
Selamat Membaca..
Tembok yang bercat serba putih itu menjadi saksi kekhawatiran Martin yang terlalu berlebihan membuat dirinya berulangkali ditegur bahkan diperingati oleh Pihak kemanan rumah sakit tersebut. Martin mondar mandir di depan pintu masuk UGD RS dan mengganggu aktifitas dan perkejaan dokter maupun Perawat yang sedang bekerja.
Setelah diberikan peringatan oleh pihak keamanan yaitu Security membuat Martin duduk anteng di Kursi tunggu. Tapi setelah perawat maupun Security sudah pergi Martin kembali lagi untuk mondar mandir berlalu lalang di sekitar pintu UGD. Tidak berapa lama Martin pun dipanggil oleh perawat.
"Maaf dengan bapak Martin Muhammad Al-ayyubi Lee suami dari pasien yang bernama Amairah putri" ucap suster yang celingak celinguk mencari keberadaan Martin.
Martin baru ingin menghubungi neneknya untuk tidak menunggunya pulang ke rumah tapi baru mau memegang hi tersebut sudah ada Suster yang berteriak memanggilnya.
Martin segera berdiri lalu berjalan ke arah sumber suara tersebut.
"Dengan Saya sendiri sus, ada apa yah?" tanya Martin yang menjawab pertanyaan dari perawat.
"Istri bapak sudah diperiksa oleh dokter dan keadaannya sudah membaik jadi Bapak diminta oleh dokter untuk masuk ke dalam ruangan untuk menemui Dokter karena ada yang ingin disampaikan oleh Dokter kepada bapak".
"Makasih banyak Dokter" ucap Martin lalu berjalan ke arah ruangan di mana Amairah dirawat.
Martin melihat Amairah yang masih terbaring lemah di atas Bangkar rumah sakit. Tapi wajahnya tidak sepucat sebelumnya. Martin pun ke arah Ruangan di mana dokter berada.
"Masuk Pak" ucap Dokter setelah melihat kedatangan Martin.
"Makasih banyak Dok, tadi katanya Dokter ingin berbicara dengan saya" Tanya Martin dihadapan dokter setelah mendudukkan pantatnya.
"Apa bapak suaminya ibu Amairah putri?" tanya Dokter yang kemudian membuka map yang berisi hasil pemeriksaan medis dari Amairah.
"Betul Dok, Saya sendiri Suaminya Ibu Amairah, apa yang terjadi dengan istri Saya dokter?" tanya Martin yang sudah khawatir dengan keadaan kesehatan istrinya.
"Kami telah memeriksa dengan seksama keadaan istri bapak dan Setelah hasil laboratoriumnya keluar ternyata ibu Amairah tidak apa-apa, ibu Amairah Sehat dan dalam keadaan yang baik-baik saja" ucap Dokter yang belum selesai Berbicara untuk menjelaskan tentang kesehatan Amairah tapi Martin sudah memotongnya.
"Maksudnya dokter? kalau emang istri saya baik-baik saja, tapi kenapa wajahnya tadi sangat pucat dan Dia langsung pingsan?". tanya Martin yang kebingungan dengan kondisi Istrinya.
Dokter hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Martin yang tidak bisa tenang dan tidak sabaran.
"Alhamdulillah istri Bapak dinyatakan sehat saja tapi sesuai hasil lab Istri bapak dinyatakan positif hamil dan kehamilannya sudah jalan tiga bulan masih dalam trisemester pertama" ucap Dokter.
Ucapan dokter belum bisa dicerna dengan baik oleh Martin dan malahan tambah bingung saja.
"Maksudnya Istri Saya hamil?" tanya lagi Martin.
"Iya benar Pak, ibu Amairah Sekarang hamil dan sudah jalan tiga bulan usia kandungannya atau calon bayi Anda dan ini hasil laboratoriunnya dan hasil USG nya Pak" ucap dokter yang menyerahkan sebuah amplop yang berisi keterangan hasil pemeriksaan medis Amairah.
Martin membuka amplop tersebut lalu memeriksa hasil USG tersebut dan Martin langsung meneteskan air matanya saking bahagianya dan tidak bisa berkata-kata lagi. Martin mengelus hasil USG 4D tersebut.
"Anakku, calon Baby kami" ucap Martin disela Isak tangisnya.
Dokter perempuan tersebut yang mungkin umurnya sudah sekitar 40an itu tersenyum dan ikut bahagia melihat kebahagiaan yang dirasakan oleh Martin.
