Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 139. Kebersamaan


__ADS_3

Selamat Membaca..


Martin dan keluarga kecilnya tertidur lelap dalam satu selimut yang sama. Baby Del berada di tengah-tengah dan diapit oleh ke dua orang tuanya. Mereka terlelap hingga menjelang subuh.


Amairah menyetel alarmnya jam 04.00 subuh karena setelah salat subuh amarah serta martin dan yang lainnya akan berangkat ke amerika serikat mereka akan melakukan perjalanan yang cukup panjang sehingga mereka memutuskan untuk berangkat lebih awal.


Asisten pribadi Amairah sudah mengatur semua persiapan dan perlengkapan yang akan mereka bawa kembali ke Amerika Serikat. Amairah pun mengajak Martin suaminya dan putri tunggalnya Baby Delisha. Amairah ingin memperkenalkan keluarga kecilnya kepada kakeknya dan juga mempertemukan Martin dengan putra keduanya serta Baby Del dengan saudara kembarnya.


Sedangkan Dion disuruh kembali ke Tanah Air oleh Martin untuk mengurus perusahaannya yang sementara waktu dia tinggalkan selama perjalanan ke Amerika serikat. Dion pun diminta untuk segera mengabarkan berita baik dan bahagia tentang kembalinya Amairah berkumpul bersama Martin ke seluruh keluarganya


Martin pun meminta kepada Dion untuk menyiapkan persiapan penyambutan khusus kepada Amairah, jika mereka sudah bersiap kembali ke Tanah Air indonesia tercinta.


"Sayang, bangun sudah jam 04.00 subuh nih, bangun dong sayang kita kan mau kembali ke Amerika," ucap Martin sambil menggoyang kan pelan tubuh Amairah yang masih tertidur nyenyak di dalam selimutnya.


Baby Del sama sekali tidak terusik dengan apa yang dilakukan oleh Daddy nya terhadap Mommy nya, malahan baby Del semakin merapatkan selimutnya ke dalam tubuhnya. Martin tertawa melihat tingkah lucu dari putri kecilnya.


Amairah hingga sekarang belum bangun juga walaupun sudah dibangunkan dengan cara menggoyang kan lengannya dengan lembut yang dilakukan oleh Martin. Martin geleng-geleng kepala melihat istrinya yang tertidur lelap sehingga Martin berinisiatif mengambil segera air lalu memercikkan sedikit air tersebut ke wajahnya Amairah.


Martin segera merangkak turun dari atas ranjangnya. Lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil sedikit air. Air itu cukup dingin dan Martin yakin jika Amairah pasti akan terbangun jika dipercikkan air itu.


Martin tersenyum melihat tubuh Amairah yang menggelinjang seketika seperti ulat bulu saja yang terkena air hangat. Perlahan matanya Amairah terbuka dan wajah orang yang pertama dia lihat adalah suaminya Martin Muhammad Al-ayyubi Lee. Amairah spontan tersenyum manis ke arah suaminya.


"Selama pagi sayang," ucap Martin langsung menciumi keningnya Amairah.


Seketika wajahnya Amairah memerah Semerah buah tomat saja. Martin yang melihat ada semburat merah di pipi istrinya semakin bersemangat untuk menggoda istrinya. Hal tersebut menjadi salah satu kegiatan rutinitas pagi hari Martin sebelum kembali beraktifitas seperti biasanya yang berkutat dengan banyaknya berkas dan laporan pekerjaan yang harus dia tanda tangani.

__ADS_1


Amairah merasa terhibur dan senang dengan apa yang dilakukan oleh Martin. Amairah pun tanpa segan mendaratkan bibirnya di pipi kanan Martin. Martin pun membalas ciuman sepintas dari Istrinya sehingga mereka tidak hentinya berbalas ciuman hingga mengganggu dan mengusik tidur cantiknya Delisha Annira Elshanum.


Martin yang ingin mencium bibir Istrinya dan sudah memonyongkan bibirnya langsung dicegah dan dihentikan oleh Delisha.


"Daddy Stop!!!" teriak Delisha.


Delisha mendorong sekuat tenaga tubuh Daddy-nya. Martin hanya tersenyum melihat tingkah laku putrinya.


"Sayang kok tubuh Daddy di dorong sih, apa Delisha tidak suka jika Daddy dengan Mommy sayang-sayangan?" tanya Martin lalu menaikkan tubuhnya Delisha kepangkuannya.


"Ini masih pagi-pagi Daddy, apa Daddy gak mau shalat subuh dulu?" tanya Delisha yang menatap kebingungan dengan Daddy-nya.


