
Selamat Membaca...
Malam yang begitu panjang telah dilewati oleh Martin dan Amairah. Amairah sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk mengabdikan seluruh hidupnya kepada suaminya. Walaupun dalam keadaan mabuk Martin memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan memberikan bathin tapi Amairah tetap bersyukur dan melayani Martin dengan setulus hati dan jiwa raganya.
Pagi harinya Martin terbangun dari tidurnya dan terkejut dengan apa yang terjadi setelah melihat dirinya hanya berbalut selimut saja. Martin menatap sekeliling Ruangan dan mencoba mengingat Dia sekarang berada di mana. Martin melihat Amairah dan segera memeriksa kondisi Amairah yang ternyata keadaannya sama dengan dirinya. Martin tidak sengaja melihat aset Amairah yang membuat jiwa kelelakiannya bangkit tapi Martin segera menghapus keinginannya karena dirinya terlalu gengsi dan malu untuk melakukan hal itu terhadap istrinya jika dalam keadaan sadar tidak dibawah pengaruh minuman beralkohol.
"Aaahh kepalaku pusing sekali" ucap Martin yang memegang kepalanya dan merasakan pusing efek dari mabuknya semalam.
Martin kembali menatap wajah Amairah yang masih tertidur pulas.
"Cantik tapi hati ini masih belum bisa menerima kehadiranmu, Maaf dan makasih kamu sudah melayani aku dengan baik walaupun kita belum saling mencintai" ucap Martin dan mencium kening Amairah yang masih terlelap damai.
Martin lalu berjalan ke arah kamar mandi dengan hanya berbalut handuk saja. Martin masih terbayang bayang apa yang dia lakukan bersama dengan Amairah. Tapi perasaan yang dia rasakan seperti halnya yang dia rasakan dulu saat bersama seorang perempuan di kamar hotel yang ada di Lombok.
"Apa yang terjadi padaku, Amairah yang berada bersamaku tapi kenapa bayang-bayang saat aku bersama cewek di Lombok yang datang menghinggapi perasaanku, seakan-akan semalam Aku bersama perempuan itu" ucap Martin yang melihat bayang-bayang nya dibalik cermin yang ada di dalam kamar mandi.
Sedangkan Amairah pun sudah terbangun dari tidurnya karena merasakan ada benda kenyal yang menempel di keningnya. Amairah memegang dahinya sendiri dan tersenyum saat dirinya terbayang dengan apa yang dia lakukan bersama Martin.
Amairah ingin bangkit dari tidurnya dan melilitkan handuk keseluruh tubuhnya tapi tiba-tiba ada rasa ngilu dan perih dibagian sensitifnya.
"Aaahhh" ucapnya dan kembali terduduk di ranjangnya sambil memegang bagian sensitifnya.
Amairah kemudian perlahan bangkit walaupun susah tapi tetap dia lakukan karena Dia tidak ingin Martin melihatnya dalam keadaan seperti itu. Amairah malu jika Martin memergoki dirinya yang sedang setengah telanj**. Amairah berdiri sambil memegang ujung sepreinya. Dan berjalan ke arah lemari untuk mencari kain yang bisa dia pakai karena tidak mungkin dia memakai pakaiannya semalam yang sudah teronggok di lantai dan sudah tidak berbentuk seperti semula. Gaun pesta yang mahal dan kualitas bagus dan tidak berdosa harus menjadi korban dari keperkasaan Martin Muhamamd Al-ayyubi Lee.
"Mas Martin di mana?" tanya Amairah pada dirinya yang memandang seluruh isi kamar dan mencari keberadaannya Martin tapi tidak menemukan Martin.
Amairah kemudian mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi. Amairah pun tersenyum pada dirinya karena ada rasa takut kehilangan yang terbersit dalam benaknya saat dirinya tidak menemukan Martin bersamanya. Amairah kembali duduk di atas ranjang karena tidak kuat lama-lama berdiri.
Martin memeriksa seluruh tubuhnya karena ada rasa perih saat dirinya mengoleskan sabun ke seluruh tubuhnya. Dan ternyata terdapat banyak bekas cakaran kuku yang terbentuk di beberapa bagian tubuhnya terutama punggung dan dadanya.
"Apa aku terlalu asyik bermain dengannya sehingga luka ini tercipta?, kucing betinaku ternyata bisa melumpuhkan Aku bahkan saat aku bersamanya aku mampu untuk melupakan semua perlakuan Nikita kepadaku." tanya Martin pada dirinya sendiri yang tersenyum melihat bekas cakaran Amairah yang seperti seseorang yang sudah dicakar kucing betina.
