menerawang jauh ke beberapa puluh tahun silam.
"Tapi kalau dugaanmu benar pasti dia akan datang untuk menuntut balas dendam" ucap Liliana.
"Benar yang kamu bilang, karena Mommy Axel menghilang tanpa jejak dari Rumah Sakit DA dan awalnya Saya kira suami kamu lah yang melakukannya, tapi setelah anak buahku mencari tahu informasi itu barulah terjawab kalau yang melakukan semua ini orang lain" jelas Ibu Masitha.
"Apa mungkin ada yang menyelamatkan Nurman hingga Nurman hidup sampai sekarang dan kembali menuntut balas sama keluarga kita karena tidak berhasil menguasai harta dan pabrik?" tanya Ibu Mariah
"Yang kamu katakan kemungkinan besarnya ada benarnya, tapi kita tidak bisa membuktikan itu semua tanpa ada bukti nyata yang kita dapatkan" timpal Liliana.
"Apa Aku harus minta tolong Sama Kakak tapi pasti itu hal yang sangat susah dan dia sudah marah bahkan menganggapku bukan adiknya lagi setelah menikah dengan Mark".
Ibu Liliana terus berfikir sejenak tentang suadara kembarnya yaitu Tuan Luis Prawira Maulana Horne.
"Tapi jika masalahnya keberadaanya sulit kita ketahui karena selalu berpindah-pindah dan sangat mustahil untuk menemui Kakak".
"Maafkan suamiku Masitha dan saya tidak berdaya untuk melawannya dan kamu harus yakin dan percaya kepada saya suatu saat nanti Axel akan kembali pada kalian, tapi bukan sekarang waktunya, Saya harap kamu bersabarlah dan saya janji akan mengirimkan bukti perkembangan dan pertumbuhannya sama kamu" ucap tulus Liliana.
"Ok, Saya akan menunggu dan akan menagih janjimu suatu saat nanti dan jika waktunya telah tiba Kau akan datang lagi ke Sini untuk menjemput cicitku" ucap sendu Nenek Masitha yang harus pulang dengan tangan kosong.
Bertemu saja tidak apa lagi berhasil membawa pulang Axel. Selama Tuan besar Mark masih marah maka akan sulit kalian untuk bertemu dengan Axel. Hingga jam 12 malam tuan Mark Prin belum juga pulang.
Nenek Masitha pulang dengan wajah sendu dan galau tingkat dewa karena lagi-lagi tidak berhasil menemui Axel.
Ibu Liliana ikut bersedih dengan permasalahan yang mereka hadapi dan masalah ini sudah ada puluhan tahun yang lalu hingga sekarang dan malah semakin runyam saja tanpa ada penyelesaian.
Sedangkan di tempat lain, ada seorang perempuan yang bangun dari tidurnya dengan nafas yang memburu dan tersengal dan ngos-ngosan seakan-akan dirinya tidak sedang tidur, tapi sedang baru saja selesai lari Maraton saja.
"Axel putra Mommy" ucapnya dengan air mata yang sudah menetes membasahi pipinya.
__ADS_1
Orang itu berjalan ke arah meja dan segera menuang air putih kedalam gelas yang tersedia di samping cerek itu.
"Maafkan Mommy yang belum bisa pulang dan menemuimu, Mommy harap kamu bersabar dan menunggu kedatangan Mommy sayang".
Orang itu berjalan ke arah jendela kamarnya dan langsung menyibak tirai jendela kamarnya. Rose Amalia Putri atau Amairah Horne Tan perkasa menengadahkan kepalanya ke arah langit sambil mengelus perutnya yang sudah datar.
"Mommy harap kamu bisa hidup dengan baik bersama Daddy kamu Nak, Maafakn Mommy untuk saat ini belum bisa pulang untuk menggendong kamu sayang, tapi yakinlah suatu saat nanti Mommy akan pulang, tapi bukan sekarang dan Mommy harap kamu tumbuh menjadi putri kecil mommy yang sangat cantik dan pintar".
Amairah setiap harinya menjalani kehidupannya layaknya putri dari dunia dongeng. Yang kehidupannya serba dilayani bahkan untuk menyentuh pisau saja sudah tidak pernah apa lagi untuk berkutat dengan pisau di dapur seperti yang sering dia lakoni selama di Indonesia.
Di London Inggris di dalam Istana Megah itu, Amairah hidup seperti layaknya Tuan putri yang ke mana pun akan selalu diantar dan ditemani oleh beberapa body guard yang sangat terlatih tetapi mereka memakai pakaian biasa saja bahkan salah satu dari mereka ada yang memakai hijab.
Bodyguardnya itu berasal dari Turki dan masih berstatus single. Dengan wajah yang kaku dan akan tersenyum jika memang dibutuhkan dan wajahnya lebih dominan terlihat kaku dan dingin.
Namanya Aisyah Akyurek, berusia 29 tahun lebih tua sedikit dari pada Amairah. Aisyah selain jadi bodyguard Amairah juga sebagai sahabat baiknya. Mereka ke mana-mana selalu bersama bak saudara kembar yang selalu berjalan beriringan kemana pun mereka pergi dan akan berada di belakang Amairah jika mereka berada di khalayak umum.
Amairah bersyukur karena semua pengawalnya kebanyakan perempuan dan mereka cukup dekat dan akrab satu sama lain. Amairah sama sekali tidak terbebani dengan keadaan yang ada, bahkan lebih enjoy dan santai dengan kehidupan barunya.
......................
MAKASIH BANYAK ATAS DUKUNGANNYA TERHADAP CINTA YANG TULUS. FANIA SANGAT BERSYUKUR KARENA MASIH ADA READERS YANG SUDI BACA CYT ๐๐ฅฐ๐
TETAP DUKUNG CINTA YANG TULUS DENGAN CARA LIKE SETIAP BABNYA, RATE BINTANG 5 DAN FAVORITKAN โ๏ธ.
Mohon maaf jika ada beberapa typo atau pun kesalahan dalam penulisannya ๐
Dan Jangan Lupa untuk mampir ke Novel Recehku lainnya Kakak:
โฅ๏ธ Bertahan Dalam Penantian
๐งก Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar.
Dan pastinya alur ceritanya berbeda dengan CYT โ๏ธ.
Semoga suka dengan Novel Recehku ๐
Silahkan juga mampir ke Novelku yg lainnya yang masih sepi pembacanya โ๏ธ๐คญ
...********Bersambung********...
by Fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Makassar, Selasa, 17 Mei 2022