Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 232. Perubahan Axel


__ADS_3

Malam yang begitu panjang telah dilalui oleh dua pasang pengantin baru itu. Abimanyu dan Delisha tertidur pulas setelah berhasil melakukan yang kedua kalinya dengan penuh perjuangan. Sedangkan Nathan dan Aisyah dengan penuh drama,


Nathan yang sudah mendambakan malam pertama yang penuh dengan keromantisan harus berakhir dengan wajahnya yang ditekuk. Nathan mempersiapkan segala sesuatunya dengan cukup sempurna dan baik, tapi apa mau dikata saat akan membelah duren tiba-tiba durennya meneteskan sesuatu yang membuat keinginan dan hasrat Nathan harus terpendam untuk beberapa hari kedepan.


Aisyah yang mengetahui jika suaminya kecewa padahal sudah onfire harus menelan ludahnya. Aisyah pun tidak mengetahui jika hari ini adalah jadwal tamu bulanannya datang. Aisyah perempuan yang irit bicara, kaku dan tidak romantis malam itu harus bekerja ekstra keras agar suaminya tidak ngambek.


"Sayang, maafkan Aisyah yah, bukannya Aisyah sengaja melakukannya tetapi Aisyah sama sekali tidak mengetahui jika hari ini harus palang merah dulu," ucapnya dengan wajah sendunya tapi tangannya masih membelai dada bidang itu dengan penuh kelembutan.


Nathan yang terlanjur kecewa sama sekali tidak peduli dengan permohonan maaf dari Aisyah istrinya itu. Aisyah tidak habis akal,dia terus menggencarkan serangannya untuk meluluhkan hatinya Nathan agar dia bisa menerima dan memakluminya.


"Sayang, apa kamu marah sama aku, kalau kamu marah baiklah, aku akan pergi dari sini dan akan tidur di kamar yang masih kosong," ucap Aisyah sembari berdiri dari atas pangkuannya Nathan.


Aisyah yang setengah te lan jang melepaskan tangannya dari lehernya Nathan lalu turun dari pangkuannya. Aisyah ingin melihat apakah Nathan berusaha untuk mencegahnya atau tidak. Tapi, apa daya yang diharapkan Aisyah ternyata gagal. Nathan sama sekali tidak bergeming sedikit dari posisi duduknya.


Jadilah malam itu Aisyah tidur meringkuk sendirian di dalam kamarnya Nathan yang biasa dipakainya kalau menginap di kediaman utama Lee. Sedangkan Nathan hingga menjelang subuh matanya belum terpejam di dalam kamar pengantinnya.


Matahari pagi sudah menyinari seluruh jagad raya dengan sinarnya yang terang benderang. Dengan warna yang kemilauan mampu membuat mata akan silau terpapar dengan sinar mentari pagi itu.


Delisha dan Abimanyu sudah berpakaian lengkap karena hari ini akan berangkat ke Dubai untuk memenuhi honeymoon hadiah dari kakeknya Tuan Besar Mark Prin Atmadja. Mereka sudah berada di depan meja makan. Satu pun dari mereka tidak ada yang berbicara disaat acara makan mereka berlangsung. Biasanya akan seperti itu, tapi untuk hari ini berbeda.


"Ayah katanya Aunty Delisha hari ini mau ke Dubai?" Tanyanya Ica dengan celotehan khasnya yang memandang ke Axel.


Sedangkan yang ada di sana, mengarahkan pandangannya ke arah Ica dan Axel. Wajah mereka menyiratkan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan. Camelia yang sudah mengetahui jika kebiasaan di dalam anggota keluarga tersebut tidak boleh ada yang berbicara sepatah kata pun jika tuan Muda Axel makan bersama mereka.


"Ica sayang, nanti bicaranya disambung lagi kalau sudah makan, habiskan dulu makanannya yah," bujuk Camelia kepada putrinya.

__ADS_1


Hingga suara bariton dari seseorang mampu mengalihkan perhatian semuanya dengan wajah mereka yang sulit dibaca.


"Biarkan saja Ica berbicara, Camelia tidak usah kamu larang putri kita berbicara," jelasnya yang membuat seisi dapur tersebut terlonjak kaget.


Martin dan Amairah selaku orang tuanya terkejut bukan main, Dennis, Delisha dan lainnya saling berpandangan. Mereka tahu Axel itu tipe pria yang tidak suka bahkan sudah membuat peraturan di dalam keluarganya untuk siapapun jika, di ada diantara mereka dan sedang makan apapun alasannya jangan ada yang berbicara sepatah kata pun.


"Ternyata kakak sudah berubah, semenjak mengenal Camelia dan hadirnya diantara kami." Delisha menatap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.


