Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 73. Insiden Kecil


__ADS_3

Selamat Membaca..


Pertemuan yang tak terduga dengan kakek Lukman membuat Amairah bahagia. Axel pun senang karena merasa Kakeknya bertambah lagi. Karena Axel lapar mereka pun memutuskan untuk mencari restoran yang terdekat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta. Karena Axel kepingin makan Ayam goreng akhirnya mereka memutuskan untuk makan makanan siap saji bin junfood. Awalnya Amairah menolak tapi karena Axel tak hentinya merengek sehingga Amairah memutuskan untuk memenuhi permintaan dari putra tunggalnya.


"Mommy kita makan ayam goreng saja yah, kan udah lama Axel gak makan ayam goreng itu" ucap axel sambil menunjuk Restoran siap saji yang berlogo seorang Kakek yang berkaca mata.


"Tapi sayang, gak baik terlalu sering makan makanan seperti itu, kan udah pernah makan di sana" ucap Amairah yang membujuk anaknya untuk tidak makan di sana.


"Tapi Axel maunya itu Mommy, kan udah lama Axel gak pernah makan, please Moms sekali ini saja yah" Rengek Axel yang sudah menghibah pada Amairah.


"Penuhi saja permintaannya anakmu, kasihan kalau gak dipenuhi keinginannya" ucap Kakek Lukman.


Dengan penuh pertimbangan dan pemikiran yang cukup alot Amairah pun memutuskan untuk mengijinkan putranya makan ayam goreng walaupun ada sedikit rasa khawatir dengan keadaan putranya nanti. Tapi Amairah menepis segala pemikiran negatif yang muncul dan terbersit di kepala dan benaknya.


"Baiklah Mommy ijinkan untuk kali ini saja, tapi gak ada lagi untuk nanti kecuali kalau Axel sudah sangat lama belum makan lagi baru lah Axel bisa makan ayam itu, kalau di rumah Axel pingin makan ayam goreng tanya Mommy buah sayang" ucap Amairah yang memberikan penjelasan agar Axel tidak gampang untuk makan makanan siap saji sambil berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan tinggi badan putranya agar lebih mudah untuk memberikan pengertian kepada Axel.


"Hore Axel bisa makan Ayam goreng Upin Ipin" ucap Axel yang sedikit teriak saking gembiranya.


Mereka pun berjalan ke arah Resto tersebut dan mengambil posisi duduk yang nyaman sedangkan Amairah berjalan ke arah kasir untuk memesan makanan yang mereka ingin makan. Setelah beberapa saat kemudian, Amairah membawa nampan yang berisi banyak macam ayam goreng berserta minumannya dan jangan lupa sausnya.


Mereka makan dengan lahapnya terutama Axel , Amairah pun begitu karena tiba-tiba ngidam ingin makan ayam goreng juga. Baru beberapa suapan makanan yang masuk ke dalam perutnya mereka, Kursi yang ada di depan mereka berpindah dan ada yang langsung duduk di depannya. Amairah dan Axel langsung berhenti menyuapkan makanan ke dalam mulutnya karena selera makan mereka tiba-tiba hilang seakan-akan tertiup dan terbawa angin. Axel yang tidak tahu permasalahan yang terjadi antara Mommy dan ke Dua orang tersebut tetapi Axel tidak menyukai gerak gerik perempuan yang berambut pendek sebahu yang ada di depannya.


"Lama kita tidak berjumpa Amairah, dan sekarang kamu kembali berbadan dua, ngomong-ngomong Suami kamu mana, apa jangan-jangan kamu lagi lagi dan lagi hamil tanpa suami atau jangan-jangan kamu hamil dari pria yang tidak jelas tanpa ikatan status pernikahan" ucap Meeta yang tidak lain adalah sepupu angkatnya Amairah.


"Diam Meeta jangan banyak bicara lagi, kalau kamu masih bicara Kakek tidak akan segan untuk memukulmu di depan orang banyak" ancam Oak Lukman yang sudah jengah dengan kelakuan dari Meeta.


