Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 100. Acara Aqiqahan Baby Del


__ADS_3

Selamat Membaca..


Satu Minggu sudah berlalu sejak kedatangan duo's baby sitter Axel di kediaman Nenek Masitha. Martin hari ini akan melaksanakan Aqiqahan putrinya, Martin yang awalnya menunggu dan menginginkan jika putrinya diberi nama langsung oleh Amairah, tetapi hingga saat ini, Amairah belum ditemukan keberadaannya apa masih hidup atau sudah tidak bernyawa lagi.


Martin menghubungi dan mengundang langsung ke dua sahabat Amairah yaitu Maya dan Nadia serta Bram, Martin pun mengundang Adam untuk datang ke acara syukuran Aqiqahan Delisha Annira Elshanum. Mereka tidak berjanji untuk datang tetapi mereka akan mengusahakan untuk datang karena padatnya jadwal mereka setiap harinya.


"Assalamu alaikum Nadia" ucap Martin membuka percakapan mereka lewat telpon.


"Waalaikum salam, maaf siapa?" tanya Nadia yang melihat dan memeriksa layar hpnya yang ternyata nomor baru.


"Saya Martin suaminya Amairah" jawab Martin.


"Ohh Kakak Martin, oiya kak gimana kabar perkembangan pencarian Amairah apa sudah berhasil mereka ditemukan?" tanya Nadia yang sangat antusias menunggu kabar baik tentang sahabat baiknya itu.


Nadia waktu itu mendapat kabar tentang Amairah yang melahirkan bayinya sedang berada di kampung halamannya, sehingga tidak mendapatkan kabar apa pun itu. Nadia sangat Sedih mendengar kabar tersebut.


"Amairah sampai detik ini masih belum ditemukan juga" jelas Martin.


"Yang sabar yah kakak, Nadia sangat kehilangan sosok Amairah, dan kami berencana membantu Kakak untuk mencari keberadaan Amairah" jelas Nadia.


"Makasih banyak Nad, Oiya Kamu datang yah ke acara aqiqah putri kami yang insya Allah akan dilaksanakan hari Minggu, Saya sangat berharap kedatangan kalian" mohon Martin.


"Insya Alloh Kak, kami akan usahakan tapi maaf ga janji, soalnya Nadia sibuk mengurus pernikahanku dengan Mas Bram" jelas Nadia.


"Kalau gitu Makasih Banyak" ucap Martin lalu mematikan sambungan teleponnya.


Sedangkan Maya tidak perlu ditelpon khusus karena Maya adalah sepupunya, sehingga Maya tentunya sudah tahu kabar aqiqah dan menghilangnya Amairah.


Rumah yang mewah itu sudah dihiasi dengan dekorasi dan pernak pernik lucu khusus untuk acara aqiqah. Martin mengundang beberapa panti asuhan agar mereka membawa anak-anak panti asuhan untuk datang di acara aqiqah tersebut. Martin pun mengundang beberapa majelis taklim yang ada di sekitar area Rumah neneknya Masitha.


Martin memberikan nama yang cantik untuk putri kecilnya yaitu Delisha Annira Elshanum yang artinya perempuan cantik yang membawa kebahagiaan, Cahaya terang dan keberkahan. Martin memberikan nama itu tanpa alasan. Martin berharap putrinya akan memiliki sifat yang seperti arti dari namanya. Maaf othor pilih nama itu dan nyontek di google he-he-he.


Sejak pukul 10 Pagi, kediaman nenek Masitha sudah dipenuhi oleh beberapa anak panti asuhan. Martin berencana akan berbagi kebahagiaan dengan membagikan beberapa bungkusan sembako, perlengkapan tulis menulis, amplop serta Martin memberikan umroh gratis untuk ibu-ibu yang sudah berjasa besar dalam mendidik anak-anak Panti yang kurang beruntung.


"Mbak Marni apa sudah memeriksa semua barang-barang yang akan dibagikan?" tanya Martin sambil memangku putrinya Delisha.


"Alhamdulillah semuanya sudah beres tuan muda, kita hanya perlu menunggu waktu pembagian saja" jawab Mbak Marni.


"Alhamdulillah kalau sudah" Martin menoel pipi tembemnya Delisha yang setiap hari semakin berat saja.

__ADS_1


Nenek Masitha berjalan ke arah kamar Delisha setelah memeriksa persiapan dan memberikan arahan kepada Ibu panti dan beberapa ibu-ibu pengajian agar segera mengambil posisi duduk yang baik.


"Assalamu alaikum" ucap nenek Masitha saat sudah berada di dekat Martin.


Martin menolehkan kepalanya ke arah datangnya Nenek Masitha, "Waalaikum salam".


"Martin kenapa ustadz yang kita undang untuk mengisi acara kok sampai sekarang belum datang?" tanya Nenek Masitha.


"Martin sudah menghubungi mereka, dan katanya mereka sudah berada di jalan dan otewe ke sini Nek" tutur Martin.


"Alhamdulillah kalau begitu" ucap nenek Masitha.


Nenek Masitha menggantikan posisi Martin yang memangku Delisha. Martin berjalan ke arah Kamarnya.


"Apa aku harus ke Thailand dan bertemu langsung dengan Tuan Mark Prin Atmadja untuk bertanya langsung keberadaan Amairah".


Martin memikirkan rencana keberangkatannya ke Thailand dan sekalian Martin akan menonton langsung acara Piala Thomas dan Uber cup, dan Martin ingin ikut meramaikan dan mendukung para atlet bulu tangkis Indonesia tersebut.