Martin segera menyelesaikan mandinya dan bergegas ke arah luar. Tetesan air yang membasahi seluruh tubuhnya membuatnya terlihat semakin seksi dengan tubuh yang atletis dan terbentuk beberapa roti tawar dibagian perutnya. Tinggi yang ideal untuk ukuran seorang pria dengan rahang yang keres, hidung yang mancung dan kulit yang putih bersih semakin menampilkan sosok yang menjadi idaman dari kaum Hawa. Bahkan banyak yang berfantasi liar hanya memandangi wajahnya saja. Dengan perawakan Inggris korea yang dia miliki membuatnya memiliki ciri khas tersendiri.
Amairah yang melihat Martin bertelanjang dada langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Amairah malu jika melihat seorang pria dengan hanya memakai handuk saja. Karena hal ini yang pertama kalinya Amairah alami, memang dia sudah pernah menikah dengan Adam dulu tetapi sekalipun dirinya tidak melihat Adam berpakaian seperti itu dan dalam keadaan yang sama.
"Aaaahhh Mas tolong segera berpakaian jangan seperti ini" ucap Amairah sambil menutup wajahnya dengan menggunakan ke dua telapak tangannya.
Suara Amairah yang terkesan seksi ditelinga Martin yang membuat kondisi si dedek Martin kembali meronta tapi Martin berusaha untuk menetralkan perasaannya agar tidak terbawa suasana.
__ADS_1
"Reaksi kamu terlalu berlebihan padahal aku masih memakai handuk sedangkan semalam aku tidak memakai apa pun tapi kamu tidak berteriak sekeras ini" ucap Martin yang mendekatkan wajahnya ke ke telinga Amairah.
Martin sengaja ingin menggoda Amairah karena Martin ingin melihat reaksi dari Amairah yang menurutnya lucu dan menjadi hiburan khusus untuk dirinya.
"Tolong yah Mas cepat pakai pakaiannya" ucap Amairah yang masih menutupi wajahnya terutama ke dua matanya itu.
Martin hanya tersenyum menanggapi Amairah.
"Aku sudah selesai kok, coba buka matamu" perintah Martin yang membuka handuknya. Martin ingin menggoda dan bermain dengan Amairah.
Amairah pun segera membuka matanya dan melepaskan dan mengjauhkan ke dua tangannya di depan matanya lalu menoleh ke arah Martin.
"Aaaaahhh" teriak Amairah yang kembali terkejut melihat apa yang dipakai oleh Martin yang hanya memakai celana boxer yang terbilang lebih seksi dari yang pertama hanya memakai lilitan handuk saja.
Martin mendengar seseorang mengetuk pintu kamar hotelnya dan segera berjalan ke arah pintu sedangkan Amairah masih memalingkan wajahnya dan menutup ke dua matanya.
Martin segera berlari ke dalam kamar mandi setelah mengambil pakaiannya yang ada di dalam paper bag. Martin tak henti-hentinya tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Amairah yang menurutnya lucu. Dion memang cepat tanggap darurat setelah dia mendapat informasi dari detektif suruhan Nenek Masitha kalau Martin mabuk dan terpaksa menginap di hotel bersama dengan Amairah, Dion segera mengambil inisiatif untuk membelikan pakaian dua pasang untuk Amairah dan Martin dan langsung menyuruh kurir untuk mengantarkan pakaian tersebut.
Beberapa saat kemudian Martin pun sudah selesai berpakaian yang terbilang cukup santai dan jauh dari kesan seorang CEO Muda yang kaya tajir melintir.
"Aku sudah berpakaian lengkap dan Ini pakaian baru untuk kamu pakai" ucap Martin sambil menaruh paper bag ke atas ranjang pas di dekat Amairah.
"Dan ini ada kartu ATM debet dan kartu kredit bisa kamu pakai jika kamu butuh sesuatu dan maaf kita sudah menikah dua Minggu lebih tapi ini yang pertama aku kasih kamu nafkah dan ini buku Nikah kita kamu saja yang menyimpannya dan tolong disimpan baik-baik" ucap Martin yang sudah bersiap untuk pergi.
Amairah meraih benda tersebut dalam keadaan yang masih belum memakai pakaian apa pun.
"Makasih banyak" ucap syukur Martin walaupun Martin tidak memberikan dia biaya hidup Amairah masih sanggup untuk menafkahi diri dan anaknya.
Tapi Amairah tidak ingin menolaknya karena jika dia menolak itu sama saja tidak bersyukur dan ridho dengan pemberian Martin. Besar kecilnya pemberian Martin, Amairah sangat bersyukur.
"Maaf aku tidak bisa mengantarkan kamu pulang, karena Bosku sudah menelponku untuk segera pulang ke Jakarta, dan jika Aku ada waktu lagi aku akan menjengukmu" ucap Martin dan langsung tanpa aba-aba mencium kening Amairah sambil berlalu dari hadapan Amairah.
