Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB 41. Keputusan


__ADS_3

Selamat Membaca..


Axel dan duo's Baby sitter nya sampai di hotel setelah Shalat isya sekitar jam 8 Karena macetnya yang panjang seperti ular betina saja. Martin menggendong tubuh Axel karena Axel tertidur pulas dan sudah Coba untuk dibangunkan tetapi tidak berhasil.


"Maaf yah pak kami sudah merepotkan Bapak" ucap Mbak Marni ketika Martin menggendong tubuh Axel dari Area loby.


"Tidak apa-apa Kok, lagian Aku senang bermain dengan Axel" ucap Martin.


Mereka masuk ke dalam Lift dan Martin sudah siap untuk menutup pintu Lift tiba-tiba ada tangan yang memencet tombol Lift agar dirinya juga bisa ikut ke dalam Lift tersebut. Martin kaget melihat perempuan tersebut. Orang yang tidak ingin Martin temui kenapa bisa satu Lift dengannya.


"Anak kamu sudah besar yah, tapi aku kok gak lihat keberadaan istrimu?? jangan-jangan istrimu kabur karena kamu miskin" ucap Nikita dengan gaya sombongnya.


Sedangkan Duos Baby sitter hanya menjadi pendengar setia dan penonton live saja.


"Itu bukan urusan kamu, istri Saya ke pesta sahabatnya dan hubungan kami baik-baik saja kok, dan istri Saya Alhamdulillah menerima keadaan saya walau pun saya miskin" ucap Martin lagi.


Martin sengaja mengganti pakaiannya dengan Pakaian biasa yaitu kaos oblong dan celana jeans dongker yang menjadi pilihan Martin.


"Dia itu perempuan bego yang mau Saja menikah dengan Pria miskin seperti kamu" ucapnya lagi.


Martin tidak menanggapi lagi perkataan dari Nikita mantan kekasihnya. Martin dan duo's baby sitter keluar dari Lift dan berjalan menuju kamar hotel Amairah. Martin sangat jengkel karena terlalu direndahkan oleh Nikita dan Ini yang ke dua kalinya.


"Ku pasti akan mendapatkan perempuan yang melebihi kamu segala-segalanya" Monolog Martin.


Mereka sudah berada di dalam kamar hotel. Dan Martin membaringkan Axel ke ranjang king size-nya. Sedangkan Amairah belum pulang dari pesta.


ini visualnya Martin Muhammad Al-ayyubi Lee.



Kalau ini Visualnya Nikita yang seorang model cantik papan atas ibu kota cantik tapi sayang hatinya sombong, Matre, Tipe pacar yang tidak setia dan angkuh...



"Maafkan Saya yang mengakui kalau Axel adalah anak saya, jangan diambil hati dan Saya hanya ingin memanas-manasi Mantan pacar saya tadi" ucap Martin.


"Tidak apa-apa kok Pak, selow saja msh kita tidak mempermasalahkan hal itu" jawab Mbak Mirna.


"Makasih banyak pak atas acara jalan-jalan dan makannya" ucap Mbak Wati.


"Sama-sama kalau gitu Saya pamit dulu, Assalamu alaikum" ucap Martin.


"Waalaikum salam" jawab mereka.


"Pak Martin baik yah, cakep ganteng plus tampan juga" Ucap Mbak Wati.


"Emangnya ganteng cakep dan tampan beda yah Wati??." tanya Mbak Marni yang tersenyum.


Mereka ikut tidur di dekat Axel dan terlelap hingga masuk ke dalam mimpi yang indah.


Sedangkan di Hotel ternama tempat pelaksanaan resepsi pernikahan Antara Rian dan Michelle sudah berlangsung sedari tadi dan cukup ramai. Kedatangan Amairah kembali menjadi pusat tontonan dan sorotan dari semua Mata yang hadir di tempat tersebut. Amairah tampil sangat cantik dengan balutan gaun warna putih gading dengan rambut yang terurai dan potongan gaunnya yang cukup seksi bahkan mengekspos punggung putih mulusnya. Sedangkan bagian pahanya dibuat belahan yang semakin membuat Amairah semakin tampil seksi saja.



Bukan cuma kaum Adam yang menjadi penikmat pemandangan gratis suguhan dari Amairah, sebenarnya Amairah tidak memakai gaun ini tetapi gaun ini hadiah dari Michel dan Rian. Amairah agak risih tapi demi sahabatnya dan Dia tidak ingin tampil malu-maluin sehingga dengan berat hati Amairah pun menerima permintaan dari Michelle.