Martin membuka pintu jendela kamarnya dan berjalan ke balkon kamarnya.


"Angin tolong sampaikan rass rinduku, rasa sayangku dan rasa cintaku ini untuk Amairah Istriku, Aku sangat merindukan kehadirannya, Amairah kamu tidak kasihan dengan nasib putrimu yang membutuhkan ASI darimu, pulanglah segera Amairah".


Pukul 10 lewat, Acara pun dimulai dan dibuka dengan ucapan sepatah kata dari Martin. Dan dilanjutkan dengan membaca Alqur'an yang dibawakan langsung oleh salah satu anak panti asuhan. Dengan suara yang begitu merdu membuat semua orang yang hadir ditempat itu terbuai akan keindahan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Bahkan Martin meneteskan air matanya dikala Dia teringat saat Amairah membaca Alqur'an jika selesai shalat. Acara pun dilanjutkan dengan ceramah dari ustadz Yusuf Mansyur.


Beberapa jam kemudian, Martin membagikan Umroh gratis kepada 10 orang yang sudah berjasa menjaga dan mendidik anak-anak panti asuhan. Acara tersebut disambut meriah oleh semua tamu undangan yang sempat hadir di acara tersebut. Mereka tersenyum bahagia karena sangat bersyukur mendapatkan donatur sebaik Martin.


Nadia dan Bram tidak sempat datang di karenakan dua hari lagi akan menikah dan hanya Maya dan Dion yang datang. Ibu panti asuhan yang mendapat hadiah tersebut sangatlah bahagia dan mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT dan kepada keluarga besar Martin Al-ayyubi Lee.


"Makasih banyak pak, kami mendoakan semoga putri kecil tuan selalu dalam lindungan Allah dan Sehat selalu serta menjadi Anak yang Sholeha, Amin". ucap ibu Tuty selaku pengurus panti asuhan Ar-rahman.


"Amin, makasih banyak Bu doanya, semoga diijabah oleh Allah SWT" ucap Nenek Masitha.


Dion yang datang bersama dengan Maya, serta Bryan Regan membuat mata memandang ke arah mereka. Banyak perempuan dan anak gadis yang mengidolakan mereka, mereka menganggap Dion dan Bryan adalah artis yang di panggil khusus oleh Martin.


"Selamat datang Brotha, acaranya sudah mau selesai kalian baru datang, kalian benar-benar saudara lucknut" ucap Martin yang bercanda ketika rombongan mereka tiba.


Dion cengengesan, "Maaf bukannya sengaja, gimana gak terlambat kalau ada orang yang ngambek gara-gara.... auuhhhh" ucap Dion yang mengeluh sakit karena kakinya langsung diinjek oleh Maya dengan high heelsnya.


"Kamu kenapa , ada Yang sakit?" tanya Martin yang kebingungan melihat tingkah Dion.

__ADS_1


"Aahh gak apa-apa Kok, santai bro jangan dipikirkan" ucap Dion yang berpura-pura tidak terjadi apa-apa dengan kakinya kemungkinannya sudah memar dan membiru.


Bryan Regan yang sedari tadi hanya terdiam menatap ke sekeliling ruangan dan mencari seseorang. Hingga Netranya menangkap sosok perempuan yang baru berjalan menuruni tangga sambil menggendong Delisha membuat sudut bibirnya melengkung walaupun senyuman itu sangat tipis.


"Cantik, kamu sangat cocok dengan pakaian itu".


Maya langsung berjalan ke arah Arumi untuk menggantikan Arumi menggendong Baby Del.


"Hallo Baby Del, putrinya siapa sih ini cantik banget" ucap Maya yang sudah menggendong Baby Delisha.


"Kamu sudah pantas untuk menjadi ibu tapi kenapa kamu Selalu lari dari acara pertunangan kita, Apa aku tidak pantas untuk kamu cintai, kenapa kamu tidak menyadari kalau Aku sangat mencintaimu?."


Martin hanya tersenyum melihat mereka yang memperebutkan bayinya untuk digendong.


"Arumi pelan-pelan dong kasihan Baby Del loh, Kalau kalian berebutan" ucap Dion.


"Kan Arumi yang duluan gendong, berati Kakak Maya harus antri dong nunggu giliran" ucap Arumi yang tidak ingin mengalah kepada Maya.


"Tapi kan Aku juga Auntynya Baby Delisha jadi Aku wajar saja kalau berebut untuk gendong bayi cantik ini" ucap Maya yang menoel pipi Delisha.


"Kalian ini berebut seperti Delisha makanan saja, makanya kalian cepat nikah biar cepat dapat bayi yang bisa kalian gendong" ucap Nenek Masitha yang menggantikan mereka menggendong Delisha.


Perkataan dari Nenek Masitha menohok hati Maya.


"*Maya juga pengen punya bayi Nek, tapi Aku takut untuk...".


"Aku mau nikah sama siapa, pacar saja gka ada apa lagi calon suami, Andai saja Bryan... aaahhh apa yang aku pikirkan*".


Arumi menggelengkan kepalanya dan membuat mereka yang melihatnya heran dengan sikap tersebut.


...********Bersambung********...


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus 🙏.


Jangan lupa untuk Menekan tombol Like, Favorit dan Rate Bintang 5, Kalau ada yang Mau Vote silahkan, Yang Mau Boom like juga silahkan asal jangan Bom Atom hehehehe 😅🤭.


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Rabu, 11 Mei 2022

__ADS_1


__ADS_2