
Selamat Membaca..
Beberapa hari kemudian, Abimanyu dan Axel sudah dinyatakan bisa keluar dari Rumah Sakit. Camelia dan putrinya Ica ikut bersamanya.
Aisyah yang diperintahkan oleh Amairah untuk menjemput Anak-anaknya di RS segera melaksanakan perintah dari Nyonya Muda.
"Semoga saja Bryan sudah mengantongi tentang hidupnya Camelia selama ini," sembari menelpon nomor hpnya Bryan.
Beberapa saat kemudian mereka sudah saling berbicara dan menjelaskan semua informasi tentang siapa Camelia sebenarnya dari a sampai z hingga luar dalamnya.
Aisyah yang duduk di samping supir pribadinya, terdiam dan memikirkan tentang status Camelia yang tidak jelas itu. Dia sudah menyelidiki kehidupan Camelia dari mulai dia kecil hingga sekarang, Aisyah sudah mendapatkan informasinya sedetail yang dia butuhkan.
Camelia ditinggal pergi oleh suaminya saat masih berjalan lima hari pernikahannya. Suaminya yang bernama Hendra adalah seorang TKI di Malaysia. Tetapi hingga detik ini Camelia tidak pernah sekalipun mendapatkan kabar atau info tentang suaminya itu. Padahal kepergiannya ke negeri Jiran sudah hampir enam tahun lamanya.
Camelia setiap hari menunggu dengan setia kepulangan suaminya. Awal Pernikahannya Hendra masih sering menelponnya, memberikan kabar kepada Camelia hingga setiap bulan mengirimkan uang untuk Camelia. Tetapi hal itu hanya berlangsung tujuh bulan lamanya hingga mereka putus kontak hingga detik ini.
Sedikit pun tidak ada kabar mengenai suaminya, dia sudah mengupayakan dan mendatangi kantor tempat suaminya mencari pekerjaan, tetapi hasilnya sama tidak ada kejelasan dari mereka.
Camelia pun sudah putus asa,dia menyerahkan semuanya pada Allah SWT. Awalnya mereka menikah karena kemauan dari kakaknya yang kebetulan bersahabat dengan Hendra semasa mereka masih sekolah dulu.
Suatu hari saat dirinya pulang dari kantor polisi untuk melaporkan hal yang menimpa suaminya yang dikatakan hilang, dia melewati Panti Asuhan dan memutuskan untuk singgah ke dalam Panti tersebut.
Tangis bayi yang pertama kali dia dengar dan hatinya terenyuh dan tersentuh melihat bayi yang masih merah itu menangis kencang karena kelaparan. Dia pun memutuskannya untuk mengadopsi bayi itu hingga sekarang sudah berusia empat tahun lebih.
Aisyah sempat tersenyum lega karena status Camelia walaupun sudah menikah, tetapi anak kecil yang selama ini dia anggap putrinya adalah hanyalah anak angkat.
"Alhamdulillah semoga saja Camelia adalah perempuan yang cocok menjadi pendamping hidupnya Tuan Muda Axel."
Mobilnya sudah terparkir di depan lobby rumah sakit. Aisyah berjalan ke arah kamar perawatan Axel, tetapi langkahnya kembali terhenti saat melihat Axel berada diatas kursi roda yang didorong oleh Camelia.
Aisyah berjalan cepat ke arah mereka dan berniat untuk menggantikan Camelia mendorong Axel, tetapi langsung dicegah oleh Camelia.
"Tidak usah Mbak, saya masih bisa kok lagian ini sudah menjadi tanggung jawabku sebagai perawatnya," cegah Camelia dengan seuntai senyuman yang selalu membuat Axel mabuk kepayang.
Sedangkan Abimanyu lebih duluan pulang bersama dengan Delisha. Kepulangan Abimanyu tidak ada drama kursi roda dan terkesan lebih normal dan alami.
Axel sengaja berbuat seperti itu untuk melihat dan mengetahui sampai dimana Camelia bisa bersabar menahan semua perintah darinya.
__ADS_1
"Aku akan berusaha untuk menunjukkan rasa sayangku padamu walaupun statusmu bukan gadis lagi."
Hanya beberapa menit saja, mereka sudah sampai di depan playgroup tempat Ica istrinya dititipkan. Camelia sedikit pun tidak ingin ada orang lain yang mengatakan bahwa Khairunnisha adalah hanya putri angkatnya saja. Kehadiran Ica dalam hidupnya sebagai pelipur lara dan pengobat atas kesedihannya menanti kepulangan suaminya yang tidak pasti itu.
Camelia menggendong putrinya ke dalam mobil. Ica didudukkan di dekat Axel.
"Maaf Tuan Muda, tidak apa-apa kan kalau aku dudukkan Ica dekatnya Tuan?" Tanyanya sebelum menidurkan putrinya.
"Boleh, itu tidak masalah," jawabnya.
Ica yang mendengar perkataan dari bundanya menangis kencang.