"Ternyata putri kecil Daddy sangat pengertian, dan tahu jika sekarang waktunya shalat," ucap Martin lalu menarik hidung mancung Delisha dengan ke dua jarinya.


"Daddy stop, sakit loh pasti hidung mancung Delisha yang imut sudah kemerahan," terang Delisha.


"Daddy sudah hampir habis waktu shalat subuh, buruan gih masuk ambil wudhu," ucap Amairah.


Martin bergegas ke dalam kamar mandi bersama Delisha. Martin mengajari Delisha cara ambil air wudhu yang benar sedangkan Amairah menyiapkan sejadahnya serta perlengkapan shalat Martin dan putrinya.


Beberapa saat kemudian, Martin memimpin shalatnya, Martin menjadi imam shalat dari istri dan putrinya. Mereka kemudian shalat berjamaah dengan khusuknya.


"Ya Allah makasih banyak Engkau masih memberikan aku waktu sehingga bisa berkumpul dengan suami dan putriku, dan ijinkan aku berkumpul dengan putraku Axel, Aku merindukan putraku, apa dia masih hidup atau."


Amairah tidak kuasa melanjutkan perkataannya. Air matanya membasahi pipinya saking merindukannya sosok putra kecilnya itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Allah Engkau telah mengabulkan segala doaku selama ini, sehingga hari ini aku bisa memimpin shalat di antara kami, semoga putraku Axel segera ditemukan dan saya bisa seterusnya memimpin shalat wajib dan Sunnah Kami."


Baby Del melirik satu persatu ke dua orang tuanya dan melihat wajah mereka dibasahi oleh air matanya. Delisha pun ikut menangis walaupun tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Delisha menangis hingga hidung bangirnya sudah nampak kemerahan.


Martin dan Amairah baru menyadari jika putri mereka ikut menangis saat mereka juga bersedih. Martin langsung memeluk tubuh putri kecilnya dan Amairah pun ikutan memeluk tubuh suami dan anaknya sehingga mereka berpelukan melingkar. Apa yang mereka lakukan itu tidak luput dari penglihatan Aisyah Akyurek. Aisyah pun ikut menangis tersedu-sedu melihat mereka yang bersedih karena akhirnya bisa berkumpul kembali dan melaksanakan shalat berjamaah.


"Semoga mereka selalu bahagia dan dalam lindungan Allah SWT."


Aisyah kembali menutup pintu yang memang tidak terkunci rapat itu. Aisyah tidak ingin mengganggu waktu kebersamaan mereka.


Dua jam kemudian, mereka sudah bersiap untuk berangkat ke USA, mereka memakai jet pribadi milik Amairah. Sedangkan Dion juga sudah bersiap untuk pulang ke Indonesia. Dion tidak sabar ingin bertemu dengan Maya calon istrinya itu. Dion menyampaikan kepada seluruh anggota keluarganya untuk tidak menyampaikan kepada Maya berita kepulangan Amairah.


Martin, Amairah, Baby Del, Aisyah serta anak buah kepercayaannya sudah duduk di kursi masing-masing. Pewasat yang akan mereka tumpangi akan tinggal landas meninggalkan Bandara Udara Seoul Incheon Korea Selatan.


Dion berencana untuk memberikan kejutan untuk Maya. Dion pun membelikan bingkisan oleh-oleh untuk Ibu Sumartini dan Alif yang sering diceritakan oleh Maya jika mereka telponan.


Dion berangkat Sore hari sehingga masih punya waktu beberapa jam untuk berburu oleh-oleh. Entah kenapa Dion sangat antusias membelikan barang-barang untuk Alif. Dion membeli banyak mainan khusus untuk Alif seperti robot Transformer edisi keluaran terbaru. Sedangkan Maya menolak untuk dibelikan apa pun.


Bagi Maya, Dion pulang ke tanah air dan bertemu dengannya itu sudah lebih dari cukup membahagiakan untuknya. Kebahagiaan bagi Maya tidak diukur dari banyak sedikitnya pemberian dari Dion. Bagi Maya Dion selalu setia dan tersenyum manis kepadanya sudah lebih dari cukup.


Maafkan Fania yang hari ini sangat sibuk di rumah tetangga sehingga baru bisa update 1 bab. Maafkan hanya bisa update 1 bab saja,🙏✌️.


Syukur Alhamdulillah Fania Ucapkan Kepada semua Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus 😘


Semoga suka dengan Bab ini, ditunggu Masukannya Kakak Readers 🙏

__ADS_1


by Fania Mikaila Az-Zahra


Makasar, Takalar, Senin, 06 Juni 2022


__ADS_2