Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 68. Penyebab Mual


__ADS_3

Selamat Membaca..


Amairah sudah melupakan jadwal makan malamnya bersama anak dan duos Baby sitter nya Axel saking asyiknya bercuap-cuap dengan ke dua sahabatnya. Sehingga terpaksa mereka makan terlebih dahulu tanpa harus menunggu kedatangan Amairah yang sudah diajak untuk makan bersama tapi Amairah menyuruh mereka untuk makan terlebih dahulu lagian sejak dari tadi pagi Amairah nafsu makannya berkurang.


Nadia dan Amairah terkejut mendengar penjelasan dari Maya yang kabur dari pertunangannya hanya dengan alasan karena takut malam pertama.


"Ya Allah Maya, kenapa kamu harus takut emangnya kamu sudah mencoba sehingga kamu menyimpulkan jika malam pertama itu adalah hal yang menakutkan?" tanya Nadia yang masih tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Maya.


"Maya kalau hanya itu yang membuat kamu kabur, kamu harus menyingkirkan perasaan takut kamu itu lagian Suami kamu nanti tidak akan memaksa kamu untuk melakukannya jika kamu belum siap lagian malam pertama itu sangat indah dan sangat berkesan" ucap Amairah yang teringat dengan masa lalunya disaat dia menyerahkan malam pertamanya kepada pria yang bukan suaminya karena adanya unsur keteledoran dan ketidak sengajaanya.


"Betul kata Amai loh, malahan jika kamu sudah mencobanya maka kamu akan ketagihan dan bahkan bisa jadi kamu akan minta nambah hahahha" ucap Nadia.


"Serius loh Nad!!, tapi gak sakit kan?" tanya Maya yang sudah kepo dan terbawa arus pembicaraan ke dua sahabatnya yang sudah makan asam garamnya peranuan.


Nadia dan Amairah kembali tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Maya yang sudah tidak seperti awal mereka menelpon.


"Intinya enak dan pastinya akan membuat ke dua pasangan akan saling membutuhkan satu sama lain dan kalau kamu penasaran makanya buruan mikah dan jangan main kabur-kaburan lagi" ucap Amairah yang tersenyum manis.


"Iya Maya rasanya sangat memabukkan dan kamu pasti akan ketagihan dan hasilnya akan ada baby lucu yang hadir diantara kalian" tutur Nadia lagi.


"Mungkin aku tidak boleh seperti ini terus, Aku harus menerima dan siap untuk menikah kasihan sama papa dan Mama yang gara-gara Aku sudah membuat mereka bersedih dan pastinya mereka kecewa".


"Saking asyiknya berbicara dengan kalian sampai-sampai aku lupakan tujuanku untuk menelpon kalian" ucap Amairah.


"Emang ada apa sih Amai?." tanya Nadia.


"Kalian besok ngantor kan?." tanya Amairah lagi.


"Kalau Aku insya Allah yang penting princess tenang dan anteng ditinggal lama" ucap Nadia.


"Aku insya Allah masuk lah, emangnya ada apa Amai?" tanya Maya yang penasaran dengan perbicangan mereka.


"Katanya pak Rudi besok akan datang klien Perusahaan langsung ke kantor dan katanya pak Presdir menginginkan dua diantara kita dibagian humas untuk mendampingi pak Presdir" tutur Amairah.


"Kalau aku mungkin gak bisa ikut, Maya saja yang membantu kamu Amai, kamu tahu kan aku sudah hampir tiga bulan gak masuk kerja jadi tidak tahu dengan isi proposal Perusahaan yang terbaru" ucap Nadia.


"Jadi aku sama Amairah nih saja yang ikut dengan Presdir?." tanya balik Maya.


"Mantul banget" jawab Nadia singkat.


"Tapi apa kamu sudah pernah lihat pak Presdir dengan Asisten pribadinya gak?." tanya Maya yang antusias membahas tentang Presdir dan asistennya.