__ADS_1


Adam yang sedari tadi menyaksikan Amairah masuk ke dalam hotel ikut tidak berkedip memandang penampilan Amairah yang untuk pertama kalinya Adam lihat Amairah yang sangat cantik. Adam kemudian mengambil minuman yang beralkohol padahal sebelumnya Adam tidak pernah menyentuh minuman beralkohol tersebut secuil pun. Tapi Adam terbakar api cemburu yang membuatnya gelap mata.


Acara pesta resepsi pernikahan tersebut berjalan lancar dan sukses. Karena sudah larut malam satu persatu tamu undangan yang datang dan bergantian pulang dan termasuk Amairah yang khawatir dengan putranya karena sudah.


"Rian Makasih atas undangannya dan makasih banyak atas gaunnya yang membuat Aku menjadi bahan bisikan dari emak-emak hahah" ucap Amairah yang tertawa kecil dengan tingkah sebagian tamu.


"Tumben loh kepikiran ghibahan orang padahal biasanya kamu cuekin saja gak mau ambil pusing hahaha" ucap Rian yang ikut tertawa melihat tingkah Amairah.


"Sudah ah aku mau pulang dingin soalnya" ucap Amairah.


"Makasih banget yah kamu sudah hadir diacara sakral kami dan kalau kami ada waktu ke Kota vs pasti aku akan telpon kamu" ucap Rian.


"Oke, good bye cantik" ucap Rian.


"Bye.." ucap singkat Amairah.


Amairah pun berjalan ke arah pintu hotel dan berjalan ke arah parkiran. Tapi ada yang menarik tangannya dengan tiba-tiba dan sangat kuat membuat tubuh Amairah terhuyung ke depan dan membuat Amairah berada di dalam pelukan Adam. Amairah berusaha untuk memberontak tetapi kemampuannya tidak sepadan dengan Kekuatan Adam.


"Tolong lepaskan, kita tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi lepaskan tangan kamu dari tubuhku" ucap Amairah yang terus memberontak.


"Aku mohon diamlah Amai aku minta Waktu sebentar-sebentar saja" mohon Adam.


"Aku akan diam asalkan kamu melepaskan aku dan aku tidak ingin ada yang melihat kita dan mereka berprasangka yang buruk" ucap Amairah.


Untung saja Adam masih mau mendengarkan perkataan Amairah yang sudah mabuk. Amairah sebenarnya takut jika Adam bertindak bodoh diluar batas.


"Sebaiknya kita berbicara di bangku taman hotel saja tempatnya cukup ramai dan terang" ucap Amairah yang berlalu dari hadapan Adam.


Adam pun mengikuti langkah Amairah walaupun kadang kakinya tersandung saat berjalan.


Mereka sudah duduk berdampingan di kursi taman. Tetapi Amairah menjaga jarak dari Adam yang mabuk.


"Amai Maafkan semua kesalahan Mas, Mas baru menyadari ternyata apa yang aku pilih dulu adalah kesalahan yang paling terbesar dalam hidupku, bahkan aku sangat menyesal telah menikah dengan Meeta, Mas mohon maafkan Aku" ucap Adam yang sudah jongkok di hadapan Amairah.


Amairah tidak ingin menatap ke dalam mata Adam yang akan membuatnya luluh dan termakan bujuk rayunya Adam.


"Mas mohon kembalilah Amairah ke sisi mas, mas sangat menderita disaat kamu tidak lagi bersamaku, please Amairah" ucap adam yang sudah meneteskan air matanya.


Dan untuk pertama kalinya Amairah melihat air mata Adam. Dan Amairah hampir saja goyah dan akan menyetujui permintaan dari Adam untung saja dirinya teringat kembali dengan perselingkuhan Adam dengan meeta di depan matanya.


"Maaf kan Amairah Mas , Amairah tidak bisa kembali bersama Mas kita sudah tidak sejalan dan prinsip kita juga sudah berbeda, dan tolong jangan pernah ganggu hidup Amairah lagi Mas dan disaat mas ucapkan kata talaq kita sudah tidak ada hubungan apa pun lagi" ucap Amairah yang sudah ingin berdiri meninggalkan Adam.


"Tapi Aku belum menjatuhkan talak tiga untukmu dan status kita masih suami istri" ucap Adam dengan senyuman yang penuh arti.


Tapi Amairah tidak menggubris perkataan Adam lagi dan bagi Amairah mereka sudah pisah cerai.


"Baiklah Aku akan mengurus perceraian kita di pengadilan agama dan aku tidak ingin diganggu lagi dengan mas Adam sepertinya itu jalan yang paling terbaik" ucap Amairah yang sudah duduk di kursi kemudinya.