Pintu pun tertutup dari luar, Martin heran dengan sikapnya sendiri yang sudah lancang dan berani mencium jidad Amairah, padahal dia tidak pernah berfikiran untuk melakukan hal itu. Sedangkan Amairah masih terdiam dan terpaku meresapi rasa yang ada. Amairah tersenyum bahagia diperlakukan seperti itu dan itu pun yang pertama kalinya dirinya mengalami hal istimewa dan diperlakukan spesial oleh pria.
Amairah segera berjalan pelan ke arah pintu untuk menutup rapat dan menguncinya. Amairah masih tersenyum manis bahkan senyumannya tidak pernah pudar dari wajahnya dan bayangan tentang Martin yang langsung mencium keningnya masih terbayang di pelupuk matanya.
Amairah segera ke kamar mandi karena ingin kembali ke rumahnya sebelum terjebak oleh macet. Amairah mengguyur seluruh tubuhnya dan tanpa sengaja melihat banyaknya tanda merah yang ada di bagian tertentu dari tubuhnya.
"Ya Allah Mas Martin ternyata meninggalkan beberapa tanda, kalua Mbak Marni dan Mbak Wati lihat bisa berbuntut panjang" ucap Amairah yang meresahkan bekas tanda tangan Martin di bagian lehernya.
__ADS_1
Amairah pun mengambil paper bag yang berisi pakaiannya dan terkejut melihat isinya, terutama pakaian khusus wanitanya yang ukurannya sangat pas dan cocok di pakai dan juga baju yang ada cukup bisa membantumu untuk menutupi bagian lehernya walaupun hanya sepintas saja.
Amairah merapikan sedikit kamar hotel karena cukup berantakan gara-gara ulahnya bersama Martin. Amairah masih tersenyum mengingat kejadian semalam.
"Seperti ini kah rasanya menjadi istri seutuhnya?." tanya Amairah.
Walau pun pernikahannya ini yang kedua tapi untuk merasakan hal itu adalah yang pertama dalam sejarah hidupnya melewati malam yang begitu panjang bersama sang suami.
Amairah mengambil barang-barangnya beserta pakaiannya yang sudah tak terbentuk lagi dari lantai kemudian memasukkan kembali ke dalam paper bag yang sudah kosong.
Amairah berjalan ke arah Lift dan karena terlalu terburu-buru takut terjebak macet, Amairah menubruk tubuh seseorang bapak yang sudah terbilang senja dan uzur tapi masih segar,sehat dan bugar hak itu jelas terlihat dari postur tubuhnya yang masih tegap saat berdiri di dalam Lift.
"Maafkan Saya pak, Saya tidak sengaja" ucap Amairah sambil menundukkan kepalanya.
Sedangkan orang tersebut hanya memandang wajah Amairah yang tersenyum manis ke arahnya. Ada perasaan rindu yang melanda hatinya disaat Amairah melempar senyum ke arahnya.
"Mia" ucap pak Mark prin Atmadja.
"Bapak baik-baik saja kan, atau ada yang sakit pak?." tanya Amairah yang memeriksa seluruh tubuh bapak tersebut yang lebih cocok dipanggil Kakek.
Anak buah serta asisten pribadinya kaget melihat Big bosnya yang hanya terdiam saja saat ada Orang lain yang menyentuhnya padahal biasanya Bosnya ini paling anti disentuh oleh seseorang yang bukan anggota inti keluarganya.
"Kalau ada yang sakit kita ke rumah sakit yah pak untuk memeriksa kondisi bapak, Amairah tidak Ingin terjadi sesuatu kepada bapak akibat ulah ceroboh ku" ucap Amairah lagi yang sudah khawatir dengan keadaan bapak yang sedari tadi terdiam saja.
Amairah teringat kepada kakeknya walaupun cuma kakek angkat tapi hubungan mereka terbilang sangat akrab tapi karena keadaan yang membuat mereka harus berpisah.
"Tidak apa-apa Nak, Bapak baik-baik saja" ucap Pak Mark.
Pintu lift terbuka dan Bapak dan rombongannya sudah berjalan ke luar dan bapak tersebut tersenyum ke arah Amairah. Sedangkan Amairah membalas senyuman bapak itu.
Bersambung..
Ayok dukung Cinta Yang Tulus dengan cara Like, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Share yah Kakak Readers 🙏.
Fania memohon maaf yang sebesarnya karena sering kali salah dalam mengetik atau typo 🙏🤧
Makasih banyak.
by fania mikaila azzahrah
__ADS_1
Makassar, 11 April 2022