"Kagak pernah dan belum punya kesempatan untuk bertemu langsung kan mereka tinggal di Ibu kota Jakarta sedangkan kita di Kota S itu kita akan bertemu jika mereka langsung datang meninjau cabang perusahaan" ucap Amairah.


"Emang kenapa sih Maya ada apa dengan mereka?". tanya Nadia yang sudah memberikan ASI eksklusif untuk putrinya.


"Katanya sih dari teman mereka itu ganteng bahkan mengalahkan tampannya Lee Min-ho loh" ucap Maya yang sudah membayangkan wajah dari ke dua orang penting di perusahaan tempatnya bekerja.


"Kamu kalau tentang cowok ganteng pasti heboh, apa kamu sudah Lupa kalau kamu itu calon istri dari orang?". tanya Amairah yang tersenyum penuh arti dan tertawa dengan tingkah Maya yang jika tentang cowok ganteng pasti paling laju dan paling bersemangat.


"Seganteng apa pun mereka dihati dan dimataku hanya Bram seorang yang paling dari semuanya" ucap Nadia penuh dengan dramatis.

__ADS_1


"Iya kami akui Bram yang paling cakep lah dimata Nadia" ucap Maya Lagi.


"Kalau gitu aku tutup telponnya yah, kepalaku agak pusing nih" ucap Amairah yang langsung memegang kepalanya.


"See You tomorrow cantik" ucap Maya lalu mematikan sambungan teleponnya.


"Iya, sampai jumpa besok dan jaga kesehatan Kalian yah" ucap Nadia yang ikut mematikan sambungan teleponnya.


Amairah menyimpan hpnya di atas meja nakas kamarnya kemudian berjalan ke kamar anaknya terlebih dahulu sebelum masuk ke dapur. Amairah mendatangi ranjang putranya. Dan memeriksa apa kah Axel sudah tertidur atau pun belum. Amairah melihat putranya yang sudah terlelap dan terbuai dalam mimpinya. Lalu mencium kening putra semata wayangnya.


"Selamat tidur sayang, moga mimpi yang indah".


Amairah pun menutup pintu kamar Axel dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara gaduh yang bisa membuat Axel terbangun.


"Kok aku ingin sekali makan makanan Thailand yah, gimana nih aku kan belum pernah melihat atau pun mencoba untuk masak makanan Thailand"


Amairah segera mengambil handphonenya dan mencari beberapa contoh masakan Thailand yang mudah dan simpel. Amairah pun memeriksa persediaan bahan makanan di Kulkasnya apa kah ada bahan yang cocok dimasak untuk dijadikan masakan Thailand. Amairah akan memasak sejenis makanan yang berkuah Yaitu Pad thai yang akan dicoba oleh Amairah. Pad Thai adalah sejenis makanan yang merupakan sajian mie siram yang dimasak dengan gula aren dan kuah asam lalu ditambahkan dengan udang ,kacang, tauge dan taburan daun bawang.



Amairah pun sudah berhasil masak makanan Thailand. Disaat memasak saja Amairah sudah sangat tergiur untuk langsung makan makanan buatannya sendiri dan Amairah heran dengan sikapnya sendiri yang tiba-tiba menginginkan makan makanan Thailand.


"Mungkin karena kakek buyutnya Axel yang orang Thailand jadi aku kepengen makan makanan Thailand juga".


Amairah pun duduk di meja makannya dan sangat menikmati makanan tersebut hal itu terlihat dari keringat bercucuran dari wajahnya saking enaknya masakannya sendiri. Amairah sebelum makan tadi, Dia sempatkan untuk memfotonya dan langsung mengirimkan ke grup Chat sahabatnya. Dan juga membuat status di Sosmednya dengan caption


"Lapar tengah malam".


Baru beberapa menit Amairah mengirimkan statusnya ke Sosmednya sudah dibanjiri oleh komentar dan like dari temannnya di Dumay. Dan banyak yang merequest untuk resepnya. Mereka memang sedari dulu sudah menghapal dan mengetahui tentang Amairah yang lebih sering membuat status tentang masakan yang baru dua coba masak dan hasilnya bagus maka Amairah akan mengirimkan resepnya lewat pembaruan statusnya.