__ADS_1
"Selamat yah pak, Anda akan segera menjadi bapak, Calon bayi dan Istri bapak dalam keadaan yang sehat dan ini resep vitamin dengan obat untuk ibu Amairah tolong ditebus di Apotek" jelas ibu Dokter.
"Makasih banyak Dokter" Ucap Martin yang menjabat tangan dokter sebelum mengambil resep obat dan vitamin untuk Amairah.
Kebahagiaan yang terpancar dari wajah Martin dirasakan dan dilihat langsung oleh Orang yang berjalan dan berpapasan dengan dirinya. Martin tak henti-hentinya menebarkan senyuman manisnya ke semua orang Saking bahagianya akan segera menjadi bapak lagi.
"Mungkin aku juga akan sebahagia ini disaat Aku tahu Kalau Axel hadir di dalam rahimnya Amairah, ternyata sebahagia ini rasanya Jika akn memiliki seorang calon bayi".
Martin ke Apotek sebelum ke ruangan UGD RS untuk menemui Amairah. Martin bahagia banget sehingga memberikan uang tip kepada semua Orang yang berada di sekitar Apotek terutama perawat yang berjaga dan bertugas di Apotek tersebut.
"Makasih banyak Pak, semoga istrinya Sehat dan anaknya juga sehat, selamat sampai lahiran" ucap do'a dari semau orang yang Martin berikan uang sebagai wujud rasa syukurnya.
Martin pun menemui pegawai yang bertugas dibagian Adminstrasi untuk segera memindahkan istrinya ke ruangan Perawatan VVIP Rumah sakit.
Amairah sudah dipindahkan ke dalam ruangan perawatan VVIP. Dan sudah sadar ketika Martin baru saja duduk untuk beristirahat. Amairah menatap ke sekeliling Ruangan dan kaget setelah melihat kondisi Ruangan tersebut yang berbeda dengan kamarnya. Dan wajah yang pertama dia lihat adalah wajah Martin suaminya yang selalu tersenyum sedari tadi.
"Mas Martin" ucap Amairah yang masih lemah dan tidak mampu untuk berbicara dengan keras.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar, Apa ada yang sakit yang kamu rasakan atau kamu mau makan atau butuh apa?". tanya Martin.
"Mas Aku di mana bukannya tadi aku ke kantor untuk kerja dan kok Mas juga ada di sini bukannya Mas ada di Jakarta" ucap Amairah.
"Kamu sekarang di rumah sakit, dan tadi Mas yang membawa kamu ke Sini karena kamu tiba-tiba pingsan" ucap Martin yang sudah memegang tangan Amairah.
"Pingsan mas?" tanya bingung Amairah.
"Iya kamu sewaktu keluar dari Lift kamu langsung pingsan untung ada Mas yang kebetulan lewat di Sana dan langsung melarikan kamu ke rumah sakit" ucap Martin.
"Tapi Aku kan tidak sakit Mas, Kenapa harus dirawat dan dipasangi infus segala?" tanya Amairah sambil mengangkat tangannya yang dipasangi jarum dan selang infus.
"Kamu tidak sakit Sayang tapi ada calon bayi kita di dalam sini" ucap Martin yang refleks mengusap perut datarnya Amairah.
Amairah yang mendapat perlakuan seperti itu membuat wajahnya memerah dan malu-malu. Dan sekaligus Sangat bahagia karena telah diberikan kepercayaan dan amanah untuk mengandung kembali seorang calon bayi lagi di dalam rahimnya. Amairah bahagia karena mendengar langsung Martin menyebut kata sayang di depannya.
"Alhamdulillah Mas kalau begitu, Amairah sangat bahagia dan bersyukur kepada Allah karena masih diberi kesempatan untuk menjadi seorang calon ibu lagi" ucap Amairah sambil mengelus perutnya yang masih datar itu.
"Makasih banyak sayang, kamu sudah menjaganya dengan baik dan tolong jaga dia dengan baik untukku walaupun kadang Mas tidak berada di samping kamu yang menemanimu" ucap Martin yang menciumi tangan Amairah di dalam genggamannya.
"Insya Allah yah Mas, Amairah akan menjaganya dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin agar dia bisa hidup dengan baik di dalam sana" ucap Amairah.
Pintu ruangan terbuka dengan lebar dan masuklah Maya, Nadia dan Dion serta bingkisan parcel dan beberapa barang keperluan Amairah. Maya dan Nadia langsung berhamburan memeluk tubuh Amairah dan tersenyum bahagia setelah mereka mendapatkan kabar gembira bahwa Sahabatnya sedang hamil.
"Selamat yah sayang kamu hamil lagi, Axel akan segera punya adek" ucap Nadia.