"Ica tidak mau duduk di dekatnya Paman, Bunda," ucap Ica di sela tangisannya.
"Jangan nangis sayang, sini bunda pangku kalau gitu," jelas Camelia yang mengulurkan tangannya ke arah Ica.
Ica menggelengkan kepalanya dan semakin menangis saja.
"Tidak mau, tidak mau dipangku bunda," jawabnya lagi dengan lelehan air matanya sudah membasahi seluruh wajahnya.
"Maafkan putriku Tuan Muda, aku akan segera mendiamkannya," ucap Camelia yang kembali berusaha untuk membujuk anaknya agar segera diam.
Axel refleks menarik tubuhnya ica ke dalam pangkuannya. Ica yang sedari tadi menginginkannya langsung terdiam sejenak dan menghapus air matanya dengan ujung roknya.
"Kenapa pakai ujung roknya putrinya Ayah, ini sayang pakai tissue," ucap Axel yang penuh dengan kasih sayang.
Nalurinya langsung tergerak saat melihat Ica yang menangis. Seakan-akan Ica adalah istrinya sendiri.
Camelia yang melihat hal tersebut, semakin tidak enak hati karena sudah mengganggu dan merepotkan pasien yang seharusnya beristirahat dalam pemulihannya.
"Ica ayo sama Bunda sayang, Tuan Muda baru saja keluar dari rumah sakit, Ica tidak boleh ganggu yah," ujarnya yang berusaha untuk membujuk putrinya itu.
Axel langsung menepis dengan lembut tangannya Camelia sambil berkata, "Tidak apa-apa kok, malahan aku suka jika Ica ingin duduk di dalam pangkuanku," balasnya sembari tersenyum tipis.
"Ya Allah… kenapa Ica bersikap seperti itu di hadapan Tuan Muda padahal dengan orang lain yang baru dilihatnya pasti akan ketakutan jika ada orang asing yang mendekatinya."
Aisyah yang melihat kejadian tersebut tersenyum lalu berkata," Tunggu apa lagi sih Tuan Muda, sekali nikah sudah dapat istri dan anak, sudah paket komplit loh," celetuk Aisyah dari kursi depan.
__ADS_1
Camelia wajahnya langsung memerah mendengar perkataan dari Aisyah. Dia tidak ingin besar kepala tetapi kalau selalu mendapatkan perlakuan dan suara-suara seperti itu hatinya bakal luluh juga dalam pesona Axel.
Berselang beberapa saat, mereka sudah sampai ke kediaman utama keluarga Lee. Kedatangan mereka disambut hangat oleh semua anggota keluarga Lee yang kebetulan hadir di dalam rumah itu.
Nenek Masitha segera menyambut cicit sulungnya, sedangkan Amairah menggendong tubuh Ica. Camelia merasa sangat malu dan terharu dengan perlakuan baik dan spesial dari mereka semua.
"Selamat datang di kediaman Lee yang sederhana ini," ujar Nenek Masitha lalu memeluk tubuh Camelia.
Camelia yang diperlakukan seperti malahan kaget dan dia tidak menyangka kedatangannya akan disambut seperti itu dengan luar biasa.
"Makasih banyak Nyonya besar," katanya sambil membalas pelukan dari Nenek Masitha.
Nenek Masitha memeluk Camelia dengan hangat. Dia bersyukur dan bahagia karena Axel menemukan gadis yang langka yang tidak seperti kebanyakan gadis lainnya yang hanya mencintai harta saja.
"Aku disambut seperti anggota keluarganya saja, padahal aku hanya perawat sementara dari putra mereka."
Camelia masih tidak habis pikir dengan sikap mereka yang sangat baik terhadapnya. Mereka bahkan lebih terkesan cuek pada Axel dan menyambut kedatangan Camelia dengan begitu hebohnya.
Mereka sudah mengetahui perasaan dari Axel terhadap Camelia sehingga mereka memutuskan untuk merestui hubungan mereka dan berusaha agar Camelia segera menerima cinta Axel.
"Di sini siapa yang sakit, saya atau Camelia?" Tanyanya dengan wajah berpura-pura sedihnya.
Di dalam hatinya Axel, dia sangat bahagia karena semua keluarganya menerima Camelia dengan tangan terbuka terlepas dari statusnya seorang janda.
Kenyataan yang mereka ketahui tentang Camelia sedikit pun tidak mereka beberkan hingga ke telinganya Axel. Mereka menginginkan Axel mencintai Camelia apa adanya dan semua yang ada pada diri Camelia tanpa terkecuali.
Fania minta tolong jangan Boom Like kalau tidak ninggalin jejak Koment, itu hanya sia-sia saja. Fania minta like plus Koment setiap babnya.
...Jangan lupa untuk mampir ke Novel baruku judulnya:...
...1. Dilema diantara dua pilihan...
...2. Pesona Perawan...
...by Fania Mikaila Azzahrah...
...Makassar, Rabu, 20 Juli 2022...
__ADS_1