
Selamat Membaca..
Axel sangat senang karena bisa bermain sepuasnya bersama dengan anak-anak sebayanya di Taman yang khusus dibuat oleh Pemilik Hotel untuk anak-anak Tamu Hotel yang menginap atau pun hanya sekedar memakai ruangan khusus hotel untuk suatu acara formal dan informal.
Duos baby sitter Baby Axel sedang asyik berselfi bersama. Mbak Marni dan Mbak Wati sama-sama menikmati saat-saat seperti itu. Axel bermain dan bercanda bersama dengan anak kecil lainnya. Ada ayunan, prosotan, komedi putar, dan masih banyak lagi yang lainnya. Axel mencoba semua permainan tersebut. Usia Axel baru jalan 4 tahun tetapi sikap dan perilakunya tidak sesuai dengan umurnya. Bahkan banyak orang yang bertemu langsung dengan Axel tidak menyangka kalau Axel baru berumur 3 tahun lebih. Tinggi dan postur tubuhnya pun berbeda dengan anak sebayanya.
Mbak Marni dan Mbak Wati saking asyiknya berfoto sampai-sampai tidak menyadari kalau Axel sudah tidak ada di tempatnya semula. Untung saja Mbak Marni sedang berselfie dan tidak sengaja Mbak Marni menangkap Foto Axel yang sedang berjalan ke arah parkiran hotel sehingga Mbak Marni mengetahui kalau Axel pergi tanpa pamit lagi.
Mbak Marni segera menyimpan hpnya ke dalam tas selempangnya dan buru-buru mengejar Axel sudah semakin mengjauh dari taman.
"Axel jangan lari Nak entar jatuh loh" teriak Mbak Marni.
Mbak Marni terus mengejar Axel yang semakin mempercepat langkahnya.
"Ya Allah Axel kok lari kamu kenceng banget yah mbka kalah loh padahal umur kamu belum 4 tahun tapi kuat berlari" ucap Mbak Marni yang sudah ngos-ngosan.
Mbak Wati pun ikut berlari dan mengejar mereka karena baru tersadar jika Mbak Marni dan Axel sudah tidak ada di sekitar area Taman.
"Kalian lari apa terbang sih kok cepat banget larinya, tunggu Mbak Axel" teriak Mbak Wati yang susah berlari karena terhalang oleh berat badannya Mbak Wati yang gemuk dan memakai pakaian yang membuatnya susah untuk berlari.
Mbak Marni melepas sendalnya untuk mengejar Axel. Sedangkan yang dikejar semakin mempercepat langkah kakinya.
"Aaauuuuhhh sakit" ucap Keluh Mbak Marni ketika ada kerikil yang cukup tajam menggores kakinya.
Axel berlari ke dalam Hotel tepatnya di lobby Hotel. Orang yang dikejar oleh Axel pun berhenti. Pria tersebut berbincang-bincang di depan lobby hotel. Sedangkan Axel tiba-tiba mengehentikan langkah kakinya sehingga mau tidak mau pasti akan menabrak kaki tubuh pria tersebut. Walaupun Axel sudah memakai rem yang pakem sekali pun tetap tabrakan tak terelakkan lagi.
"Aaaaahhhhh sakit" teriak Axel yang sudah terduduk di lantai marmer loby hotel tersebut.
Orang-orang yang berdiri langsung menoleh ke arah sumber suara yang berteriak. Axel masih mengelus pantatnya yang montok dengan ke dua tangannya yang kecil.
"Sakit banget" ucap Axel dengan posisi yang masih sama.
Pria yang dikejar oleh Axel mengulurkan tangannya untuk menarik Axel agar berdiri dari duduknya. Pria tersebut jongkok agar posisi tingginya sama dengan Axel.
"Uncle Martin, maaf" ucap Axel yang menangkupkan tangannya di dekat telinganya.
Semua mata yang memandang Axel tersenyum melihat tingkah lucu Axel. Martin segera memeriksa bokongnya Axel dan membantu untuk membersihkan debu-debu yang menempel di bagian pakaian dan kaki Axel.
"Kamu tidak apa-apa boy?". tanya Martin yang tersenyum manis ke arah Axel.
"Alhamdulillah tidak apa-apa Kok Uncle, Axel minta maaf rem yang axel pakai sudah tidak baik jadi pas berhenti terpaksa menabrak kaki Uncle" ucap Axel.
"Its oke Boy" jawab Axel.
"Kenapa Axel berlarian di jalan, bahaya loh untuk anak kecil seukuran kamu." ucap Martin sambil menggendong Axel.
