
Selamat Membaca..
Ketulusan cinta dan kasih sayang tidak dapat dilihat atau didengar. Tetapi hanya bisa dirasakan dengan hati.
Suatu saat kau akan bisa mengerti, mengapa mawar yang indah itu harus berduri. Ketika saat ini kau selalu mengeluh sakit saat berusaha memetik dan menggenggam mawar karena durinya yang menusukmu.
Suatu saat kau akan mengerti mengapa hidup harus kau jalani dengan tertawa dan menangis.
Kasih sayang merupakan salah satu kebutuhan dasar setiap manusia. Karena kasih sayang wajib disebabkan dan di luas kan.
Nenek Masitha dan Ibu Nurmala saling berbagi suka dan duka. Mereka sama-sama mengeluarkan unek-unek yang ada di pikiran mereka.
Nurmala pun memutuskan untuk berterus terang di hadapan Nenek Masitha. Beliau yang mendengar kejujuran dari Nurmala membuatnya sangat terpukul.
"Ya Allah selama ini dia menyimpan begitu banyak duka dan sungguh miris mendengar perkataannya, aku dan yang lainnya selama ini telah salah duga dan mengira, jika dia dengan sadar dan kemauannya sendiri untuk kabur dan tidak ingin bersaksi."
Setelah masakannya matang semua, mereka berbincang-bincang santai sedangkan yang lainnya masih bergelung di dalam selimut tebalnya.
Nurmala dan nenek Masitha duduk berhadapan. Nenek Masitha bersedih dan prihatin dengan kehidupan yang dijalani oleh Nurmala selama ini.
"Apa sebenarnya yang menyebabkan Abang Nurman sehingga dengan begitu teganya melakukan semua itu? Aku sangat tidak menyangka Nurmala," ucapnya raut wajahnya yang kebingungan.
Nurmala memegang tangan yang mulai keriput itu. Ia menatap ke dalam ke dua bola matanya sebelum membuka mulutnya untuk berbicara.
"Saya akan menjelaskan semuanya."
Nenek Masitha membalas menatap ke arah mata Nurmala.
"Maksudnya, apa Kamu tahu kenapa Abang Norman yang selama ini baik dan berubah menjadi manusia yang tidak berhati itu," ujarnya dengan menggenggam erat tangan Nurmala.
"Iya, apa yang mendasari dan pokok permasalahan sehingga Abang Norman bersikap seperti itu, Saya tahu semuanya Mbak."
Nurmala pun mulai bercerita hingga tidak ada yang ditutupinya.
"Abang Nurman bertindak dan berkelakuan seperti itu, karena Dia cemburu dengan Mas Ahmed dikarenakan berhasil menikahi Mbak, sebenarnya Abang itu mencintai Mbak jauh hari sebelum Mbak mengenal mas Ahmed," ucapnya yang membuat raut wajahnya Masitah berubah.
Ibu Masitha menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan kenyataan yang barusan di dengarnya. Kenyataan yang membuat suaminya yang paling dicintainya harus menjalani sisa hidupnya di dalam Rutan.
Nurmala mengerti dengan keterkejutan yang dirasakan oleh Masitha.
"Seperti itulah kenyataannya Mbak, Aku pun awalnya sangat tidak percaya saat aku mendengar bapak dan ibu menasehati Abang agar segera Berubah, tapi bukannya berubah malahan semakin menjadi saja."
"Ya Allah Aku sekalipun tidak pernah mengetahui hal itu, karena cinta yang bertepuk sebelah tangan membuat mata hati dan batinnya tertutupi oleh kecemburuan."
"Iya Mbak, apa lagi di saat Perusahaan dan pabrik yang kalian dirikan berhasil dan sukses membuatnya semakin lupa diri dengan kedengkiannya."
Makanan yang dimasak oleh Nurmala menjadi saksi sesi curhatan mereka. Ada capcay, ikan goreng gurame, sambal terasi, tahu dan tempe goreng kesukaan Alif sudah tertata rapi di dalam piring.
"Sepicik dan sesempit itu kah hatinya Abang Nurman, tapi Aku tidak heran dengan semua itu, aku hanya sering bertanya siapa orang yang menyelamatkan dirinya waktu itu?"
Dirinya kembali menerawang jauh ke masa itu saat Ahmed suaminya berjuang untuk menolongnya dan membantu Abraham.
__ADS_1
"Hanya satu orang yang berani dan mau membantunya melancarkan semua rencana jahatnya, dia adalah kekasihnya yang bekerja di penginapan Butterfly hingga sekarang menjadi istrinya."
"Kalau begitu mau kah Kamu membantuku untuk segera bersaksi di hadapan pengadilan dan kepolisian untuk memulihkan dan memperbaiki reputasi Mas Ahmed?" Harapnya yang memegang tangan Nurmala dengan penuh harap.
Ibu Nurmala hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya dan bersedia untuk membantunya.
"Iya Mbak, Saya akan melakukan apa itu agar suami Mbak bisa dibebaskan dari tuduhan kejahatan yang tidak dia lakukan, Saya akan membuka semua kejahatan Nurman, ada beberapa bukti kejahatannya yang saya bawa dan Alhamdulillah tidak berhasil direbut oleh Abang."