"Iya cantik, Aku turut bahagia loh Setelah mendengar kabar kalau kamu hamil tapi ngomong-ngomong di mana Suami kamu?" ucap Maya yang langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan langsung pandangannya berhenti tepat disekitar Dion.
Maya melihat Martin yang duduk di dekat Dion dan Maya langsung menatap tajam ke arah Martin dan tidak menyangka jika Martin adalah orang yang telah membuat sahabatnya hamil. Maya terkejut karena setahu dia sepupunya itu belum menikah dan pacar Martin adalah Nikita Aiman seorang model cantik papan atas bukanlah Amairah. Martin pun balas menatap tajam ke arah Maya dan menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya. Maya pun mengerti dan mengangguk pasrah.
__ADS_1
"Itu suami Amairah kalian boleh kenalan kok, Namanya Martin dan dia bekerja di Jakarta sebagai karyawan biasa di bagian keuangan dan kebetulan dia Kerja di perusahaan yang sama dengan kita" ucap Amairah yang memperkenalkan Martin dihadapan ke dua sahabatnya.
Dion hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Amairah.
"*Bos kapan loh mau Jujur, sudah mau punya anak juga masih main petak umpet".
"Ya Allah kakak, kenapa meski harus berbohong dan menutupi jati diri Kakak yang sebenarnya dihadapan Amairah, gimana kalau suatu saat nanti Amairah tahu dari orang lain, apa jangan-jangan Kakak Martin yang merenggut mahkota Amairah waktu di hotel Lombok berarti kalau gitu Martin adalah Ayahnya Axel? pantesan ada kemiripan dari mereka tapi setahu Saya Amairah belum tahu semua itu, Kalau gini aku akan interogasi Kakak*".
Mereka ikut berbahagia dengan kehamilan Amairah. Mereka bercanda dan berbincang-bincang hingga Sore hari. Mereka pun pamit pulang ke rumah masing-masing.
"Amairah kami pulang dulu yah sayang, insya Allah besok kami akan datang lagi, lagian kami gak enak entar ganggu kalian lagi" ucap Nadia.
"Apaan loh Nad, malahan aku senang kalau kalian ada di sini temani Aku" ucap Amairah dengan suara lembut dan dengan senyuman khasnya.
"Iya nad, besok kami akan masuk kerja dan hari ini ibu Tania membawa tumpukan berkas yang cukup banyak" ucap Maya sambil bercanda.
"Makasih banyak kalian sudah datang" ucap Amairah yang membalas pelukan Maya.
"Dede ponakannya Aunty Maya jangan nakal yah, kasihan Mommy kamu kalau Dede Nakal" ucap Maya sambil mengelus perut Amairah.
"Makasih banyak, hati-hati di jalan yah" ucap Amairah.
Nadia dan Dion berjalan duluan ke luar ruangan sedangkan Maya mendekati Martin dan membisikkan sesuatu kata-kata ke telinga Martin.
"Kakak berhutang penjelasan kepada ku dan Maya tunggu di Apartemen Maya ok tidak Pake banyak alasan".
Maya pun menutup pintu dengan senyuman di wajahnya karena menurutnya sekarang dia punya kartu as untuk mempermainkan kakak sepupunya itu. Sedangkan Martin mengelus wajahnya yang nampak gusar karena ternyata Maya adik sepupunya adalah sahabat baiknya Amairah. Martin takut jika Maya memberitahu kepada Neneknya tentang pernikahannya.
Martin menelpon Mbak Marni untuk mengabarkan kondisi dari Amairah dan meminta tolong untuk menjaga Axel sementara waktu selama Amairah ada di rumah sakit.
Martin Muhammad allayuubi Lee.
Amairah sang calon ibu Muda untuk ke dua kalinya.
Bonus Visualnya Mereka yah semoga suka dan yang tidak berkenan dengan visualnya bisa Halu dengan wajah yang sesuai dengan pilihan kakak Readers 🙏
...********Bersambung********...
Sambil menunggu Updatenya CINTA YANG TULUS Kakak Readers bisa mampir ke Novelku yg judulnya Bertahan Dalam Penantian kisahnya berbeda dengan CYT.
MAKASIH BANYAK ATAS DUKUNGANNYA TERHADAP CYT dan Jangan Lupa untuk selalu menekan tombol Like, Favorit dan Rate Bintang 5 Yah 🙏🥰
Semoga Suka dengan Novel recehku. ✌️👌
__ADS_1
by Fania Mikaila Azzahrah
Makassar, 24 April 2022