
Selamat Membaca..
Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.
Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.
Pertemuan kembali dengan Amairah yang tidak disengaja membawa kebahagiaan untuk Martin. Walaupun awalnya mereka bertemu kembali dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Hingga Martin meminta sesuatu yang membuat hubungan mereka kembali pulih dan membaik seperti beberapa tahun sebelumnya.
Sinar matahari pagi menyingsing dan menyinari seluruh isi dunia. Jam dinding menunjukkan pukul 10 pagi, tapi penghuni kamar plamboyan VIP masih terlelap dalam tidurnya. Penghuni kamarnya masih dalam keadaan saling berpelukan satu sama lainnya.
Walaupun sang asisten dan pengawal pribadi dari masing-masing sedari tadi sudah berdiri dengan setia sejak semalam. Mereka bahkan menjadi saksi penyatuan mereka kembali setelah hampir empat tahun berpisah.
Dering hpnya membuat mereka terbangun dari alam mimpi dan dalam dekapan yang hangat sehangat cahaya mentari pagi. Martin membuka matanya lalu tersenyum ke arah Istrinya yang juga sudah mengerjapkan ke dua matanya.
"Assalamu alaikum Baby," ucap Martin dikala matanya saling berserobot dengan ke dua mata indahnya Amairah.
Martin langsung mencium kening istrinya tanpa basa-basi setelah mengucapkan salam kepada istrinya itu.
"Waalaikum salam Suamiku," ucap Amairah dengan wajah yang sudah merona kemerahan pasalnya Martin mengecup keningnya dengan begitu lama.
"Morning kiss dulu Baby sebelum Kamu bangun," kilah Martin yang tersenyum penuh arti ke arah istrinya.
"Hp Mas sedari tadi berdering, coba tengok yang nelpon siapa Mas, entar telponnya penting lagi," ucap Amairah yang sudah duduk di atas ranjang Rumah Sakit.
Martin segera ikut bangkit dan duduk di atas ranjang di samping Amairah. Martin pun meraih hpnya yang tergeletak di atas meja nakas. Martin hanya tersenyum melihat siapa orang yang menelponnya itu.
"Dion," ucap singkat Martin.
"Angkat saja lah Mas, kok ditaruh kembali sih hpnya?" tanya Amairah yang jengah melihat tingkah suaminya yang meletakkan hpnya kembali dan melingkarkan ke dua tangannya diatas perut sang istri.
"Mas! angkat dong kasihan Dion loh Mas, emangnya Mas mau juga digituin sama orang?" tanya Amairah yang melirik ke arah Martin.
Martin dengan terpaksa mengangkat telponnya.
"Ini orang gangguin saja," omel Martin yang membuat Amairah tersenyum simpul mendengar omelan sang suami.
__ADS_1
Martin mengangkat telponnya dengan sangat terpaksa karena merasa kegiatannya di pagi ini harus terganggu oleh telponnya Dion sahabat terbaiknya merangkap menjadi asisten pribadinya sekaligus adik sepupu dari istrinya.
"Assalamualaikum Dion, ada apa?" tanya Martin dengan tidak ikhlas karena kegiatannya terganggu.
"Waalaikum salam, Bos bisa bukain pintunya gak, Kami sudah berjamuran di depan nih tungguin Bos," ucap Dion yang sudah bosan dengan sikap Martin kali ini.
Amairah hanya tertawa mendengar omelan Dion tersebut.
"Tunggu aku mau masuk ke dalam kamar mandi dahulu, sekitar 20 menit baru aku bukain pintunya," jawab Martin yang sengaja berkata seperti itu untuk bercanda dengan Dion.
"Mas!," ucapan Amairah yang singkat padat dan jelas itu mampu membuat Martin segera berdiri lalu berjalan ke arah pintu.
Kondisi Martin yang kemarin down dan sakit kemungkinan besar obatnya ada pada tubuh Amairah. Kondisi Martin sangat segar bugar seperti sekarang ini seolah-olah tidak pernah diberikan cairan infus saja. Ternyata cinta mampu membuat yang sehat jadi sakit dan yang sakit menjadi sembuh total.
Berita akan kembalinya Amairah sudah tersebar hingga ke telinga keluarganya yang ada di Tanah Air Indonesia serta berita pertemuannya pun sudah sampai ke kediaman Kakeknya Tuan Besar Luis. Mereka sangatlah bahagia mendengar kabar baik tersebut.
Dion sudah nampak dengan jelas berdiri di depan pintu saat pintu itu sudah terbuka dengan lebar. Dion memutar bola matanya dengan jengah melihat Martin yang berdiri seakan-akan tanpa salah dan dosa saja yang sudah membuat anak buahnya harus berdiri di depan pintu selama 12 jam lamanya tanpa ada niat untuk mengetuk pintu sedikit pun.