"Delisha tolong dijawab pertanyaannya Ica, kasihan sedari tadi menunggu jawabanmu," ujar Axel lagi yang membuat mereka melongok semakin tidak percaya.


Delisha menatap ke arah kakak sulungnya sebelum berbicara, Axel menganggukkan kepalanya tanda mengijinkan Delisha untuk berbicara, " iya sayang, insya Allah hari ini Uncle Abi sama Aunty Delisha akan bertolak ke Dubai," jawabnya sembari mengelus pucuk rambutnya Ica dengan penuh kelembutan.


"Oh gitu yah Aunty, jadi Abang Lee ditinggal dong kalau gitu?" Tanyanya lagi yang membuat suasana sarapan pagi hari itu terasa berbeda.


Lee yang mendengar namanya disebut oleh Ica ikut menyahut seruan dari Ica," kalau Abang ikut nanti Mami dan papi tidak bisa bawa pulang adek bayi, kan kemarin kamu minta adek bayi, ya kan?" Tanyanya Lee yang tersenyum manis ke arah Ica yang tersenyum kegirangan.


Abimanyu dan Delisha saling bertatapan dan tersenyum bersamaan ke arah Ica,"do'akan Aunty yah, semoga pulangnya bisa bawa adek bayi," ujar Abimanyu.


"Amin," jawab serentak dari semua orang yang ada di sana.


Martin tersenyum gembira melihat banyak perubahan positif yang terjadi padanya selama Camelia berada di rumahnya. Kehadiran Ica di dalam keluarganya pun menjadi penuh warna dan keceriaan. Suasana keceriaan dan kebersamaan Di dalam ruangan itu sangat kental dengan canda tawa dari mereka.


Berbeda halnya dengan di ruangan lain yang berada di rumah lainnya. Seorang kakek tua telah mendudukkan satu-satunya cucu yang dimilikinya itu dengan wajah angkuh dan penuh amarahnya.


"Liora!! Katakan pada Kakek apa yang terjadi sebenarnya selama ini?" Tanyanya dengan nada suara yang menggema memenuhi seisi ruangan tersebut.

__ADS_1


Liora yang mendapatkan pertanyaan seperti itu terkejut dan sangat shock,"ya Allah… kenapa kakek bisa mengetahui informasi itu aku sangat bermain hati-hati dan selalu bisa menutupinya dari kakek."


"Liora!! Katakan sejujurnya pada Kakek, apa hubungan kamu dengan Dennis cucu dari musuhnya Kakek haaa!!!" Tanyanya dengan menggoyangkan tubuhnya Liora dengan kedua tangannya.


Liora masih setia dalam kebungkamannya. Dia tidak tahu harus berbicara apa pun. Menjawab dengan jujur juga salah lebih-lebih kalau bohong lagi. Mati enggan hidup pun segan.


"Baiklah karena kamu sama sekali tidak berbicara sedikitpun, Kakek akan tahu turun tangan langsung untuk melenyapkan pria yang telah memberimu seorang putri itu!!" Teriaknya dengan matanya yang sudah merah menyala saking marahnya.


Liora bergeser ke belakang beberapa langkah saat mendengar perkataan dari kakeknya, dia tidak menyangka jika kakeknya sampai mengetahui jika dia telah melahirkan anak di luar nikah. Dia segera berlari ke arah kakeknya yang sudah berada di ambang pintu.


"Kakek!!! Liora mohon jangan lakukan apa pun pada Dennis dan putriku kakek, mereka adalah nyawaku, kakek aku mohon dengan sangat, jangan melukai mereka," ratap Liora yang sudah berlutut di kakinya Nurman dengan deraian air matanya yang sedari tadi dia tahan akhirnya tumpah ruah juga.


"Mereka tidak pantas mendapatkan perhatianmu dan permohonanmu tidak akan pernah kakek dengarkan, apapun yang terjadi hingga sampai dunia kiamat pun kakek tidak akan pernah memaafkan mereka dan mengizinkan kalian bersatu, camkan itu baik-baik!!" Nurman lalu mendorong dengan sekuat tenaga cucu kesayangannya itu hingga punggung Liora terbentur ke sudut meja.


"Aaaahhhh!!!" Teriakannya kesakitan dari Liora sama sekali tidak dihiraukan oleh Nurman.


"Kunci ruangan ini dan jangan biarkan Liora bisa pergi dari istana ini apa pun alasannya, jika tidak nyawa kalian yang akan jadi taruhannya," perintah Nurman segera dilaksanakan oleh anak buahnya dengan sesuai yang diperintahkan kepada mereka.


...Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus, jangan lupa untuk mampir ke Novelku yg baru judulnya:...


...1. Pesona Perawan...


...2. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...by Fania Mikaila Azzahrah...

__ADS_1


...Makassar, Rabu, 27 Juli 2022...


__ADS_2