"Axel sudah berteriak-teriak memanggil Uncle, tapi Uncle tidak menoleh sedikit pun bahkan Uncle semakin mempercepat langkah uncle ke dalam hotel" ucap Axel panjang lebar kali tinggi sama dengan luas.
"Maaf kan Uncle yang tidak sengaja" ucap Martin yang meminta maaf.
"Ini anak bapak yah Pak Martin?." tanya klien Martin yang kebetulan sedari tadi memperhatikan percakapan mereka.
__ADS_1
"Ooohh No.. No.. Uncle Martin adalah temannya Axel bukan Daddy nya Axel" jawab Axel yang membuat semua yang ada di sana ikut tertawa mendengar perkataan Axel.
"Tapi kalian mirip banget loh seperti Anak dan ayah" ucap Pak Brata klien Martin yang dari Kota S.
"Mungkin itu cuma kebetulan saja Pak, kami tidak ada hubungan apa pun selain sahabat saja" ucap Martin yang tersenyum mendengar kalau mereka mirip.
"Kalau begitu kami pamit yah, dan kami sangat bahagia karena bisa bekerja sama dengan bapak Martin" ucap Pak Brata sambil menjabat tangan Martin.
"Makasih banyak pak, Saya juga sangat bahagia dengan kerja sama kita ini semoga ini menjadi awal yang baik" ucap Martin yang membalas senyuman Pak Brata.
"Kami pamit kalau begitu pak Martin dan sampai jumpa lagi" ucap pak Brata saat mereka akan meninggalkan Loby Hotel.
"Makasih banyak pak, sampai Jumpa lagi" ucap Martin.
Martin dan Axel sudah berjalan beberapa langkah ingin mengantar Axel kembali ke kamarnya tapi tiba-tiba perut Axel bunyi dan membuat Axel dan Martin tertawa terbahak-bahak.
"Maaf Uncle, Axel lapar belum makan siang soalnya" ucap Axel yang lalu menutup mulutnya menggunakan ke dua tangannya yang imut.
"Axel belum Makan yah kalau begitu kita cari Resto siap saji yah" ucap Martin dan berjalan ke arah parkiran Mobilnya sedangkan Axel masih dalam gendongannya.
Hal yang dilakukan oleh Martin tak lepas dari pandangan mata tajam seseorang.
"Secepat itu kah kamu melupakan Aku dan sekarang kamu sudah punya anak" ucap Orang tersebut sambil memegang kuat kaleng minumannya.
Martin sudah ingin membuka pintu mobilnya. Mbak Marni dan Mbak Wati berhasil menyusul mereka dan berteriak agar mereka tidak ditinggal.
"Axel tunggu Mbak yah." Teriak Mbak Marni.
"Axel mau ke mana, apa Axel mau buat Moms sedih lagi' ucap Mbak Marni yang nafasnya tidak teratur karena habis berlari.
"Iya Axel apa gak kasihan sama Mommy?." mbak Wati ikut menimpali pembicaraan mereka dan ngos-ngosan.
Martin menatap ke arah Axel dan meminta jawaban tentang ke dua cewek ini.
"Mereka duos Baby sitter nya Axel Uncle Martin" jawab Axel yang tahu maksud dari tatapan matanya Uncle Martin.
"Iya Pak kami baby sitter Axel" ucap Mbak Wati dan kembali kaget setelah melihat senyuman pak Martin dan Axel bersamaan.
"Ini tidak mungkin kan, pasti aku yang salah lihat mungkin pengaruh Aku yang habis berlari dan kena sinar matahari langsung sehingga penglihatanku terganggu" ucap Mbak Marni dalam hatinya sambil mengucek matanya berulang-ulang.
"Uncle ganteng Kalian mau ke mana apa kami boleh ikut gabung dengan kalian?." tanya Mbak Wati yang keganjengan dan sedari tadi senyum-senyum gak jelas.
"Mbaknya Axel boleh kan gabung dengan Kita Uncle, boleh lah boleh lah" ucap Axel dengan wajah yang gemes membuat Martin tidak bisa menolak.
"Ayok masuk ke mobil" ucap singkat Martin.
Mobil mereka pun meninggalkan loby hotel dan akan mencari lokasi restoran yang siap saji yang terdekat. Resto siap saji yang berlogo gambar seorang kakek yang berkaca mata.
"Alhamdulillah kita bisa jalan-jalan lagi keliling kota jakarte" ucap Mbak Wati yang kegirangan.
"Emangnya kalian bukan asli Jakarta?." tanya Martin yang kepo dengan asal Axel.
