Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 111. Otewe Negeri Ratu Elisabet


__ADS_3

Selamat Membaca..


Mesjid yang sudah disulap dan dipenuhi oleh hiasan pernak pernik pernikahan menjadi tempat perhelatan acara akad nikah dari Bram dan Nadia. Suasana sempat menjadi tegang karena Bram yang tiba-tiba diliputi rasa grogi dan seluruh tubuhnya gemetaran hingga bercucuran peluh membasahi seluruh tubuhnya.


Martin yang melihat kondisi dari sahabat Istrinya itu langsung bertindak dan mendekati Bram serta memberikan masukan dan semangat agar Bram bisa rileks dan lebih santai dalam menghadapi acara akad nikahnya.


Dan ternyata apa yang dilakukan oleh Martin berhasil dan membuat Bram lebih selow dan yakin pada dirinya sendiri untuk mengahadapi akad nikahnya.


Suasana di sekitar ruangan Mesjid tersebut sempat diIsi dengan tangis haru dan bahagia setelah Bram berhasil mengucapkan ikrar sumpah dan janji di hadapan Allah dan dihadapan orang-orang yang ada di dalam ruangan itu lewat ijab kabul.


Ucapan selamat dan doa membanjiri Bram dan Nadia yang datang dari semua tamu yang hadir di mesjid tersebut. Wajah bahagia dan berseri-seri selalu diperlihatkan oleh ke dua mempelai pengantin baru.


Malam harinya, kebahagiaan dari Bram dan Nadia berlanjut hingga ke acara pesta resepsi pernikahan mereka. Gedung pencakar langit itu menjadi saksi dari kebahagiannya. Ballroom hotel DA yang dipilih oleh Nadia dan Bram sudah ramai dan diiringi oleh musik yang tentunya bernuansa cinta.


"Selamat bro, kamu sekarang sudah jadi suami sekaligus jadi seorang ayah, Semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek dan selalu Samawa" ucap tulus Martin.


"Makasih banyak atas kehadiran dan juga Do'anya, Jauh-jauh dari Jakarta hanya untuk menghadiri pesta kami ini" ucap Bram yang sangat bersyukur karena suami dari sahabatnya bisa hadir di tengah-tengah mereka.


"Sama-sama, selama Aku bisa pasti aku akan ke sini" jawab Martin.


Martin turun dari pelaminan karena sudah banyak tamu yang antri untuk naik ke pelaminan dan akan memberikan ucapan kepada ke dua mempelai Sehingga Martin dengan rela turun kembali ke tempatnya semula.


Martin kali ini tidak membawa putri kecilnya karena sudah terlelap dalam tidurnya. Martin ikut berbaur dengan para tamu undangan dan mengabiskan waktunya hingga pesta usai barulah Martin kembali ke Hotel DA tempat dia menginap.


Keesokan paginya, rombongan Martin bertolak kembali ke Kota Jakarta. Dan kembali ke rutinitas sehari-harinya yaitu bekerja dan bekerja. Nenek Masitha dan Bryan pun sudah kembali ke tanah air setelah melakukan perjalanan ke Tokyo Jepang dengan misi perjalanan yang berbeda.


Bryan dengan usahanya untuk menaklukkan hati pujaan hatinya yaitu Arumi yang tak kunjung menemukan titik terang, sedangkan Maya dan Dion saling tarik ulur dan saling mendalami perasaan masing-masing.


Dion hari ini menggantikan posisi Martin untuk bertemu dengan kliennya yang dari Inggris. Dan Maya yang sudah dipindahkan ke Jakarta dan tidak lagi bekerja di cabang perusahaan yang ada di Kota Surabaya.


"Maaf Bos sepertinya klien kita kali ini susah untuk dibujuk dan tidak mudah untuk diajak kerja sama, karena selalu menolak berkas kerja sama kita" Ucap Dion yang baru kali ini menemukan klien yang sangat sulit.


"Apa yang mereka inginkan penuhi saja apa pun itu karena proyek kali ini keuntungannya sangat besar" ucap Martin yang masih setia dengan berkas yang menumpuk dari atas meja kerjanya.

__ADS_1


"Tapi bos itu juga tidak mudah karena saingan kita kali ini tidak mudah dan tidak sedikit bahkan dari Indonesia saja ada banyak perusahaan yang ikut dalam tender proyek tersebut dan mereka juga tidak main-main untuk mengguyurkan dananya hanya untuk mendapatkan tender tersebut" jelas Dion lagi.


"Kalau gitu ikuti permainan mereka bahkan kita akan meladeni permainan mereka berapa pun biayanya penuhi saja" tutur Martin Muhammad Al Ayyubi Lee selaku pemilik Perusahaan yang bergerak di bidang tekstil itu.


"Yang jadi kendala kami sulit untuk bertemu dengan pemilik perusahaan itu, setiap kali kami datang pasti Beliau selalu sibuk atau pun berada di luar negeri" ungkap Dion.


"Terus" ucap Martin yang sudah menatap ke arah Dion dengan memainkan ballpoint yang ada di dalam genggamannya.


