
Sore hari itu, rumah minimalis modern yang bercat hijau tua kedatangan tamu. Axel mengajak ibu Hernita ke rumahnya setelah ada incident kecil. Axel sangat bahagia karena memiliki teman baru. Selama ini Axel hanya berteman dengan ke dua Baby sitter nya dan juga sahabat dari Amairah.
"Assalamu alaikum Moms" ucap Axel saat pintu rumahnya terbuka.
Amairah membuka pintunya setelah mendengar bunyi bel rumahnya berbunyi. Amairah segera melihat siapa yang datang ke rumahnya melalui tirai gorden jendela rumahnya. Amairah pun segera membuka kenop pintu rumahnya karena yang membunyikan bel ternyata adalah putranya.
"Waalaikum salam" ucap salam Amairah yang tersenyum manis ke arah Axel.
"Moms Axel kangen banget" ucap Axel saat sudah di dalam gendongan Amairah.
"Mina juga kangen sama Axel" jawab Amairah.
"Moms Axel punya teman baru, Moms kenalan yah sama grandma Hernita" ucap Axel yang ingin memperkenalkan Ibu Hernita dengan Mommy nya.
Amairah tersenyum manis dihadapan ibu Hernita.
"Senyuman itu mengingatkan aku kepada Nona Mia" monolog ibu Hernita.
"Silahkan masuk Bu, Maaf rumahnya kecil" ucap Amairah saat dirinya mempersilahkan ibu Hernita untuk duduk.
"Kamu terlalu merendah, bagiku semua rumah itu sama saja" ucap Ibu Hernita saat dirinya sudah duduk.
Axel sudah duduk di dalam pangkuan ibu Hernita. Biasanya Axel itu susah bergaul dengan orang lain yang baru dilihat dan dikenalnya tapi entah kenapa dengan Axel jika dengan ibu Hernita. Mereka cepat akrab seperti halnya sekarang Axel tertawa terbahak-bahak disaat Ibu Hermita bermain dengan Axel. Kebahagiaan dan tawa Axel memenuhi ruangan tersebut.
Mereka bercanda dan berbincang-bincang hingga jam 5 sore, ibu Hernita heran karena sampai detik itu juga dirinya tidak melihat keberadaan Ayahnya Axel dan Axel pun tidak pernah menyinggung tentang Ayahnya. Ibu Hermita pun memberanikan dirinya untuk bertanya. Karena menurutnya ada yang aneh dan entah kenapa perasaan tersebut muncul dengan sendirinya dan membuat dirinya kepo dengan kehidupan Amairah. Padahal dengan orang lain Ibu Hernita tidak pernah seperti ini. Ibu Hermita orangnya paling tidak suka dan malas untuk kepo dan mencampuri urusan pribadi orang lain. Sehingga Ibu Hernita pun heran sendiri.
"Amairah Ayahnya Axel belum pulang kerja yah?." tanya Ibu Hernita.
Amaira hanya terdiam tergugu dan bingung harus menjawab apa kepada ibu Hernita mau berbohong takut salah, mau jujur juga tidak enak membuka aib rumah tangganya dan kesalahan di masa lalunya. Amairah baru mau bersuara tapi Axel yang langsung menjawab pertanyaan dari Ibu Hernita.
"Ayah kerjanya di luar negeri Grandma, jadi Ayah tidak ada di rumah" ucap polos Axel.
Amairah yang mendengar perkataan anaknya langsung bingung dan bertanya-tanya dari mana Axel mendengar perkataan itu padahal dirinya tidak pernah mengajarkan hal tersebut kepada anaknya.
"Jadi Ayahnya Axel ada di luar negeri, Asyik dong kalau gitu, berarti nanti kalau pulang pasti bawa banyak uang sama Mainan untuk Axel" ucap Ibu Hernita.
__ADS_1
Sedangkan ibu Hernita melirik sekilas ke arah Amairah yang mimik wajahnya berubah sendu dan membuat Ibu Her heran dan yakin jika ada yang disembunyikan oleh Amairah. Tapi ibu Her tidak ingin terlalu mencampuri urusan rumah tangga orang yang baru dikenalnya.
Amairah hanya tersenyum paksa mendengar percakapan mereka.
"Ya Allah dari mana Axel mendengar perkataan tersebut dan aku sedikit pun tidak pernah berbicara seperti itu di depannya?." tanya Amairah pada dirinya sendiri.
Amairah yang heran dengan perkataan Axel langsung melirik ke arah Mbak Marni dan Mbak Wati. Ke duanya menggeleng tandanya mereka juga tidak tahu hal tersebut. Seakan-akan mereka tahu maksud dari tatapan Amairah.
"Silahkan dicicipi kuenya Bu, maaf cuma sekedar kue kering saja" ucap Amairah sambil mempersilahkan Ibu Hernita untuk mencicipi kue buatannya.