"Kakek selalu membela Amairah dari dulu z Saya yang selalu salah sedangkan Dia yang selalu baik dan benar di mata kakek, Sebenarnya siapa cucu kandungnya kakek Dia atau Saya??" ucap Meeta yang menunjuk Amairah dan mulai jengkel dan volume suaranya sedikit tinggi.


Meeta sedari dulu tidak suka dengan sikap kakeknya yang selalu membandingkan dan membedakan mereka.

__ADS_1


"Meeta heran apa sih bedanya Meeta dengan perempuan kotor ini yang jelas-jelas istri Mas Adam tapi harus hamil dengan pria lain, Apa kah perempuan seperti ini yang kakek banggakan, model cucu yang kelakuannya jelek seperti Dia yang kakek banggakan dan puja atau jangan-jangan kakek kena pelet yah?" ucap Meeta yang mulutnya sudah tidak terkontrol dengan baik.


Kakek Lukman langsung menampar wajah Meeta hingga dua kali.


"Praaaaaakkk" bunyi wajah Meeta yang ditampar oleh Kakek Lukman.


Kakek Lukman selama ini masih segan dan tidak ingin memperlakukan dengan kasar Meeta walau gimanapun Meeta adalah cucu kandungnya, tetapi kali ini menurutnya sungguh sangat sudah kelewatan dan tidak terkendali jika tidak diberikan nasehat dan pelajaran kepada Meeta maka sikap dan perilaku Meeta akan terus menjadi hancur dan jelek.


Axel langsung ditutup wajahnya dan dilindungi oleh Amairah ke dalam pelukannya agar Axel tidak melihat adegan panas dari Meeta yang kepanasan dibagian wajahnya akibat tamparan yang cukup keras yang dia dapatkan.


Adam yang kebetulan ada di sana seperti biasa tidak bisa berkutik atau pun berkata-kata lagi kalau mengenai Meeta walaupun dia kadang jengkel sendiri dengan sikap Meeta karena Cinta Yang membuatnya buta sehingga sudah tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jelek.


"Maafkan Meeta yah Amai, mungkin meeta lagi banyak pikiran sehingga dia marah-marah tidak jelas" ucap Adam. lalu berdiri dan mengejar Meeta yang sudah berjalan jauh meninggalkannya.


Adam tidak ingin membuat marah Meeta karena jika Meeta marah maka Adam tidak akan mendapatkan jatah dan tidak bisa bercoco tanam lagi. Adam sampai sekarang belum mengetahui kalau Meeta telah berselingkuh dibelakangnya dengan banyak pria, saking cintanya hingga Mata hatinya tertutup oleh kelakuan jelek Meeta di luar sana. Walaupun banyak orang yang mengatakan Meeta itu Istri yang tidak setia bahkan ke dua orang tuanya pun sudah memperingatkan kepada Adam kalau harus berhati-hati dengan Meeta tapi Adam tidak mempercayai hal tersebut kecuali dia sendiri yang melihatnya langsung. Sedangkan waktu pertemuan terakhir Adam dengan Amairah yang hampir melecehkan Amairah karena Adam tidak terima jika Amairah menjadi pusat perhatian dari semua mata pria yang hadir di pesta tersebut, Bukan karena sudah mengetahui kebusukan dari sikap Meeta.


Amairah hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Adam. Amairah sama sekali tidak terusik atau terganggu dengan perkataan dari Meeta yang dia pikirkan hanyalah putranya yang untuk pertama kalinya dia melihat orang yang beradu mulut bahkan ditampar.


"Axel takut Mommy" ucap Axel yang nampak gemetaran karena ketakutan.


Amairah langsung memeluk erat tubuh putranya dengan penuh kasih sayang agar Axel bisa lebih tenang dan nyaman kembali. Kakek Lukman yang melihat kondisi dari cucunya sangat menyesali keputusannya untuk menampar Meeta di depan mata Axel.


"Maafkan kakek yah, Kakek tidak sengaja melakukan hal ini semua di depan matanya Axel" ucap Kakek Lukman sambil mengelus tangan Axel agar tenang kembali.