Amairah sudah berada di dalam kamar mandi sebelum pintu itu terbuka, ranjang tempat mereka tidur pun sudah rapi dan bersih seakan-akan tidak ada orang yang tidur di atasnya. Padahal tempat itu sudah dibom bardir oleh ulah Martin dan Amairah semalam hingga beberapa kali ronde.
Amairah menelpon ke nomor hpnya Aisyah Akyurek dan menanyakan perihal keadaan putri kecilnya Delisha Annira Elshanum, tapi baru ingin menelpon nomor hp Aisyah, Baby Del berlarian ke arah dalam rumah ruangan itu dengan suara cempreng khasnya.
"Mommy, Daddy," teriaknya.
Del langsung berlari ke dalam pelukan Amairah dan memeluk erat-erat tubuh Mommynya seakan-akan Amairah akan pergi jauh lagi darinya.
"Sayang, Princessnya Mommy," ucap Amairah yang merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kedatangan Delisha dengan senyuman lebarnya.
Baby Del sangat bahagia karena ketakutannya yang sempat tadi terlintas dalam benaknya tidak jadi kenyataan.
"Mommy huhuhu," isak tangis Delisha.
Amairah memandang ke arah Aisyah yang seakan-akan bertanya maksudnya Delisha kenapa tiba-tiba langsung histeris dan menangis tersedu-sedu.
"Maaf Nona, Nona muda mengira Nona Amairah akan meninggalkannya lagi dan sudah kembali ke Amerika, makanya Del bersedih dan menangis bahkan tadi sempat mogok gak mau mandi," terang Aisyah.
__ADS_1
Amairah langsung mengusap air mata putri tunggalnya tersebut dengan jari lentik dan halusnya.
"Sayang, Mommy gak akan pergi jauh lagi, mulai detik ini Mommy akan selalu bersama Delisha, jadi Del gak perlu merisaukan atau pun takut jika Mommy akan pergi jauh," tutur Amairah yang berusaha membujuk dan menenangkan putrinya.
"Mommy serius gak akan tinggalin Delisha lagi, Mommy gak akan pergi jauh lagi, Mommy gak akan sembunyi lagi dari Delisha Al-ayyubi Lee kan?" tanya Delisha dengan mimik polos dan lugunya itu.
Delisha menangkup ke dua pipi Mommynya. Sedangkan air matanya masih menetes membasahi pipi tembemnya itu.
Amairah menggendong tubuh Del ke dalam pangkuannya itu lalu memeluk erat anaknya agar Delisha bisa tenang dan berhenti menangis. Sesekali masih terdengar isakan dari bibirnya Delisha.
Martin yang melihat hal tersebut hanya tersenyum menanggapi perbicangan ke dua orang terkasih dan tersayang dalam hidupnya.
"Semoga saja benar adanya kalau Amairah tidak akan pergi jauh lagi dari sisi hidup kami."
Martin sangat berharap hal tersebut terkabul sehingga mereka bisa berkumpul bersama layaknya keluarga kecil lainnya yang ada di luar sana.
Martin tersenyum melihat interaksi putri dan istrinya. Baby Del yang biasanya sangat keras kepala dan egois tidak mudah dibujuk jika sedang merajuk menginginkan sesuatu, tapi di hadapan Amairah semua itu perlahan sirna menjadi anak yang penurut dan pengertian dan mudah diajak kompromi.
*Jika kita ikhlas dalam berupaya untuk kebahagiaan kehidupan keluarga, Tuhan pasti akan memudahkan dan menunjukkan jalan.
Banyak yang sibuk mengejar harta hingga melupakan keluarga. Padahal tanpa kita sadari, Keluarga ialah harta yang tak ternilai, indahnya kebersamaan*.
"Alhamdulillah Makasih banyak ya Allah Engkau mempersatukan kami lagi seperti dahulu, dan semoga kita bisa meraih kebahagiaan bersama yang hakiki."
..........
Alhamdulillah hari ini masih bisa update semoga bisa update dua bab, maklum ada tiga novel yang Fania kerjakan setiap harinya sehingga harus atur waktu supaya target gak keteteran dengan kesibukan dunia real juga.
*Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus, Fania hanya bisa memberikan ucapan Makasih saja atas dukungannya terhadap CYT yang selalu hadir untuk menyematkan Waktunya untuk mampir Membaca Karya recehan Fania 🙏🥰
Tetap Dukung CYT dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan*.
...********Bersambung********...
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, Jum'at 03 2022