"Jadi kami harus berangkat ke Inggris" ucap Dion.


"Betul sekali dan jangan kembali ke sini sebelum berhasil" ucap Martin dan kembali membaca beberapa berkas yang sempat tertunda karena kedatangan Dion.


Dion berdiri dari posisi duduknya dan langkahnya terhenti karena ucapan dari Bos Bosnya.


"Berangkatlah bersama Maya dan semoga kali kamu berhasil meyakinkan Maya dan Saya tidak ingin mendengar kata gagal dan Maya kabur lagi" ucap Martin dengan senyuman tipis tersungging dari wajah tampannya.


Dion tidak membalas ucapan dari Presdirnya dan hanya berjalan ke arah luar ruangan dan segera berjalan ke kubikelnya Maya karena ingin memberitahu bahwa mereka akan kembali ke Inggris London untuk bertemu dengan CEO Perusahaan Centex.


"May" ucap Dion yang sudah duduk di kursi dihadapan Maya.


"Martin menugaskan kita untuk kembali ke Inggris untuk bertemu dengan CEO perusahaan Centex" ucap Dion.


"Terus?" tanya singkat Maya.


"Kita berangkat hari ini juga" ucap Dion lagi.


"Oke" jawab Maya.


"Ini cewek kalau lagi serius kerja pasti selalu berbicara irit, Martin dan Maya sama saja tak ada bedanya mentang-mentang mereka sepupu".


"Jam 2 siang kita berangkat, Aku jemput kamu di apartemen kamu nanti" ucap Dion lalu meninggalkan Maya yang hanya terdiam terpaku melihat punggung lebar dari Dion.


"Maaf, Aku sangat mencintaimu tapi aku sudah punya tunangan dan kali ini Aku tidak ingin mengecewakan keluargaku, cukup sudah aku membuat mamiku bersedih dan kecewa dengan keputusanku dahulu".

__ADS_1


"Kenapa aku sulit sekali menaklukkan hatimu Maya, apa sampai sekarang kamu belum menyadari kalau aku adalah calon suami kamu yang sudah dua kali kamu tinggalkan saat kita akan bertunangan?".


Beberapa jam kemudian, Dion dan Maya sudah berada di dalam jet Pribadinya. Mereka akan berangkat ke Inggris London untuk menemui pemilik Perusahaan Centex. Dion tampak lebih banyak diam dari biasanya yang selalu cerewet dan meramaikan suasana, tapi kali ini hanya sibuk dengan ponselnya sibuk berselancar di dunia Maya.


Hal itu menarik perhatian dari Maya yang duduk di dekatnya. Maya diam-diam mencuri lihat ke arah layar HPnya Dion. Sedangkan Dion yang melihat hal tersebut semakin berpura-pura dan memainkan perannya.


"Aku ingin melihat reaksi kamu, apa kamu akan cemburu atau hanya diam saja, tapi ternyata langkah dan taktikku kali ini berhasil juga".


Dion diam-diam tersenyum dan semakin dalam memainkan perannya.


"Ihh sebel deh, siapa sih cewek yang ditemaninya chatingan sedari tadi sibuk mulu bahkan melupakan aku yang berada di sampingnya?".


Maya pun misruh-misruh tidak jelas bahkan saat berdiri ingin ke toilet Maya menghentakkan kakinya. Hal ini membuat Dion tersenyum karena merasa berhasil dengan rencananya itu.


*Maaf Sekedar informasi Setiap Novel Receh FANIA tidak hanya berisi tentang kisah dan cerita kehidupan dari satu atau dua tokoh utamanya Saja, tapi akan membahas banyak tokoh utamanya secara bergantian pada setiap Babnya dan FANIA Yakin jika di Novel author lain pasti akan memasukkan beberapa kisah dari tokoh pendukung lainnya. Karena itu Lah Fania tidak pernah buat novel yang judulnya mengambil nama dari MC atau tokohnya agar lebih luas dalam pembahasan dan penjabaran alurnya.


Tapi Kalau masih ada yang tidak suka Maaf Saya tidak bisa Paksa Kakak untuk menyukai Novel Fania, Ada yang suka dengan novelku Alhamdulillah dan ada yang tidak suka syokor saja dan Fania tidak akan paksa untuk menyukai Novel recehku ๐Ÿ™.


Banyak atau sedikitnya yang suka FANIA tetap gassfull untuk update setiap hari karena dengan rajin update setiap hari insya Allah ada cuan yang mengalir ke akun dan rekening Fania ๐ŸคญโœŒ๏ธ.


Jangan Lupa untuk tetap mendukung Cinta Yang Tulus dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan ๐Ÿ™.


Maafkan jika selalu ada typo dalam pengetikan cerita ini ๐Ÿ™.


Sambil nunggu update CYT Kakak juga bisa mampir ke Novelku dengan judul:


๐Ÿ’šBertahan Dalam Penantian


๐Ÿ’›Tidak ada Jodoh yang Tertukar


MAKASIH BANYAK ๐Ÿ˜๐Ÿฅฐ*


by Fania Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Makassar, Kamis, 19 Mei 2022


__ADS_2