Malam pun datang, adzan pun berkumandang dari Toa Mesjid saling bersahutan seakan-akan mereka berlomba untuk memperdengarkan indahnya suara Adzan. Tak terkecuali dengan Toa Mesjid yang ada di Komplek perumahan milik Amairah. Pertanda magrib telah datang. Ibu Hernita meminta ijin kepada Amairah untuk meminta ijin agar dirinya bisa melaksanakan shalat Magrib.
"Maaf Amairah boleh ibu numpang shalat Magrib?." tanya Ibu Her.
"Ohh silahkan ibu, sini Amairah antar" jawab Amairah yang tersenyum dan berdiri dari duduknya untuk mengantar ibu Her ke mushola mini di rumahnya.
"Makasih, mari shalat berjamaah nak" ajak Ibu Her kepada Amairah.
"Maaf aku lagi datang bulan Bu, jadi silahkan ibu saja" ucap Amairah yang menolak ajakan Ibu Her.
"Grandma sama Axel saja yah kalau Mommy tidak bisa" ucap Axel yang memegang kaki Ibu Her.
"Alhamdulillah kalau Axel mau shalat Magrib bareng grandma" kata ibu Her.
Ibu Hernita, Mbak Wati dan Mbak Mirna shalat berjamaah Magrib. Ibu Hernita yang jadi imamnya. Sedangkan Amairah sibuk di dapur memasak makanan. Amairah ingin mereka makan malam bersama. Wangi aroma masakan yang terbawa angin sampai ke hidung Ibu Her langsung membuat perutnya keroncongan.
"Aromanya wangi banget, perut ibu langsung berbunyi, baru wanginya saja yang tercium sudah buat ibu lapar apa lagi kalau sudah ibu mencicipinya" ucap Ibu Her yang melipat dan merapikan kembali perlengkapan shalatnya.
"Kalau Ibu Amairah yang masak pasti enak Bu" timpal Mbak Wati.
"Iya Bu masakan ibu Amairah itu bahkan melebihi rasa buatan Chef profesional" jelas Mbak Mirna.
"Kalau gitu ibu harus mencoba masakan buatan tangan Amairah" ucap Ibu Her yang berdiri lalu berjalan ke arah dapur.
Amairah yang apron masih terpasang rapi di tubuh rampingnya dengan cepolan ikat di rambutnya membuat Amairah semakin cantik saja. Ibu Her kembali teringat dengan Kakak iparnya yang sudah tiada. Ibu Her kembali teringat waktu kakak iparnya belajar memasak makanan sedangkan iparnya pegang pisau saja tidak tahu. Ibu her tersenyum dikala mengingat kenangan indah bersama dengan keluarganya. tidak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya.
__ADS_1
"Kakak aku merindukan kalian, kalian ada di mana, apa kalian baik-baik saja?." tanya ibu Hermita kepada dirinya sendiri.
Amairah yang melihat ibu Hernita menangis langsung menyodorkan tissue kehadapan ibu Her. Ibu Her pun langsung mengambil tissue tersebut.
"Maafkan ibu yang sudah merepotkanmu" ucap Ibu Her yang menghapus air matanya.
"Tidak apa-apa ibu, tapi Ibu baik-baik saja kan??" tanya Amairah yang sudah selesai memasak.
"Tidak apa-apa kok nak, ibu hanya teringat kepada saudara ibu yang sudah lama meninggalkan ibu" ucap ibu Her.
"Yang sabar yah Ibu" ucap Amairah lalu mengelus punggung ibu Her.
"Ibu bisa bantu kamu untuk menata makanan ini di Meja?". tanya ibu Her.
"Boleh bu, kalau tidak merepotkan" ucap Amairah yang menata makanan ke atas meja.
"Kalau menata makanan saja ibu juga bisa kok asalkan tidak menyuruh ibu untuk masak makanan seenak ini" ucap Ibu Her.
Mereka pun makan malam seperti layaknya keluarga lainnya. Ibu Her yang ingin berbicara disaat dirinya makan langsung dilarang oleh Axel dengan menyentuh bibirnya menggunakan jarinya. Ibu Her dan Amairah pun ikut tertawa melihat Reaksi Axel tersebut.
Bersambung..
Alhamdulillah hari ini sebutan Author Silver akhirnya fania dapatkan.. 3 Bulan FANIA jadi author dari Author dengan warna biru berubah jadi warna Cokelat Bronze dan hari ini sudah dapat Silver 🙏🙏🥰🥰🤲.
Karena dukungan Readers lah yang membantu memberikan semangat kepada FANIA untuk selalu berkarya. Semoga dengan Gelar silver tersebut membuat Novel Fania semakin disukai oleh pembaca.
Tetap dukung semua Novel Fania yah kakak Readers 🙏
Makasih banyak 🙏🙏.
FANIA Ucapkan mohon maaf lahir dan batin..
Selamat menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan yah Gaess 🙏🤲.
by Fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Makassar, 1 April 2022