"Axel lihat Mommy sayang, Axel akan baik-baik saja selama Mommy ada bersama Axel jadi jangan takut Mommy akan menjaga dan melindungi Axel, dan Tante Meeta sudah pergi jauh sayang, Moms mohon Axel jangan seperti ini" ucap Amairah yang berusaha untuk membujuk dan menenangkan anaknya.


"Axel ada kakek Lukman yang akan menjaga Axel dari penjahat, Kakek punya senjata yang bisa melumpuhkan dan mengalahkan banyak Penjahat" ucap Kakek Lukman yang berusaha mencari keberadaan pistol mainan anak-anak yang selalu dia bawa ke mana-mana.


Kakek Lukman pun akhirnya menemukan senjata mainan anak-anak yang ada di dalam tasnya lalu memperlihatkan kepada Axel. Dan hal tersebut cukup ampuh dan mujarab untuk membuat Axel perhatiannya teralihkan dari pada kenangan buruk tadi yang barusan terjadi.

__ADS_1


Axel langsung meraih pistol mainan tersebut dan langsung menirukan gaya ala koboi yang sering dia tonton di Youtube. Axel bahkan langsung melupakan hal yang baru beberapa menit yang lalu telah terjadi.


"Kakek ini bisa dipakai gak untuk melumpuhkan orang yang ingin mengganggu Mommy? kayak Tante tadi yah Kek" tanya Axel dengan polosnya.


Perkataan Axel langsung membuat Kakek Lukman tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu Axel. Sedangkan Amairah sudah bahagia karena melihat kondisi mental putranya yang sudah normal kembali akibat insiden yang dibuat oleh Meeta. Mereka masih ingin berbincang-bincang tapi pesawat terbang yang akan ditumpangi oleh Kakke Lukman sudah akan berangkat ke kota B.


"Maafkan kakek yah cucu, Karena ada sedikit gangguan tadi dan kakek berjanji kalau ada waktu kakek akan berkunjung ke kota S untuk menemui Axel lagi dan ini untuk Axel saja" ucap kakek Lukman saat mereka akan berpisah.


"Makasih banyak kakek atas waktunya, seharusnya Amairah yang meminta maaf kepada Kakek karena gara-gara Amairah sehingga Meeta marah dan membuat kakek dengan Meeta bertengkar" ucap Amairah yang sangat menyesali insiden kecil tadi.


"Tidak apa-apa kok Amairah, kakek sangat bahagia bisa bertemu dengan kalian, jaga baik-baik Axel dan kandunganmu, Kakek pamit dulu nanti kakek ketinggalan pesawat lagi" ucap kakek Lukman sambil mencium pucuk rambut cucunya Axel dan memeluk tubuh Amairah cucu kesayangannya.


"Kakek juga hati-hati dan jaga kesehatan kakek" ucap Amairah yang sedih karena harus berpisah dengan kakeknya.


"Hati-hati kakek buyut" ucap Axel disaat pak Lukman berjalan ke arah pintu keluar.


Amairah pun berdiri dan meninggalkan area resto dan memesan Ojol untuk mengantar Amairah hingga ke hotel. Hingga sore hari Amairah tidak keluar dari kamar hotel yang dapat a pesan. Amairah merasakan kelelahan sehingga dia ingin beristirahat, begitu pun dengan Axel yang tertidur pulas. Besok baru ke Kantor Pengadilan Agama untuk mengurus segera akta perceraiannya dengan Adam.


Adam kok begonya sih dipelihara, istri model Meeta kok sampai dipertahankan segala, serpis Meeta di ranjang kayaknya Pelayanan super deluxe sehingga Adam sampai buta mata dan buta hatinya.


...******** Bersambung ********...


Alhamdulillah FANIA bisa Update 1 bab hari di sela kesibukan di Real Life yang sangat padat jadwalnya apa lagi semakin mendekati hari raya idul Fitri.


Maafkan jika sering ada typo nya kakak Readers 🙏.


Makasih banyak bagi Readers yang sudah Sudi untuk mampir baca Karya Receh Fania 🥰🙏


Tetap Dukung Cinta Yang Tulus yah Kakak 🙏.

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, 26 April 2022


__ADS_2