
Selamat Membaca..
Kehebohan yang diciptakan oleh Baby Del dibagi buta itu membuat Martin pusing tujuh keliling. Pasalnya Martin tidak mengijinkan putri kecilnya untuk ke Mall sedangkan Delisha Annira Elshanum menginginkan hal tersebut.
Pagi itu menjadi perdebatan kecil antara Daddy Martin dengan Baby Del. Delisha dengan pendiriannya yang tidak goyah sedikit pun walaupun Martin sudah mengeluarkan berbagai jurus jitu dan ampuhnya, tapi sama sekali tidak berhasil.
"Daddy kalau tidak ijinin Delisha ke Mall hari ini, Delisha akan mogok makan, mogok bicara dan mogok apa pun itu," ucap Delisha yang melipat kedua tangannya di depan dadanya dan menolehkan wajahnya ke arah lain.
"Tapi sayang di luar itu sedang turun salju, coba lihat di jendela, lagian Daddy juga banyak kerjaan sayang, kan Delisha tahu sendiri tujuan kita ke sini itu untuk bekerja bukan hanya sekedar jalan-jalan saja, jalan-jalan itu urusan dibelakang," tutur Martin.
"Pokonya harus ijinin tidak ada tapi-tapian lagi," ucap Delisha yang tidak mau mendengar berbagai macam alasan lagi yang dilontarkan oleh Daddy-nya itu.
Dengan berbagai macam pertimbangan akhirnya Martin pun mengalah demi kebahagiaan putrinya. Baby Del akan ke Mall bersama bodyguardnya dan juga ada Bryan yang akan selalu setia menjaganya.
Delisha pun mendekati Daddy-nya dan tidak segan untuk meluncurkan ciumannya di pipi kanan Daddy-nya.
"Makasih Daddyku yang paling cakep, Delisha bahagia sekali," ucap Delisha yang loncat-loncat kegirangan di atas ranjangnya.
"Amairah andai saja kamu ada di sini bersama kami pasti baby Dell pasti akan nurut sama kamu."
Senyuman itu terbit dari wajahnya Martin walaupun sedikit samar dan tipis. IQ atau pun EQ setiap anak itu berbeda-beda tergantung pada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, misalnya dari faktor genetik, lingkungan, gizi dalam makanan dan minuman yang dikonsumsinya setiap hari serta adanya semangat dan kemauan dari anak tersebut. Di sini othor mengambil contoh yang IQ nya diatas rata-rata sehingga perkembangan dan pertumbuhan kognitif dari ketiga anaknya Martin berbeda dengan anak kecil pada umumnya.
Pasti di dunia Real hal yang seperti ini bisa terjadi, tidak menutup kemungkinan, dan kembali lagi ini dunia novel yang tidak sama persis dengan dunia nyata yang pasti ada sedikit penyedap rasa dan bumbunya yang mewarnai setiap cerita dari novel tersebut.
Martin memakai mobilnya yang berbeda dengan Putrinya. Baby Delisha bersama Bryan sedangkan Martin satu mobil dengan Dion yang akan menuju ke Perusahaan yang telah mengajaknya bekerja sama.
"Princess kita ke Mall mana?" tanya Bryan saat memasangkan serbealt pada tubuh kecilnya Delisha.
"Kalau menurut Uncle kita ke Mall mana?" tanya Delisha anak kecil yang belum genap berusia 5 tahun tapi sifat dan kelakuannya seperti anak umur delapan tahun saja.
Maklum bibit unggul pasti berbeda dengan yang bukan hehehe.
Dengan memakai dress warna merah selutut, rambut panjangnya terurai dengan dihiasi bando berwarna senada dengan bajunya membuat penampilan Delisha sangat cantik di usianya yang baru mau menginjak Lima tahun.
"Ada mobil di depan Mall yang tidak jauh dari sini kita ke Mall itu saja Yah?" tanya Bryan.
"Ok uncle," jawabnya singkat.
__ADS_1
Mall terbesar ini lah yang akan dijambangi oleh Delisha dan uncle Bryan sekaligus pengawal pribadinya. Tidak butuh waktu lama, mobil mereka sudah terparkir cantik di baseman Mall.
Delisha menggandeng tangan Bryan mereka berjalan memasuki area Mall sambil bergandengan tangan. Mereka bagaikan Ayah dan anaknya tidak ada yang bisa tahu dan menebak jika mereka hanya sebatas Pengawal dan Nona Muda.
"Uncle Mallnya sangat besar yah, yang di Jakarta juga besar yah Uncle," tanya Delisha yang memandangi keseluruhan bangunan itu dan takjub dengan model desain interior dari Mall tersebut.
"Kalau gitu Tuan Putri mau ke mana, Uncle akan antar Princess ke mana pun itu," ucap Bryan yang tidak melepaskan pegangan tangannya dari tangan Delisha.
"Uncle kita ke Toko itu yah yang banyak dijual bonekanya," jawab Delisha yang menunjuk ke arah Toko tersebut.
"Siap Tuan Putri cantik," ucap Bryan.
