
Selamat Membaca..
Martin yang tidak tahu apa yang sedang terjadi, terbangun dari tidurnya di saat pintu ruangan tersebut terbuka dengan sangat keras dan tiba-tiba. Pak Heri dan anak buahnya serta pegawai rumah sakit beserta pihak keamanan berbondong-bondong mendatangi kamar perawatan Amairah setelah mereka mendapatkan laporan dan informasi jika pasien yang sudah seminggu ini dinyatakan koma tiba-tiba menghilang dari dalam kamar perawatannya.
Pintu terbuka dan membuat mereka langsung terkejut dengan kondisi kamar dan ranjangnya yang sudah rapi dan bersih tidak ada tanda-tanda keberadaan dari Amairah sang pasien yang dinyatakan koma setelah melakukan operasi Cesar dan melahirkan secara tidak normal dikarenakan belum waktunya untuk melahirkan ke dua bayi kembarnya yang dinyatakan salah satu dari bayi Amairah meninggal dunia.
"Apa yang terjadi Pa, kenapa banyak sekali orang-orang masuk ke dalam kamar perawatan Amairah, hal ini bisa menggangu istirahat dan kondisi Amairah Pa" ucap Martin yang masih belum menyadari dan tidak tahu kalau Amairah sudah tidak berada di dalam ruangan perawatannya.
Pak Heri langsung mendekati Martin dan langsung mengarahkan pandangannya ke arah ranjang Amairah, Martin pun mengikuti arah pandang Ayah mertuanya. Martin pun dibuat terkejut sekaligus sangat shock setelah mengetahui kalau Amairah sudah tidak ada lagi di atas ranjangnya.
"Di mana Amairah Pa, apa yang terjadi pada Amairah istriku Pa?" tanya Martin yang menyerang Pak Heri dengan berbagai pertanyaan.
Martin kebingungan dan langsung menggeledah seisi ruangan tersebut dan lupa dengan orang lain yang berada di dalam ruangan tersebut.
"Amairah kamu di mana sayang, Mas khawatir dengan keadaan kamu, apa kamu di dalam kamar mandi?" tanya Martin yang sudah seperti orang yang tidak waras mencari keberadaan Istrinya.
"Ini tidak mungkin terjadi Pak, berhubung Nyonya Amairah yang masih dalam keadaan koma dan tidak berdaya untuk berjalan sendiri" tutur pegawai rumah sakit tersebut.
Pintu kemudian terbuka dan masuklah beberapa perawat dan Dokter yang selama ini menangani kondisi kesehatan dari Amairah.
"Apa yang terjadi sebenarnya dan tolong jelaskan kepada kami?" tanya dokter tersebut.
"Kami juga baru sampai di Sini Dok, dan kaget melihat kondisi ranjang tempat pasien yang selama beberapa hari ini koma, tiba-tiba menghilang dari tempatnya semula, dan kami sudah memerintahkan kepada pihak keamanan untuk memeriksa keadaan cctv, Tapi kami tidak menemukan adanya tanda-tanda ketidak beresan dan adanya bukti yang mengarah pada penculikan atau pun Nyonya Amairah yang tiba-tiba bangun dari komanya, semua rekaman cctv aman saja" jelas kepala keamanan tersebut.
"Tapi menurut Saya ini tidak mungkin Pak!!, istri Saya bangun dari komanya langsung menghilang tanpa bukti dan jejak apa pun" ucap Martin yang tidak percaya dan tidak mengerti dengan situasi yang terjadi.
__ADS_1
"Tenang lah Pak kami selaku pihak rumah sakit akan membantu dan berusaha mencari keberadaan istri bapak, tapi kami mohon dengan sangat untuk tidak melaporkan hal ini kepada pihak berwajib karena akan mencoreng nama baik instansi rumah sakit kami yang selama ini sudah bagus dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, Karena kelelaian kami lah sehingga Nyonya Amairah menghilang di rumah sakit" ucap Dokter selaku kepala Rumah sakit.
"Benar kata Dokter kepala, Kami sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi dan menimpa Istri bapak, tapi kami tidak pernah lalai dalam menjalankan tugas kami dan Kami mohon bantuan bapak sekalian untuk tidak melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian" ucap kepala keamanan di rumah sakit tersebut.
"Kalian mudah berbicara seperti itu, karena bukan kalian yang berada diposisiku, apa yang kalian tahu gimana rasanya hati dan perasaan Aku sekarang setelah mengetahui kalau Istriku menghilang dan tidak seorang pun yang tahu kondisinya haaaa!!!" ucap Martin yang sudah tersulut emosinya.
Pak Heri langsung menahan Martin yang ingin mendekati ke arah pihak keamanan dan mencoba untuk menenangkan Martin yang sudah seperti orang gila saja saking khawatirnya terhadap kondisi kesehatan dari istrinya. Pak Heri juga tidak bisa memberitahu kepada Martin di mana keberadaan dari Amairah sebelum beliau mendapat informasi dan bukti yang akurat dari keterlibatan Pak Mark dibalik hilangnya Amairah.