__ADS_1
"Kami berasal dari kota S uncle ganteng dan kebetulan kami datang ke Ibu kota Jakarta karena ingin menghadiri pesta pernikahan temannya momsnya Axel" jelas Mbak Wati yang tidak bisa diam.
Sedangkan Mbak Marni diam-diam mengambil gambar Martin dan Axel bersamaan. Entar mengapa timbul rasa heran dan tidak percaya dengan apa yang namanya kebetulan. Mbak Marni hanya tidak percaya jika ada orang yang mirip tetapi tidak ada hubungan apa pun.
Beberapa saat kemudian mobil mereka sudah terparkir di depan Resto siap saji tersebut. Martin menggendong Axel ke dalam Resto tersebut dan mendudukkan Axel di kursi.
"Uncle ganteng aku pesan satu yang mirip uncle yah cukup satu saja gak apa-apa yang seumuran saya saja" ucap Mbak Wati yang kecentilan dan membuat Martin tidak habis pikir bisa bertemu dengan perempuan yang genit.
Martin segera memesan beberapa makanan dan membawa beberapa nampang yang berisi Ayam goreng plus saus tomat dan beberapa minuman dingin dan es krim khusus untuk Axel. Martin kemudian menata makanannya ke atas Meja makan.
"Maaf cuma makanan seperti ini gak apa-apa kan??." tanya Martin.
"Gak apa-apa kok uncle ganteng yang penting uncle ada di sini menemani kami" jawab Mbak Wati.
Mbak Marni langsung menginjak kaki Wati yang sedari tadi tidak Mau diam bagaikan burung Beo yang berkicau di dalam sangkarnya.
"Aaauhh sakit" ucap Mbak Wati lalu menatap ke arah Mbak Marni sedangkan Mbak Marni langsung menatap tajam ke arah Mbak Wati. Mbak Wati yang mengerti arti tatapan mata Mbak Marni langsung terdiam dan menikmati ayam gorengnya dengan tenang tanpa suara cemprengnya.
Mereka kemudian menikmati makanan yang tersedia. Dengan penuh hikmat dan tanpa suara lagi karena Axel marah dan tidak ingin makan jika ada yang satu meja dengannya berbicara. Mbak Marni kembali memperhatikan Interaksi mereka dan hampir apa yang disukai oleh pak Martin dan Axel sama persis.
"Cara makan, kebiasaan dan sebagian apa yang mereka tidak sukai pun sama, ya Allah apa aku salah jika suatu saat nanti aku mencari tahu tentang hubungan mereka?." monolog Mbak Marni.
Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan ke mall. Axel ingin bermain di Time Z***. Martin pun memenuhi permintaan dan keinginan Axel
"Uncle boleh Axel minta sesuatu lagi??." tanya Axel saat mereka sudah berada di dalam Mall terbesar dan terlengkap di Jakarta.
"Axel mau minta apa??." tanya Martin.
"Axel minta agar uncle tidak bicara sama Mommy kalau Axel makan es krim yah." ucap Axel.
"Emang kenapa Axel gak boleh makan eskrim?." tanya Martin yang tetap mengemudikan mobilnya dan terjebak dengan macet yang begitu panjang.
"Axele kalau terlalu sering makan es krim biasanya malemnya langsung demam dan batuk-batuk" jelas Axel yang takut jika Mommy nya marah-marah dan khawatir.
"Kok kita sama yah, Uncle juga kalau Siangnya makan es krim malamnya juga demam dan batuk,-batuk jadi Uncle berjanji sama mama uncle dan diri uncle sendiri untuk tidak akan makan eskrim lagi" ucap Martin.
"Kita senasib kalau begitu" ucap polos Axel.
Karena mereka terjebak macet akhirnya Axel tertidur pulas di dalam mobil, Duos baby sitter Axel pun ikut tertidur. Martin diam-diam mengambil fotonya Axel kemudian memotret dirinya bersama Axel yang sedang tertidur. Martin langsung mengirim foto tersebut ke Sosial medianya. Dan baru sekitar 1 menit sudah dibanjiri komentar yang positif dan ribuan like hanya dalam satu menit saja.
Sedangkan Amairah masih belum pulang karena akan ikut ke acara pesta resepsi pernikahan Rian perdana Kusuma dan Michel Pratiwi.
Bersambung..
Fania ucapkan kepada Readers Setia Cinta Yang Tulus makasih banyak atas dukungan kalian 🙏.
Maaf jika sering terselip typo ✌️🙏
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, 07 April 2022
__ADS_1