Mereka berjalan menuju Toko tersebut, tapi tiba-tiba ada sepasang anak yang kira-kira seumuran dengan Alif berlarian ke arah mereka dan tidak sengaja langsung menabrak tubuhnya Delisha. Suasana saat itu sedang ramainya di kunjungi oleh beberapa pengunjung Mall. Sehingga tubuh kecil Delisha terlepas dari tangannya Bryan serta pandangannya.
Delisha terjatuh ke atas lantai keramik, hingga menjerit kesakitan.
"Aaaaahhhh Uncle sakit huhuuuhuhu," tangis Delisha.
"Sakit, kaki Delisha sakit Daddy, tolong Delisha huhuhuu," rengek Delisha di sela tangisnya.
Delisha masih terduduk di atas lantai hingga seseorang tanpa aba-aba langsung menggendong tubuh Delisha. Delisha yang tidak tahu siapa sosok orang yang menggendongnya histeris dan refleks memeluk tubuh orang itu dengan kuatnya disertai dengan tangisannya yang semakin menjadi saja.
Orang itu segera berjalan cepat dan menuju ke tempat yang dirasa cukup aman.
"Aisyah segera cari kotak obat," titahnya.
Tubuh Delisha didudukkan di kursi panjang yang ada di dalam Toko tersebut. Tangisan Delisha sampai sekarang belum berhenti. Luka di kakinya mengeluarkan darah segar.
"Baby Del maafkan Mommy sayang, Mommy terlanjur berjanji sama Kakek buyut kamu, Mommy tidak akan pulang ke Indonesia sebelum Kakak kamu Axel ditemukan."
Amairah berlutut di hadapan putrinya, sedangkan Delisha belum membuka matanya yang berusaha untuk menahan perih dari luka goresan yang ada di kakinya itu.
"Putri Mommy kamu sudah besar sayang, maafkan Mommy hanya kamu buah cinta Mommy yang terpaksa Mommy rawat dan jaga setiap hari, Daddy kamu sungguh hebat bisa membesarkan Kamu hingga sekarang, Amairah bangga sama kamu Mas."
Amairah langsung memeluk erat tubuhnya Delisha dan tidak terasa buliran air matanya yang sedari tadi berusaha untuk ia tahan ternyata lolos juga dari kelopak matanya.
__ADS_1
Delisha yang mendengar isakan tangis dari orang yang memeluknya langsung membuka matanya. Delisha heran dengan orang yang memeluknya sedari tadi.
Kelopak mata indahnya Delisha pun terbuka dan yang pertama kali dia lihat adalah wajah seseorang yang selama ini dia rindukan belaiannya. Sosok orang yang setiap malam dia tunggu untuk menina bobokkannya. Orang yang selalu dia tunggu kedatangannya untuk memeluknya jika dirinya sedang sedih dan merajuk. Orang yang dia tunggu untuk membacakan dongeng dan cerita sebelum dia tertidur.
"Mommy Amai," ucapnya sambil memeluk tubuh Amairah dengan deraian air mata bahagianya yang awalnya sedih menahan sakitnya.
Amairah tidak menyangka jika ternyata putri kecilnya akan cepat mengenalinya dan sangat tahu persis dari wajahnya itu. Padahal sejak lahir mereka belum pernah bertemu sekali pun.
"Mommy Amairah, Delisha sangat merindukan Mommy, kenapa Mommy tidak pulang, apa Mommy tidak ingin bertemu dengan Delisha," ucap Delisha yang memberondong berbagai macam pertanyaan untuk Amairah.
Delisha menangkup ke dua pipi Mommynya dan menghapus jejak air mata di pipi Amairah.
"Mommy ayok kita pulang, apa Mommy tidak rindu dengan Daddy sama Nenek Masitha?" tanya Delisha dengan polosnya.
Amairah tidak mampu berkata-kata apa-apa lidahnya keluh seketika sedangkan air matanya sedari tadi menangis tersedu-sedu tanpa henti.
Bryan yang selama ini tidak pernah meneteskan air matanya di depan khalayak umum hanya melihat pertemuan seorang anak dan ibunya yang terpisah sejak lama. Aisyah pun yang selama ini berwajah datar dan kaku tidak pernah menangis pun ikut hanyut dalam kesedihan dan pertemuan antara anak dan ibu yang harus terpisah karena janji dan keadaan yang terpaksa membuat mereka harus berpisah.
.............
:
Alhamdulillah hari ini update dua bab. Berkat dukungan dari kalian Fania semakin rajin update 🥰
MAKASIH BANYAK UNTUK KAKAK READERS YG SUDAH MENYEMPATKAN WAKTUNYA UNTUK MAMPIR DAN MEMBACA NOVEL RECEH FANIA🥰😘.
Mohon Maaf jika selalu ada typo dalam penulisannya 🙏✌️.
Jangan Lupa untuk mampir di novelku yg lainnya:
💚Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
🧡Bertahan Dalam Penantian
...********Bersambung********...
by Fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Makassar, Selasa, 31 Mei 2022