Pagi pun menjelang, sebelum matahari terbit dari timur Amairah sudah terbangun dari tidurnya yaitu sekitar jam 4 subuh. Adzan subuh berkumandang, Amairah bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengambil air wudhu. Dan tidak ingin lagi menunda waktu shalat subuh.


Beberapa jam kemudian, Amairah sudah berada di dalam dapur minimalis moderennya. Amairah kembali memasak makanan khas Thailand lagi dan kali ini Amairah berencana untuk memasak makanan Tom yum, Tom yum adalah masakan Thailand yang sangat terkenal bahkan ke seluruh mancanegara. Tom yum di Thailand biasanya dibuat dengan udang, ayam, ikan segar, atau pun makanan laut lainnya yang dicampur dengan jamur dan rempah yang sangat menggoda selera makan.


Wangi aroma masakan Amairah tercium hingga ke dalam kamar Mbak Wati dan Mbak Mirna. Mereka langsung berjalan ke arah dapur dan membuat perut mereka langsung keroncongan dan berdendang ingin segera diisi.


"Huuumm aromanya wangi banget" ucap Mbak Wati yang mengendus aroma masakan tersebut.


"Iya aku langsung lapar" ucap Mbak Marni.


"Sepertinya ibu Amai yang masak yuk kita segera ke dapur" ajak Mbak Wati.


Mereka langsung bangkit dari baringnya dan menyingkap selimut yang masih ada di tubuh mereka lalu berjalan ke arah dapur.


"Wangi banget masakan Ibu, Ibu masak apa sih??." tanya Mbak Marni.


"Aku coba masak makanan Thailand kalau gak salah namanya tom yum" ucap Amairah yang tersenyum manis ke arah Mbak Marni.


"Sepertinya sangat enak nih Bu" ucap Mbak Wati dan langsung mengarahkan kepalanya di atas panci.


"Ibu tahu masak makanan Thailand tapi kok baru mau masak sih? kan kita pingin icip-icip loh Bu". ucap Mbak Wati.

__ADS_1


"Gak kok, aku juga tahu masak ini baru saja dengan bantuan dari Mbah Google dan gak tahu mulai semalam Aku kepengen makan masakan khas Thailand" ucap Amairah yang merendah.


"Tapi bagus loh Bu, besok pingin makan masakan Korea Selatan saja Bu, kan kami bisa ikut makan gratis dan sekali-kali loh Bu coba makan makanan dari negara lain" ucap Mbak Marni.


"Ada-ada saja, ayok panggil Axel Mbak kita makan bersama mumpung makanannya masih hangat" ucap Amairah sambil menaruh tom Yun dan beberapa perlengkapan makan ke atas meja makan.


"Oiya ibu hari ini sudah mulai masuk kerja kah atau belum?." tanya Mbak Wati.


"Insya Allah jadi Mbak lagian akan datang klien penting hari ini di Kantor" ucap Amairah yang sudah duduk di kursi dan tidak sabar ingin makan.


Axel pun sudah datang dan sudah duduk di kursinya dan mereka pun makan tanpa ada suara yang ada hanya suara dentingan sendok yang beradu dengan piring. Axel akan marah dan mogok makan jika ada yang berbicara di sampingnya jika dia sedang makan. Hal ini menurun dari sikap Pak Mark prin Atmadja sebagai Kakek buyutnya.


Jam di dinding menunjukkan pukul 07 Amairah segera masuk ke dalam kamarnya dan bersiap untuk berangkat kerja. Amairah sebelum berangkat ke kantor, Amairah mengantar putranya untuk sekolah bersama Mbak Marni.



Seperti inilah gaya Amairah saat ingin berangkat ke kantor. Dengan stelan pakaian kerja berwarna putih dengan mengikat rambutnya yang panjang yang membuatnya semakin cantik saja.