Martin segera menghubungi nomor neneknya agar segera datang ke rumah sakit, Nenek Masitha yang berada di luar kota pun segera kembali ke kota S.
"Itu tidak mungkin Nak, Amairah kan masih koma tidak mungkin dia sendiri yang berjalan pergi ke luar, gimana dengan Putri kecilmu?" tanya nenek Masitha yang sudah berada di dalam mobil setelah pamit kepada keluarganya.
"Martin tidak bisa menjelaskan semuanya pada Nenek lewat telpon jadi, Martin mohon agar Nenek Masitha segera pulang, Martin tidak tahu harus berbuat apa lagi Nek, Martin sangat khawatir dengan kondisi Amairah Nek" ucap Martin.
"Cepat lah datang Nek, Martin tidak bisa berbuat apa-apa lagi tanpa Nenek" ucap Martin yang sedari dulu sangat lemah jika berhubungan dengan hal seperti ini berbeda halnya jika berhubungan dengan proyek dan tender kerjasama dari kliennya.
Pak Heri hanya kasihan melihat reaksi Martin. Dan tidak bisa mengungkap rahasia dari kehilangan Amairah dan Pak Heri sangat yakin jika yang melakukan semua ini adalah mantan Ayah mertuanya yang tidak lain adalah Mark Prin Atmadja. Sehingga pak Heri tidak terlalu khawatir dengan kehilangan Amairah. Pak Heri teringat dengan cucunya Axel. Pak Heri pun mengambil hpnya yang ada di saku celananya dan menelpon nomor hp keponakannya sendiri. Pak Heri merasa tenang setelah mendengar kabar tentang Axel dalam kondisi yang aman dan baik saja.
Roni segera mendatangi Pak Heri dan membisikkan kata-kata di telinga Pak Heri, tapi secara berbisik saja dan tidak ingin memperdengarkan informasi tersebut kepada orang lain tentang apa yang barusan dua dapatkan bersama anggotanya. Pak Heri pun yakin dengan sangat jika kekacauan ini terjadi karena adanya campur tangan seseorang yang berkuasa di balik layar perencanaan menghilangnya Amairah.
"Jadi bos kita harus gimana, apa kami harus mengikuti dan mengawasi nona Amairah atau tidak usah setelah Kita tahu keberadaannya Bos?" tanya Roni.
"Awasi saja terus dan jangan biarkan mereka tahu kalau kita sudah tahu keberadaannya yang paling penting putriku dalam keadaan yang baik saja" ucap Pak Heri.
"Baik Bos" ucap Roni dan segera berlalu dari hadapan Pak Heri.
__ADS_1
Martin pun mendekati Ayah mertuanya dan bertanya tentang Axel.
"Bagaimana dengan Axel Pa, apa dua baik-baik saja?" tanya Martin yang sudah nampak acak-acakan penampilannya.
"Alhamdulillah Axel baik saja Nak, kamu tidak perlu mengkhawatirkan keadaan Axel" tutur Pak Heri yang ingin membuat Martin sedikit bernafas lega.
"Alhamdulillah kalau begitu, Papa, Saya ingin menyewa beberapa detektif untuk membantu saya mencari keberadaan Amairah, gimana menurut Papa?" tanya Martin yang ingin mengetahui dan mendengar pendapat Papa mertuanya.
"Silahkan saja Martin, semoga dengan bantuan dari detektif tersebut kita mendapatkan informasi tentang keberadaan Amairah" ucap Pak Heri.
Setelah mendengar perkataan dari Pak Heri, Martin pun segera menghubungi nomor handphone detektif yang dia kenal bahkan Martin memberikan imbalan yang tidak sedikit jika mereka berhasil menemukan Amairah.
"Walaupun itu hanya akan menjadi sia-sia saja, tapi Papa tidak ingin meruntuhkan semangat dan harapan kamu untuk bertemu dengan istrimu".
Martin mendekati Box bayi putrinya karena putrinya menangis karena kehausan. Martin segera membuatkan susu formula seperti yang biasa putrinya minum. Pak Heri sedih melihat Martin dan cucunya yang masih sangat membutuhkan Amairah diisi mereka. Pak Heri juga tidak bisa berbuat banyak karena Pak Mark bukan Orang yang biasa dan mudah di intimidasi. Sehingga pak Heri hanya bisa berdoa agar kondisi Amairah baik saja setelah mendapatkan penanganan yang tepat dari Tuan Besar Mark Prin Atmadja.
...********Bersambung********...
Fania hari double update loh sebagai TeHaeR untuk Readers setianya Cinta Yang Tulus ✌️.
Makasih banyak atas dukungannya Yah Readers 🙏🥰
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Selasa- 03 April 2022
__ADS_1