Air mata Amairah lolos begitu saja tanpa aba-aba dan sangat menyesal karena bertemu lagi dengan Adam. Amairah masih mencintai Adam mantan suaminya tetapi rasa benci dan marah lebih besar dari rasa cintanya yang tersisa.


"Ya Allah bantu dan Tolong aku untuk melupakannya" ucap Amairah yang menangis tersedu-sedu.


Amairah menjalankan mobilnya dan segera pulang ke hotel karena teringat dengan putranya yang sudah seharian dia tinggalkan. Sedangkan Adam menangis tersedu-sedu di tempatnya semula. Adam sangat menyesali keputusannya dulu yang lebih memilih perempuan jalan dari pada perempuan Sholeha. Penyesalan itu datangnya dibelakang Andai saja di depan pasti tidak akan ada yang namanya perceraian. Adam lupakanlah Amairah dan sambutlah hidup baru kamu dengan anak semata wayang kamu dari Meeta.


Amairah sudah hampir di hotel tapi tiba-tiba mobilnya mogok dan tidak bisa jalan lagi. Amairah pun memeriksa keadaan mobilnya ternyata Amairah lupa mengisi bensin mobilnya. Amairah tersenyum sendiri dengan sikap teledor dan cerobohnya. Amairah sudah ingin memesan ojek online tetapi ada mobil sedan hitam yang berhenti di depannya.

__ADS_1


Amairah memperhatikan wajah pemilik mobil tersebut tapi susah karena kaca mobilnya belum diturunkan. Amairah kembali ingin memesan ojek online tetapi gagal lagi karena ada yang memanggil namanya.


"Salma" ucap pria itu dengan senyuman manis khasnya yang tanpa gula dan pemanis buatan.


Amairah menoleh ke arah kiri dan kanan mencari sosok yang bernama Salma tersebut tapi tidak menemukan siapa pun yang ada di sana. Sedangkan hanya mereka yang ada di tempat tersebut.


"Kamu Salma kan?." tanya Martin lagi.


"Maaf nama saya bukan Salma tapi Amairah" jawab Amairah.


"Aku tahu nama kamu Amairah yang salah masuk ke dalam toilet Pria" Ucap Martin yang berdiri di depan kap mobilnya.


Amairah tidak menanggapi perkataan dari pria itu. Karena semakin larut udara semakin dingin saja, Amairah langsung mengelus tangannya yang kedinginan. Martin yang melihat hal itu langsung mengambil jaketnya dan memakaikan jaket tersebut di tubuhnya Amairah. Amairah heran dengan perlakuan pria yang ada di depannya.


"Makasih banyak" ucap Amairah.


Martin sempat menelan air liurnya setelah melihat keseluruhan pakaian yang dikenakan oleh Amairah.


"Pakaian yang kamu pakai sepertinya tidak cocok dengan cuaca yang dingin" ucap Martin lagi.


"Aku dari pesta teman dan belum sempat mengganti pakaian karena buru-buru pulang" jelas Amairah.


"Mobil kamu kenapa??. tanya Martin.


"Sepertinya kehabisan bensin, tapi aku sudah memesan seseorang untuk membawa bensin botolan ke sini" ucap Amairah malu-malu.


"Gak apa kan kalau aku temani kamu disini sampai bensin kamu datang?." Tanya Martin.


"Silahkan kalau Aku tidak merepotkan" jawab Amairah.


Mereka pun berdiri di depan mobilnya masing-masing sambil menunggu Ojol yang membawa bensin.


Hingga beberapa menit, Ojol tersebut sudah datang dan membawa beberapa botol yang berisi bensin.


"Makasih mas, ini ongkosnya, kembaliannya untuk mas saja" ucap Amairah.


"Makasih Mbak" ucap Ojol tersebut dengan bahagia karena mendapat uang lebih.


"Makasih yah Pak sudah menemani Aku di sini dan Makasih jaketnya" ucap Amairah.


Martin hanya menganggukkan kepalanya sambil melempar senyum ke arah Amairah yang sudah berlalu pergi dari sana.


"Setiap kali aku melihat senyuman dan mendengar suaranya sepertinya aku pernah bertemu dengannya tapi di mana dan serasa Dejavu" ucap Martin yang ikut juga menjalankan mobilnya.


Amairah pun bersyukur dan tidak hentinya bersyukur karena masih ada orang yang bersedia membantunya disaat butuh bantuan.


Mereka pun meninggalkan tempat tersebut dan menuju hotel masing-masing.


Bersambung...


Typo yang meresahkan jiwa dan raga Mohon untuk dimaklumi Yah 🙏🙏


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus ✌️🙏


By Fania Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Makassar, tgl 07 April 2022.


__ADS_2