"Axel hari ni Moms sudah kembali bekerja jadi Axel jangan nakal dan harus nurut apa kata mbak Wati ataupun Mbak Marni dan satu hal lagi Jangan ikut lari-larian bersama teman Axel kan kaki Axel belum sembuh total" ucap Amairah di saat mereka sudah berada di dalam mobilnya.


"Ok Mommy cantik" ucap Axel.


Mobil Amairah pun sudah berada di tengah pengendara mobil lainnya di jalan raya. Hari ini cukup macet padat merayap. Tidak berapa lama Amairah sudah menghentikan laju mobilnya tepat di depan pagar sekolah Taman kanak-kanak Al Amin.


"Ingat yah pesan Mommy dan kalau Axel butuh sesuatu cepat tanya Mbak Marni, Jangan diam saja Ok Sayang" ucap Amairah setelah Axel sudah berdiri di depan pintu kelasnya.


Axel lalu mencium tangan Amairah lalu berlari ke dalam Ruangan kelasnya. Amairah kembali melanjutkan perjalanannya ke kantor dan tidak butuh waktu lama mobilnya sudah terparkir cantik di tempat parkiran khusus karyawan. Tiba-tiba kepala Amairah sedikit pusing dan mual. Amairah mual setelah mengganti pengharum ruangan mobilnya yang kebetulan sudah habis. Amairah buru-buru keluar dari mobilnya agar kondisinya kembali kembali stabil.


"Kok wanginya beda yah? padahal aku beli cuma satu merek saja".


Amairah kembali berjalan ke arah lobby Perusahaan setelah perasaannya membaik dan ikut berbaur dengan karyawan lainnya di dalam lift walaupun sedikit berdesakan Amairah tetap ikut bergabung dengan karyawan lainnya. Karena Amairah tidak ingin terlambat dan membuat dirinya harus dengan suka rela mendengar Omelan ibu Tania. Amairah sudah melihat ke dua sahabatnya yang sudah duduk manis di depan meja kerja mereka.


"Assalamu alaikum cantik" ucap Nadia.


"Waalaikum salam" ucap Amairah yang menutupi hidungnya karena tidak suka mencium wangi dari pengharum ruangan di Ruangan tersebut.


Hal ini membuat Maya dan Nadia saling berpandangan karena tidak mengerti kenapa Amairah menutup hidungnya padahal tidak ada yang bau busuk.


"Apa yang terjadi denganmu Amairah?" tanya Nadia.


Amairah baru mau duduk dan belum sempat menjawab pertanyaan dari Nadia, tapi rasa mual langsung menyerangnya kemudian langsung berlari ke arah toilet umum yang ada di sekitar Ruangannya, tapi ternyata pintunya tertutup dan masih ada beberapa karyawan yang ikut mengantri. Amairah langsung berlari mencari toilet lain dan berlari segera ke Pantry kantor, tapi belum sampai di Pantry Amairah berpapasan dengan rombongan klien Perusahaan. Saking kencangnya lari Amairah sampai Dia tidak melihat baik arah jalannya dan langsung menabrak tubuh salah seorang yang berada di dalam rombongan tersebut, seseorang itu berpakaian rapi, karena Amairah sudah tidak tahan dengan rasa mualnya langsung memuntahkan seluruh isi perutnya di atas jas orang tersebut. Semua mata hanya mampu memandangi mereka tanpa ada yang berani berkomentar.


...******** Bersambung ********...


Makasih Banyak atas dukungannya kepada Cinta Yang Tulus🙏🙏.


Dan jangan lupa untuk membiasakan setelah membaca untuk menekan tombol Like dan mengisi Kolom Komentar.


Mohon Maaf jika cerita dan alur CYT tidak sesuai dengan apa yang Readers inginkan 🤣✌️🙏.


Mohon maaf jika banyak terdapat typo atau penulisan kata yang salah 🙏.

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah.


Makassar, 22 April 2022


__ADS_2