"Makasih banyak dek, Mbak sangat bahagia mendengarnya, beban berat yang berpuluh-puluh tahun Saya pikul perlahan runtuh dalam sekejap," lalu menggenggam tangan Nurmala dengan deraian air matanya.
Nurmala memeluk tubuh tua Mbaknya yang sudah bergetar hebat dalam tangisannya.
"Syukur Alhamdulillah, makasih banyak ya Allah Engkau telah mendengar doa-doaku dan hari Engkau mengabulkannya."
Maya yang menyaksikannya pun ikutan hanyut dalam kesedihan mereka.
"Alhamdulillah, Nenek sudah bisa tersenyum bahagia lagi, semoga semuanya berjalan lancar sesuai yang Kami harapkan."
Maya berjalan mendekati mereka, langsung memeluk tubuh Neneknya.
"Alhamdulillah ya Nek, sudah ada harapan untuk memperbaiki semua kesalah pahaman yang selama bertahun-tahun Kita jalanin, Maya berharap Tuan Besar Mark bisa menerima kenyataan ini."
Neneknya menganggukkan kepalanya yang membenarkan perkataan Maya.
"Nenek bagaimana kalau kita segera memberitahukan Martin dan Mbak Amairah tentang bukti yang kita dapatkan? Agar mereka bisa direstui secepatnya."
"Apa yang dikatakan Mbak Maya benar adanya Mbak, jangan menunda lagi, Kasihan mereka jika harus membina hubungan rumah tangga, tapi ada pihak dari keluarga yang tidak ikhlas merestui hubungan mereka."
"Kalau Mbak Amai dan Mas Martin dapat restu berarti aku akan segera melangsungkan pernikahanku juga dong,"
Dengan senyuman manis Maya tersenyum manis dalam keadaan yang masih berdiri. Neneknya langsung mengetuk pelan lengan kirinya Maya dengan mengunakan sendok makan.
"Aaauuuuhhh," Nenek keluh Maya padahal sedikit pun tidak ada rasa sakit yang dia alami.
"Kamu lebay yah, baru pukulan segitu sudah merasakan sakit."
"Bukan lebay Nek, tapi terlalu bahagia karena tidak lama lagi akan menikah dengan Dion," timpal Bryan dari balik pintu yang berjalan beriringan dengan Dion di sampingnya.
"Gak apa-apa kok, yang penting Pernikahanku sudah jelas di depan mata, dari pada Kamu yang gak jelas hubungan percintaan Kamu, ingat umur semakin tua Bang, emangnya Kamu suka hidup kesepian dan kedinginan terus setiap malamnya?"
Bryan menatap tajam ke arah Dion yang berniat ingin membuka kisah percintaan Bryan yang tidak jelas itu.
Sedangkan yang ditatap hanya membalasnya dengan tatapan jengahnya dan tersenyum licik.
"Iya Nak Bryan kalau Kamu sudah punya gadis yang Kamu suka beritahu Nenek, biar Nenek melamar anak gadis itu?" Tanyanya yang menatap ke Bryan Regan Adams.
"Gimana caranya mau melamar kalau pujaan hatinya akan menikah dengan pria lain," timpal Maya.
Mereka semua yang ada di sana tatapannya tertuju pada sosok tinggi tegap dengan mata yang sedikit cokelat kehitaman dengan rahang bawah tegas dan Kokoh serta hidung mancung yang membuat dirinya terlihat begitu sempurna.
"Benar kah yang dikatakan oleh mereka nak?" Tanya Neneknya yang penasaran dengan kisah hidup Bryan yang sedikit tertutup dari orang lain.
__ADS_1
"Sudah jangan bahas itu lagi, perutku sudah keroncong minta diisi nih," tuturnya lalu tangannya menarik piring lalu membaliknya itu.
Tawa mereka membahana ke segala penjuru ruangan dapur mewah itu. Hingga mengusik tidurnya Alif di pagi itu. Perhatian mereka tertuju pada Alif.
"Ingat jangan ada yang bercakap-cakap jika pangeran kecil kita ada di sini," jelas Dion sebelum kedatangan Alif ke meja makan.
Mereka pun menikmati sarapannya dalam kebisuan hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring yang mengisi suasana makan mereka di pagi itu.
Kebersamaan itu akan terasa bermakna jika yang ada di dalamnya bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lainnya.
Sebesar apa pun kemelut dalam hidup kalian, tapi usahakan lah untuk berbicara dari hati ke hati dan saling mengingatkan dalam kebaikan serta saling menghargai dan menghormati semua anggota keluarga.
Semoga apa yang ditulis oleh Fania hari ini bermanfaat dan disukai oleh Readers.
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus Fania bersyukur karena masih ada yang baca novel recehanku🥰.
Jangan lupa untuk mampir dan baca novel Lainku yang judulnya:
Sang Penakluk
(Kisah anak-anaknya Martin dan Amairah)
Bertahan Dalam Penantian
Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
Cara untuk dukung CYT adalah:
Like Setiap Episodenya 👍
Gift Poin dan Koin seikhlasnya 🎁
Favoritkan ♥️
4.Rate bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐
Bagi Sharenya dong Kak 👌
********To Be Continued********
by fania mikaila Azzahrah
Takalar, SulSel, Jum'at 17 Juni 2022
__ADS_1